
"Gege.... Gege tenanglah, dengarkan Lian'er dulu. Aku tidak akan pernah menyembunyikan apapun mengenai ini dari mu. Sebenarnya aku harus pergi ke suatu tempat yang sangat jauh, untuk menemukan bahan obat herbal terakhir untuk menyempurnakan pil obat untuk Kakek Buyut. Dan ini hanya bisa aku sendiri yang pergi ke sana karena karakteristik dari herbal terakhir itu yang sangat khusus, sehingga aku harus ke sana dan memetik serta langsung menyempurnakannya seketika itu juga ditempat itu. Jika tidak maka akan sia-sia saja kita mendapatkannya akan tetapi tidak bisa langsung memurnikannya dalam pil. Karena semua khasiatnya akan langsung menghilang jika telah berselang 1 jam kalau tidak segera di olah. Tapi Gege tenang saja, aku tidaklah benar-benar sendiri. Aku akan di temani oleh A Tian. sedangkan tugas utama Gege saat itu adalah membantu Ren Ge dan juga para Paman untuk mempertahankan keutuhan Klan Keluarga Xin kita. Terlebih lagi Aku juga merasakan jika selain Ren Ge yang bisa membantu menstabilkan kondisi Kakek Buyut, Gege juga memiliki kemampuan yang sama. Karena dari yang aku lihat, konstitusi kekuatan spiritual kalian saling selaras, dan mendukung serta melengkapi satu sama lain seperti halnya konstitusi Paman Ketiga dan juga Ibunda kita. Jadi Lian'er mohon Gege membantu Lian'er untuk menjaga Kakek Buyut hingga aku kembali menemui kalian semua," kata Xi Lilian sambil meyakinkan dan juga menenangkan kakak laki-lakinya yang sangat protektif terhadap dirinya itu.
"Hahh... baiklah jika memang demikian, setidaknya Gege mu ini bisa sedikit tenang dan lega jika kau memang benar-benar ditemani oleh Yang Mulia Kaisar Dewa, Tapi ingat pesan Gege, kamu harus menjaga dirimu baik-baik dan jangan pernah impulsif lagi. Kamu harus tahu jika ada banyak orang yang mengharapkan kamu segera kembali dengan selamat dan baik-baik saja. terlepas berhasil atau tidaknya kau nanti. berjanjilah pada Gege mu ini. Jika kau akan kembali untuk Gege mu ini. Kau mengerti?!" kata Shen Yu Lin bersungguh sungguh.
Karena sesungguhnya Shen Yu Lin sangat berat untuk bisa melepaskan adik kesayangannya itu pergi ke suatu tempat yang dirinya yakini jika tempat itu tidaklah biasa. dan pasti akan banyak bahaya yang akan menyambutnya di tempat itu.
"Aku berjanji pada Gege, bahwa apapun yang terjadi aku akan segera kembali dengan membawa obat khusus untuk Kakek Buyut kita," kata Xi Lilian meyakinkan Gege nya, sambil terus menggandeng lengan tangan Sang Gege dengan sangat erat.
"Aku berharap kau benar-benar akan menepati janji mu ini Lian'er. Kau tahu saat ini hanya kamu yang paling berharga dalam kehidupan Gege mu ini." kata Shen Yu Lin dengan mengelus pucuk kepala Xi Lilian dengan lembut dan penuh kasih sayang.
...****************...
Beralih dari suasana yang hangat antara dua saudara Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin.
Kini di suatu tempat yang sangat gelap dan juga lembab, yang dipenuhi dengan jeruji besi tempat untuk memelihara tahanan.
Di sana terdengar suara jerit tangis yang memilukan dari seorang wanita yang memecahkan kesunyian di sepertiga malam yang terakhir.
Dan suara itu bahkan sangat mampu menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya, terlebih lagi bagi orang yang tidak tahu siapa orang yang menjadi sumber keributan tersebut.
Namun sebaliknya, itu sangat berbeda dangan para sipir yang berjaga di ruang tahanan itu dan juga beberapa tahanan lainnya. Yang juga berada di ruang tahanan di sana.
