
Akan tetapi Mo Fei Tian mengatakan jika dia akan kembali ke Istana Kekaisaran Wuxi saja, karena ia tak ingin membuat keluarga nya curiga akan kepergian nya kali ini. selain itu Mo Fei Tian juga memang ada yang harus dia lakukan disana.
Dan tentu saja dia yang selama ini dicap sebagai pangeran bodoh dan tak berguna pasti akan banyak pihak yang licik dan juga serakah ingin melenyapkannya. Meski dengan cara apapun.
Apalagi selama ini Sang Ayah, dari sosok pangeran ketiga Wang Jin Tian yakni Kaisar Wang Junsi juga selalu acuh tak acuh terhadapnya.
Sedangkan yang benar-benar tulus perhatian padanya hanyalah kedua abang kembar dari tubuh yang Mo Fei Tian tempati saat ini.
Dan tentu saja kedua kakak kembarnya itu juga mengetahui kebenaran akan kepura-puraan nya selama ini sebagai orang bodoh dan juga buruk rupa.
Namun kedua kakak kembarnya itu belum mengetahui jatidiri nya yang sesungguhnya.
Mereka Pangeran Mahkota Wang Yun Ji dan Pangeran Kedua Wang Xue Min, belum mengetahui kebenaran mengenai adik kandung mereka Wang Jin Tian yang asli telah meninggal dunia sejak Ia berusia 10 tahun.
Dan itu semua adalah perbuatan Sang Permaisuri Kekaisaran Li saat ini Xia Wu Mei, yang mana sebenarnya dia merupakan Bibi mereka dan juga adik dari ibunda mereka.
Yang mana Permaisuri Kaisar Wang terdahulu Xia Yun Lie yang telah tiada, itu juga karena ulah sang adik tersayangnya.
Karena Xia Wu Mei merasa iri dengan status dan juga kedudukan dari Xia Yun Lie yang beruntung mendapatkan cinta kasih dari seluruh keluarga Xia dan bahkan juga cinta Kaisar Wang Junsi.
Sedangkan dirinya yang hanya anak dari seorang selir dari Ayahnya, Tuan Keluarga Xia yang selalu menjadi yang terakhir jika dibandingkan dengan kakaknya Xia Yun Lie yang merupakan putri resmi Keluarga Xia. Dan memiliki anugerah pernikahan dan menjadi Permaisuri Kaisar Wang Junsi, yang mana Xia Wu Mei juga menginginkannya.
Oleh karena itu Xia Wu Mei sudah sejak sangat lama bertekad untuk merampas semua yang dimiliki oleh kakak perempuan nya itu, dan juga seluruh keturunannya.
Selain itu Xia Wu Mei juga ingin segera melenyapkan ketiga putra kembar Sang Kakak agar hanya anaknya yang mendapatkan semuanya termasuk tahta di kemudian hari.
Namun sampai saat ini ia jugabelum berhasil melakukannya. karena semua itu berkat adanya Mo Fei Tian yang kini menjadi pangeran ketiga Wang Jin Tian.
Dan bahkan sampai gelar Putra Mahkota juga telah dinobatkan kelada Pangeran Pertama, Sang Permaisuri juga belum bisa melenyapkan mereka, anak dari Permaisuri terdahulu.
Bahkan disetiap kesempatan yang ada ia selalu menlacarkan aksi dari rencananya yang licik itu, akan tetapi tetap saja selalu mengalami kegagalan.
Namum meski ia selalu gagal, permaisuri Xia Wu Mei tak pernah menyerah untuk menyusun siasat buruk bagi setiap putra kakak perempuan nya itu.
__ADS_1
Seperti saat ini sang Permaisuri yang juga ikut menghadiri perayaan Festival Bunga di Kekaisaran Wuxi ini ia juga telah mengatur jebakan untuk ketiga pangeran itu. Terutama sang pangeran mahkota Wang Yun Ji.
Permaisuri Xia Wu Mei berencana membuat sebuah petrunjukan dan juga skandal besar yang akan dia lakukan saat perayaan Festival Bunga berlangsung.
Dan siasat itu akan dilancarkan sejak semalam sebelum perayaan berlangsung. Dengan cara mengirimkan seirang gadis untuk berpura-pura kehilangan barang di area dekat kediaman ketiga pangerang, yang mana mereka semua tinggal dalam satu paviliun yang sama.
Sehingga dengan alasan tersebut gadis itu akan berpura-pura untuk meminta bantuan mereka para pangeran dari kekaisaran Li itu untuk ikut membatunya mencari barang uangs sedang ia cari.
Begitu rencana awal ini telah berhasil, maka akan ada rencana selanjutnya dan rencana itulah yang akan membuat ketiga pangeran itu akan kehilangan jabatan dan juga statusnya.
Sehingga tujuan yang selama ini Sang Permaisuri Xia Wu Mei harapkan akan segera tercapai.
