
Dan mengenai racun yang mereka tebarkan diruangan milik Shen Yu Lin merupakan racun yang sangat kronik dan bersifat lambat, tapi sangat menyiksa orang yang telah terpapar racun itu.
Akhirnya Feng An Wei memutuskan untuk memanggil Tabib Liu atau Tetua Feng Zhao Yu untuk saat ini dan seterusnya.
Setelah kedatangan Tetua Feng Zhao Yu, mereka berdua langsung membahas racun yang Feng Ling temukan di paviliun pribadi Tuan mereka Shen Yu Lin didalam kediaman Jendral.
Dan Feng Ling juga menyerahkan sebuah bungkusan yang didalamnya terdapat pakaian Shen Yu Lin yang telah dibubuhi racun dan juga sebuah botol porselen yang berisi bubuk racun yang sama yang Feng Ling ambil secara diam-diam di kamar Shao Yan.
Ketika Tabib Liu mengamati racun tersebut ia membelalakkan matanya lebar-lebar dan menggeram marah setelah mengetahui racun apa yang ada dihadapannya itu.
“Ini adalah racun Kalajengking Api yang disempurnakan dengan racun Anggrek Bulan Hitam. Dengan penyatuan kedua bahan itu sudah dipastikan jika mereka mengincar Tuan kita agar lumpuh kultivasi nya dan lama kelamaan dantiannya akan terbakar habis oleh kedua racun tersebut.” Kata Tetua Feng Zhao Yu dengan sorot kemarahan yang begitu kentara dimatanya.
“Selain itu racun ini juga bekerja menyerang pusat kendali tubuh dan juga tenaga dalamnya. Bukan hanya dantian yang akan hancur oleh racun ini namun juga akan merusak fungsi otak dan rasa sakit yang akan diderita jika sampai terkena racun ini akan sangat menyakitkan. Yang berakhir dengan kematian.” Sambung tabib Feng Zhao Yu lagi.
“Kurang ajar, benar-benar keparat itu, aku akan segera memperhitungkan semuanya kepadamu dan juga seluruh komplotan mu itu Han Ling Gou. Tunggulah pembalasan ku. Kau tak hanya menggangguku bahkan sekarang kau mulai menyentuh adik-adik ku, tak akan ku biarkan kau bisa menang begitu saja diatas penderitaan adikku.” Geram Feng An Wei yang telah dibuat sangat murka karena ulah orang tak tau diri itu.
Tetua Feng Zhao Yu yang melihat racun dihadapannya itu Ia juga berubah menjadi sangat dingin, dan juga memiliki pemikiran yang sama dengan Feng An Wei.
Dan saat ini Feng Ling yang juga dilanda kemarahan tiba tiba berbicara.
“Bagaimana dengan Lin'er dan juga Lian'er sekarang? Tadi saat aku dikediaman Jendral tak menemukan salah satupun keberadaan dari mereka.” Kata Feng Ling memecahkan kemarahan mereka.
Karena mereka tiba-tiba merasa khawatir dengan kedua Tuan kecil mereka itu.
__ADS_1
Dan sampai sampai mereka tak berfikir jika Xi Lilian dan Shen Yu Lin memiliki kediaman pribadi di dekat markas mereka.
Hingga situasi kembali menjadi tegang dan mereka akan bergegas masing-masing untuk mencari keberadaan kedua kakak beradik yang sangat mereka sayangi itu.
Namun belum sempat mereka beranjak mereka dengan dikagetkan dengan suara yang sangat familiar bagi mereka beberapa waktu ini.
“Paman, dan para Gege mau kemana pagi pagi seperti ini? Apakah terjadi sesuatu yang mendesak? Kenapa muka kalian begitu tegang ?”tanya Shen Yu Lin berturut turut.
Mereka yang mendengar suara yang sedang mereka cemaskan menyapa pendengaran mereka pun akhirnya membuat mereka bertiga merasa lega dan juga kemarahan mereka juga telah lenyap ketika melihat keadaan Shen Yu Lin yang baik-baik saja.
“Lin'er apakah kau tak apa-apa? Darimana saja kamu? dan juga Lian'er apakah kau bersamanya?” tanya Feng An Wei yang terlihat sangat cemas.
“Heiii... Tenanglah Gege Wei, aku dan Lian'er baik-baik saja. Lagipula aku baru saja dari kediaman pribadi yang Lian'er beli. Karena ada sesuatu yang tidak beres di kediaman Jendral akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di kediaman pribadi kami.” Kata Shen Yu Lin.
Benar-benar merepotkan jika sudah kepalang panik sehingga mereka tak bisa berpikir dengan jernih.
