
“Ternyata Ia telah mencapai ranah Raja yang tangguh tahap menengah, lumayan dan cukup tangguh untuk makhluk yang fana ini bisa mencapai ranah tersebut namun sayangnya dia memilih jalan yang salah, dan bersekutu dengan ras siluman untuk mencapai tujuan nya." kata Xi Lilian bermonolog sendiri.
"Jika kau berani menyalahgunakan kemampuan mu untuk berbuat sesuatu kerusakan. Maka jangan salahkan diriku yang akan bertindak tidak sungkan terhadapmu nantinya.” Gumam Xi Lilian sambil menyeringai kejam.
Karena seluruh tamu undangan pelelangan ini telah hadir semuanya kini pelelangan pun telah dimulai oleh seorang pemandu pelelangan seorang gadis cantik nan **** dengan pakaian yang sedikit terbuka yang membuat semua mata tertuju padanya.
Terima kasih kepada para tamu undangan dan hadirin semua yang bersedia hadir dalam pelelangan pada malam hari ini yang akan melelang berbagai barang langka seperti yang ada pada daftar tersebut dan selain itu juga masih ada dua item tambahan yang masih misteri untuk dilelang pada malam ini.
Tentunya kedua item tersebut akan sangat menarik untuk siapa saja. Yang tak kalah dengan item utama kita malam hari ini.
“Baiklah pelelangan malam ini akan kami mulai dari item pertama kita yaitu sebuah gulungan jurus elemen air tingkat perak menengah yang mana dengan jurus ini bisa meningkatkan kualitas serangan hingga dapat melumpuhkan 100 pasukan.
Maka untuk item ini kami hargai di awal dengan harga 5000 koin emas. Dengan kenaikan 100 koin emas.” Kata pembawa acara.
“Silakan siapa yang berminat untuk mendapatkannya.” Kata pembawa acara lagi.
“5100 koin emas.” Kata seorang pemuda dari lantai 1.
“5300 koin emas.” Tawar tuan muda dari keluarga pedagang chu
“5500 koin emas.” Tawar nona muda ke dua dari keluarga Yun
“6000 koin emas.” Tawar dari keluarga Chu lagi
“6500 koin emas.” Tawar seorang kultivator pengembara.
“7000 koin emas.” Tawar nona muda kedua Yun.
“Baiklah Apakah masih ada yang ingin menawar lagi atau gulungan jurus ini.....” belum selesai pembawa acara pelelangan ini berbicara telah di sahut oleh sebuah suara seseorang.
“7300 koin emas” kata Shen Ming An.
“Baiklah apakah masih ada lagi yang ingin menawar? Kalau tidak maka item ini akan jatuh pada pelelang di ruang 13 VIP." Kata gadis pembawa acara itu.
"Baiklah akan saya mulai hitung mundur bagi siapa yang masih ingin menawar.” Kata pembawa acara
Tiga.... Dua........ Satu......
__ADS_1
“Selamat saya ucapkan kepada tuan dari ruang 13VIP anda telah mendapatkan barang lelang yang pertama ini. Dan acara akan saya lanjutkan dengan item berikutnya." lanjut gadis pembawa acara pelelangan lagi.
Seiring berjalannya acara pelelangan tersebut Xi Lilian hanya diam dan tak melakukan penawaran apapun untuk setiap item pelelangan.
Ia hanya memandang satu arah sudut yang tidak begitu mencolok, bagi semua orang. Namun berbeda dengan Xi Lilian. Ia memperhatikan sudut terjauh itu dengan saksama.
Sedangkan di sisi lain yang mana tempat yang selalu diperhatikan oleh Xi Lilian kini tengah sibuk menyusun siasat mereka.
“Paman, apakah kau yakin semuanya akan berhasil?” Tanya seorang pemuda yang cukup tampan.
Yang mana orang tersebut merupakan Putra Pertama sekaligus Pangeran Mahkota dari Kekaisaran Zhong. Yakni Pangeran Gu Mo Han.
“Anda tenang saja Pangeran, serahkan semua pada Paman. Karena paman yakin Junjugan telah memastikan formasi ilusi itu telah tertanam pada token giok ini. Dan ini semua berkat pengorbanan Ibunda Permaisuri mu untuk membantumu menjadi seorang Penguasa yang sesungguhnya.” Kata Wu Hou Nan yang merupakan seorang Perdana Mentri sekaligus adik kandung dari Permaisuri Kekaisaran Zhong.
“Baguslah... Maka setelah pelelangan ini aku akan menjadi penguasa di seluruh daratan Nanxuang ini Paman.” Kata Pangeran Gu Mo Han dengan percaya diri.
“Hahaha, kau benar keponakan ku. Bahkan setelah ini kita dan seluruh Klan kita akan menjadi keluarga yang tersohor di penjuru Benua Nanxuang ini. Tidak sia-sia seluruh pengorbanan Ibumu yang menjadikan Putra dan Putri dari seluruh Selir Kaisar Gu yang bodoh itu sebagai tumbal kepada junjungan.” Kata Wu Hou Nan dengan senyum yang tak pernah padam.
Namun mereka tak pernah tahu. Jika segala sesuatunya ada konsekuensinya atau resiko yang harus di tukar dengan keinginan mereka itu.
Yang akan mengubah mimpi indah mereka menjadi neraka bagi mereka para orang serakah hingga bersekutu dengan bangsa siluman dan mengorbankan banyak nyawa sebagai persembahan bagi para siluman itu.
Acara pelelangan terus berjalan dengan ramai hingga saat ini telah sampai pada barang Xi Lilian yang akan di lelang.
