Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 144 Ketiga Pangeran Kecil yang Genius


__ADS_3

"Ternyata Sang genius bersaudara telah terlahir. Yang artinya wadah bagi kehidupan penebusan Yang Mulia di dunia fana ini telah siap. Dengan begitu ketika saat kedatangan Yang Mulia keduniaan ini nantinya tidak akan menimbulkan kehancuran bagi dunia yang fana ini, akibat kekuatan dan aura dari tubuh asli yang di miliki oleh Yang Mulia begitu besar dan tidak mampu untuk ditahan oleh dunia yang sangat rentan ini. Dan bahkan sepertinya tubuh wadah ini jauh lebih baik dari dugaan ku selama ini. Semua itu terbukti ketika mereka begitu cerdas untuk bisa menggunakan kemampuan istimewa bawaannya sejak dini. Namun sayangnya salah satu dari mereka akan melewati masa-masa sulitnya setelah ini. Semoga dia bisa bertahan hingga masanya tiba. Sehingga tubuhnya siap sebagai wadah jiwa Yang Mulia. Dan semoga kedua saudara mereka itu bisa membantunya dalam setiap kesulitannya. Karena bagaimanapun jiwa ketiga itu merupakan pecahan jiwa mereka berdua yang bergabung demi mempertahankan tubuh wadah itu. Dan setelah masanya tiba maka jiwa mereka berdua pun akan kembali utuh dan menjadi semakin kuat. Dan untuk tubuh wadah itu akan membuat Yang Mulia akan memiliki status yang dapat diketahui latar belakang yang jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan di masa depan dengan keberadaanya yang akan menjadi tonggak kebenaran di seluruh dunia kultivator ini, ketika masa Yang Mulia menjalani hukuman Surgawi. Hingga Beliau kembali bersatu dengan pemegang ikatan takdirnya. Namun sayangnya Yang Mulia saat ini justru memilih untuk mengalami siksaan jiwa, hanya demi bisa memantau dan melihat perkembangan dan juga pertumbuhan dari reinkarnasi jiwa Yang Mulia Dewi. Haaahhh... benar-benar pasangan takdir yang sangat sempurna... Sungguh sayang takdir mempermainkan jalan kehidupan mereka," kata sosok tak kasat mata itu, yang merupakan Zhu Sang utusan dari Yang Mulia Kaisar Dewa Mo Fei Tian.


Namun sesaat kemudian sosok itu merasakan bahaya yang mengancam ketiga sosok mungil itu kembali datang. Sehingga dirinya segera bergegas mengubah penampilan dirinya layaknya manusia dunia fana pada umumnya.


Dengan pakaian serba putih, berambut dan juga berjanggut putih, serta terdapat simbol seorang peramal di batas kening diantara alisnya dengan simbol bulan dan matahari menjadi satu.


Dan setelah itu sosok putih itu pun segera menuju dimana calon wadah Yang Mulia Kaisar Dewa saat ini berada.


Namun sebelum sosok penyamaran Zhu tibanya disana, kini pedang dari ketiga Pengawal suruhan Sang Kaisar Wang Junsi itu telah diayunkan dan hendak mengenai batang leher ketiga Pangeran kecil tersebut.


Bahkan banyak orang telah berteriak histeris akan kejadian yang sangat kejam tersebut.


Hingga kini Kedua Jendral dari Kediaman Xia itu kini berusaha melesat untuk melindungi ketiga cucunya itu, namun sayangnya selalu ditahan oleh para bawahan Sang Kaisar Wang Junsi. Yang membuat Kedua Jendral itu marah bukan main.


"Tidak... jangan pernah kau sentuh keponakan ku, atau aku akan membunuh kalian bertiga dan juga seluruh keluarga serta keturunan kalian hingga tidak tersisa," teriak Jenderal Muda Xia Wei Yunho dengan histerisnya karena dia tak tahan jika harus menyaksikan ketiga putra kembar adik kesayangannya itu terluka atau bahkan mati akibat para pengawal rendahan itu.


Sedangkan Sang Jendral Besar Xia kini juga hampir putus asa melihat ketiga cucu kesayangan nya berada dalam keadaan yang diambang kematian itu. Namun dirinya justru tak berdaya dengan keadaan yang tengah dirinya alami saat ini yang terkepung oleh banyak pengawal Kekaisaran.

__ADS_1


Ketika para pengawal Kekaisaran yang kini hendak memenggal kepala Sang Putra Kaisar itu tiba-tiba merasa sedikit ragu untuk menyelesaikan tugasnya setelah mereka bertiga mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Jendral Muda Xia yang merupakan Paman dari balita yang ingin mereka bunuh.


Dan mereka juga terpikir dengan keluarga mereka sendiri yang selalu menanti mereka kemabli kerumah dan menyambut dengan hangat ketika Ia kembali.


Namun semua pemikiran tersebut segera lenyap bersamaan dengan seruan lantang dari atas Singgahsana Yang Agung.