Mereka benar-benar dibuat marah dan juga muak mendengar setiap tangisan dan juga gerutuan yang diungkapkan wanita itu.
__ADS_1
Karena mereka sungguh merasa sangat terganggu olehnya. Yang mana selalu membuat keributan yang membuat mereka tidak bisa berpikir dengan tenang atau bahkan hanya sekedar untuk istirahat saja mereka juga tidak bisa, karena kebisingan yang wanita itu timbulkan.
"Aaaahh....!!!! sakit... sakit...sakit sekali..!!! Woii... kau sipir bodoh cepat keluarkan aku dari sini, dan panggilkan seorang tabib yang terkenal dan hebat buat ku, aku sangat kesakitan...!!" teriak wanita itu, yang tak lain adalah Yun Jin Lie yang kini kesakitan akibat borok dipunggung nya yang tidak juga sembuh dan justru telah membusuk dan dipenuhi dengan nanah dan juga belatung merayap di dalam luka-lukanya.
Namun betapapun Yun Jin Lie berteriak dan meminta bantuan tak ada satupun respon yang ia dapatkan.
Bahkan seluruh penjaga dan juga sipir tahanan dari pihak pengadilan tidak ada yang mau menghiraukannya.
"Hai apakah kalian semua itu tuli hah...?! Cepat laksanakan perintah ku! kau tahu kan aku ini siapa? Aku adalah Putri tertua dari kediaman Jenderal Besar Shen. Berani ya kalian menahan diriku ditempat yang kumuh ini. Dan bahkan kalian juga berani-beraninya tidak menghiraukan diriku. Lihat saja nanti jika aku telah keluar dari sini, maka aku akan mengadukan semua perbuatan kalian yang kurang ajar ini kepada Ayahku. Maka setelah itu kalian jangan pernah menyesal karena telah menyinggung Keluarga Jenderal milik ku. Aaahhhhhh .... cepatlah keluarkan aku dari tempat terkutuk ini. Aku ingin pulang menemui Ayah ku." teriak wanita itu lagi dengan sangat sombong dan juga arogan. Yang tidak sesuai dengan statusnya sendiri.
Namum sesaat kemudian tidak terdengar lagi celotehan menjengkelkan dari wanita yang kini tengah terbaring tengkurap, yang berada dalam balik jeruji besi itu.
Akan tetapi justru suara muntah-muntah hebat dari wanita yang sedari tadi berkoar- koar tidak jelas itu.
"wuuueekk....hoooeeek....hoeekkk...uhuk uhuk... uhuk... hoekk whuekkk...." suara Yun Jin Lie yang sedang muntah-muntah...
Namun meski begitu tidak ada seorangpun yang peduli dengan keadaannya. bahkan di dalam sel penjaranya saat ini sudah sangat dipenuhi dengan bau busuk, selain dari bau muntahnya yang tek pernah dibersihkan akan tetapi juga berasal dari punggungnya yang kini telah membusuk. bahkan luka busuknya telah melebar pada bagi badannya.
"Hei kalian orang-orang bodoh cepat kalian bersihkan tempat ini! dan siapkan air hangat untuk ku mandi dan juga pakaian sutra yang berkualitas tinggi untuk ku, aku sudah tidak tahan dengan bau busuk ini. Cepat bawa aku membersihkan diri! Apa kalian itu benar-benar tuli? Dasar kalian semua bodoh, tidak tahu diri berani menyinggung ku , seorang nona terhormat dari kediaman Jenderal Besar!" teriak Yun Jin Lie dengan sangat histeris. sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Hei kau wanita murahan, diamlah..! Dan berhentilah membuat keributan. Karena tak akan ada seorangpun yang akan mau memperdulikan dirimu. Dan aku sarankan agar kau juga sadar akan status dan kedudukan dirimu sendiri saat ini. Dasar wanita gila!" teriak salah satu sipir penjaga tahanan yang telah dibuat geram dengan teriakan wanita itu.