Sebenarnya kalau itu tidak berkaitan dengan seorang yang sangat mereka sayangi dan sudah mereka anggap sebagai bagian dari hidupnya sendiri, mereka juga tidak akan Menjadi begitu panik seperti tadi.
“Paman, Wei Ge dan Ling Ge, sebenarnya ada apa dengan kalian, mengapa ekspresi kalian menjadi seperti itu setelah aku datang? Apa benar-benar telah terjadi sesuatu masalah disini?" Tanya Shen Yu Lin lagi.
Dan itu baru menyadarkan mereka bertiga dari linglung. Dan membuat suasana menjadi lebih normal.
“Lin'er katakan pada Paman apakah badan mu terasa sakit, atau lemah atau mungkin kepalamu terasa seperti dipukul dengan palu? Apa dantian mu mengalami masalah? Ayo coba kau katakan dengan Paman Yu mu ini Lin'er.” Tanya tabib Feng Zhao Yu beruntun setelah lepas dari rasa lingkungannya.
__ADS_1
“Paman Yu mengapa Anda bertanya seperti itu? Aku tidak apa-apa dan merasa sangat sehat hari ini. Jadi Paman tenang saja.” Kata Shen Yu Lin yang membuat semuanya menjadi tenang dan juga lega.
“Syukurlah kalau kau benar-benar merasa sehat Lin'er. Awalnya kami khawatir terhadapmu karena Gege Ling mu semalam menemukan racun yang ditebar di paviliun mu di kediaman Jendral. Setelah itu dia juga telah membawa sampel racunnya kemari sehingga Paman Yu, bisa mendeteksi racun tersebut sehingga itulah kami menjadi sangat khawatir dan juga panik setelah Gege Ling mu juga mengatakan bahwa Kau dan Lian'er tidak ada di kediaman Jendral.” Kata Feng An Wei menjelaskan secara singkat kejadian yang terjadi barusan.
“Jadi kalian juga telah mengetahui mengenai racun itu, aku semalam juga sempat membawa pakaian yang telah mereka taburi racun tersebut untuk ku tunjukan pada kalian dan Lian:er.” Kata Shen Yu Lin
“Beruntung kau sangat waspada Lin'er, sehingga kau bisa mengambil keputusan yang tepat untuk tidak tidur di kediaman Jendral. Jika tidak itu akan sangat mengerikan untuk dibayangkan Liner.” Kata Feng Ling menimpali.
Setelah itu Tabib Feng Zhao Yu menjelaskan semuanya mengenai racun tersebut dan Feng Ling juga menceritakan semuanya yang Ia dengar dari para pengawal dan pelayan kepercayaan Shen Yu Lin yang telah dibuang oleh Perdana Mentri Han.
Begitu juga Yun Jin Lie saat ini sudah tidak ada yang menginginkannya. Karena sebenarnya Mu Jing sendiri tak pernah memiliki perasaan apapun untuk Yun Jin Lie itu. Dan Ia juga sudah tidak memiliki nilai guna lagi bagi Perdana Mentri Han.
Shen Yu Lin yang telah mendengar semua itu merasa ada sesuatu yang aneh dan sangat banyak celah dari seluruh rangkaian kejadian ini.
Tepat saat mereka semua tengah memikirkan berbagai rencana tersembunyi dibalik ini semua tiba-tiba saja mereka semua dikagetkan oleh kedatangan seseorang yang membawa teriakan yang menggema di pendengaran mereka.
“Selamat pagi semuanya, Paman dan Gege Gege ku yang ganteng. Ayo kita sarapan dulu. Aku telah masak untuk kalian semua. Dan aku juga sudah memberikan semua jatah untuk para Jiejie dan Gege yang lainnya. Jadi tinggal kalian saja yang belum sarapan. Ayo cepat kesini kita sarapan bersama dengan ku disini.” Teriak Xi Lilian dengan sangat ceria.
Yang membuat suasana menjadi cerah dan sehangat sinar matahari pagi. Dan mengusir mendung-mendung yang menghiasi hati dan pikiran mereka semua. Yang sedari tadi sedang memikirkan masalah rencana licik perdana Mentri Han.
“Woohhhh... Lian'er adikku yang cantik, kau datang tepat pada waktunya, Karana memang saat ini kami semua memang sudah sangat lapar.” Kata Shen Yu Lin menyambut kedatangan adiknya yang membawa keceriaan itu.
“Baiklah lebih baik kita makan dulu baru setelah itu kita pikirkan lagi mengenai rencana tersembunyi yang mereka akan lakukan.” Kata Xi Lilian yang mengagetkan keempat lelaki yang berada disana.
__ADS_1
Karena dari ke empat orang yang ada di sana, belum ada satupun yeng mengatakan pada Xi Lilian mengenai papa yang telah terjadi.