
Sedangkan Jendral Shen yang sedari tadi diam saja karena ia kini tengah merenung. Atas sikap dan perlakuannya selama ini pada Xi Lilian.
Setelah ia memikirkannya ia menjadi merasa bersalah dan dan juga sesak karena kini Xi Lilian bahkan tak lagi memanggilnya ayah seperti biasanya.
Bahkan saat ini dari sorot matanya pun ia melihat kebencian yang sangat besar terhadapnya.
Memikirkan hal itu membuat hatinya menjadi bagai dihimpit batu yang sangat besar.
Namun jika mengingat kembali istri tercintanya meninggal karena melahirkan nya. Itu membuat hatinya kembali mengeras lagi dan menganggap perbuatannya selama ini pada Xi Lilian putri kandungnya sendiri itu sangat tepat.
Setelah menenangkan diri dari pemikirannya Jendral besar Shen pun angkat bicara.
“Semua yang telah ku putuskan akan terlaksana. Pengawal laksanakan hukuman itu Sekarang juga dan segera kirim ****** itu ke gudang kayu. Dan untuk para pelayan dan pengawal yang bekerja dengannya hukum penggal mereka semua.” Kata Jendral besar Shen.
“Tidak suamiku, tolong ringankanlah hukuman Lie’er, aku yakin dia pasti dijebak. Tolong dengarkan aku suamiku!” teriak Selir Yun dengan histeris dan sangat menyayat hati.
“Tak mungkin di jebak jika hal itu terjadi berulang kali dengan orang yang sama. Bahkan jika itu memang jebakan maka Jin Lie adalah orang yang sangat bodoh jika Sampai terjebak berulangkali. Bahkan saat ini aku sangat meragukan mu bagaimana caramu mendidik putra-putri mu itu.” Ketus Jendral Shen.
Kemudian setelah mengatakan itu Jendral Besar Shen melangkah meninggalkan Selir Yun dan anak anaknya yang masih mematung ditempat.
Namun sebelum Sang Jendral melangkah keluar dari pintu aula utama, terdengar suara lantang yang mampu membuatnya menghentikan langkahnya dan kembali untuk menatap sang pelaku.
“Tak ku sangka, seorang Jendral Besar Shen yang selalu diagungkan diseluruh Kekaisaran Wuxi ini. Yang terkenal tegas, bijaksana dan juga tangkas dalam peperangan dan menghabisi musuh tanpa pandang bulu, itu hanyalah seorang pria yang bodoh dan buta karena tak bisa melihat dan membedakan mana musuh yang sesungguhnya dengan keluarga bahkan darah daging dan keturunannya sendiri ia tak mampu melihat dengan jelas.” Kata Shen Yu Lin dengan lantang dan tegas.
“Apa yang kau katakan dasar kurang ajar?” Teriak Jendral Shen yang terpancing emosi lagi.
Dan itu membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut merasa tertekan. Kecuali Xi Lilian dan Shen Yu Lin.
“Sudah cukup selama ini aku diam dan tak membalas ketika adik kesayanganku kalian tindas dan aku mencoba untuk bersabar memberikan kesempatan untuk Anda berfikir dengan pikiran yang jernih dan masuk akal. Apakah kamu pernah berpikir seorang bayi yang baru di lahirkan memiliki pikiran untuk membunuh ibunya yang telah mengandung dan merawat nya dalam kandungannya. Dan bisakah Lian’er ku memilih untuk dilahirkan oleh ibundaku? jika dia bisa memilih mungkin ia lebih ingin dilahirkan oleh seorang wanita yang memiliki suami yang pengertian dan penuh kasih dan sayang, tanpa memandang kedudukan dan status jabatan.” Kata Shen Yu Lin yang lagi-lagi menohok perasaan Jendral Besar Shen dan seluruh orang yang ada di kediaman itu.
__ADS_1
“Kau...!” Kata Jendral Besar sambil menunjuk ke arah putra tertuanya, terhenti karena tak tau harus menjawab apa.
