
"Cukup..!!! Hentikan ocehan mu itu!" seru Sang Jenderal Shen Guo Feng yang melangkah dari kejauhan menuju tempat keributan itu berada.
"Ayah... akhirnya kau datang. Lihatlah orang rendahan ini berani menggertak putrimu ini. Cepatlah berikan mereka semua pelajaran yang setimpal." ucap Shen Sie Mei pada Sang Jenderal.
Sang Jenderal Shen Guo Feng yang mendengar suara keluhan itu dan telah memastikan jika itu memang benar-benar Shen Sie Mei. Ia benar-benar merasa terkejut ketika melihat penampilannya yang bahkan tak memiliki luka atau sedikit memar pun di wajahnya. Dan rambutnya juga benar-benar masih utuh. itu membuatnya bertanya-tanya dalam hati.
"Bagaimana bisa semua ini nyata? Bahkan semalam aku telah memastikan bahwa aku telah menghukum gadis arogan dan bermulut besar itu. Ia bahkan telah mengirimnya ke pergunungan terpencil. Mengapa anak itu bisa ada disini dengan keadaan yang baik, bahkan Ia tampak sangat baik dan terjadi perubahan yang sangat bessar pada tubuhnya. Itu benar-benar membuat ku tak bisa mengerti. Mungkinkah dia memiliki seseorang dibelakangnya?" batin Jenderal Shen Guo Feng.
Yang sedetik kemudian Ia kembali mengamati penampilan gadis yang mengaku sebagai putrinya itu dengan saksama. Namun seketika dirinya menyadari bahwa apa yang dikenakan oleh gadis itu, Ia benar-benar hilang akal dan wajahnya semakin gelap.
"Bagaimana mungkin dia bisa mengenakan pakaian yang tida senonoh seperti itu? bahakan itu sangat mencerminkan bahwa dirinya adalah gadis murahan yang mengumbar tubuhnya untuk dipandangi secara bebas oleh publik. Benar-benar memalukan!" ucap Sang Jenderal Shen Guo Feng dalam benaknya.
Begitu marahnya Sang Jenderal Shen Guo Feng semakin mempercepat langkahnya, dan segera menuju dimana putrinya yang durhaka itu berada. dengan di ikuti Shen Ming An, Shen Sie Lie, Keluarga Kedua dan Keluarga Ketiga serta Keempat. yang juga mendapatkan undangan dari Kaisar. Karena mengingat seluruh jasa dari Mantan Jenderal Tua dan juga Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng saat ini.
Sedangkan Shen Sie Mei yang tidak menyadari ada yang tidak beres terhadap Sang Ayah, Ia bahakan sangat percaya diri dan juga sombong pada pengawal yang menghadangnya tadi dan mengatakan hal-hal provokatif lainnya.
"Kau bisa lihat sekarang, jika saat ini Ayahanda ku sudah berada di sini, maka apa yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkan nyawamu yang tidak berarti itu? Maka lebih baik kau minta maaf dan bersujud di kaki ku sekarang juga, dengan begitu mungkin saja aku bisa mengampuni mu," ucap Shen Sie Mei dengan membanggakan dirinya sendiri.
Setelah selesai mengngkapkan kalimat provokatif nya Shen Sie Mei pun, bahkan berani meludah ke muka Pengawal yang menghentikannya tadi.
Sebelum Sang Pengawal tersebut dapat bereaksi, tiba-tiba saja terdengar suara tamparan yang sangat keras secara berturut-turut.
Plak! Plaakk...! Plaakk...!! plak...!!!
Suara tamparan dari Sang Jenderal Shen Guo Feng yang sangat keras, dan menggema di sana. Dan itu dapat dipastikan jika Sang Jenderal telah menggunakan kekuatan penuhnya. Itu terbukti dengan jatuh tersungkurnya orang itu, ditambah mengalirnya darah segar dari kedua sudut bibir orang yang mendapatkan tamparan tersebut. Bahkan seketika kedua pipi yang ditampar juga langsung lebam dan membengkak.
