Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 119 Perjumpaan Dua Saudari


__ADS_3

Hingga akhirnya Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian yang tersadar akan perbuatan mereka di hadapan sang putri kecil mereka, itu membuat keduanya canggung dan tidak tahu harus berbuat apa.


Namun Mo Lie Yiran justru tertawa terbahak-bahak layaknya seseorang yang mengetahui bahwa orang tuanya itu tengah merasa kikuk dan juga malu.


Sehingga Mo Lie Yiran akhirnya memutuskan untuk pura-pura menguap dan juga memejamkan matanya seolah-olah kelelahan dan tertidur pulas dengan sendirinya. Padahal dirinya masih sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua orang tuanya itu.


Namun demi mencegah rasa malu yang dirasakan kedua orang tuanya itu, dirinya terpaksa harus mengalah dan berpura-pura tidur seperti ini. Yang justru membuatnya benar-benar tertidur dengan sangat nyenyak nya.


Entah karena Mo Lie Yiran merasa kelahan karena habis tertawa dan berceloteh atau karena dirinya yang baru saja selesai menjalani ujian dimensional.


Akan tetapi itu semua sangat membantu Xi Lilian dan Mo Fei Tian untuk menenangkan diri dan terhindar dari rasa malu yang lebih lama lagi.


Setelah mereka berdua telah menyaksikan bahwa putri mereka telah tertidur dengan pulas, akhirnya mereka merasa lega dan saling memandang satu sama lain.


Hingga akhirnya Mo Fei Tian kembali memeluk Xi Lilian dan membawanya untuk berbaring di sebelah Putri kecilnya itu.


“Saat ini Yiran kecil sudah bebas dari bahaya, kau juga butuh untuk istirahat sayang, karena kamu selama berhari-hari ini juga bahkan tidak makan dan istirahat sama sekali. Saat ini adalah saatnya bagimu untuk istirahat dengan baik Istriku,” ucap Mo Fei Tian sambil membaringkan Sang istri dan mengecup keningnya agak lama.


Xi Lilian yang mendapatkan perlakuan yang sangat lembut dan juga perhatian dari Sang suami membuatnya tidak bisa menolak.


Apalagi dirinya juga memang membutuhkan istirahat yang cukup untuk bisa mempersiapkan dirinya untuk mencari cara mendapatkan bahan penawar bagi Kakek Buyut nya.


“Kau juga telah lelah Suamiku, kau juga harus istirahat.” Kata Xi Lilian yang sambil menahan Sang Suami agar dirinya juga ikut istirahat dan berbaring di sebelahnya.


Mo Fei Tian yang melihat Sang Istri seolah enggan berpisah dengannya, itu membuatnya sangat bahagia. Dan akhirnya dirinya menuruti keinginan Xi Lilian untuk tidur disampingnya. Dan tidak jadi tidur di sisi lain ranjang yang tepat di sebelah Putri kecilnya.


“Baiklah kita akan istirahat bersama,” balas Mo Fei Tian yang kemudian berbaring disampig Xi Lilian dan memeluknya dengan sangat lembut.


Bahkan Xi Lilian pun yang memang tidak ingin jauh dari Suami tercinta itu akhirnya lebih mengeratkan pelukannya dan bahkan Ia juga langsung tertidur dengan nyaman didalam dekapan Sang Suami.

__ADS_1


Sedangkan Mo Fei Tian merasa sangat bahagia dengan sikap istrinya sehingga senyum kebahagiaan pun terbit di bibirnya.


Setelah itu dirinya juga segera terlelap dengan sang istri dalam pelukannya.


Namun disaat mereka mulai terlelap, tiba-tiba saja dalam alam bawah sadar nya Xi Lilian merasakan ada seseorang yang memanggil jiwanya.


Dan itu terasa sangat menarik kesadaran jiwa Xi Lilian untuk mengikuti panggilan tersebut.


Karena Xi Lilian mendapatkan firasat yang baik jika dirinya mengikuti arah panggilan tersebut.


Dengan demikian Xi Lilian tanpa pikir panjang lagi langsung bergegas menuju arah sosok yang memanggilnya tersebut.


Dan ternyata apa yang dirinya rasakan melalui firasat nya itu memang benar adanya.


Saat ini jiwanya telah berada dihadapan sesosok jiwa yang dirinya kenali di kehidupan sebelumnya.


Bahkan mereka berdua dulunya juga saling mengenal dengan sangat baik, sebelum terjadinya tragedi yang membuat Xi Lilian yang saat itu bernama Di Lilian yang merupakan seorang Dewi Alam Semesta harus mengorbankan dirinya tepat di hari kebahagiaan nya.