“Mengapa.... mengapa Tuan Jendral hanya diam saja, apakah yang ku katakan itu benar? Dan jika ada orang yang harus disalahkan ialah seseorang yang telah membuat Lian’er ku ada dan tumbuh dalam kandungan Ibunda ku dan yang dengan tidak bertanggung jawab atas hasil yang ia perbuat sehingga tega menelantarkan dan menyia-nyiakan seorang bayi yang selama ini Ibunda ku perjuangkan dengan sepenuh hati hingga merenggut nyawanya hanya demi orang yang ia cintai. Tapi sayangnya orang itu sungguh tak tau diri, dan sungguh tidak layak mendapatkan cinta Ibunda ku yang tulus itu. Karna yang orang itu tahu hanya kesenangannya saja, tanpa tau rasanya menjadi seorang wanita yang berjuang bertaruh nyawa demi membahagiakan seorang yang ia anggap suaminya." Sarkas Shen Yu Lin sambil memandang sinis pada ayahnya Jendral Shen.
"Tapi kenyataannya ketika wanita itu telah tiada, orang yang disebut suami itu bukannya menyelidiki penyebab kematian nya apakah wajar atau tidak, tapi yang ia lakukan justru menyalahkan sesosok bayi mungil yang tak berdosa dan tak mengerti apa-apa mengenai dunia ini yang sangat baru baginya, dan bahkan dirinyalah yang seharusnya paling bersedih karena seharusnya dia bisa merasakan belaian kasih sayang dari sosok ibunya. Tapi dia harus kehilangan semua itu saat itu juga dan tak cukup hanya itu saja penderitaan yang harus ia tanggung, yaitu menjadi tersangka utama dibalik peristiwa naas yang terjadi pada Ibundanya yang sengaja kalian tuduhkan dan timpakan secara mutlak kepadanya tanpa pernah memikirkan bagaimana Ia menjalani kehidupan selanjutnya kelak. Bahkan hingga dewasa pun Ia masih harus menanggung siksaan kalian semua dengan alasan yang kalian buat tanpa ada dasarnya.” Kata Shen Yu Lin yang kali ini mampu membuat semua orang terdiam dan merenung.
Setelah mengatakan semua keluhannya selama ini Shen Yu Lin langsung menggandeng adik kesayangannya Xi Lilian pergi meninggalkan aula utama dengan suasana hening.
...****************...
Disisi Xi Lilian saat ini Ia tengah berada di taman kediaman bersama dengan Gege nya Shen Yu Lin menikmati waktu senja, sambil melepaskan rindunya.
“Aku sangat senang kini Gege telah kembali, Lian’er punya hadiah buat Gege.” Kata Xi Lilian sambil mengeluarkan dua kotak yang satu kecil dan yang satu cukup besar dari saku tangannya dan juga kantong yang tadi diberikan oleh pelayannya Qingyu.
Dan menyerahkannya kepada Shen Yu Lin.
“Apa ini Meimei? Kenapa ada dua kotak? Aku akan membukanya sekarang juga.” Kata Shen Yu Lin
“Gege alangkah baiknya Gege buka kotak yang ini dulu. Dan untuk kotak yang satunya Gege simpanlah dulu. Karena ada banyak mata di sekitar kita saat ini.” Kata Xi Lilian setengah berbisik.
"Baiklah Gege akan menurut pada Meimei kesayangan ku ini.” Kata Shen Yu Lin menyanggupi.
Saat melihat isi didalamnya ternyata adalah sebuah gelang tangan yang terbuat dari tali benang dengan gradasi warna hitam dan emas. Yang terlihat sangat elegan dengan bertuliskan nama Yu Lin mengunakan benang emas dan itu terlihat sangat rapi dan dibuat dengan hati-hati.
Saat Shen Yu Lin belum sempat berkomentar mengenai benda yang belum tau kegunaannya pemberian adiknya itu sudah didahului oleh Xi Lilian.
