Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 30 Hukuman Shen Jin Lie


__ADS_3

Berbeda dengan situasi didalam aula utama Kediaman Jendral Besar Shen.


Sedangkan di Kediaman Utama tepatnya di aula utama saat ini Jendral Besar Shen baru saja tiba, dan memerintahkan kepada para pelayan untuk mengundang seluruh anggota keluarga termasuk Xi Lilian.


Karena kini, hari juga telah menjelang sore hari. Dan mereka akan menyambut kepulangan para putranya yang akan pulang dari Akademi.


Selain itu Jendral Besar Shen juga memerintahkan para pengawal nya untuk mengurung Shen Jin Lie di Aula Leluhur jika telah kembali ke kediaman.


Dan tepat saat itu juga Selir Yun beserta Shen Jin Lie telah tiba di halaman aula utama dan akhirnya Shen Jin Lie langsung diseret menuju Aula Leluhur.


Sedangkan Selir Yun diperbolehkan untuk kembali ke paviliunnya untuk bersiap menyambut kepulangan para Tuan Muda.


...****************...


Disisi lain di Kediaman Perdana Mentri Han, di ruang rahasianya Perdana Mentri Han sangat marah dan juga frustasi gara-gara kelakuan dari anaknya dengan gundik terselubungnya itu. Yang telah mengacaukan rencana Besar yang telah Ia susun dengan rapi selama bertahun-tahun lamanya.


“Hahah.... Dasar anak sialan. Bisa-bisanya dia memiliki hubungan dengan bajingan tua Gong She itu.


“Dasar anak tak berguna. Aku telah bersusah payah memilihkan tempat yang bagus sebagai Selir Putra Mahkota yang sudah jelas masa depannya akan gemilang, dan agar Ia bisa mendukung Putri ku Han Siu Jia naik tahta menjadi Permaisuri Putra Mahkota, setelah Ia berhasil membunuh Xi Lilian setelah dinikahkan sebagai Permaisuri sementara dari Putra Mahkota. Tapi Ia malah begitu bodohnya. Bisa-bisanya dia memilih berhubungan badan dengan gigolo tua itu.


"Huuuhhhh..... Sungguh tak punya otak. Dasar perempuan murahan. Sampah....” Murka Perdana Mentri Han.


“Hahhh... Aku harus cari cara lain agar putriku bisa naik tahta. Tapi aku harus pastikan adik laki-laki dari Yun Xue Ruo itu juga tak mengacaukan rencana ku. Karena dengan dia berhasil menempati posisi yang telah aku atur. Maka akan dengan mudah bagiku untuk melengserkan Jendral Shen itu dan dengan demikian seluruh pasukan militer terbesar akan jatuh ke tangan keluarga ku. Yang akan ku serahkan pada Putra Sulung ku yang telah dipersiapkan dan ku didik sejak kecil. Dengan demikian aku biasa menguasai Kekaisaran Wuxi ini." Kata Perdana Mentri Han dengan sangat percaya diri.


"Sedangkan untuk Permaisuri Kaisar saat ini, masih bisa ku kendalikan. Dengan cara aku terus berpura-pura menjadi anjing yang patuh tapi begitu aku mendapatkan kesempatan itu maka statusnya hanya akan tinggal kenangan saja. Jika untuk masalah Kaisar, itu bahkan telah disingkirkan oleh Permaisuri nya sendiri dengan pemberian racun yang bertahap dan itu akan memperburuk keadaannya dan akan segera meregang nyawa. Setelah itu akulah yang akan berkuasa dengan mempergunakan Putra Mahkota yang bodoh itu dan hanya tau masalah wanita saja." Kata Perdana Mentri Han penuh angan-angan.


...****************...


Di tempat lain di dalam sebuah restoran terbesar di Ibukota Kekaisaran Wuxi. Duduklah tida orang remaja lelaki yang tengah menyantap makanannya, dan tiba-tiba saja mereka bertiga mendengar sebuah berita heboh yang sangat membuat ketiganya terkejut.


Yaitu berita mengenai saudari tertua nya yang telah mencoreng nama baik Keluarga Besar Jendral Besar Shen karena skandal yang Ia perbuat dengan seorang gigolo tua.

__ADS_1


Dengan beredar luas nya berita tersebut itu membuat ketiga remaja lelaki itu bergegas memacu kudanya kembali agar segera sampai Kediaman Jendral Besar Shen dengan secepat mungkin untuk memastikan kebenaran nya.