Yang mana mereka merupakan saudara perempuan dari ayah dan ibu yang sama di kehidupan masa lalu. Dan Xi Lilian merupakan adik bungsu dari Di Li Yue.


“hiks... Bhohoo...hiksss ... Jiejie kau....” Xi Lilian yang kembali melihat dan bertemu dengan sosok kakak perempuan yang paling dia rindukan merasa sangat senang dan juga terharu.


Bahkan Xi Lilian Sampai tak bisa untuk berkata-kata untuk mengungkapkan perasaan nya yang telah Ia pendam sendiri selama berabad-abad lamanya.


Karena semenjak Sang Jiejie tertuanya itu telah resmi diangkat sebagai seorang Penjaga Dimensi. Bahkan mereka tak bisa saling bertemu kembali.


Dan saat itu Di Lilian kecil sangat sedih, karena selain Sang Jiejie nya itu tidak ada lagi yang menyayangi nya.


Karena saat itu kedua orang tuanya telah meninggal dunia karena mereka mengorbankan dirinya mereka sendiri demi menyelamatkan seluruh Klan mereka yakni Klan Di yang saat itu difitnah dengan kejamnya sebagai Klan penebar ajaran sesat.

__ADS_1


Dan setelah kematian kedua orang tuanya itu hanya Jiejie nya itu yang peduli terhadapnya. Bahkan gege dan saudara sepupunya serta paman bibi mereka semua tidak ada yang pernah peduli dan menganggap mereka ada.


Meskipun mereka berdua tidak pernah disiksa secara fisik, akan tetapi karena mereka adalah seorang anak perempuan yang mengakibatkan mereka dipandang sebelah mata. Dan terkucilkan dari Keluarga Besar Klan Di.


Dan hanya Kakek mereka-lah Sang Tetua Klan Di yang masih sedikit memberikan toleransi dan juga simpati dengan kedua bersaudara itu karena mengingat jasa Ayah dan Ibundanya yang telah rela berkorban demi seluruh Klan Di.


Sehingga hal itulah yang membuat Di Lilian kecil bertekad untuk menjadi lebih kuat agar dirinya juga bisa menjadi salah satu orang yang berkedudukan didunia atas.


Karena dengan begitu setidaknya dirinya akan bisa memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Jiejie yang paling dirinya sayangi itu Di Li Yue.


Dan berkat tekad dan kerja kerasnya sedari kecil akhirnya kesempatan itu datang juga kepada dirinya. Dan dirinya berhasil diakui dan dinobatkan sebagai Dewi Alam Semesta.


Dan meninggalkan Klan nya yang bagaikan tempat kutukan bagi dirinya. Karena setelah kepergian Sang Jiejie, Di Lilian seolah hidup sebatang kara yang tak memiliki keluarga ataupun sanak saudara yang lainnya.


Padahal Di Lilian saat itu juga masih memiliki seorang Gege kandung. Namun dirinya selalu diabaikan dan ditinggalkan.


Dan setelah dirinya telah dinobatkan sebagai Dewi Alam Semesta akhirnya Di Lilian bisa merasakan Kehidupan yang sesuai dengan keinginannya.


Namun ada satu hal yang masih menjadi ganjalan dalam hidupnya. Yaitu keinginan dirinya untuk bisa berjumpa kembali dengan Jiejie nya belum juga terwujud.


Akan tetapi setelah beberapa puluh tahun berlalu akhirnya mereka bisa dipertemukan karena tugas dan kewajiban mereka yang memang disuatu tempat yang sama.


Bahkan pertemuan mereka saat itu juga sangat singkat dan terbatas waktu. Hingga akhirnya waktu berlalu berabad-abad. Dan mereka belum dipertemukan lagi.


Hingga akhirnya Di Lilian terpaksa harus mengorbankan nyawanya demi keutuhan dunia.


Dan barulah kini mereka bisa bertemu kembali Meskipun hanya sebatas jiwa mereka saja yang bertemu. Setelah Di Lilian bereinkarnasi sebagai Xi Lilian.


“Dasar gadis kecil yang bodoh, setelah sekian lama kita tidak berjumpa, ternyata diperjumpaan kali ini justru sama persis saat pertama kali aku meninggalkan dirimu di dalam Klan. Kau masih seorang gadis kecil yang suka menangis dan juga ingusan seperti ini.” Kata Di Li Yue.

__ADS_1


“jiejie teganya kau....” ucapan Xi Lilian yang sambil terisak itu terpotong.


__ADS_2