Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 109 Sang Jendral Mengetahui Identitas Shen Wu Lan


__ADS_3

Bahkan hal yang paling membuat Sang Jendral Shen Guo Feng merasa tertekan adalah ketika dirinya mengetahui jika selama ini semua harta dan juga mahar yang dimiliki oleh istrinya ternyata semuanya telah dikuasai oleh kedua Selirnya.


Sehingga kehidupan kedua Putra dan Putri sah nya justru malah hidup dengan seadanya terutama Putrinya yang hidup dalam kekurangan dan sangat menderita.


Sehingga kini dirinya ingin memberikan sebuah pelajaran dan juga hukuman Kepada Selir dan juga anak Selirnya itu agar lebih bisa menghargai orang lain dan tahu bahwa statusnya bukanlah Nona Muda sah dari Kediaman Jendral Besar.


“Tidak ada kata maaf ataupun ampun bagi orang-orang yang tidak tahu diri seperti dirimu. Pengawal laksanakan hukumannya sekarang juga dan segera kirimkan Nona Muda keenam menuju pengasingan sesegera mungkin.” Kata Jendral Shen Guo Feng dengan tegas dan dingin.


Kemudian setelah itu Sang Jendral Shen Guo Feng langsung pergi meninggalkan halaman tersebut dan kembali ke ruang kerjanya.


Tanpa ingin tahu dan memperdulikan kedua orang pembuat onar itu lagi, karena Sang Jendral Shen Guo Feng sudah sangat kecewa terhadap Selirnya itu dan juga anak perempuan nya yang tidak mengerti tata krama dan sopan santun sama sekali.


"Tuan tunggu, tolong ampuni kami Tuan. Aaaahhh... lepaskan diriku dasar pengawal sialan, beraninya kau menyeret ku dengan tanganmu yang kotor dan kasar itu. Tuan besar tolong ampuni hamba dan putri kita," teriak Sang Selir yang merasa tidak terima diseret oleh para pengawal yang ditugaskan oleh Sang Jendral Shen Guo Feng.


"Ayahanda, tolong ampuni Mei'er. Mei'er tahu bahwa Mei'er telah salah, Mei'er janji tidak akan berkata sembarangan lagi Ayah. Mei'er mohon Ayahanda memaafkan Mei'er untuk kali ini saja. Ayahanda.... bhohoo...hikss hiks.... tolong Mei'er, Mei'er tidak ingin dikirim kekuil itu Ayah....." tangis Shen Sie Mei yang telah menyadari bahwa hukuman yang akan dia dapatkan bukanlah hukuman yang sederhana.


Karena jika sampai Ayahandanya menghapus namanya dari silsilah Keluarga Jendral Besar maka habislah sudah kehidupan mewah yang selama inj dirinya rasakan.


Sementara itu Shen Ming An yang sedari awal telah pergi untuk bersembunyi, kini dirinya kembali untuk menyaksikan Ibundanya dan juga adiknya dihukum.


Dengan menampilkan raut wajah yang terkesan tertekan dan juga simpatik terhadap kedua Keluarga nya tersebut.


Sedangkan Selir Duan Yu Yan dan juga Shen Sie Mei mereka berteriak dan merota meminta untuk dilepaskan namun tidak ada yang mendengarkannya dan bahkan para pengawal pribadi Sang Jendral yang menjalankan proses hukuman itu melkukannya dengan kasar dan juga tanpa ampun.


Bahkan ketika mereka mencukur semua rambut dari Shen Sie Mei mereka melakukannya bagaikan mencukur seekor domba yang akan diambil bulunya sebagai benang.


Sehingga teriakan menggelegar keluar dari Shen Sie Mei. Yang meminta untuk dibebaskan.

__ADS_1


Bahkan dirinya sedari tadi selalu memberontak yang mengakibatkan dirinya menderita memar-memar dibagian lengannya yang dipegangi dengan kencang dan kuat oleh pengawal Sang Jendral Shen Guo Feng.


“Lepaskan aku sekarang juga, dasar kalian pengawal sialan, beraninya kalian memperlakukan ku seperti hewan akan disembelih seperti ini!” teriak Shen Sie Mei namun tidak ada yang menyahutinya.


“Hei... Sebenarnya kalian itu tuli atau bagaimana? Sudah ku bilang lepaskan artinya kalian semua harus melepaskan ku, tangan kalian yang kotor itu tidak layak menyentuh diriku yang selalu dirawat dengan mahal ini,” teriak Shen Sie Mei lagi.


“Aahhhhh.... Apa yang kalian lakukan dengan rambut indahku ini, beraninya kalian memotong rambutku, lihat saja akan ku balas kalian semua. Aaahhhh....aahhhh.... Jangan... Jauhkan gunting itu. Pergi kalian, jangan berani-beraninya kalian menyentuh rambutku ini.. Aahhhh jangan... Lepaskan aku... Aku mohon lepaskan aku. Jangan ambil rambutku.. bbhooohooo...hiksss,” teriak Shen Sie Mei meraung-raung hingga menangis karena rambutnya telah dicukur habis oleh pengawal Sang Jendral.


