Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 205


__ADS_3

"Ada apa dengan mu Wen'er? Tidak biasanya hal seperti ini terjadi. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada mu? Apakah Yu Yuan benar-benar berani mengurung mu, hanya karena masalah Jin'er memutuskan pertunangan dengan sampah itu? Tapi sebenarnya aku pun sedikit kecewa pada putra kita yang begitu impulsif dan memutuskan hubungan yang susah payah kita susun dengan kediaman Jenderal Besar Shen harus hancur berantakan. Ditambah aku juga baru mendapatkan fakta baru yang mengatakan bahwa pemuda jenius yang selama ini kita cari-cari itu merupakan saudara seperguruan dari Shen Yu Lin, yang merupakan Gege kandung dari sampah yang baru saja dicampakkan oleh Putranya itu membuat hal-hal menjadi semakin sulit dan rumit." batin Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao.


"Haahhh.... sialan....!! Sedikit lagi semua rencana kita akan tercapai dengan mulus. Namun mengapa Jin'er juga tidak bisa bersabar sebentar lagi. Andaikan pertunangan itu masih ada, akan lebih mudah bagi kita untuk menarik Shen Yu Lin dan juga pemuda Lian itu untuk bersekutu dengan kita, dan membantu kita dalam memenangkan kekuasaan Negeri Wuxi ini. Dan semuanya akan menjadi milik kita, tapi sekarang harus melalui jalan yang berkelok-kelok lagi. Yang entah sampai kapan itu akan mencapai akhir yang memuaskan rasa lapar kita selama ini!" geram Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao yang menyayangkan tindakan sembrono Putra kesayangannya itu.


Memikirkan hal itu juga mengenai hal itu keberadaan Sang Permaisuri Xiao Mu Wen pujaan hatinya yang sulit dijumpai serta masalah dana untuk persenjataan yang mereka pesan bagi para pasukan tersembunyi, mereka telah tersedia dan tinggal mengirim ke tempat mereka saja. sehingga yang awalnya Pangeran Agung Huo Sun Yao mengirim pesan menyangkut masalah dana pembayaran yang berada di tangan Sang Permaisuri Xiao Mu Wen, namun justru sampai saat ini belum ada tanggapan juga itu membuatnya sangat frustasi dan juga marah.


Apalagi sudah sebulan ini mereka belum bertemu apalagi bergulat di ranjang dengan wanitanya itu, membuat Huo Sun Yao merasa sangat kelimpungan dan memendam rindu yang tak tertahankan lagi dengan aktivitas panas yang sering mereka lakukan selama ini.


Mengingat hal itu membuat Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao menjadi lebih tidak sabar lagi. Sehingga membuat Sang Pangeran Agung kembali memerintahkan bawahannya itu untuk berupaya sebisa mungkin untuk menemui Sang permaisuri Xiao Mu Wen dan menyampaikan pesannya.


"Kau kembali dan temui Permaisuri, dan katakan bahwa aku menunggunya di tempat biasa, Dan jangan lupa untuk memberikan surat yang telah aku tulis tadi padanya." ucap Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao dengan nada tidak sabar pada bawahannya yang sedari tadi berlutut di hadapannya.


"Baik, Hamba laksa...." belum selesai Sang pengawal bayangan itu menyelesaikan ucapannya.


Dirinya justru mendapati suara teredam dan seolah menahan kesakitan dari Tuannya. Dan lagi segera terdengar suara benda jatuh begitu keras di hadapannya.


"eekkk.....eeeehhhh...Brruaaakkk...!!" suara Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao menahan kesakitan dan terjatuh begitu saja.


Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao tampak sangat kesakitan seolah jantungnya diremas lalu direnggut untuk di robek dengan sadis. Dan rasa sakitnya tidak tertahankan bahkan menyebabkan Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao memuntahkan beberapa teguk darah segar.


"Hoekkk...Hoeeekk..Houeekkkk...." Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao meludahkan darah merah dari mulutnya.


Dan itu membuat Sang bawahan sangat ketakutan dan cemas dengan keadaan tuannya itu.


"Yang Mulia.... Ada apa dengan Yang Mulia?" seru Sang pengawal bayangan itu yang segera bangkit dan membantu Sang Pangeran Agung bangun dengan membatu nya menopang tubuhnya dan bersandar padanya.


"Yang Mulia... Yang Mulia apa yang terjadi? Bertahanlah Hamba akan segera membawa Yang Mulia menemui Tabib Kekaisaran." gumam Sang pengawal bayangan itu tanpa henti. yang tampak sangat cemas dan juga gugup.


"Tidak perlu, Bawa Benwang Kemabli ke kediaman saja!" perintah Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao dengan tegas sambil menahan rasa sakitnya.


Sang pengawal bayangan itu pun segera menuruti perintah dan segera memapah Sang Pangeran Agung Huo Sun dan membawanya kembali ke Kediaman pribadi Sang Pangeran Agung.

