
Di tempat lain
Saat ini Xi Lilian telah berada didalam Hutan Kematian, yang sangat di takuti oleh banyak orang, bahkan para kultivator pun tak ada yang berani melangkahkan kakinya kedalam hutan ini.
Karena aura yang terpancar dari bagian luar hutan saja telah membuat siapa saja merasakan tekanan yang begitu dahsyat. Apalagi mereka mencoba masuk hutan itu sama halnya mengantarkan nyawanya begitu saja.
Namun saat ini Xi Lilian telah berada di inti dari hutan kematian itu dan kini telah menemukan sebuah patung naga putih dan Phoeniex emas dengan sebuah rune yang menghubungkan kedua hewan mitologi yang legendaris itu.
Di saat Xi Lilian melihat patung rune tersebut ia marasa sangat senang dan saking senangnya ia hingga meneteskan air matanya.
“Aku yakin akan segera menemukanmu suamiku. Aku tau dan sangat yakin bahwa kau akan segera datang menemui ku." gumam Xi Lilian lirih.
"Karena Rune inilah kau mengorbankan banyak hal agar bisa menyatukan kedua legenda ini dan mengikatnya dengan darah kita berdua." Lanjut Xi Lilian lagi.
“Aku telah tiba disisi mu istriku, apakah kau tak ingin menyambut diriku? Apakah selama ini kau tak merindukan ku Lian’er. Bahkan aku telah merindukanmu ketika kau pergi dariku waktu itu.” Kata seseorang yang mengejutkan Xi Lilian.
Begitu mendengar suara yang sangat familiar itu Xi Lilian langsung membalikkan tubuhnya dan berlari dan memeluk tubuh fana suami yang sangat ia rindukan itu.
“A Tian.... Suamiku!” kata Xi Lilian sambil memeluk erat Wang Jin Tian alias Mo Fei Tian.
Xi Lilian terpaku dalam posisinya, seolah ia tak ingin melepaskan suaminya ini. agar ia tidak berpisah lagi dengannya.
Selain itu dia juga berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan menjadi lebih kuat lagi, agar bisa menjalankan tugasnya menjaga seluruh alam semesta ini dan untuk terus bertahan bersama dengan suami yang sangat Xi Lilian cintai ini.
“Lian’er ... Istriku!” ucap Wang Jin Tian membalas pelukan istrinya yang sangat ia dambakan selama ini.
Sesaat setelah mereka melepas kerinduan. Mereka bergegas menuju Rune Legendaris itu lagi dan mereka melukai telapak tangan mereka masing-masing hingga mengucurkan darah dan menyatukan tangan mereka yang terluka hingga darah mereka bercampur dan mereka teteskan diatas Rune Legendaris itu.
Hingga lambat laun terpancarlah sinar yang sangat menyilaukan dan itu membuat mereka Harus memejamkan matanya.
Ketika mereka membuka mata mereka. Mereka telah berada di dalam dimensi bintang yang kini sangat luas dan tak terbatas.
Ketika mereka menyadarinya ternyata mereka telah kembali ke wujud asli mereka. Yang tadinya mereka menggunakan penyamaran masing-masing kini telah menjadi Mo Fei Tian dan Xi Lilian yang sesungguhnya.
Mo Fei Tian begitu terpesona dengan penampilan istrinya yang sekarang.
Meski wajah itu terlihat sama dengan di kehidupan sebelumnya tapi terlihat lebih cantik dan bersinar saat ini apalagi ia melihat diusia yang masih begitu muda tapi istrinya ini justru memiliki tubuh yang sungguh menggiurkan bagi siapapun yang melihatnya.
Dan itu sukses membuat Mo Fei Tian resah, tak menentu. Seolah ia ingin mengurung Xi Lilian di dalam kamarnya saja agar tak ada orang lain yang menatap nya penuh nafsu.
Saat Xi Lilian juga memandangi suaminya itu. Ia sungguh terpana. Bagaimana tidak tubuhnya bertambah bugar dan atletis.
Membuatnya oh sungguh tersipu malu.