Sedangkan disisi Selir Duan Yu Yan saat ini dirinya bahkan sudah lemas dan tak kuat untuk berteriak lagi karena rasa sakitnya yang tak tertahankan, dan akhirnya pada cambukan yang ke dua puluh dirinya telah pingsan.


Sehingga lebih memudahkan bagi para pengawal pribadi Sang Jendral untuk melanjutkan tugasnya.


...****************...


Beralih dari kedua orang yang tengah dihukum tersebut saat ini Sang Jendral Besar Shen yang telah membuka kotak yang ditinggalkan oleh Sang Putra Sulung nya.


Yang ternyata isi dari kotak itu adalah sebuah surat dan juga bukti yang menyatakan bahwa Shen Wu Lan merupakan keturunan dari Paman ke empatnya yang itu berarti Sang Adik dari Jendral Shen Guo Feng sendiri.


Didalam surat tersebut selain menuliskan kronologi kejadian dan kelakuan mantan Selir Pertama Sang Jendral yang bejat itu.


Shen Yu Lin juga menyatakan bahwa Sang Paman sama sekali tidak bersalah. Bahkan Shen Yu Lin juga menuliskan bagaimana sikap Sang Paman keempatnya itu menyayangi dan membatu Xi Lilian secara sembunyi-sembunyi selama Shen Yu Lin tidak berada di kediaman Jendral ini.


Sang Jendral Shen Guo Feng yang mengetahui kenyataan yang baru terungkap itu benar-benar marah, namun dirinya juga tidak berdaya.


Setelah itu Sang Jendral memutuskan untuk keluar dan mencari keberadaan Sang Adik keempatnya itu untuk mendengarkan kebenarannya secara langsung.


Karena sedari tadi ketika Sang Adik mencarinya dan ingin membahas sesuatu dirinya juga selalu menghindarinya. Karena dirinya pikir jika Sang Adik hanya ingin menghibur dirinya saja atas apa yang telah menimpa keluarganya.

__ADS_1


Dan kini akhirnya dirinya bisa mengerti mengapa sedari tadi raut wajah Sang Adik nya itu tampak murung dan juga ketakutan.


Hingga akhirnya kini Sang Jendral Shen Guo Feng bisa menemukan keberadaan Sang Adik keempatnya itu di dekat Aula Leluhur. Dimana tempat itu adalah tempat yang Sunyi dan sangat cocok untuk menyendiri dan merenungi sesuatu hal.


“Khem.... Apakah Aku mengganggu?” tanya Sang Jendral Shen Guo Feng.


“Ah, Kakak Sulung, Anda kesini juga? Mari duduk disini,” kata Shen Gong Fu sang adik keempatnya


yang tampak kaget.


“Baik, Terima kasih. Ehm Kau? Apakah ada yang ingin kau bicarakan dengan ku? Karena sedari pagi kau menemui ku beberapa kali, dan aku mengabaikan mu. Maafkan aku,” Kata Jendral Shen Guo Feng memulai pembicaraan.


“Kakak Pertama, Kau apakah akan mau mendengarkan semua yang ku katakan sampai selesai? Ah maksudku, sebenarya aku ingin meminta maaf dan juga memohon bantuan dari Kakak pertama, dan apapun atau bagaimanpun nantinya Kakak Sulung akan menilai dan menghukumku aku akan sangat bersedia menerimanya dan menanggungnya seorang diri tapi aku mohon agar Kakak Sulung jangan melibatkan anak-anak ku. Akau akan sangat berterimakasih kepada kakak.” Kata Shen Gong Fu dengan berlutut dan menangis dihadapan sang kakak.


“Apa yang kau lakukan? Jangan seperti ini, bangulah dan bicaralah dengan tenang, aku berjanji jika aku akan berusaha membantu mu.” Kata Sang Jendral sambil menarik Sang Adik yang berlutut dihadapan agar berdiri.


Sedangkan Shen Gong Fu merasa jika Sang Kakak telah mengetahui sesuatu hal yang berkaitan dengan apa yang ingin dirinya katakan.


Akhirnya Shen Gong Fu berdiri dan memandang Sang kakak dengan bertanya-tanya.


Sedangkan Sang Jendral yang mengerti arti pandangan dari Sang Adik, akhirnya dirinya tak menutupi apapun lagi dan berbasa-basi.


Namun dirinya langsung mengeluarkan kotak pemberian dari Putra Sulungnya tadi dan menyerahkan pada Sang adik yang saat ini masih bingung dan bertanya-tanya dalam benaknya.


Akhirnya Shen Gong Fu menerima kotak itu dan melihat isinya. Serta membacanya secara hati-hati dan cermat setiap kata dari kedua gulungan yanga ada didalam kotak tersebut.


Setelah ia selesai membaca semuanya. Dirinya benar-benar tercengang dan tidakmenyangka jika ada orang yang mengetahui semuanya mengenai kebenaran dirinya dan juga Shen Wu Lan.

__ADS_1


__ADS_2