Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 120 Perdebatan Kakak Beradik


__ADS_3

“Apa? Siapa yang tega? Jelas-jelas kau yang begitu tega meninggalkan Jiejie mu ini, bahakan disaat kedatanganku saat itu, aku hanya mampu melihat dan menangisi mu yang telah melakukan hal yang begitu bodoh dengan mengorbankan dirimu sendiri tanpa menunggu ku untuk berbagi tugas dan menyelesaikan semua masalah itu bersama. Apakah kau tahu betapa sedih dan hancur perasaan Jiejie mu ini pada saat itu. Pernahkah dirimu itu memikirkan mengenai perasaan ku dan orang-orang yang menyayangi dirimu ketika kau bersikap dan mengambil keputusan secara gegabah seperti itu. Bahkan kau sendiri pernah merasakan dan juga mengerti bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang paling kita sayangi, seperti saat kita kehilangan Kedua orang tua kita. Tapi mengapa kau tak mau berpikir tentang diriku dan juga perasaan ku yang harus menerima kenyataan bahwa kau adik perempuan ku satu-satunya dan yang paling aku jaga dan sayangi selama ini harus merenggut nyawanya sendiri demi sesuatu yang sebenarnya bisa kita selesaikan bersama hah? kaulah yang benar-benar tega meninggalkan diriku, Jiejie mu ini Lian'er," kata Di Li Yue yang juga berlinangan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.


"Jiejie maafkan....." ucapan Xi Lilian terhenti.


"Dan tidak hanya itu. Bahkan karena kebodohan mu saat itu suamimu itu bahkan lebih menderita lagi, apakah kau pernah melihat seseorang yang kehilangan istrinya tepat di saat hari pernikahan mereka? Apakah kau sanggup membayangkan ataupun merasakan bagaimana pahit dan getirnya menjadi suamimu itu? Namun aku sangat bersyukur karena Suami mu itu adalah orang yang mencintaimu dan juga setia terhadap dirimu. Bahkan dirinya berkorban besar untuk dirimu dengan segera mereinkarnasikan dirimu secara langsung sehingga dirinya harus mengorbankan kehidupannya yang Agung untuk tinggal di alam fana sebagai manusia biasa hingga masa hukumannya selesai. Dan kau juga harus tahu bahwa selama ini Suami mu itu bahkan sangatlah setia menunggu dirimu kembali kepada nya. Apalagi setelah aku memberi tahunya bahwa kau dikirim oleh ibumu yang baru ke dimensi lain. Bahkan dirinya tetap bertahan demi dirimu, bahkan dirinya juga tidak pernah tinggal diam meski dia tau kau berada didunia yang jauh darinya. Dan dirinya tetap saja mencari tahu mengenai semua tentang dirimu meski dirinya sering melawan kehendak surga untuk mendapatkan informasi tentang dirimu di dunia yang kau tempati saat itu.” Ucap Sang Penjaga Dimensi panjang lebar mengungkapkan segala keluh kesahnya yang dirinya simpan terhadap sosok adik kesayangannya yang kini telah menjelma menjadi sosok orang lain.


Xi Lilian yang mendengar semua yang dikatakan oleh Jiejie nya itu sungguh tak dapat lagi menahan tangisnya. Yang kini semakin pecah karena dirinya juga sangat merasa bersalah terhadap Jiejie nya itu dan juga terhadap Mo Fei Tian yang merupakan pria yang selama ini selalu menemaninya dan telah menjadi pasangan hidupnya untuk selamanya.


Bahkan jiwa Xi Lilian langsung saja menubruk dan memekuk erat-erat jiwa kakak perempuan nya itu untuk mencurahkan rasa rindunya yang telah dirinya tahan selama ini.


Begitu pun Di Li Yue yang juga membalas pelukan dari sang adik yang sangat Ia rindukan dan Ia sayangi.


Meski saat ini telah menjadi sosok yang berbeda, Namum didalam hatinya Xi Lilian masih tetap sama, yang akan selalu menjadi adik perempuan kesayangannya.

__ADS_1


“Jiejie terima kasih karena kau mau bertemu dengan diriku. Aku sangat senang dan juga sangat bersyukur.” Kata Xi Lilian sambil terisak isak.


“Sudah hentikan tangisanmu itu, aku jadi tidak yakin jika kau benar-benar ingin bertemu dengan ku. Karena sedari tadi kau hanya memberikanku air mata mu saja dan tak ada senyum sedikitpun yang kau tunjukan untuk ku.” Kata Di Li Yue dengan sedikit ketus.


Xi Lilian yang mendengar ucapan Jiejie nya itu tidak tersinggung sedikitpun. Karena dirinya benar-benar tahu dan mengenal karakter sang kakak perempuan nya itu.


