Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 235


__ADS_3

Dan tepat saat itu Shen Sie Lie yang tengah memejamkan matanya pun segera membuka matanya untuk melihat apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya.


Namun saat ini dirinya benar-benar tidak menyangka, jika dirinya berada di dalam pelukan hangat Sang Gege. Yang ternyata telah menyelesaikan pemulihan nya dan segera membawanya melesat dan segera mendarat ke salah satu pohon yang menjulang tinggi.


Hanya saja situasi aman yang mereka rasakan itu segera menghilang begitu tampak sesosok burung yang begitu besar, bergerak dengan kecepatan seperti kilat menyerbu ke arah mereka berdua.


"Gege, kita harus bagaimana sekarang? burung pemakan bangkai sialan itu sudah mulai mengincar kita," Shen Sie Lie sudah merasa semakin cemas.


Shen Ming An yang mendengar nada ketakutan yang terdapat dalam nada bicara adik perempuannya itu pun merasa jika dirinya memiliki kesempatan untuk mengikat adiknya itu dengan sebuah janji.


"Lie'er, jika nantinya kita berdua dapat selamat dari bahaya yang mengancam nyawa ini. Bisakah kau berjanji pada Gege, bahwa mulai saat itu kau akan selalu menuruti kata-kata dan juga pengaturan Gege mu ini. Dan tidak akan pernah berusaha untuk melenyapkan Gege mu sendiri seperti apa yang kau pikirkan sebelumnya?" tanya Shen Ming An yang kini tengah menatap Sang Adik perempuannya itu dengan tatapan yang penuh arti.


Bahkan di dalam tatapan matanya Shen Ming An saat itu tampak jelas jika tersirat hawa nafsu yang sangat dominan, saat menatap setiap inchi dan juga lekukan tubuh yang dimiliki oleh Shen Sie Lie adik kandung nya sendiri.


Sedangkan Shen Sie Lie yang memang telah diliputi rasa gelisah dan juga ketakutan yang membuatnya kurang fokus dengan maksud perkataan serta gerak gerik yang ditunjukan oleh Gege kandungnya itu terhadap dirinya.


Hanya saja ketika Shen Sie Lie mendengar kalimat "dapat selamat dari bahaya yang mengancam nyawa" itu dari mulut Gege nya itu.


Seketika tumbuh harapan yang begitu besar dalam hatinya. Dan dirinya yakin jika Gege nya telah berkata seperti itu, maka itu tandanya Gege nya itu benar-benar mengetahui cara untuk menyelamatkan kehidupan mereka berdua.


Jadi tanpa sempat berpikir mengenai hal lainnya lagi, Shen Sie Lie pun segera mengucapkan sumpah dengan mudahnya untuk meyakinkan Sang Gege.


Selain itu dirinya juga memang tidak memiliki kecurigaan apapun terhadap Gege nya itu, yang selama ini memang selalu bersikap sangat baik dan menyayanginya serta perhatian terhadap dirinya.


"Gege, jika berdua benar-benar berhasil selamat dari bahaya ini. Tentu saja aku akan selalu mendengarkan dan juga menuruti semua kata-kata dan juga arahan mu. Bahkan aku bersumpah jika di masa depan aku akan selalu patuh dan juga bersikap baik terhadap dirimu Gege. Yakinlah pada adik mu ini, jika setiap kata yang ku ucapkan itu semuanya adalah kebenaran dan juga merupakan sumpah ku pada mu, yang akan selalu aku tepati," ucap Shen Sie Lie yang kini merasa sangat antusias, karena dirinya masih memiliki harapan untuk bisa terbebas dan selamat dari bahaya besar yang dapat kapan saja merenggut nyawanya itu.


Namun tanpa Shen Sie Lie sadari, mulai saat itu dirinya bahkan telah terjebak dan juga terjerumus dalam sumpah yang dirinya ikrarkan sendiri tanpa ada pemaksaan sama sekali.


Karena pada saat Shen Sie Lie telah selesai mengikrarkan sumpahnya itu. Pada detik itu juga terdengar suara guntur yang menggulung dan juga memekakkan telinga. Yang disertai dengan adanya kilatan cahaya yang menyorot dan melesat menuju tubuh Shen Sie Lie dan merasuk dalam tubuh gadis itu, yang saat ini masih berada dalam pelukan hangat Gege nya itu.


"Dhuuuuaaarrr...ggllurrrr... Glleggeeeerrr...Claaapppp," suara guntur yang bergemuruh disertai sebuah kilatan cahaya yang menuju ke tubuh Shen Sie Lie yang kemudian menghilang dan meresap melalui keningnya.


Yang mana hal itu menandakan bahwa sumpahnya barusan didengar dan juga direstui oleh surga.


Sehingga di masa depan dirinya tidak akan pernah bisa menghindar dan juga ingkar dari sumpah yang telah ia buat sendiri itu.


Dan ketika hal itu benar-benar terjadi, saat ini secara diam-diam Shen Ming An telah menyunggingkan senyum smrik nya, yang menandakan kemenangan berada di tangannya.