__ADS_1


Namun meskipun demikian sebagi seorang yang setia terhadap majikannya. Pengawal bayangan itu tetap tidak tenang sebelum dirinya memanggil tabib dan memastikan keadaan dari majikannya itu.


"Yang Mulia bertahanlah sebentar lagi, kita akan segera sampai di Kediaman Pangeran Agung, setelah itu hamba akan segera mencarikan Tabib terbaik untuk Anda Yang Mulia." Ucap pengawal bayangan itu bersungguh-sungguh, sambil terus berlari dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Dengan membawa Sang Pangeran Agung terbang melintasi setiap atap bangunan dan juga pohon-pohon.


Sedangkan Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao, hanya diam dan tidak menjawab. Dan kini pikirannya justru tengah berkelana kemana-mana.


Karena sebenarnya saat ini Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao telah memiliki sebuah pemikiran, atau lebih tepatnya adalah sebuah dugaan bahwa wanitanya itu yang telah terikat dengan kontrak darah jiwa sebagai pasangan untuk melakukan kultivasi ganda yang sedari tadi dirinya rindukan, kemungkinan besar kini tengah memadu kasih dengan orang lain dan itu bukan dengan Kaisar bodoh itu.


Karena jika tidak maka dirinya tidak akan merasakan kesakitan semacam ini. Yang sungguh membuatnya harus menanggung siksaan kutukan dari hubungan kontrak darah jiwa pasangan itu.


"Kurang Ajar, ternyata ini alasannya dia tidak membalas dan memberikan kabar pada ku, percuma aku cemas dan memikirkan mengenai sesuatu hal yang menimpanya. Tak ku sangka jika pelacur itu benar-benar berani berkhianat dan membuatku menanggung kutukan dari kontrak jiwa pasangan ini. Benar-benar wanita biadab. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan terhadap dirimu." batin Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao yang kini telah memikirkan siasat untuk membalas dendam pada Xiao Mu Wen yang telah berkhianat dari dirinya.


Dan Sang Pangeran Agung kini sangat yakin dengan dugaannya. Apalagi menurut laporan dari bawahannya tadi, Saat ini Istana Phoenix yang ditempati oleh Permaisuri Xiao Mu Wen kini tengah dijaga sangat ketat dan tidak memperbolehkan siapapun masuk untuk mengganggunya.


Dengan pemikiran seperti ini membuat Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao semakin kebakaran jenggot, dan merasa tidak terima akan penghinaan yang dilakukan oleh wanita nya pada dirinya, yang selama ini selalu dirinya jaga dan cintai dengan seluruh jiwa raganya.


Di tengah rasa sakit yang diakibatkan kutukan jiwa yang mendera dirinya, kini rasa benci dan juga keinginan untuk membalas dendam juga tumbuh semakin besar di hati Pangeran Agung Huo Sun Yao.


Namun Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao tidak tahu, bahwa kenyataannya bukanlah sesederhana yang dirinya pikirkan. Dirinya tidak pernah berpikir jika Sang pujaan hatinya itu Xiao Mu Wen bisa melakukan penghianatan dengan orang lain, itu bukan karena kesadarannya sendiri. Melainkan pengaruh dari obat yang sengaja diberikan oleh seseorang.


Oleh karena itu, tanpa pikir panjang lagi Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao berencana untuk segera memutuskan ikatan kontrak darah jiwa ini sesegera mungkin setelah sampai di Kediaman.Dengan cara memecahkan giok pengikat pasangan.


Dan lagi-lagi Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao harus kecewa setelah tahu bahwa giok yang dia maksud itu, sudah tidak ada lagi di tempatnya semula. Dan saat ini Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao sangat kebingungan mencari keberadaan giok tersebut. Akan tetapi dirinya saat ini tidak tahu jika apa yang sedari tadi Ia cari telah berada di tangan Sang Kaisar Huo Yu Yuan Kakak nya sendiri sebagai bukti yang telah berhasil ditemukan oleh bantuan pihak Black Star Mafia.


Sesampainya di kediaman Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao segera bergegas dibawa ke kamar istirahat nya oleh pengawal bayangan. Namun di saat Sang Pengawal membantunya untuk berbaring di ranjang. Dan akan meninggalkannya untuk memanggil Tabib.


Namun Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao justru berusaha sekuat tenaga untuk bangun dan berdiri untuk segera mencari batu giok pengikat antara dirinya dengan Xiao Mu Wen dan ingin membatalkan kontrak darah jiwa dengan menghancurkan giok itu.


Meskipun dirinya tahu jika dirinya melakukan itu akan mengalami cidera internal yang sangat parah atau bahkan sangat fatal. namun dirinya lebih memilih seperti itu jika dibandingkan dengan penghianatan yang dilakukan oleh Sang Permaisuri Xiao Mu Wen terhadap dirinya yang mungkin tidak hanya terjadi sekali saja.


Namun betapa kerasnya Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao mencari benda itu. Tapi tetap saja Ia tidak dapat menemukannya di manapun. Dan karenanya membuat Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao menjadi semakin frustasi dan menderita kesakitan.

