
"Kakak sulung tenang saja, aku sebagai Permaisuri dari Kaisar Negeri ini, Aku akan ikut membatu Suamiku untuk berbagi masalah dan suka maupun duka. Maka kali ini aku juga rela jika seluruh harta yang ku miliki sekarang ini digunakan terlebih dahulu untuk menangani masalah logistik di Camp Militer. Selain itu kedepannya kami juga akan lebih memperhatikan lagi mengenai hal ini dan juga masalah yang lainnya dengan lebih baik," Kata Sang permaisuri Xia Wu Mei dengan lembut dan menunjukan rasa simpati dan juga kesedihan nya mengenai apa yang dikatakan oleh Kakak tertuanya itu.
"Benar kata Mei'er, semua masalah ini akan segera ku selesaikan dengan baik dan kedepannya aku juga akan memberikan kompensasi kepada seluruh Pasukan Militer yang berada di perbatasan. Baik itu yang masih hidup ataupun yang telah gugur di Medan Perang." kata Sang Kaisar Wang Junsi dengan angkuhnya.
Tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dari dirinya. Dan seolah hal yang dilakukannya itu adalah sesuatu yang sangat lumrah.
Mendengar kedua orang bodoh dan idiot tersebut Xia Wei Yunho merasa sangat tidak berdaya, dengan situasi yang begitu aneh itu . Bahkan dirinya yakin jika saat ini di mata orang-orang yang ada di tempat tersebut dan menyaksikan serta mendengarkan sendiri apa yang telah dikatakan oleh Sang Kaisar dengan sikapnya yang sangat angkuh itu, mereka benar-benar merasa kecewa kepada Sang Pemimpin Kekaisaran mereka itu.
"Heehh... memangnya sejak kapan seorang Permaisuri bisa seenaknya ikut campur masalah pemerintahan dan juga masalah Kekaisaran. Yang aku tahu tugas utama seorang Permaisuri adalah untuk mengurus seluruh mobilisasi dan juga kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan di harem yang di miliki oleh Yang Mulia Kaisar.
Dan satu lagi, jangan pernah panggil aku Kakak, karena kau bukanlah adikku dan juga bukanlah keturunan Keluarga Jendral Besar Xia." kata Xia Wei Yunho dengan dingin dan tatapan yang kejam.
Dan semua itu memunculkan sebuah keributan dan juga opini publik yang sangat cepat berkembang, hanya dengan sebuah kalimat yang dilontarkan mengenai identitas Sang Permaisuri Kaisar yang baru.
__ADS_1
"bhohoo...hiks..hikkss.. Apa?? Apa maksud kata-kata kau barusan kak? Semarah apapun kau, dan juga sebenci apapun kau terhadap diriku ini, yang telah menggantikan posisi Jiejie Xia Yun Lie sebagai seorang Permaisuri Kekaisaran Li ini. Tetap saja aku ini adalah saudaramu yang merupakan keturunan dari Ayah yang sama. jadi Aku mohon Gege jangan pernah mengingkari hubungan darah diantara kita meski kita ini terlahir dari ibu yang berbeda." kata Xia Wu Mei menunjukan kesedihan dan juga air mata buayanya. Guna mendapatkan simpati semua orang yang menyaksikan kejadian itu.
"Hehh... mau kau menangis sampai kau buta sekalipun tetap saja itu tidak bisa mengubah fakta yang sebenarnya. Karena kau dan Keluarga Jendral Besar Xia memang tidak ada hubungannya sama sekali. Kau dan ibumu itu hanyalah orang yang ditolong tapi tidak tahu malu dan juga licik." kata Xia Wei Yunho yang benar-benar telah engan untuk berpura-pura menjadi Keluarga bagi wanita ular itu.
"Kau..!! beraninya kau sembarang bicara dan mencemarkan nama baik ku dan Ibuku. Apa kau sadar jika saat ini aku adalah seorang Permaisuri Kekaisaran. Aku bisa saja menghukum mu untuk kata-kata yang tidak berdasar yang sembarang an kau ucapkan tadi." geram Sang Permaisuri Xia Wu Mei yang kini mulai lepas kendali.
"Apa yang ingin kau lakukan terhadap putraku, Yang Mulia? Bukankah kau juga tahu jika saat ini seluruh keluarga besar Xia kami dan juga seluruh keturunan kami, kini tidak lagi terikat dengan aturan Istana Kekaisaran Li lagi. Apakah Anda sudah melupakan apa yang baru saja saya ajukan atas Dekrit yang dianugerahkan oleh mendiang Kaisar Wang Zhuo Jue? atau kami perlu membacakannya sekali lagi dengan kencang dihadapan Anda?!" sinis Sang Jenderal Besar Xia dan juga tatapan menghina yang ia tujukan pada wanita keji di hadapannya itu.
"Bahkan kami memiliki derajat dan juga kedudukan yang sama tingginya dengan yang Mulia Kaisar sekalipun. Dan pada kenyataan Kau memang bukanlah darah daging ku. Karena pada saat itu kami, ah maaf maksud ku, aku , istri dan kedua Putra dan Putri ku, menemukan Ibumu, yang tengah hamil besar pingsan di jalanan. Karena hati putri kecilku yang baru berusia dua tahun itu begitu baik dan murni. Ia merasa sangat iba, akhirnya dia memohon agar kami mau membatu Ibumu yang saat itu dalam keadaan tak berdaya. Dan membawanya kembali ke kediaman kami.
