
Setelah sarapan barulah Xi Lilian memutuskan untuk keluar dimensi bintang untuk melanjutkan pencarian pecahan dimensi bintang menuju hutan sekitar kekaisaran Selatan.
“Waktu ku hanya tinggal empat hari lagi untuk kembali ke kediaman Jendral. Semoga semuanya lancar. Dan aku kira mereka para anggota Black Star juga akan selesai kultivasi tertutup selama 5 atau enam tahun lagi atau sama halnya dengan 3 hari di luar dimensi bintang. Dan aku harus segera bergegas.” Kata Xi Lilian Sambil memacu kudanya untuk menuju tempat yang ia tuju.
Ketika ia melewati sebuah papan sayembara ia melihat kerumunan yang memadati jalan sehingga Xi Lilian tidak bisa lewat begitu saja.
Dan akhirnya ia memutuskan untuk turun dari kudanya, dan bertanya pada salah seorang yang berada disana.
“Maaf Tuan ini ada apa kenapa banyak orang yang berkerumun disini?” Tanya Xi Lilian.
“Ah, itu nak ada sayembara, yang diselenggarakan oleh Kepala Keluarga Yun. Barang siapa yang bisa menyembuhkan Tuan Muda pertama dari kediaman Keluarga Yun. Maka akan diberikan hadiah sebanyak 10.000 koin emas.” Kata lelaki yang ditanya oleh Xi Lilian.
“Apakah mereka sudah ada yang mencoba menyembuhkannya. Dan sebenarnya tuan muda Yun itu sakit apa?” tanya Xi Lilian pura-pura tidak mengetahui penyakitnya.
Padahal dia sendiri yang membuatnya tak mampu bergerak dan badannya terasa panas seperti terbakar. Yang disebabkan oleh racun api pelumpuh.
Apabila dalam waktu kurang dari dua bulan tidak segera diobati maka ia akan benar-benar mati hangus seperti terpanggang.
“Selama dua hari ini sudah banyak tabib didatangkan ke kediaman keluarga Yun, tapi semuanya merasa tidak mengetahui penyakit apa yang tengah diderita oleh Tuan Muda Yun itu.” Kata orang itu kembali.
“Saya justru berharap agar dia selamanya menderita sakit itu. Aku justru akan sangat berterima kasih kepada seseorang yang telah membuatnya seperti itu, jika perlu tambahkan penderitaan yang ia alami. Agar anak-anak gadis kami rakyat kecil tidak lagi menjadi korban kelakuan bejatnya seperti anakku yang menderita hingga ia meninggal karena ulahnya.” Kata seorang pria paruh baya yang ada di sebelah Xi Lilian.
Bahkan banyak yang menyahutinya sedemikian rupa karena itu merupakan kemarahan mereka yang telah dirugikan atau sebagai keluarga korban yang pernah di sakiti oleh Yun Meng Su sang Tuan Muda pertama Keluarga Yun.
Setelah mendengarkan apa yang penduduk sekitar katakan, akhirnya Xi Lilian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan nya mencari pecahan dimensi bintang.
Dan tak ingin memikirkan tentang keluarga Yun, anggap saja itu adalah teguran dari nya kepada keluarga Yun, yang juga terlibat dalam penganiayaan terhadap dirinya di masa lalu.
Dan dia juga akan perlahan-lahan menyiksa dan membuka kedok Selir Yun beserta seluruh Keluarga Yun.
__ADS_1
Ketika Xi Lilian telah melewati Kota Kekaisaran dan beberapa desa disekitarnya akhirnya ia sampai di batas pemukiman warga dengan Hutan Belantara.
Akhirnya Xi Lilian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan teleportasi agar ia cepat sampai di Hutan Kematian di daerah Kekaisaran Selatan.
Namun ketika Xi Lilian sedang menuruni kudanya ia mendengar suara seseorang yang sedang merintih kesakitan yang mana suara itu terdengar tak begitu jauh.
Akhirnya Xi Lilian memasukan kuda putihnya ke dalam dimensi bintang. Dan ia juga bergegas menuju sumber suara.
Xi Lilian berjalan menyusuri hutan itu dengan mengarah ke sumber suara rintihan itu. Tak lama kemudian ia melihat sebuah pondok sederhana yang terlihat masih bagus namun jika di amati secara seksama maka terlihat seperti bangunan tak terurus. Karena di sekelilingnya telah di tumbuhi banyak ilalang yang setinggi pinggang orang dewasa dan juga terlihat kumuh tak di bersihkan.
Saat sedang memperhatikan keadaan sekeliling pondok itu terdengar kembali suara rintihan seorang wanita tadi.