Hal itu pun membuat semua orang yang berada disana begitu juga sang pengawal penjaga gerbang tercengang karena mereka benar-benar tidak pernah menyangka. Dan terlebih lagi Shen Sie Mei yang justru mendapatkan tamparan kejam dari Sang Ayah.
__ADS_1
"Ayah, Apa yang Ayah lakukan? Mengapa Ayah menampar Mei'er dan bukan babu busuk itu?" teriak Shen Sie Mei yang justru semakin menggila.
"Apakah kau masih belum sadar juga? Kalu begitu rasakan ini, agar kau lekas menyadari semua tindakanmu yang arogan dan tak tahu malu itu!" ucap Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan dingin sambil menendang Shen Sie Mei yang masih tersungkur. Bahkan tangannya juga sudah terkepal erat untuk menahan amarahnya yang hampir saja meledak-ledak.
"Ayah.... tenangkan dirimu, jangan Marah lagi. Mei'er pasti hanya hilang akal untuk sesaat dan juga sedikit impulsif, sehingga adik perempuan ketiga menjadi sedikit tidak sopan serta kasar pada tuan pengawal." kata Shen Sie Lie yang membujuk Sang Jenderal Shen Guo Feng.
"Tuan Pengawal maaf, karena adik perempuan ku bersikap begitu buruk terhadap Anda, Aku benar-benar mohon maaf, aku akan memberikan kompensasi yang pantas dan sesuai dengan keinginan Anda. Tapi aku mohon Agar Anda bersedia memaafkan adik perempuan ku yang sudah sembrono terhadap Anda." kata Shen Sie Lie memohon maaf dengan sangat lembut dan juga sangat sopan, berbeda dengan perangai Shen Sie Mei yang meledak-ledak, sombong dan juga arogan.
Shen Sie Mei yang baru saja menenangkan diri, kini kembali tersulut emosi nya setelah melihat tingkah Jiejie nya yang bersikap layaknya lotus putih itu padahal dalam hatinya begitu busuk dan juga mengerikan.
"Huhh.... dasar Lotus putih, sebaiknya kamu tidak perlu menunjukan kepura-puraan mu itu dan bersikap layaknya malaikat yang baik hati, sedangkan hatimu begitu kejam dan juga mengerikan," teriak Shen Sie Mei yang segera bangun dan menjambak rambut Shen Sie Lie dengan sangat kencang.
Dan hal itu benar-benar membuat Shen Sie Lie sangat terkejut dan kesakitan akibat rambutnya ditarik dengan sangat keras, dan seolah kulit kepalanya akan sobek beserta rambutnya yang seperti akan tercabut.
Menyaksikan kebrutalan adik ketiganya, Shen Ming An membatu, dirinya benar-benar tidak pernah menyangka, jika Shen Sie Mei yang manja bisa berubah menjadi gadis yang kasar dan mengerikan seperti ini.
"Benar-benar suatu hal yang sulit untuk ku percaya, Mei'er sebelumnya adalah orang yang sangat imut dan juga penurut. Bahkan dia selalu patuh dan menurut pada kami. Tapi kenapa dia begitu lepas kendali terlebih lagi, bukankah baru semalam dia mendapatkan hukuman dari Ayahanda. Bagaimana mungkin saat ini dia bisa berada disini? Dan penampilan itu? Aku sungguh tak pernah menduga bahwa adik kecilku begitu cantik, terlihat segar dan sangat menggoda," batin Shen Ming An yang terpaku oleh kecantikan gadis yang sedang marah itu.
Saat ini Sang Jenderal benar-benar telah dibuat marah sedari pagi. Dan bahkan saat ini dirinya telah kehilangan muka dihadapan seluruh tamu yang hadi pada acara Perayaan Festival Bunga ini.