"Dasar bodoh!! Kenapa kalian berhenti?! Cepatlah penggal kepala mereka bertiga! Dan jangan pernah dengarkan orang kasar itu berkata apapun itu. Kalian semua hanya diperbolehkan untuk mengikuti dan menjalankan semua perintah dari diriku Yang Mulia dan Agung ini," Teriak Sang Kaisar Wang Junsi dipenuhi amarah.


Begitu mendengar jika Sang Kaisar Wang Junsi kini benar-benar telah murka akhirnya mereka terpaksa harus melakukan semua Perintah Sang Kaisar.


"Kau memang benar-benar brengsek dan juga kejam. Kau tidak layak menduduki tahta yang seharusnya ditempati oleh Yang Mulia Pangeran Mahkota Wang Lin Yu yang sangat bijaksana dan juga terhormat. Lihat saja kau akan menyesali semua perbuatan keji yang kau lakukan ini terutama terhadap mendiang Putri ku Xia Yun Lie dan juga ketiga darah daging mu sendiri yang mau kau bunuh itu." Aku Bersumpah mewakili seluruh Klan Keluarga Xia kami, bahwa kami tidak akan pernah memberikan kontribusi serta dukungan sedikitpun terhadap Kekaisaran Li mulai saat ini. Dan aku sebagai tetua keluarga juga akan selalu menghimbau seluruh anak Keturunan seluruh Klan kami untuk mengembalikan Tahta Kekaisaran Li ini kepada pemilik nya yang sah." teriak Sang Jenderal Besar Xia


Karena dia merasa bahwa mereka benar-benar telah kehilangan harapan untuk bisa memeluk dan melindungi senyum kecil yang menenangkan itu. Bahkan keadaannya sendiri dan Putranya Xia Wei Yunho juga telah terluka cukup parah akibat serangan dari para bawahan Sang Kaisar Wang Junsi yang berjumlah hampir 2/3 dari 1000 Pasukan Kavaleri Perang.


Dan dari kejauhan mereka berdua juga bisa menyaksikan jika pedang itu telah mengenai batas kepala ketiga cucunya yang sangat ia dambakan selama ini.


Mereka benar-benar merasa putus asa dan tak ada harapan lagi.

__ADS_1


Bahkan kini kekuatan dari ketiga balita itu seakan tidak bisa dikeluarkan lagi hingga akhir tepat saat bilah pedang itu menyentuh batang leher ketiga pangeran mungil itu, tiba-tiba saja seperti ada kekuatan yang begitu luar biasa yang menekan kekuatan ketiga Pengawal Kaisar itu.


Dan saat ini bilah pedang dua sisi yang mereka pegang itu justru terpental dan berbalik arah dengan begitu dahsyat hingga kembali menyerang dan melukai ketiga pengawal yang membawa pedang tersebut dengan sangat ganas. Sehingga kepala dari ketiga pengawal itulah yang telah terputus dan menyemburkan darah yang begitu deras dari batang lehernya yang tercecer ke segala arah.


Hingga mengotori halaman Kekaisaran tempat di mana eksekusi itu dilakukan.


Namun anehnya bahkan ketiga balita itu tampak begitu bersih, tanpa setitik pun percikan darah mengenai mereka bertiga.


Dan hal ini kembali menjadi sebuah kejutan yang tidak pernah semua orang sangka akan terjadi oleh kerumunan orang yang hadir disana serta para Keluarga kekaisaran yang berada di sana bahkan tidak pernah mengira akan adanya hal seperti itu sebelumnya.


Sehingga Sang Kaisar Wang Junsi yang kembali menyaksikan kegagalan para pengawalnya itu kembali murka. Hingga kini dirinya sendiri yang langsung turun dan akan menghabisi nyawa ketiga putra kandungnya itu dengan tangannya sendiri.


"Kurang ajar!! Siapa sebenar yang telah berani menggagalkan dan menentang perintah dari Yang Mulai ini? Benar-benar cari mati...! Jika kau memang hebat maka keluarlah dan tunjukan muka mu di hadapanku. Atau apa perlu aku harus turun tangan sendiri untuk membunuh ketiga bayi busuk itu agar kau mau keluar dan menampakan batang hidung mu itu?" teriak Sang Kaisar Wang Junsi yang kini telah bangkit dan hendak turun dari atas singgasananya.


Bahkan dirinya sampai menantang untuk perang tanding kekuatan satu lawan satu.


"Baiklah jika kau berani menunjukan batang hidung mu dihadapan Yang Mulia Kaisar yang Agung ini, maka kau akan memiliki kesempatan untuk bertanding kehebatan dengan Yang ini. Dan jika kau memiliki kemenangan atas penguasa ini, maka kau boleh mengajukan satu permintaan apapun itu. Dan selain itu kau juga memiliki kehormatan dariku, karena jika kau menang maka kau akan ku angkat sebagai pengawal pribadiku. Bukankah hal itu membuatmu sangat terhormat karena bisa melayani sang Penguasa dari Kekaisaran terbaik di seluruh daratan Nanxuang ini," seru Sang Kaisar Wang Junsi dengan sesumbar. Dan tidak mengaca dengan kemampuannya sendiri yang tidaklah seberapa itu.

__ADS_1


__ADS_2