Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
bab. 176


__ADS_3

Hal itu semakin menumbuhkan rasa sakit hati dan juga kebenciannya kepada kakak perempuan nya itu.


"Shen Sie Lie kau akan membayar untuk semua yang telah kau perbuat terhadap diriku, sehingga aku bisa berakhir menyedihkan seperti ini. Dan sekarang ku pikir jika gadis bodoh seperti Xi Lilian itu sebenarnya hanyalah sama halnya dengan diriku. Yaitu sama-sama korban atas kekejaman dirimu. Dan betapa bodohnya diriku dulu yang bisa kau tipu dan kau gunakan diriku sebagai alat untuk mendapatkan semua keinginan mu. Maka hutang ini haru kau bayar dengan ratusan kali lipat, atau aku tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang." batin Shen Sie Mei yang telah diabaikan.


Sedangkan Xi Lilian saat ini, dia juga segera segera berjalan menyusul kepergian Keluarga Sang Jenderal. Namun sebelum dirinya melangkah jauh dan melewati Shen Sie Mei dirinya berkata sepatah kata yang segera menyadarkan Shen Sie Mei dari lamunannya.


"Selesaikan semua urusan mu terlebih dahulu," ucap Xi lilian dengan tenang.


Yang kemudian ia segera melanjutkan langkahnya memasuki Gerbang Aula Perjamuan Istana Kekaisaran bersama dengan Shen Yu Lin. Sang Gege yang selalu berada disisinya. untuk melindunginya.


Setelah mendengar ucapan Xi Lilian tadi, Akhirnya Shen Sie Mei segera mengerti apa yang dimaksud oleh Xi Lilian.


"Benar aku harus menyelesaikan masalah ini, dan memulai untuk membalas gadis beracun itu. Aku tidak boleh menyerah! Apapun yang terjadi aku harus bisa masuk dan mengikuti perjamuan ini. Tidak peduli harus dengan cara apapun aku harus bisa masuk ke dalam." batin Shen Sie Mei.


"Dan sepetinya gadis sampah itu jauh lebih baik dari yang aku duga selama ini. Aku akan mendekati nya dan pura-pura meminta maaf dengan tulus pada Xi Lilian itu, dengan demikian aku bisa memanfaatkan dirinya. dengan status Nona Muda Resmi Kediaman Jenderal miliknya. Dia pasti bisa membantu ku menangani gadis beracun itu. Dan setelah itu aku juga bisa meminta agar dia mau membujuk Ayahanda, agar mau memaafkan aku dan membawaku kembali ke kediaman Jenderal. setelah itu selebihnya aku juga pasti bisa merebut Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin dari tangan gadis bodoh itu dengan kecantikan ku ini," pikir Shen Sie Mei dalam benaknya.


Setelah memikirkan hal-hal tersebut kini Shen Sie Mei berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan dirinya dati rasa takut yang menghantuinya sedari tadi.


Barulah dirinya mencoba untuk kembali berdiri dan berjalan menuju Sang Ketua Perajurit Militer Xiang.


"Tuan, mohon Anda bersedia memaafkan kelakuan buruk ke tadi. Aku juga bersedia menerima hukuman apapun yang anda berikan, asalkan saya masib diperbolehkan untuk masuk dan mengikuti Perayaan itu." ucap Shen Sie Mei memohon.


Akan tetapi Tuan Xiang dan semua orang yang ada di sana sama sekali tidak bisa merasakan ketulusan hati dari Shen Sie Mei saat meminta maaf.


"Bahkan disaat kau tau jika perbuatan mu itu salah, kau juga masih memiliki wajah untuk meminta diperbolehkan untuk masuk dan mengikuti acara perayaan seperti ini? Apakah kau tidak punya rasa malu sedikitpun?" sindir salah seorang nona muda dari kediaman pejabat pemerintahan.

__ADS_1


Mendengar kata-kata yang penuh sindiran itu, Shen Sie Mei merasa sangat marah. dan ingin segera memaki serta memukuli orang yang telah menghinanya itu.


Akan tetapi kesadaran nya kini harus dirinya pertahankan, agar semua yang telah dirinya rencanakan tidak gagal begitu saja. Terlebih lagi ketika dirinya menyadari bahwa tingkat Kultivasi gadis itu lebih tinggi satu tingkat membuatnya harus lebih realistis dan tidak mulai membuat masalah lagi.