Ya ketiga remaja lelaki itu merupakan para Tuan Muda dari Kediaman Jendral Besar Shen. Tuan Muda Pertama Shen Yu Lin, Tuan Muda Kedua Shen Ming An dan Tuan Muda Ketiga Shen Jung Si. Mereka terlahir dari ibu yang berbeda.


Meski jika diluar kediaman mereka tampak saling peduli satu sama lain, namun berbeda jika di kediaman mereka berusaha untuk saling menjatuhkan dan berebut kedudukan.


Sesampainya mereka bertiga di Kediaman Jendral, ternyata mereka telah disambut oleh seluruh anggota keluarga besarnya.


Tapi terasa ada yang kurang, dan mereka baru menyadari bahwa Sang Nona Tertua tidak nampak dalam ruang Aula Utama ini.


Sehingga itu membuat mereka teringat akan berita yang tengah tersebar luas di kalangan masyarakat.


Namun mereka juga merasa takut untuk menanyakan kebenarannya.


Hingga terdengar suara dari Shen Jung Si yang menanyakan keberadaan Sang Kakak perempuannya.


“ibu, dimanakah Jiejie Jin Lie kenapa aku pulang ia tak menyambut ku?” tanya Shen Jung Si.


Xi Lilian pun hanya diam saja menunggu pertunjukan akan dimulai. Ia hanya duduk diam disebelah Shen Yu Lin.


Karena semenjak Shen Yu Lin menginjakkan kaki di ruang aula dan setelah memberikan salam kepada ayahnya Jendral Shen dan juga para Tetua. Ia hanya terfokus dengan adik kesayangannya Xi Lilian.


Kemudian setelah beberapa lama hening kini Selir Yun mulai angkat bicara.


“Putraku tolonglah Jiejie Pertama mu, mohon lah ampun pada Ayahanda mu untuk.....” belum selesai Selir Yun berbicara telah di hentikan oleh suara yang sangat menekankan di telinga semua orang.


“Cukup!! Hentikan Yun Xue Ruo, aku tak ingin mendengar apapun lagi mengenai perempuan murahan itu, dan aku telah memutuskan hukuman yang pantas untuk anak sialan itu. Pengawal segera laksanakan Hukuman Keluarga, cambuk wanita hina itu sebanyak 100 kali menggunakan cambuk berduri. Dan asing kan dia di kediaman yang paling terpencil tanpa membawa apapun dan hanya boleh ditemani satu pelayan kecil. Untuk mengurus nya. Dan bunuh semua pelayan serta pengawal setia wanita itu. Dan tidak ada satupun dari kalian yang diperbolehkan untuk mengunjunginya. Jika ada yang tertangkap basah melanggar maka silahkan angkat kaki dari kediaman Jendral ini.” Ucap Jendral Shen lantang Dan disertai amarah yang begitu membara.


Mendengar keputusan yang diambil oleh Jendral Shen, Selir Yun tak kuasa menahan tangisnya dan langsung bersujud dihadapan Jendral Shen untuk meminta pengampunan bagi putrinya.


“Tolong ampuni putri kita Suamiku, aku yakin bahwa Ia hanya dijebak oleh bajingan tua itu. Selama ini kau begitu menyayangi nya dan juga kau yang mendidik nya menjadi kebanggaan keluarga Jendral ini. Bahkan kau sendiri sangat memahami karakter putri kita Jin Lie”. Kata Selir Yun sambil menangis pilu.

__ADS_1


“Keputusan ku sudah bulat, wanita itu pantas mendapatkannya, karna dia telah mencoreng nama baik Kediaman Keluarga Jendral. Dan juga memberikan aib yang begitu memalukan.” Kata Jendral Besar Shen menegaskan.


“Ayah tolong pikirkanlah sekali lagi, Jiejie adalah kebanggaan keluarga kita dan dia juga kekasih Pangeran Mahkota.” Kata Shen Jia Yun mencoba membujuk ayahnya untuk mengampuni kakak perempuan pertamanya.


“Hhhaaaahhh apa katamu? Kekasih Pangeran Mahkota? Asal kalian tau saja bahkan Putra Mahkota telah membuangnya layaknya sampah menjijikan!” kata Jendral Besar Shen.