Yun Jin Lie yang mendengarkan ucapan dari sipir itu justru semakin menggila bahkan ia melemparkan jerami dan juga kotoran bekas muntahannya tadi ke seluruh ruangan penjaranya sambil memaki.
__ADS_1
"Dasar kau manusia rendahan. apakah kau tidak bisa melihat jika diriku adalah gadis kecantikan nomor satu dan juga jenius berbakat dari Kekaisaran Wuxi inidan juga keturunan pertama dari Keluarga Jenderal Besar Shen. Selain itu aku juga merupakan kekasih dan satu-satunya calon permaisuri dari Pangeran mahkota Huo Lin Jin. Jadi cepat keluarkan aku dari tempat kumuh dan menjijikan ini. Atau kalau tidak aku pasti akan menghabisi dirimu." teriak Yun Jin Lie dengan sekuat tenaganya.
"Haha haha... apa yang baru saja kau katakan? sungguh lucu sekali, yang kami tahu kau itu adalah wanita murahan yang suka dengan seorang kakek-kakek bahkan masih ingin menjerat keluarga Sang Jenderal dan juga Putra Mahkota sungguh menggelikan dan betapa tidak tahu malunya dirimu itu," kata sipir yang tadi menimpali ucapan Yun Jin Lie.
"Ohhh dan yah.... jika kau memang memiliki kemampuan maka segera habisi kami. bahkan sampai kau mati pun kau tak akan pernah bisa. Karena di dalam seluruh ruangan tahanan ini telah terpasang arai yang sangat kuat untuk menyerap kultivasi setiap tahanan yang berada didalam tahanan itu sendiri." kata sipir yang lainnya yang juga sangat geram dengan Yun Jin Lie.
"Haahhh....kurang ajar kalian semua. Cepat keluarkan aku dari.... hoekk... whoooeekk... hoooekkk..." teriak Yun Jin Lie yang disusul dengan muntah-muntah lagi.
Namun sayangnya benar-benar tidak ada yang menghiraukannya. Bahkan kedua sipir penjara yang tadi berhenti kini sudah beranjak pergi melanjutkan berjaga dan memeriksa setiap tahanan.
Bahkan hingga hari beranjak terang Yun Jin Lie masih saja membuat keributan di dalam tahanannya.
Di tempat lain, di kediaman keluarga Jenderal Besar Shen Guo Feng.
Di salah satu paviliun yang cukup indah tampak sesosok gadis yang cantik tengah sibuk mempercantik diri dan bersiap untuk menghadiri perayaan Festival Bunga yang akan diadakan hari ini di dalam Istana Kekaisaran Wuxi.
Yah gadis itu merupakan putri dari selir yang kini menjadi satu-satunya wanita milik Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng.
Saat ini Shen Sie Lie yang tengah mempersiapkan dirinya dan berharap akan menjadi satu-satunya gadis yang paling sempurna yang mampu memikat semua pria bangsawan, terlebih lagi ia sangat ingin bisa menarik perhatian dari Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.
"Nona kau terlihat sangat cantik dan bersinar, Anda pasti akan menjadi satu-satunya gadis yang menjadi pusat perhatian dari seluruh acara perayaan nanti," kata salah satu pelayan pribadi dari Shen Sie Lie yang bernama Wanwan.
"Tentu saja, aku sudah lama mempersiapkan ini semua dari jauh- jauh hari. Bagaimana mungkin aku hanya terlihat biasa saja," sahut Shen Sie Lie yang tak berpura-pura lemah lembut.
__ADS_1
Karena dirinya merasa tidak akan ada orang lain yang akan melihatnya atau mengetahui perangai aslinya selain para bawahan setiannya.
"Ya, dengan penampilan Nona kita yang sempurna sepeti peri ini, pasti tidak akan pernah ada satu bangsawan atau bahkan Pangeran yang bisa berpaling dari Nona Muda kita. Dan nubi yakin jika Pangeran Mahkota Huo Lin Jin pasti akan jatuh hati pada Nona Muda kita," cetus Wen Yu yang juga salah satu pelayan pribadi Shen Sie Lie.