Berpikir sampai disana Akhirnya Shen Sie Mei hanya mengabaikannya, dan terus memohon pada Sang Ketua Perajurit Militer Xiang agar tetap diperbolehkan memasuki Aula Perjamuan.


"Tuan, tolong pertimbangkan lah permintaan ku ini, Apa lagi kau juga sudah tau, bahwa aku benar-benar putri Jenderal Besar dari Kekaisaran ini. Mungkinkah dirimu benar-benar bisa menutup mata dengan permintaan ku yang tak seberapa ini?" ucap Shen Sie Mei yang masih tidak tahu diri dan terus berlagak layaknya seorang yang berkuasa.


Tuan Xiang yang mendengar nama Sang Jenderal diucapkan oleh Shen Sie Mei, sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya dia benar-benar merasa luluh. Karena walau bagaimanapun dia bisa bertahan hidup sampai saat ini juga berkat pertolongan Sang Senior tersebut.


Bagaimana mungkin dirinya bisa melupakan jasa yang telah dirinya terima untuk kehidupannya yang hampir di renggut oleh para musuh ketika di medan perang enam tahun yang lalu.


Yang mana saat itu dirinya telah banyak mengalami luka luar dan juga cidera dalam karena terus berupaya untuk melawan para musuh. Hingga pada saat yang kritis dirinya tidak mampu lagi untuk melawan para musuh, karena dirinya saat itu dikepung oleh tiga orang. Dan pada saat dirinya benar-benar merasa telah jatuh dalam keputusasaan, Pada saat itu lah Sang Jenderal Shen Guo Feng datang dan berhasil memukul mundur ketiga prajurit militer dari pasukan musuh yang telah melumpuhkannya itu. Sehingga dengan begitu dirinya memiliki kesempatan untuk diselamatkan dan pulih hingga saat ini.


Namun bagaimanapun dirinya tetap harus menegakkan keadilan dan juga menghukum pelanggaran aturan di dalam Istana Kekaisaran Wuxi ini.


"Baiklah Nona Shen, karena Anda telah meminta maaf pada Tuan ini, maka Saya bisa memaafkan perlakuan Anda yang telah menyinggung perasaan itu. Dan...." belum selesai Tuan Xiang melanjutkan kata-katanya telah dipotong oleh Shen Sie Mei dengan sangat arogan.


"Benar kan, Aku yakin kamu tidak akan pernah berani menghukum, karena status dan Jabatan Ayahku lebih tinggi dari dirimu. Benar-benar membuang-buang waktu baik ku saja!" ucap Shen Sie Mei tanpa rasa malu sedikitpun.


Semua orang yang masih berada di sana, yang mendengar bahwa Tuan Xiang memaafkan begitu saja gadis bengal itu, mereka merasa sangat tidak terima dan juga menyayangkan akan sikap Tuan Xiang yang begitu lemah dihadapan seorang anak dari atasannya.


Selain itu mereka semua juga menjadi semakin geram dengan apa yang telah Shen Sie Mei katakan dengan sangat arogan dan juga semena-mena.


Namun disaat semua orang berpikir itu adalah akhir dari masalah kali ini, Dan Shen Sie Mei juga hendak beranjak memasuki Gerbang Aula Perjamuan Istana. Sebuah suara menginterupsi terdengar dengan sangat jelas. Bahkan hal itu disertai dengan aura tekanan yang membuat Shen Sie Mei berlutut secara paksa. dan tidak mampu bergerak sama sekali.

__ADS_1


"Sepertinya Nona Muda ketiga keluarga Shen ini telah salah paham dengan maksud saya. Dan bukankah seharusnya Anda mendengar kata-kata saya sampai selesai, bukannya malah menyerobot kata-kata saya yang belum selesai." ucap Sang Ketua Perajurit Militer Xiang dengan tegas dan juga penuh aura penindasan.


Mendengar hal itu para penonton disana kembali dibuat ricuh. Dan penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Aaapa...! Apa maksud mu?! Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kau telah memaafkan perbuatan ku?! Mengapa sekarang kau menarik kata-kata mu sendiri?" tanya Shen Sie Mei tidak sabar sama sekali.