Akan tetapi selama masih ada Wang Jin Tian disana, maka Ia tak akan membiarkan seluruh niat busuk sang ibu tiri itu tercapai dengan mudahnya.
Oleh karena itu Wang Jin Tian tidak bisa ikut pulang bersama dengan sang istri tercintanya. Karena ia juga tidak ingin membiarkan para kutu itu berhasil meraih kemenangan.
Itulah sebabnya Mo Fei Tian memilih segera kembali ke paviliunnya di Istana Kekaisaran Wuxi, karena Ia telah terlalu lama menghilang, dan selain itu Ia juga bisa merasakan ada yang tidak beres di kediamannya dan pada kedua kakak kembarnya itu.
Sehingga saat ini mereka semua memutuskan untuk segera kembali karena hari juga sudah sangat larut.
Sesampainya dikediaman ternyata Shen Yu Lin juga sedang berada disana dan terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Dan tampak penuh kekhawatiran.
Saat Xi Lilian melihat Gege nya itu, dirinya tau bahwa saat ini sang Gege tengah menunggu dan mencemaskan dirinya.
Apalagi tadi ketika keluar dari kediaman Jendral Xi Lilian memang tidak berpamitan kepada Gege nya itu.
Apalagi sampai Gege nya mencari dan menunggunya di kediaman ini, jelas menunjukan jika ada sesuatu yang penting yang telah terjadi.
Karena Xi Lilian tahu betul akan sifat dari Gege nya itu. Ia tak akan mengganggu Xi Lilian di waktu yang selarut ini jika tidak terjadi sesuatu yang serius.
Setelah jarak mereka sudah dekat akhirnya Xi Lilian menyapa Gege nya terlebih dahulu.
“Gege ada apa? Mengapa Gege tampak begitu cemas, apakah terjadi sesuatu?” tanya Xi Lilian pada Shen Yu Lin.
__ADS_1
“Syukurlah kau tak apa-apa Lian'er, dari tadi Gege mencarimu kemana-mana tapi tak kunjung menemukan mu. Akhirnya aku memutuskan untuk menunggumu disini,” kata Shen Yu Lin sambil membolak-balik kan Xi Lilian.
Seakan Ia harus melihat dan mengecek keadaan sang adik dengan seksama.
Karena Shen Yu Lin sangat menghawatirkan saudari kandung satu-satunya ini.
Xi Lilian yang melihat kehawatiran Sang Gege menjadi melamun dan juga pikirannya jauh melayang.
Xi Lilian menjadi teringat akan masa lalu ketika Ia hidup di dimensi lain.
Ia selalu mendapatkan perhatian khusus dari kedua orang tuanya dan juga Sang Kakak Juan yang selalu memperhatikan semua tentang nya.
Seolah-olah dirinya adalah suatu harta yang sangat langka dan mahal yang mereka miliki, sehingga tidak ada orang lain yang boleh menyakiti hati maupun fisiknya.
Atau kalau tidak maka sang Juan Aditya Amarta akan menuntut balas hingga membawa orang yang bersangkutan Samapi meja hijau sekalipun Ia akan lakukan demi sang adik tercintanya.
Bahkan Sang Mama Yuniar yang memang sudah tau jati dirinya sedari awal, tetapi beliau masihlah sangat menyayangi dan mendidiknya dengan tulus dengan penuh cinta bagaikan pada putrinya sendiri.
Apalagi sang Papa yang selalu memberikan semua yang terbaik untuk putrinya itu.
Meskipun Xi Lilian telah sukses tak lupa sang ayah selalu mensupport putrinya itu. Dan berharap putrinya itu bisa menjalani hidupnya dengan bahagia.
Namun tiba-tiba saja ekspresi Xi Lilian yang awalnya begitu cerah segera berubah menjadi pahit dan juga begitu getir, jika Xi Lilian kembali mengingat akan perlakuan ayah kandungnya Sang Jendral Perang.
Ia tak hanya dingin namun juga kejam kepadanya. Bahkan tak sekalipun Xi Lilian mendapatkan sapaan yang lembut, atau hanya sekedar usapan kepala saja tidak.
Itulah yang kini membuat hati Xi Lilian yang sekeras batu jika terhadap orang-orang yang telah membuatnya kecewa, dan merenggut kebahagiaan dan juga nyawa Sang Ibunda nya Xi Yu Nian.
Maka Xi Lilian akan membuat kehidupan orang itu, tidak akan tenang dalam menjalani kehidupannya.
Xi Lilian akan membuat orang itu akan merasakan siksaan dan tekanan pada psikis dan batinnya, karena itu lebih menyakitkan dari pada harus melukai secara fisik.
Karena luka fisik bisa saja disembuhkan dengan obat. Tapi berbeda dengan gangguan pada psikis dan batinnya. Itu akan membuat seseorang lebih tersiksa dan bisa saja orang itu menjemput kematiannya sendiri dengan sangat tragis.
__ADS_1