
Namun saat Jendral Shen Guo Feng telah melewati pintu, Ia tiba-tiba saja berhenti dan memerintahkan beberapa pengawalnya.
“Kalian segera kerjakan setelah mereka memilih hukuman mana yanga akan mereka ambil untuk gadis itu. Dan waktu mereka untuk berpikir hanyalah seperempat batang dupa. Jika lebih dari itu maka segera kirim dia ke kuil terpencil di pengunungan sunyi itu.” Teriak Sang Jendral dengan lantang hingga bisa terdengar oleh orang-orang yang berada didalam aula perjamuan itu.
"Baik Tuan Besar," balas kedua pengawal yang diperintahkan Sang Jendral.
"Bagus, laksanakan dengan benar," kata Sang Jendral Shen Guo Feng.
Baru setelah itu Sang Jendral Shen benar-benar pergi dari sana. Menju ke pondok yang dihuni oleh Xi Lilian selama ini.
Namun ketika Jendral Shen Guo Feng telah disana dirinya hanya disambut oleh kesunyian dan juga kegelapan.
Dan tak ada cahaya lilin satu pun untuk menerangi pondok kecil yang terpencil itu.
Bahkan tak ada tanda-tanda adanya kehidupan di sana. Yang seolah menunjukan tempat itu telah di tinggalkan selama beberapa hari.
Namun Sang Jendral masih memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat pondok yang selama ini menjadi hunian tetap bagi Putri Resminya itu.
Di luar kediaman dia bisa melihat jika halamannya dipenuhi dengan tumbuhan Liar yang berbunga dengan warna-warna yang tampak menyegarkan mata dikala melihatnya dan cukup indah. Yang kemungkinan besar mereka ambil benihnya dari hutan.
Dan terdapat sebuah gasebo sederhana yang tampaknya belum lama dibuat. karena masih bisa tercium aroma kayu yang sangat khas dan juga menenangkan.
"Bahkan, meskipun dia terlantar dan tinggal ditempat yang seperti ini, akan tetapi Putri kecilku yang ku buang itu kini telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, pandai merawat diri dan juga lingkungan sekitarnya. Dan itu persis sama seperti mendiang Ibundanya," gumam Sang Jendral Shen Guo Feng.
"Dan apakah kau masih mau memberikan maaf serta kesempatan kedua bagi Ayahmu ini untuk menebus semua kesalahan yang telah Ayah perbuat terhadap dirimu selama ini Nak?" lanjut Sang Jendral Shen bermonolog.
"Namun Ayah akan buktikan kepada kalian berdua jika Ayah telah menyadari semua kesalahan yang selama ini telah Ayah perbuat pada kalian berdua, dan Ayah akan terus berusaha untuk membuat kalian berdua bisa memberikan kesempatan kepada orang tua ini untuk mencurahkan segala kasih sayang yang ku miliki untuk kalian berdua dan juga ayah akan selalu melindungi kalian sebisa yang Ayah kalian ini bisa. Bahkan jika harus menukarnya dengan nyawa sekalipun Ayah tidak akan keberatan jika itu untuk kebaikan kalian terutama kamu Lian'er kecil Ayah yang kini telah menjelma menjadi peri cantik dan tangguh," kata Sang Jendral Shen Guo Feng dalam benaknya.
Setelah Sang Jendral Shen puas memandangi seluruh halaman di pondok Putri resmi nya itu.
Barulah dirinya memutuskan untuk melihat isi kediaman putri nya itu.
__ADS_1
Namun begitu dirinya berhasil membuka pintu kediaman tersebut, dirinya benar-benar dibuat terkejut dan juga perasaan bersalah dan mungkin juga sakit hati.
Dengan apa yang disuguhkan untuk pandangan matanya.
Yang mana didalam kediaman tersebut hanyalah sebuah karpet yang sudah sangat lusuh sebagai alas lantai, sebuah meja kecil yang telah usang juga. Dan bahkan tak ada perabotan yang lain lagi.
Hanya ada tirai lusuh yang membentang sepanjang bangunan itu, yang kemungkinan digunakan sebagai penyekat untuk ruangan yang lainnya.
“Apa? Apa semua ini? Kenapa semua hal disini terlihat begitu buruk? Bagaimana mungkin Putriku hidup dengan penuh kemiskinan dan juga kemalangan seperti ini, pantas saja dia menyangkal kata-kata ku mengenai uang bulanan yang ku berikan selama ini. Ternya dia benar-benar tak pernah mendapatkan sepeserpun dari itu dan itu terbukti dengan semua yang ku lihat saat ini.” Gumam Jendral Shen
“Ini semua pasti disebabkan oleh manusia rendahan itu. Benar-benar mereka pantas mendapatkan pembalasan yang lebih kejam nantinya. Dan akan aku pastikan semua itu terjadi,” kata Jendral Shen Guo Feng yangan penuh tekad.
Setelah itu Sang Jendral memeriksa seluruh ruangan yang ada di pondok itu, yang sebenarnya hanya ada satu ruangan yang disekat menjadi dua bagian yang satu digunakan sebagai kamar tidur putrinya Xi Lilian dan kedua pelayannya dan ruangan utama saja.
Namun terkadang kedua pelayannya juga masih tinggal dan
tidur di kamar khusus pelayan.
Ketika Sang Jendral Shen berada di dalam kamar yang menjadi tempat bagi Putrinya Xi Lilian, untuk menghabiskan waktu malamnya.
Di sana Jendral Shen Guo Feng bisa menyaksikan secara langsung bahwa hanya ada sebuah dipan yang terbuat dari tumpukan beberapa papan bekas dan diatasnya dialasi oleh kasur yang begitu keras dan dingin, dan disampingnya hanya terdapat sebuah lemari yang pintunya tinggal satu sisi yang terpasang, sedangkan yang sebelah lagi telah lama terlepas dan juga hanya disenderkan saja untuk menutupi apa yang ada di dalamnya.