Selir Yun, yang sangat putus asa, karna saking frustasinya, Ia panik memikirkan putri pertamanya dan juga sangat marah pada Jendral Shen yang telah berani menghukum berat putrinya, hingga tanpa Ia sadari Ia berteriak dengan lancangnya.


“Jendral Besar Shen Guo Feng kau tak memiliki hak apapun atas putriku, termasuk menghukumnya, bahkan kau tak ada hubungan apapun atas putriku. Beraninya kau memutuskan sesuatu yang menyulitkan darah daging ku!” teriak Selir Yun yang justru mengejutkan seluruh orang yang ada disana.


Mendengar pernyataan dari Selir Yun, Xi Lilian bahkan merasa lebih bersemangat lagi. Hingga Ia pun mulai angkat bicara.


“Apa yang kau katakan Selir Yun, tentu saja Tuan Jendral Besar Shen mempunyai hak untuk mendisiplinkan putrinya yang bersalah. Bahkan terhadap putri sahnya saja yang belum tau kesalahannya saja Ia bisa menghukumnya selama belasan tahun. Mengapa hanya menghukum putri dari seorang Selir yang sudah jelas melakukan kesalahan dihadapan banyak orang saja beliau tak punya hak??? Apa kau ingin Jendral Besar Shen Guo Feng ini menjadi bahan lelucon orang-orang diluar sana??? Ahh atau kalau ditelaah dari kalimat mu tadi bisa juga orang menyimpulkan bahwa putrimu itu bukanlah anak dari Tuan Jendral Besar Shen yang terhormat! Sehingga Ia tak berhak menghukumnya!!” kata Xi Lilian dengan sinis dan merendahkan.


Setiap orang yang mendengarkan ucapan Xi Lilian bahkan tercengang.


Karena menurut mereka sikap Xi Lilian kali ini sangat berbeda jauh dengan biasanya yang selalu menjadi seorang pendiam dan pengecut.


Bahkan dilihat dari sorot matanya dan juga auranya tampak menakutkan selayaknya seorang Jendral Besar.


“Apa maksudmu berbicara seperti itu pada putriku dasar sampah sialan, akan ku bunuh kamu!” teriak Selir Yun terhadap Xi Lilian karena kehilangan kendali.


“Lancang!! Beraninya kau ingin menindas adikku dihadapan ku. Bahkan kau tak sadar akan statusmu yang hanya seorang Selir. Ternyata ayah terlalu memanjakan mu selama ini sehingga kau bisa bersikap layaknya Nyonya Besar di Kediaman Jendral ini. Bahkan apa yang dikatakan oleh Lian’er itu tak ada salahnya. Menilai dari ucapan mu tadi, lantas siapa orang yang berhak menghukum putri tak bermoral mu itu? Aku sebenarnya sudah lama curiga bahwa dia bukanlah adikku karena wajahnya sangatlah berbeda jauh dan tak ada kemiripan sama sekali. Bahkan aku lihat semua putra dan putrimu itu tak ada satupun yang mirip dengan ayah. Tapi selama ini aku diam karena aku merasa bahwa ayahku akan melihat dengan saksama dan menilainya sendiri, tapi ternyata hari ini aku harus menyampaikan penilaian ku ini secara langsung!” kata Shen Yu Lin dengan tatapan tajam sambil menghadang didepan adik kesayangannya agar tak ditindas lagi oleh orang-orang rendahan di Kediaman Jendral ini.


Mendengar apa yang di katakan oleh Xi Lilian tadi ditambah ucapan Shen Yu Lin semua orang yang berada di aula juga mulai menilai semuanya.


Dan memang benar bahwa dari putra dan putri yang selir Yun lahirkan sangatlah berbeda jauh dari sang jenderal.


Bahkan selir Duan pun membandingkan wajah putra dan putrinya, ia memang merasa mereka dominan lebih mirip dengan ayahnya Jendral Besar Shen.


Dengan mengambil kesimpulan seperti itu ia pun memberanikan diri untuk berbicara.

__ADS_1


“Tenangkan dirimu Tuan Muda Pertama, saya yakin jika Tuan Besar bijaksana dan dapat menilai semua itu. Anda sebagai putranya janganlah mengambil kesimpulan yang kurang enak didengar oleh Tuan Besar. Mengingat masalah yang terjadi pada Lie’er saja telah membuat Tuan Besar merasa sedih” kata selir Duan sok bijaksana.


__ADS_2