“Maafkan aku Gege, karena aku tak bisa memberikan sesuatu yang berharga, bahkan aku hanya membuatkan mu gelang tangan sederhana ini dengan tali benang yang ku dapat dari hasil menjual kayu bakar yang dikumpulkan oleh Bibi Hong Mei dari hutan. Dan hanya cukup untuk membeli tali benang itu saja. Jadi dengan terpaksa aku hanya bisa memberikan gelang buatan ku sendiri untuk Gege.” Kata Xi Lilian sambil menunduk, karena merasa sangat bersalah dengan Gegenya itu.
“Hei,,, apa yang kau katakan Lian’er, gelang buatan mu inilah benda yang paling berharga dari semua barang yang ku miliki dan ku dapatkan selama ini. Karena aku dapat melihat bahwa kau membuat gelang ini dengan penuh kasih sayang makanya hasilnya pun sangat luar biasa, bahkan aku baru kali ini menjumpai jika ada gelang yang indah seperti ini. Jadi bisakah Meimei ku ini memasangkan nya untuk Gege mu ini?” Kata Shen Yu Lin pada Xi Lilian dengan perasaan tulus penuh kasih sayang terhadap memei nya itu.
__ADS_1
“Baiklah Meimei akan memasangkan gelang ini pada lengan Gege.” Kata Xi Lilian dengan antusias dan senyum merekah dibalik cadarnya. Dan meraih tangan kanan Shen Yu Lin untuk diikatkan dengan gelang buatannya.
Sedangkan dari kejauhan nampak sosok yang tegas dan berkarisma menyaksikan interaksi antara kakak beradik yang penuh kasih sayang dan kehangatan keluarga meski tanpa orang tua mereka disana.
Melihat pemandangan yang penuh emosional diantara anak sahnya itu Jendral Besar Shen merasa, ia bagaikan orang buta selama ini.
Karena ia benar-benar tega mengabaikan buah hatinya bersama orang yang paling ia cintai. Ia mengabaikan putri kecil nya dan dia juga hanya bagai diktator bagi putra sulungnya.
Ia bahkan mencurahkan segala perhatian, kasih sayang, kekayaan dan juga kejayaan untuk anak Selirnya yang entah itu darah dagingnya atau bukan.
Karena ia sendiri merasa bahwa putri tertua dan juga putra ke duanya memang jauh berbeda dengannya. Bahkan karakter mereka tak ada kesamaan dengannya.
Namun selama ini ia hanya menutup sebelah mata akan hal itu dan mencurahkan segalanya pada mereka.
Setelah itu Jendral Besar Shen langsung pergi ke ruang kerjanya. Sesampainya di sana ia memanggil pengawal bayangannya.
“Yi’an keluarlah, selidiki seluruh informasi dari Selir Yun dan anaknya. Aku menginginkannya segera.” Kata Jendral besar Shen.
“Baik laksanakan Tuan, hamba undur diri.” Balas Yi’an kemudian pergi.
...****************...
Sedangkan disisi lain di kediaman utama di Paviliun Bulan, tempat Shen Yu Lin.
Tadi sekembalinya Ia dari taman kediaman, Ia mengantarkan adiknya untuk kembali ke Paviliun belakang yang begitu menyedihkan jika dilihat.
Ia sangat terkekan Kartika melihat tempat tinggal dan keadaan adik kesayangannya itu. Ia pun memutuskan untuk mencari keadilan untuk sang adik.
Namun adiknya justru menenangkannya. Dan menyuruhnya kembali ke paviliunnya untuk beristirahat, karena menurut pemahaman adiknya Shen Yu Lin akan merasa lelah karena telah melakukan perjalanan jauh dari Akademi sampai Kediaman.
__ADS_1
Akhirnya ia pun menuruti perkataan Xi Lilian, karena Ia memang merasa sedikit lelah.