Yang mana pahit dimulut tapi manis dihatinya. Itulah perumpamaan yang paling tepat untuk menggambarkan sifat Sang Penjaga Dimensi itu.


“Jiejie bahkan kau tak pernah berubah, sikapmu yang dingin dan juga ketus itu benar-benar membuatku berpikir apakah kau itu benar-benar kakak perempuan ku atau bukan?” kata Xi Lilian sambil meledek sang kakak.


“Jiejie bagaimana kau tahu Jika Ran'er adalah Putriku? Ah ya aku juga ingin protes padamu Jiejie, bahkan kau sudah tau bahwa Ran'er adalah Putriku yang itu artinya dia juga keponakan mu tapi mengapa kau begitu kejam dalam menyiksanya? Apakah kau tak tahu betapa cemas dan tersiksanya diriku melihat Putriku menderita seperti itu?"Tanya Xi Lilian tak mau kalah untuk keras kepala terhadap kakak perempuan nya itu.


Padahal Xi Lilian sendiri tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena dahulu Jiejie nya itu juga sering mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Putri kecilnya itu.

__ADS_1


Bahkan saat terakhir kalinya Sang Jiejie mengalami ujian dimensional itu benar-benar mebuatnya hampir mati karena harus menyaksikan tubuh Sang Jiejie yang begitu tersiksa dan bahkan Ia telah tak sadarkan diri selama lebih dari satu bulan yang membuatnya sangat ketakutan akan terjadi hal buruk yang menimpa Jiejie yang merupakan satu-satunya orang yang menyayangi dirinya kala itu.


Namun Xi Lilian tidak pernah tahu apa saja yang telah Jiejie nya itu alami. Sehingga pada akhirnya Jiejie nya berhasil menjadi Sang Penjaga Dimensi.


Yang mana hal tersebut membuat Xi Lilian merasa senang namun sekaligus merasa sangat sedih. Karena dengan tercapainya tujuan hidup Jiejie nya itu. Maka itu artinya mereka berdua akan berpisah. Dan hal itu akhirnya benar-benar terjadi.


Sedangkan Di Li Yue yang mengetahui jika Sang adik hanya ingin mencari gara-gara dan juga mengungkapkan kekesalannya saja terhadap dirinya akhirnya hanya pasrah dan tak ingin menjelaskan lebih lanjut lagi.


Karena sesungguhnya tanpa harus dia jelaskan Xi Lilian juga sudah memahami semuanya, dan mungkin adiknya itu lebih tahu dari siapapun itu, apa yang akan terjadi pada Ran'er kedepannya ketika mengalami ujian dimensional yang selanjutnya.


Apalagi hal itu bukanlah pengalaman untuk pertama kalinya. Karena dulu ketika dirinya juga mengalami hal yang sama Xi Lilian juga selalu berada di dekatnya bersama kedua orang tuanya. terlebih lagi ketika kedua orang tua mereka meninggal maka hanya adiknya itulah yang selalu ada intuk menemani dan juga menyaksikan perjuangan dirinya untuk bisa mencapai kedudukan seperti ini.


“Cukup basa-basi nya Lian'er, sebenarya aku sangat malas memanggilmu, tugasku juga sangat banyak. Namun karena Ran'er telah memohon padaku maka aku tak kuasa untuk menolaknya. Apalagi dia memintanya dengan cara yang sangat manis dan juga menggemaskan jadi aku terpaksa mengabulkannya untuk menemui dirimu yang hanya bisa menangis itu.” Kata Di Li Yue dengan malas.

__ADS_1


“Apa? Jiejie jadi kau memanggilku itu semua karena Ran'er ku?” tanya Xi Lilian terkejut.


“Ya Ran'er lah yang telah membujuk diriku untuk membantumu, kau pikir siapa lagi yang bisa bertemu dan mengajukan permintaan terhadap diriku secara langsung? Bahkan Ran'er juga telah menceritakan secara garis besar nya yang mana kau ingin mencari bahan obat langka untuk Kakek Buyut mu Tuan Xin Xuan Xian. Dan kau pasti tahu jika aku bahkan telah mengetahui semua apa yang telah terjadi sehingga menyebabkan dirinya menderita seperti itu. Sehingga aku memiliki dua alasan tersendiri dan satu alasan yang paling kuat aku yakin jika kau mengetahuinya dengan sangat jelas yang menuntutku untuk membantumu memasuki dimensi formasi segel dan portal. Jadi aku akan membantu dirimu untuk bisa masuk kedalam dimensi tersebut. Namun aku tidak bisa membantu mu untuk menemukan apa yang kau cari Lian’er.” Kata Di Li Yue dengan diselingi candaan terhadap jiwa adiknya itu.


__ADS_2