Namun yang tidak aku mengerti adalah mengapa Ibumu yang merupakan seorang pela*** dari rumah bordil itu juga mengatakan hal yang tidak-tidak mengenai statusmu di keluarga Jendral Xia kami. Hingga kau sendiri beranggapan bahwa kau juga merupakan Nona keturunan Keluarga Jendral Xia kami. Bahkan jika kau tahu di silsilah keluarga kami tidak pernah tercatat nama mu didalamnya dan apakah kau pernah menanyakan apakah ibumu itu memiliki plakat selir Kediaman Jendral Besar Xia atau tidak. Jika kau ingin tahu identitas asli mu maka kau bisa mencari tahu ke rumah bordil di Pusat Kota Kekaisaran ini dan tanyakan nama panggilan Ibumu di sana " gadis Lui Yin" maka siapapun mereka yang telah lama bekerja disana pasti akan tahu dan juga mengenalnya. Bahkan akan sangat mudah bagimu untuk mengorek hal apa yang menimpa ibumu hingga berakhir malang di jalanan di musim dingin itu,dan seluruh kronologi kejadian yang menyebabkan ibumu dihajar dan dibuang begitu saja keluar dari tempat tersebut. Maka kau akan mendengarkan semuanya dengan teramat sangat jelas dan kemungkinan besar hasilnya akan sama dengan apa yang ada dalam catatan dokumen hasil penyelidikan ini," Kata Sang Jenderal Besar Xia dengan dingin dan juga menunjukan sebuah bukti yang Ia keluarkan dari cincin penyimpanan nya.
Yang kemudian Ia berikan kepada seorang pengawal Kekaisaran yang berada didekatnya sedari tadi. Agar diserahkan kepada Sang Permaisuri Yang Baru Naik Tahta itu.
__ADS_1
Permaisuri Xia Wu Mei yang mendengar apa yang dikatakan oleh, orang yang selama ini dirinya anggap sebagai Ayahnya itu benar-benar syok dan lemas tak berdaya. Bahkan saat ini dirinya telah jatuh terduduk dan bersimpuh dihadapan Sang Kaisar, sambil menerima dan melihat bukti yang diberikan oleh Sang Jendral Besar Xia tadi.
Bahkan saat ini situasi di tempat itu kini semakin ramai dengan terungkapnya fakta yang sangat mencengangkan itu.
Bahkan banyak dari mereka mencibir Sang Permaisuri Kaisar yang baru itu dan juga ibunya yang tidak tahu diri dan juga tidak punya rasa malu.
Saat Sang Permaisuri tengah melihat semua kebenarannya mengenai identitas aslinya yang merupakan keturunan seorang gigolo yang mana Ia adalah anak dari pemilik rumah bordil tersebut itu membuat Xia Wu Mei benar-benar merasa sangat sakit dan sesak di dadanya seperti terhantam sesuatu yang sangat besar tepat di jantung nya.
"Tidak...!! Ini tidak mungkin... !!! Ini pasti hanya akal-akalan kalian saja. Mana mungkin aku merupakan keturunan...." teriakan histeris sang Permaisuri Xia Wu Mei terhenti, karena Dur tidak berani mengungkapkan jati dirinya dihadapan banyak orang.
Namun tiba-tiba dirinya mendengar kata-kata sarkastik yang keluar dari mulut yang selama ini dia kira adalah kakak laki-lakinya.
"Kini kau sudah tahu semuanya. Harusnya kau malu sekarang dengan seluruh perbuatan mu terhadap adikku. Yang selama ini selalu tulus menyayangi dirimu dan juga Ibumu yang tidak tahu malu dan tidak tahu diuntung itu dengan sangat tulus. Bahkan selama ini kau justru membalas semua kebaikannya itu dengan hal-hal keji dan licik dan bisa-bisanya kau merebut suami dari orang yang menyayangimu sejak kecil itu dengan menyuguhkan tubuhmu itu. Bahkan di usiamu yang masih 13 tahun saat ini, kau sudah memiliki seorang putra. Padahal teman sebaya mu saat ini masih asyik bersama keluarganya dan juga belajar keterampilan untuk masa depannya, tapi kau justru telah menguasai istana harem Kaisar Wang Junsi. Benar-benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya," kata Xia Wei Yunho dengan sindiran yang pedas dan juga mengena di hati Sang Permaisuri Xia Wu Mei.
__ADS_1
Dan ketika semua orang kembali mendengar alasan Sang Kaisar mengangkat Xia Wu Mei yang diketahui bahwa dia adalah adik Sang Permaisuri Kaisar terdahulu menjadi Selirnya adalah karena adanya skandal dan tindakannya yang selayaknya seorang wanita penggoda yang selalu berbuat asusila itu, akhirnya mereka semua bisa menebak dan berasumsi bahwa kematian Sang Permaisuri Xia Yun Lie ada kaitannya dengan Permaisuri Kaisar yang baru diangkat saat ini.