"Baiklah para hadirin sekalian, tak terasa saat ini kita sudah mencapai pelelangan barang utama kita. Namun sebelum kami keluarkan item utama kita malam ini." Kata sang pembawa acara.
"Kami akan menawarkan dua item yang tak kalah bagusnya dari item utama kita." lanjutnya lagi.
“Mari kita buka dan saksikan bersama item misterius kita yang pertama yaitu suatu pil yang sangat langka yang pastinya akan sulit kita temukan karena beauty pils tingkat 15 dengan kemurnian 100% seperti ini sulit untuk memurnikan nya.” Kata gadis pembawa acara menjelaskan.
“Baiklah untuk Beauty pils ini kan kita buka dengan harga 100.000 tail emas, dengan kenaikan 10.000 teal emas untuk satu butir pil kecantikan ini, karena disini ada 3 botol yang masing masing berisi 1 pil kecantikan maka akan ada penawaran sampai tiga kloter. Dan bagi siapapun yang menginginkannya saya persilahkan.” Kata pembawa acara
“120.000 teal emas.” ucap salah seorang gadis dari ruangan nomor 7 tamu undangan atau VIP.
“130.000 teal.” Teriak gadis lain dari ruang 11.
“150.000 teal.” Tawar Shen Jia Yun putri kedua Jendral Shen.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan Meimei, kenapa kau sembarangan menawar barang itu, apa kalian tidak tau apa tujuan kita datang ke pelelangan ini?” kata Shen Jung Si pada adiknya.
“Ayah lihatlah Gege, dia kasar sekali. Aku hanya ingin satu item itu saja tidak boleh padahal dari tadi dia telah mendapatkan banyak barang yang Ia mau.” Kata Shen Jia Yun merengek pada Jendral Shen Guo Feng.
“Jie jie benar ayah, kami juga menginginkannya.” Sambung Shen Wu Lan.
“Jiejie berdua mengalah lah pada kami, dari tadi kami belum mendapat satu barang pun yang kami sukai, kami hanya ingin item ini.” Kata Shen Sie Mei yang diangguki oleh Shen Sie Lie.
Didalam perdebatan itu mereka tak menyadari bahwa penawaran terus berjalan hingga kini telah mencapai 250.000 teal emas dan masih akan terus berlanjut lagi.
Sedangkan Jendral Shen yang sedari tadi diam saja kini mulai angkat bicara. Untuk melerai anak-anaknya yang berdebat.
“Kalian tenanglah, dan kalian pikirkan baik-baik, barang ini memang langka dan juga mahal, dan juga jumlahnya tidak sesuai dengan kalian. Jika salah satu dari kalian tak mendapatkannya pasti juga akan iri.” Kata Shen Guo Feng menenangkan para putrinya.
Yang kemudian dibalas oleh Shen Sie Lie dengan memelas.
“Ayah bahkan kami berdua belum mendapatkan barang apapun yang kami tawar. Lihatlah kedua Jiejie kami telah memiliki barang yang mereka inginkan masing-masing. Bahkan Gege Ming An juga selalu diserobot barangnya oleh Gege Kedua. Apakah kami ini bukan anak anak ayah juga.” Kata Shen Sie Lie dengan menitikkan air mata.
Saat ini di tengah perdebatan keluarga Shen, mereka baru menyadari bahwa pil pertama telah didapatkan oleh orang lain dengan harga 500.000 teal emas.
“Sudahlah meimei jika memang kalian tidak bisa mendapatkannya maka kita diam saja melihat dan menyimak, lagipula itu harganya juga sangat mahal bagi kita yang merupakan anak seorang Selir biasa.” Sahut Shen Ming An yang langsung menusuk hati Jendral Besar Shen.
“Apa yang kau katakan nak, ayah....” Ucapan Jendral Shen terpotong oleh perkataan Shen Ming An lagi.
“Biarlah ayah... Kami sudah tau bahwa hati ayah hanya berat sebelah. Bahkan seingat ku Gege pertama sama sekali belum punya kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya, apalagi kami yang hanya merupakan anak seorang Selir rendahan. Jadi kami memang tidak pantas berdebat.” Kata Shen Ming An yang kali ini bahkan berhasil mengoyakkan perasaan dan hati Jendral Besar Shen.
Shen Yu Lin yang mendengar penuturan dari adiknya Ming An, Ia merasa jika Ia harus memanfaatkan kesempatan kali ini untuk menguras harta yang dibawa ayahnya agar ia tak bisa ikut memperebutkan. Item utama nantinya.
“Untuk apa kalian bicara panjang lebar kepadanya Ming An. Kalian tau tidak pernah ada aku dan juga kalian bertiga di mata dan hatinya.” Kata Shen Yu Lin dengan datar.
“Yu Lin kau....” ucap Jendral Besar Shen marah hingga menunjuk muka anak pertamanya dengan sengit.
“Lakukan sesuka Anda Tuan Jendral, tak perlu hiraukan saya. Saya hanyalah orang asing dan tak perlu harus mengusik Anda jika aku ingin membeli sesuatu, aku akan membelinya sendiri jika aku mau. Lagipula mendiang ibuku sangat kaya bahkan jika masih kurang aku masih punya Kakek dan Nenek Kekaisaran.” Ucap Shen Yu Lin dengan santai tanpa peduli sedikitpun.
Kemudian suasana menjadi hening dan juga suara tawar menawar harga terdengar jelas di telinga mereka sehingga memancing reaksi dari Jendral Besar Shen.
Hingga akhirnya Jendral Besar Shen menawar harga tertinggi untuk mendapatkan dua pil kecantikan yang tersisa dengan menguras kantongnya cukup dalam.
__ADS_1