Hingga ia sangat ingin segera menyerat kedua gadis yang saling bertikai itu, pergi meninggalkan tempat perjamuan. Namun setelah dipikirkan kembali, saat ini dirinya benar-benar tidak bisa pergi begitu saja, Karena masih ada sesuatu hal yang lebih penting yang harus dilakukan, terlebih dari reputasinya yang saat ini telah tercemar karena kedua anak Selir itu.
Tapi Sang Jenderal Shen Guo Feng lebih mengutamakan rencananya untuk membantu Xi Lilian untuk mengakhiri pertunangannya dengan Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.
Mendengar perkataan Sang Ayah, akhirnya kedua gadis yang sedang bertikai itu berhenti dalam seketika. Karena mereka berdua tidak ingin sampai gagal dalam rencananya hari ini. Hanya dengan mengikuti acara Perayaan Festival Bunga inilah mereka memiliki kesempatan untuk bisa memenangkan Yang Mulia Pangeran Mahkota.
Selain itu mereka berdua juga memiliki rencana untuk mempermalukan dan juga menyingkirkan Xi Lilian dari jalan mereka untuk mendapatkan Sang Pangeran Mahkota
__ADS_1
"Ayah, tolong maafkan kami, kami berjanji tidak akan membuat keributan lagi, terlebih lagi kita semu sudah berada di sini kadi akan tidak akan baik jika kita langsung kembali begitu saja," kata Shen Sie Mei yang langsung bereaksi. Untuk membujuk dan menenagkan Sang Ayah.
Karena dirinya sangat enggan jika harus pergi dan kehilangan kesempatan yang susah Ia dapatkan ini. Terlebih lagi tujuannya untuk meraih hati Sang Pangeran pujaannya tidak bisa dirinya tunda lagi.
Sedangkan Shen Sie Lie yang masih mematung akibat kejutan yang dirinya dapatkan barusan, cukup mampu mengguncang jiwanya untuk sementara waktu.
Ia tidak hanya terkejut akibat serangan dadakan yang dilayangkan oleh adiknya sendiri, yang selama ini dirinya anggap bodoh dan juga mudah ia kelabui dan manfaatkan. Namun sekarang justru berani berbuat hal gila terhadap dirinya.
Selain itu ia juga sangat shock ketika dirinya mengetahui penampilan barh dari Sang adik yang menurutnya sangat cantik dan jauh lebih mempesona dibandingkan dengan dirinya sendiri. Bahkan saat ini Ia sangat cemburu dengan penampilan sang adik bodohnya itu.
Namun setelah Shen Sie Lie telah mendapatkan ketenangan dan juga perhatian kini telah fokus dengan masalah yang ada. Dirinya langsung berlutut dihadapan Sang Jenderal Shen Guo Feng.
"Ayahanda, mohon Ayah bersedia mengampuni Lie'er, Lie'er mengaku bersalah karena telah bersikap kasar dan tidak sesuai aturan dan mempermalukan Ayah dan juga seluruh nama baik Kediaman Jenderal. Lie'er mohon, Ayahanda bersedia memberikan kesempatan pada Lie'er dan juga Meimei. Kami janji akan mematuhi pengaturan Ayahanda," ucap Shen Sie Lie yang sangat sopan dan santun, bahkan dengan tutur kata yang sangat lembut. Sehingga dapat menarik sipatik dan juga pandangan positif dari para kerimunan yang menyaksikan hal tersebut.
Sedangkan Shen Sie Mei yang merasa bahwa Jiejie nya itu sangat pandai berpura-pura sebagai gadis terpelajar, taat aturan dan juga lemah lembut itu. Membuat hatinya sangat tertekan dan juga muak. ingin rasanya dirinya segera mengungkapkan bagaimana perangai aslinya dari gadis yang lemah itu.