"Ya, aku memang berkata demikian karena aku mengingat jasa-jasa dari Ayah mu, Aku memang memaafkan mu untuk sikap kurang ajar mu terhadap Menteri ini, tapi seharusnya Anda juga sadar Nona! Bahwa kau juga telah membuat keributan didalam Istana Kekaisaran ini, terlebih lagi Anda juga dengan berani menentang aturan dan keputusan Yang Mulia Kaisar. Dan untuk menebus semua itu, Maka kau akan tetap diperbolehkan masuk ke aula Perjamuan Istana. Akan tetapi bukan sebagai seorang tamu undangan, namun sebagai seorang pelayan yang akan melayani seluruh tamu yang hadir termasuk seluruh tamu dari seluruh Kekaisaran tetangga. dan itu berlaku selama Perayaan Festival Bunga ini diselenggarakan dan dilarang menggertak para pelayan dan pengawal lainnya. Dan selama tiga hari ke depan Anda juga akan tinggal di kediaman khusus para pelayan kelas 2 di Istana, Anda juga akan diawasi langsung oleh kepala pelayan Kekaisaran," kata Tuan Xiang menjabarkan hukuman yang harus Shen Sie Mei tanggung.


"Tidak mungkin..!! Bagaimana bisa?! Aku adalah seorang Nona Muda yang bermartabat dan tidak akan pernah melakukan pekerjaan seperti seorang pelayan sekalipun!" teriak Shen Sie Mei yang sangat marah karena merasa direndahkan.


"Baiklah jika memang Anda tidak ingin menerimanya. Maka apa boleh buat, saya akan melaporkan masalah ini secara langsung kepada Yang Mulia Kaisar dan itu setidaknya paling kecil hukuman yang paling murah yang harus anda tanggung adalah, 100 cambukan untuk masalah membuat keributan didalam Istana Kekaisaran. dan hukuman penggal karena berani menentang aturan dan juga keputusan Yang Mulia Kaisar. Atau jika yang mulia mau berbaik hati maka Anda akan di cabut status and sebagai keturunan pejabat atau bangsawan yang Anda sandang saat ini dan diturunkan menjadi budak, setelah itu anda akan di asing kan ke kota perbatasan sebagai budak para tentara militer disana. Bagaimana? Silakan Nona Muda Shen, ikuti Menteri ini menghadap kepada Yang Mulia Kaisar Huo Yu Yuan." ucap Sang Ketua Perajurit Militer Xiang dengan tegas, dan tanpa keraguan sama sekali.


Mendengar penuturan yang sangat serius dari Tuan Xiang, seketika membuat Shen Sie Mei jauh lebih ketakutan dari yang dirinya rasakan sebelumnya. Bahkan saat ini dirinya seolah bisa merasakan bagamana rasanya di cambuk sebanyak 100 kali dan kemudian di penggal. Dan terus larut dalam lamunannya sendiri


"Ini,... ini benar-benar mengerikan. Aku tidak mau mati, tidak.... aku tidak mau mati sekarang. Aku harus bisa menikah dengan Pangeran Mahkota, aku tidak mau mati, aku masih ingin membalas dendam pada kakak perempuan ku yang keji itu. Yah benar...aku harus bakas dendam," gumam Shen Sie Mei dengan tidak jelas.


"Silahkan ikuti Menteri ini Nona Shen," ucap Tuan Xiang mengejutkan Shen Sie Mei, dan membuatnya kembali sadar dari lamunannya.


"Tidak Tuan Xiang. Aku....aku...aku lebih baik menjadi pelayan semua orang selama perayaan saja, Ya benar lebih baik begitu." seru Shen Sie Mei dengan terburu-buru dan tampak sangat jelas jika dirinya sangat ketakutan saat ini.


Sehingga semua orang yang masih menyaksikan kejadian ini, tampak sangat puas ketika mendengar bagaimana cara gadis sombong itu akan dihukum.


Bahkan jika itu hanya menjadi seorang payan sekalipun, itu sudah membuat mereka menjadi tidak sabar bagaimana penampilan gadis yang arogan itu jika harus merendahkan dirinya dan melayani semua orang. Benar-benar pemandangan yang mereka harapkan dan juga sangat dinantikan oleh semua orang.


"Baiklah jika itu pilihan Anda, sekarang Anda bisa mengikuti pengawal di samping saya ini. Beliau akan mengantarkan Anda menuju tempat para pelayan berada." ucap Tuan Xiang dengan lugas. dan tanpa rasa bersalah sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2