__ADS_1


Bahkan hingga akhirnya Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao pun jatuh pingsan, akibat perasaan sakit yang mendera dirinya semakin menjadi-jadi.


Akan tetapi di tempat lain yang terjadi justru kebalikannya. Saat ini di dalam sel tahanan yang dingin dan gelap itu, Seorang wanita yang selama ini dikenal sebagai Ibu Negari Wuxi itu, kini justru sedang menikmati pesta *** bersama tiga lelaki gagah sekaligus. Yang mana tepatnya mereka adalah seorang pelayan yang datang mengirimkan makanan dan juga kedua penjaga sel tahanan yang semula berada di sana. Dan itu terjadi dengan sangat panas hingga membuat ketiga lelaki itu menjerit dan mendesah tidak karuan akibat perlakuan Sang mantan Permaisuri Kekaisaran Wuxi itu yang ternyata sangat lihai untuk mencari kesenangan dan kepuasan diri.


Dan hal menjijikkan itupun segera diketahui oleh orang-orang yang bersangkutan dan juga Sang Kaisar Huo Yu Yuan juga telah mengetahui mengenai berita tersebut. Yang membuatnya semakin marah dan muak dengan apa yang dilakukan oleh. Xiao Mu Wen itu.


"Hehhh... Bagus.... sungguh sangat bagus!! Bahkan Zhen belum membuat perhitungan atas hutang di masa lalu, dan saat ini dirinya sudah benar-benar tidak sabar dan menantang batas kesabaran Zhen. Maka tidak ada keraguan lagi bagi Zhen untuk benar-benar memusnahkan Klan Keluarga Xiao yang sombong itu," geram Sang Kaisar Huo Yu Yuan di saat mendapat laporan dari pengawal bayangan nya yang Ia tugaskan untuk mengawasi sang Mantan Permaisuri Kaisar itu.


"Yang Mulia, mohon redakan amarah Anda saat ini. Karena Anda tidak boleh kehilangan fokus dan kendali di saat-saat seperti ini. Terlebih lagi saat ini seluruh Kekaisaran berada di Istana," peringat Sang Kasim Bao yang sangat khawatir dengan keadaan yang dialami Sang Kaisar.


Kasim Bao bahkan tidak pernah menyangka jika Sang Mantan Permaisuri Xiao Mu Wen benar-benar berani melakukan tindakan keji dan tak bermoral seperti apa yang dilaporkan tadi.


"Sungguh betapa murahnya harga seorang yang selama ini dikenal sebagai seorang Permaisuri yang anggun dan bijaksana, dan kini justru menyuguhkan badannya sendiri pada budak-budak rendahan yang selalu dipandang hina dan sebelah mata oleh kebanyakan orang Istana Kekaisaran," batin Sang Kasim Bao dengan menggelengkan kepalanya yang seolah masih tidak habis pikir.


Sedangkan Sang Kaisar Huo Yu Yuan kini pun kembali ke akal sehatnya, dan segera memerintahkan Pengawal bayangan yang baru saja melapor padanya.


"Tangani dan selidiki masalah ini. Utus tabib utama Kekaisaran untuk membantu mu. Jika di temukan ada seseorang yang berniat memanfaatkan situasi ini, segera tangkap dan bereskan," Perintah Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan sangat bijaksana.


Meskipun dalam keadaan yang begitu kacau, Sang Kaisar Huo Yu Yuan juga masih harus bisa berpikir jernih dan berusaha. sebisa mungkin menangani semua masalah yang ada.


"Baik, hamba laksanakan Yang Mulia," ucapan pengawal bayangan itu yang kemudian melesat pergi.


Kini setelah kepergian pengawal bayangan itu Sang Kaisar Huo Yu Yuan kembali bicara pada Sang Kasim Bao.


"Bao Tua dimana kau menyimpan giok pasangan menjijikan itu? Bawalah mereka untuk Zhen ini!" perintah Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan berwajah sangat muram.


"Baik Yang Mulia," jawab Sang Kasim Bao yang juga segera bergegas mengambil benda yang dimaksud oleh sang majikannya itu.


Dan tak lama kemudian Sang Kasim Bao kembali dengan membawa sebuah kotak kecil yang berukuran satu telapak tangan orang dewasa, dan segera menyerahkan kotak itu pada Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


Begitu Sang Kaisar menerima kotak itu dan membukanya. Disana didalam kotak itu tersimpan sepasang giok putih kehijauan tampak memancarkan cahaya gelap yang aneh pada salah satu giok itu.

__ADS_1


Melihat hal itu Sang Kaisar justru menyeringai sinis dan mengerikan yang membuat Sang Kasim Bao ikut merinding ketika merasakan aura dingin yang tajam dan mencekam menyelimuti di dalam ruang belajar Kekaisaran itu.


Namun Sang Kasim Bao tetap diam dan berusaha untuk tidak membuat keributan yang kemungkinan besar akan mengganggu dan menyinggung Sang Kaisar.


__ADS_2