Akan tetapi dia sadar, jika saat ini bukanlah saat yang tepat. Dirinya harus bisa menahan segala keluhannya dan ketidakpuasannya itu didalam hatinya, karena dirinya tidak ingin jika Sang Jenderal Shen Guo Feng atau ayahnya itu kemabli mengusirnya.
Sehingga pada akhirnya Shen Sie Mei mengikuti Sang Jiejie yang berlutut dihadapan Ayahandanya.
"Ayah, mohon maafkan Mei'er, dan pertimbangkan kembali keputusan Ayahanda, Mei'er pasti akan bersikap lebih baik untuk kedepannya." ucap Shen Sie Mei sambil berlutut di kaki Sang Ayah.
"Hhhheeefff.... Baiklah berdirilah kalian. Dan untuk kau Mei'er, lebih baik kau tunjukkan ketulusan mu terhadap Tuan Penjaga Xiang, jika tidak maka cepatlah kembali ketempat dimana seharusnya kau berada saat ini!" ucap Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan sangat tegas.
"Tapi Ay...." ucapan Shen Sie Mei terhenti.
"Seseorang yang terhormat tidak akan pernah memandang rendah ataupun meremehkan orang lain berdasarkan status dan juga kedudukan. Bahkan jika kau seorang keturunan bangsawan sekalipun, kau bahkan tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya mereka para bawahan bahkan seorang yang berstatus pengawal atau pelayan sekalipun, mereka justru sangat berjasa untuk kehidupan mu. Aku juga sangat yakin jika kalian pasti tidak akan pernah bisa bertahan hidup sendirian tanpa adanya seorang pun yang bekerja melayani seluruh keperluan dan juga kebutuhan kalian. Jadi jangan pernah sekalipun menganggap remeh mereka karena pekerjaannya. Apakah Nona ketiga Shen tau? Betapa berat resiko dan juga tanggung jawab yang mereka emban untuk memastikan kebaikan dan juga keamanan hidup mu itu? Karena kita semua tidak akan tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Dan bisa jadi hari ini kau memandang rendah orang lain tapi besok siapa yang tahu jika kau bisa menjadi jauh lebih rendah daripada orang yang kau remehkan saat ini." ucap Xi Lilian yang baru saja muncul diantara kerumunan bersama Sang Gege. Dan apa yang baru saja Xi Lilian katakan itu juga banyak disetujui oleh orang-orang yang menyaksikan pertunjukan disana.
__ADS_1
"Kau ! Apa urusannya denganmu dasar sampah, buruk rupa? Beraninya kau ikut campur dalam urusan ku?" teriak Shen Sie Mei sambil menunjuk wajah Xi Lilian yang tertutup cadar.
"Beraninya kau bersikap kurang ajar pada Lian'er, Apakah begini hasil didikan dari Bibi Selir Duan selama ini? Benar-benar tidak tahu diri. Lihatlah status mu sendiri, Apakah kau sudah merasa sangat hebat? Jangan mentang-mentang kau selalu dimanjakan oleh Bibi Selir mu itu, jadi kau bisa berbuat sewenang-wenang di manapun kau berada. Terlebih lagi saat ini Kau berada di dalam wilayah Istana Kekaisaran. Seharusnya kau sadar akan status dan latar belakang mu sendiri. Apakah Kau pikir kau bisa melanggar aturan yang ada dengan semau mu sendiri? Apakah kau sadar jika tindakanmu tadi merupakan tindakan menentang kebijakan Yang Mulia Kaisar dan bisa dikatakan sebagai pemberontakan? Dan Apakah kamu kira kamu sanggup untuk menanggung konsekuensinya? Bahkan seluruh keluarga besar keluarga besar di kediaman Jendral Besar akan ikut menanggung hasil perbuatan mu yang seperti preman itu." kata Shen Yu Lin dengan sangat dingin dan juga aura penindasan yang mampu membuat semua orang yang berada di sana merasakan tekanan yang mengerikan.