Dan sebuah meja yang juga merupakan dibuat secara asal-asalan oleh orang yang bukan ahlinya membuat kusen dan perabot.
Bahkan untuk jendelanya saja hanya ditutup sebuah tirai tipis yang masih bisa ditembus oleh sinar bulan tidak ada yang lainnya. Yang bisa digunakan untuk menghalangi angin malam berhembus ke dalam.
Bahkan hanya untuk sekedar tungku penghangat ruangan saja disana juga tidak ada.
Betapa tak bisa membayangkannya Sang Jendral Shen Guo Feng penderitaan dan kemalangan apa saja yang telah dilalui oleh Putri kecilnya itu.
Bahkan setiap malam dirinya saja bisa tidur dengan nyenyak nya di kamar yang luas, kasur yang empuk, meski tidak se empuk kasur Xi Lilian dari zaman modern.
__ADS_1
Namun Putri kecilnya Xi Lilian harus berpuas diri berbaring di sebuah kasur yang tipis dan keras dan masih harus bertahan dengan udara dingin setiap harinya.
"Ayah benar-benar menyesal Lian'er, maaf Ayah Lian'er, Ayah benar-benar tidak tahu jika kau mengalami kehidupan yang bahkan lebih buruk dari pada hewan peliharaan didalam Kediaman Keluarga mu sendiri, Ayah kira selama ini kamu telah menerima semuanya yang ayah berikan melalui wanita itu. karena setiap kali aku menanyakannya padanya dia selalu berkata bahwa kamu telah mendapatkan semua seperti yang semestinya bahkan sering mereka memberi lebih padamu. Sungguh betapa bodohnya Ayahmu ini. Memang pantas jika kau membenci Ayahmu ini Nak."
Begitu Sang Jendral kembali membuka lemari itu dan melihat isi didalamnya. Benar saja itu membuat hatinya meringis kesakitan, ketika Ia dapat melihat secara jelas dengan bantuan sinar bulan yang menembus tirai jendela, jika baju yang dimiliki oleh Putrinya itu semuanya bahkan sudah sangat lusuh dan sudah pudar warnanya. Bahkan sebagian ada yang berjamur dan bernoda darah.
“Oh Lianer maafkan Ayahmu ini yang begitu bodoh dan juga kejam karena telah membuat kau hidup dalam penderitaan selama ini.” Tangis Sang Jendral.
“Mungkinkah kau masih mau memberikan kesempatan kedua bagi orang tua yang bodoh ini Lian’er? Apakah kau masih bisa memberiku satu kali lagi kesempatan untuk mendengarkan dirimu memanggilku dengan sebutan ayah sepeti dulu lagi?”
“Aku tahu bahwa kau telah terluka hingga kau tak mau lagi berharap pada ku dan akhirnya kau memanggilku seperti orang asing akhir-akhir ini. Dan Ayah mu ini sebenarnya bisa merasakan kepedihan karena kau memanggilku bagaikan orang luar, namun aku yang begitu bodoh dan lebih meninggikan ego ku sendiri,” ucap Jendral Shen Guo Feng dengan berderai air mata.
Bahkan saat ini Sang Jendral Shen juga benar-benar tidak mampu lagi berdiri dengan kokoh, sehingga Ia harus berlutut sambil menyesali seluruh perbuatan dan juga perkataan kasar yang dirinya lontarkan untuk putrinya bersama istri tercintanya Xi Yu Nian.
Selain itu Ia bahkan juga pernah memiliki niatan untuk menyingkirkan putrinya itu dalam hidupnya dan termasuk pada putra sulungnya juga. Ia juga acuh terhadap putra resminya gara-gara dia yang selalu melindungi dan juga menjaga Sang Adik sajak dirinya masib kecil.
“Nian’er dari alam sana kau pasti juga menyalahkan aku karena kelalaian juga kesalahan ku selama ini bukan? Kau memang pantas menyalahkan ku Nian’er, aku adalah seorang Suami serta Ayah yang paling bodoh dan kejam yang ada di dunia ini. Dan saking bodohnya diriku sehingga dengan mudahnya dibutakan para pengganggu itu. Jika ada kesempatan lagi aku sungguh aku ingin meminta maaf kepada kalian semua sayang,” kata Sang Jendral Shen yang sedari tadi bermonolog seorang diri.
Setelah selesai menumpahkan seluruh kesedihannya dan juga menenangkan dirinya kembali, kini sang jendral kembali berdiri dan mulai beranjak untuk lanjut menyusuri pondok kediaman putrinya itu.
Namun yang dia temukan hanyalah sebuah halaman belakang yang dipenuhi dengan tumbuhan sayuran yang sudah siap untuk di panen dan juga sebuah gubuk kecil yang merupakan sebuah dapur.
Ketika sudah tidak ada lagi yang bisa untuk dilihat. Kini Sang Jendral Shen berbalik dan berjalan menuju Paviliun Pribadi milik Putra Sulungnya.
Dia berharap bisa menemukan keberadaan kedua Putra dan juga Putrinya itu disana.
Namun apa yang Sang Jendral Shen dapatkan tidaklah sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran nya.
Tenyata kedua anaknya yang sedari tadi Ia cari, Juga tidak ada di kediaman pribadi sang Putra Sulungnya itu.
Itu membuatnya sedikit kecewa. Apalagi yang berada disana hanya ada seorang pelayan dan juga pengawal baru yang dirinya utus untuk melayani Putra Sulung nya itu beberapa hari yang lalu.
__ADS_1