Namun sesaat kemudian sebelum mereka bisa merespon apapun, tiba-tiba terlihat untaian Benang cahaya yang terang mengelilingi mereka berdua dan berakhir pada ikatan cincin takdir benang darah yang ada dijari manis mereka.
Dan sinar itu seolah menembus kedua jari mereka yang terpasang cincin takdir dan akhirnya cincin mereka masuk dalan tubuh mereka berdua dan meninggalkan sebuah simbol naga Yin Yang yang diikat Dangan benang emas.
Setelah mengalami hal tersebut mereka mengalami fluktuasi energi yang sangat signifikan dan mereka memutuskan untuk bermeditasi.
Saat mereka tengah dalam proses meditasi jiwa mereka ditarik ke suatu tempat dan terdapat jurang pemisah di antar mereka berdua yang membentang begitu jauh dan sangat dalam bahkan banyak kilat yang menyambar-nyambar diantara jurang itu dan seluruh kekuatan mereka tersegel di tempat itu. Tak ada yang bisa di gunakan sedikitpun.
Tak lama terdengar suara yang sangat lembut namun juga tegas.
“Jalan takdir bisa kalian tentukan sendiri, dengan satu ikatan suci tak akan pernah terpisahkan. Hati adalah kunci bersatunya takdir."
Sejenak mereka memikirkan kata-kata itu. Kemudian mereka tersenyum secara bersamaan.
__ADS_1
Dan mereka mulai melangkahkan kaki mereka dengan pasti dan tegas selangkah demi selangkah mereka lalui dengan penuh keyakinan dan kepercayaan akan cinta dan takdir mereka.
Meskipun banyak kilatan petir yang menyambar tubuh mereka. Mereka berdua tetap melangkah, dan juga berjuang melewati segala rintangan yang ada dihadapannya.
Ketika mereka hampir mencapai tengah jurang tersebut kini tubuh mereka berdua telah dikelilingi dengan api biru yang membara bersamaan dengan kilat yang terus menyambar tubuh mereka.
Dengan segala cobaan dan rasa sakit yang mereka rasakan itu tidak menyurutkan keinginan mereka untuk tetap melangkah mencapai titik pusat cahaya putih melayang yang muncul di tengah jurang tersebut.
Meskipun begitu mereka dengan susah payah menahan dan berusaha mempertahankan posisi mereka dalam keadaan berdiri tegak.
Karena jika tidak maka mereka akan jatuh dan masuk dalam jurang yang mana dibawah sana hanya terdapat kegelapan yang abadi dan tanpa ada jejak kehidupan sama sekali.
Dengan usaha keras yang mereka lakukan kini api yang membakar dan mengelilingi mereka mulai padam dan digantikan dengan kepingan es yang menghujani mereka hingga terasa dingin yang teramat sangat hingga bisa membekukan mereka berdua.
Kini langkah mereka terhenti karena saat ini mereka telah sepenuhnya terbungkus dalam lapisan es yang sangat tebal.
Meski begitu kilatan yang menyambar mereka kini justru kian meningkat jumlahnya dan juga semakin besar.
Keadaan tersebut berlangsung cukup lama dan tubuh mereka seakan dihancurkan berkeping-keping.
Akibat himpitan dari bongkahan es yang membelenggu mereka dan juga kilat yang menyambar mereka secara terus menerus dan dengan kekuatan yang tidak main-main.
Hingga seluruh tulang dan Anggota badannya terasa sudah hancur dan terkoyak seluruhnya. Namun meski demikian tekad mereka tidak pernah surut bahkan menjadi semakin kuat untuk bisa hidup bersama mereka bertekad untuk memberantas apapun yang menghalangi jalan mereka.
Mereka terus bertahan dalam siksaan yang mereka alami hingga terdengar sebuah suara.
"Kalian adalah pasangan yang diberkati oleh sang surga, tak ada satu makhluk pun yang hidup bisa memisahkan kalian hingga telah tiba waktunya."