Dan kali ini suara itu terdengar sangat jelas dari dalam rungan di dalam pondok tersebut.
Akhirnya Xi Lilian segera mendekat dan mencoba membuka pintu pondok tersebut. Namun ternyata itu terkunci.
“Halo, apakah kau sedang kesakitan di dalam sana? Apa kau bisa membuka kunci pintu ini?” Tanya Xi Lilian.
“Tolong, tolonglah kami Tuan ataupun nona yang ada di luar. Kami mohon bantu kami melepaskan diri dari kurungan ini. Kami Ingin kembali ke keluarga kami.” Kata beberapa gadis meronta-ronta ingin dibebaskan.
Mendengar kebanyakan dari mereka adalah seorang wanita. Xi Lilian mengubah penampilannya menjadi seorang gadis sederhana.
“Baiklah, aku akan mencoba membuka pintunya dari luar. Kalian menjauh lah dari pintu, aku akan mendobrak pintu ini” kata Xi Lilian.
Setelah itu Xi Lilian menendang pintu itu dengan sekali tendang pintu pondok itu langsung terbuka dan terpental ke dalam.
Ketika Xi Lilian telah memasuki ambang pintu tersebut betapa terkejutnya ia dengan apa yang tengah ia saksikan saat ini.
Bagaimana tidak, dia melihat di dalam pondok itu dihuni oleh lebih dari sepuluh orang wanita yang 7 sedang dalam keadaan hamil dan salah satunya terlihat akan segera melahirkan, karena sedari tadi Ia Trus merintih menahan sakit pada perutnya.
__ADS_1
Selain itu juga ada 3 orang gadis kecil yang usianya kira-kira 7-8 tahun dan juga satu bayi kecil yang diperkirakan berusia satu atau dua minggu yang kini tengah terlelap.
Keadaan mereka terlihat sungguh sangat memprihatinkan, mereka terlihat sangat kurus dan juga lusuh.
“Ahhh Nona tolonglah kami, dan juga lihatlah keadaan kakak Wu Yue Ia sudah akan melahirkan, bisakah Anda membawakan tabib bidan untuknya?” kata salah seorang wanita yang tengah hamil juga.
“Aaahh.. baiklah, apakah disini ada kain yang bersih untuk bayinya nanti. Dan apakah kalian bisa membuatkan air hangat untuk ku gunakan.” Kata Xi Lilian.
Setelah ia mengatakan apa yang di butuhkan Xi Lilian langsung menghampiri wanita yang akan melahirkan itu.
Ia memeriksa nadinya dan juga keadaan janin di dalam kandungannya.
Setelah mengetahui bahwa kondisinya sangat kritis karena wanita ini fisiknya terlalu lemah dan juga kurang gizi selama hamil.
Xi Lilian akhirnya mengeluarkan satu botol porselen berisi air surgawi dan satu butir pil stamina.
“Ambilah dan serap lah pil ini dan juga ramuan dalam botol ini. Agar kau lebih bertenaga ketika melalui proses persalinan ini.” Kata Xi Lilian pada wanita yang disebut Wu Yue tersebut.
Tak tunggu waktu lama Wu Yue pun menuruti perkataan Xi Lilian. Untuk menyerap pil dan ramuan yang diberikan padanya.
Setelah beberapa saat ia merasa lebih bertenaga dan juga tidak sepucat tadi.
Dan setelah Xi Lilian mempersiapkan alat yang dibutuhkan nya. Ia menggunakan sarung tangan medis, masker dan juga menyiapkan gunting, benang dan jarum medisnya.
“Baiklah mari kita mulai proses persalinan ini. Atur pernafasan mu dan juga mengejan lah ketika ku ucapkan dorong. Apakah kau mengerti?” Kata Xi Lilian dengan lembut.
Setelah mendapat anggukan dari Wu Yue Xi Lilian memberikan aba-aba apa yang harus dilakukan. Xi Lilian juga fokus dalam membatu proses persalinan ini.
Setelah sepuluh menit berlalu kini terdengar suara tangisan bayi laki-laki dan ternyata beberapa saat kemudian terlahir kembali kali ini seorang bayi perempuan yang mana wajah bayi kembar itu sangat identik.
__ADS_1
Setelah proses persalinan ini selesai Xi Lilian membantunya untuk memandikan bayi yang baru saja Wu Yue lahirkan. Dan menempatkan mereka di samping Wu Yue.
“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?mengapa kalian bisa terkunci di pondok kecil di hutan belantara ini?” tanya Xi Lilian Dangan nada yang sangat prihatin dengan kondisi yang ia lihat.