Kata-kata itu seakan tertanam dalam hati dan ingatan Xi Lilian dan Mo Fei Tian yang akhirnya mereka bisa merasa lega dan bahagia.
Setelah itu tiba-tiba saja seluruh kilatan berhenti menyambar dan bongkahan es raksasa yang membelenggu mereka retak dan hancur seketika.
Setelah itu tubuh mereka melayang dengan sendirinya menuju cahaya putih kemudian mereka terselimuti oleh seluruh cahaya itu.
kini mereka berdua bisa merasakan bahwa tubuh mereka mengalami peningkatan kualitas, yang mana tulang mereka sekuat intan, dan kecepatan regenerasi ataupun penyembuhan dari organ dalam maupun kulit luar mereka menjadi lebih cepat bahkan mereka tidak hanya kebal racun melainkan sumber racun terkuat yang ada di dunia bagi siapa saja yang tidak dikehendaki oleh keduanya.
Selain itu mereka menjadi lebih tangkas dalam berfikir, penglihatan dan pendengaran mereka menjadi lebih tajam lagi dan kekuatan mereka tak terhalang oleh unsur energi qi karena entah bagaimana dantian mereka menjadi tak terbatas bagai cahaya yang selalu bersinar menembus apapun.
Setelah seluruh cahaya hilang terserap dalam tubuh mereka dan berpusat dalam dantian mereka.
Barulah mereka membuka mata ternyata kini mereka telah mencapai satu titik di tengah dan mereka berdua saling merengkuh satu sama lain meski mereka berdua masih dalam keadaan melayang.
Namun mereka tiba-tiba mendarat di sebuah singahsana tertinggi yaitu pengendali Takdir dan Karma . Yang mana itu merupakan singgahsana tertinggi di atas lord Yang Agung .
Ya mereka menjadi pengusa dari Singgahsana Pengendali Takdir dan Karma. Setelah itu kesadaran mereka mulai kembali ke raga mereka.
Saat mereka telah bersatu dengan raga mereka tiba-tiba saja terdengar ledakan yang sangat hebat.
Dhuarrrr...!
Dhuaaaarrrr!!
Dhuarrrrrtr......!!!
Dhuuuuaaaaarrrrrrrr!!!!
Setelah mereka membuka mata mereka terkejut Dangan perubahan yang terjadi pada diri mereka sendiri.
__ADS_1
Dari semula rambut yang berwarna hitam berubah menjadi berwarna putih. Bola mata mereka juga berubah menjadi biru di mata mo Fei Tian dan ungu untuk Xi Lilian. Bahkan bentuk tubuh mereka semakin indah dan mempesona.
Dan Kultivasi mereka bahkan di atas dari Maha Lord level tiga yang selama ini tidak diketahui oleh mereka.
Namun saat ini mereka berada di Ranah Kultivasi Takdir Abadi yang mana di tingkat ini kultivasi tidak bisa di hancurkan atau pun kekal hingga kehidupan selanjutnya akan tetep pada tingkat Kultivasi yang sama.
Dan Kultivasi takdir ini juga tidak mengandalkan energi spiritual qi dan Dantian. Semua lebih dahsyat dari yang di bayangkan. Dan tak bisa untuk di jelaskan.
Namun meskipun begitu mereka tetap tidak akan kehilangan kultivasi mereka yang mengandalkan dantiannya. Dan saat ini mereka berada di puncak yang Maha Lord.
Saat mereka telah memulihkan penampilan mereka seperti biasa.
Mereka baru sadar bahwa disana ada 10 sosok yang sedang terguncang jiwanya karena menyaksikan kejadian di hadapan mereka yang belum pernah mereka saksikan seumur hidup dan bahkan kekuatan mereka bersepuluh juga telah mencapai puncak yang maha lord.
Ya sepuluh sosok itu adalah hewan kontrak Mo Fei Tian dan Xi Lilian.
Mo Fei Tian (naga emas, Phoeniex emas, rubah hitam, pegasus hitam, serigala malam)
Xi Lilian (naga putih, Phoeniex es, rubah putih, pegasus putih dan harimau putih)
Semua awalnya tersegel sebagai penjaga pecahan dimensi bintang.
Namun saat ini semua telah kembali seiring bersatunya dimensi bintang dan kini dimensi bintang Xi Lilian telah terhubung dengan dimensi abadi milik Mo Fei Tian.
Sehingga Mo Fei Tian bisa dengan leluasa masuk ke dimensi bintang. Sedangkan binatang kontrak Mo Fei Tian hanya bisa masuk dimensi bintang ketika sang tuan juga berada ditempat tersebut.
Yang mana mereka bersepuluhlah yang telah merasakan kecemasan yang teramat sangat selama satu bulan penuh dalam dimensi bintang ini.
Karena mereka menyaksikan kedua junjungan mereka yang mengalami hal hal yang tidak wajar. Dari tubuh yang mengeluarkan petir api dan berganti menjadi membeku.
Tidak hanya berhenti disana bahkan seluruh badan mereka berdua bergetar hebat seakan merasakan rasa sakit yang sangat dahsyat.
Barulah setelah mereka menyaksikan keadaan kedua junjungan mereka terlihat baik-baik saja dan memancarkan cahaya putih yang sangat terang yang membuat seluruh dimensi bintang mengalami fluktuasi energi yang sangat besar-besaran yang membuat mereka semua akhirnya ikut bermeditasi dan berhasil menembus tingkat yang maha lord level puncak.
Kemudian setelah mereka semua selesai kultivasi mereka kembali menyaksikan kedua majikannya yang telah menembus ranah yang tak diketahui.
Itu merupakan sebuah pukulan berat bagi mereka semua. Karena mereka semua juga ikut merasakan sakitnya ketika kedua junjungan memecahkan ranah tertinggi.
Namun setelah itu mereka juga merasakan jika tubuh mereka menjadi terasa lebih nyaman dan leluasa dalam bergerak.
“Hei... Gege, Jiejie apa yang kalian lakukan?” kata Xi Lilian mengagetkan mereka bersepuluh.
“Aah maafkan kami Yang Mulia Dewa dan Dewi Takdir dan Karma Yang Agungng.” Kata seluruh hewan kontrak mereka dengan berlutut.
“Apa yang kalian lakukan?? Cepat bangun atau akan ku hukum kalian semua jika masih berlutut seperti ini.” Kata Xi Lilian dengan tegas.
Mereka yang mendengar perintah dari Xi Lilian ragu untuk berdiri karena mereka juga takut terhadap Mo Fei Tian.
“A Tian.... Lihatlah mereka tak mendengarkan perkataan ku.” Kata Xi Lilian dengan manja kepada Mo Fei Tian.
Sedangkan Mo Fei Tian yang mendengar suara manja dan sikap Xi Lilian yang bergantung kepada dirinya itu sungguh membuat dirinya senang, karena ia merasa bahwa Xi Lilian membutuhkannya.
Meskipun sebenarnya dia tau bahwa wanitanya itu seorang yang sangat tangguh, tapi ia tetap menunjukan bahwa Xi Lilian sangat membutuhkan dan menghargai keberadaan Mo Fei Tian.
"Kalian sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Permaisuri ku kan. Maka laksanakan lah.” Kata Mo Fei Tian dengan aura yang sangat agung terpancar dari dalam tubuhnya.
“Dan satu lagi aku tak suka kalian semua memanggilku yang mulia, aku hanya ingin mendengar panggilan Meimei ataupun Lian’er sepeti dulu di kehidupan terakhir kali sebelum aku bereinkarnasi menjadi seperti sekarang ini. Apa para Gege dan Jiejie paham? Kata Xi Lilian dengan menunjukan ketegasan dan keagungan yang setara bahkan lebih mencekam dari aura yang di keluarkan Mo Fei Tian barusan.
__ADS_1
Mereka semua menelan ludah dengan susah payah, akibat aura yang di keluarkan oleh Xi Lilian. Dan merekapun bergegas menjawab.
“Kami mengerti Meimei.” Balas mereka serempak.