Apalagi sebelum Shen Ming An tidak pernah menyangka jika Sang adiknya yang bisanya sangat cerdas itu, sungguh akan mengucapkan sumpahnya di kedalaman Hutan Sunyi ini yang terkenal sangat sakral dan juga menyimpan misteri yang tak terkira jumlahnya.

__ADS_1


Namun hal itu benar -benar menguntungkan bagi dirinya. Karena dengan begitu mulai saat ini Adik perempuannya yang sangat cantik dan menggugah nafsu nya ini tidak akan pernah bisa terlepas dari genggaman tangannya.


"Bagus Lie'er, kau memang benar-benar adik perempuan ku yang paling baik dan penurut. Dan mulai detik ini juga kau resmi menjadi wanita ku dan juga gadis mainan yang akan selalu Gege mu ini sayangi." batin Shen Ming An dengan penuh kemenangan.


"Dan tunggulah sebentar lagi, setelah kita berhasil melarikan diri dan selamat dari krisis ini, maka kau akan sepenuhnya menyandang gelar sebagai Selir ku. Aku juga akan memastikan jika dirimu tidak akan pernah kecewa ketika menyerahkan mahkota mu pada ku. Karena aku tentu saja akan memuaskan mu dengan sangat baik nantinya," sambung Shen Ming An dalam benaknya, yang kini benar-benar merasa diatas awan karena akan segera mendapatkan tubuh cantik nan menggoda itu sebagai pelampiasan nafsu nya.


"Baiklah Lie'er, Gege benar-benar percaya padamu. Bersiaplah kita akan segera akan pergi dari tempat ini. Dan kita pasti akan selamat dan terbebas dari sergapan para binatang spiritual yang sangat kuat itu," ucap Shen Ming An yang menenangkan Shen Sie Lie yang saat ini tengah gemetar dalam pelukannya.


Tak lupa juga, tangan Shen Ming An mulai aksi liarnya, dengan merengkuh pinggang ramping Shen Sie Lie dan mengeratkan pada tubuhnya sendiri, bahkan sesekali tangannya juga akan menggapai bongkahan pantat gadis itu yang terasa kenyal dan sangat besar, meski tidak sebesar milik Shen Sie Mei yang saat ini bentuk tubuhnya benar-benar sangat memikat seluruh kaum jantan.


Bahkan pada saat ini Shen Sie Lie pun dapat merasakan kejanggalan dengan sikap Gege nya yang mendadak menjadi liar dan mengeksplor bagian belakang tubuhnya dari mulai usapan, belaian lembut dan juga remasan pada pantatnya yang bulat dan masih sangat sintal itu.


Namun meskipun begitu, Shen Sie Lie masih bersikap sangat tenang, karena dirinya tidak akan tahu nasib yang akan dirinya alami setelah dirinya terikat oleh sumpahnya pada Gege nya sendiri itu.


Apalagi saat ini dirinya masih terlarut dalam ketakutan akan nasibnya yang dikerubuti oleh banyak bintang spiritual yang siap memangsa ya kapan saja.


Jadi dirinya benar-benar tidak ada waktu untuk memperhatikan atau bahkan melarang Gege nya yang mulai bertindak tidak senonoh padanya.


Karena saat ini yang ada dalam benak dan juga pikiran Shen Sie Lie, hanyalah bagaimana caranya agar dirinya dapat selamat dari para binatang spiritual yang sangat kuat itu. Karena keselamatan hidupnya akan sangat berarti bagi dirinya.


Sebab dengan begitu, Shen Sie Lie akan dapat memiliki kesempatan untuk mewujudkan impiannya sebagai seorang Putri Mahkota masa depan dan Permaisuri dari Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin, Sang Pangeran pujaan hatinya selama ini


Sehingga dirinya tidak akan pernah bisa lepas dari sumpahnya itu kecuali jika dirinya bersedia menanggung sembilan siksaan Petir Surgawi yang sangat mematikan.


Apalagi dengan kekuatannya saat ini, tentu saja dirinya tidak akan pernah sanggup menahan meskipun hanya siksaan dari Petir Surgawi yang pertama.


Namun karena dirinya terlalu diselimuti oleh rasa takutnya. Sehingga Shen Sie Lie tidak pernah menyadari jika, saat ini para hewan spiritual yang saling bertarung di bawah pohon tempat mereka berpijak saat ini, semuanya tengah terdiam dan menghentikan pertarungan mereka.


Bahkan Burung spiritual pemakan bangkai yang pada awalnya menerjang ke arah mereka, tiba-tiba mereka semua berputar haluan dan kini hinggap di dahan pohon yang jaraknya agak jauh dari mereka berdua.


Dan itu semua dapat terjadi karena terjadinya guntur dan juga kilatan cahaya dari surga itu melesat ke arah Shen Sie Lie yang tengah bersumpah.


Jadi hal itu, membuat mereka para hewan spiritual itu berhenti sejenak, supaya mereka tidak melanggar aturan surgawi karena dengan aksi mereka itu bisa saja menghalangi dan menggagalkan pemberkatan sumpah yang terjadi saat itu.


Dan jika sampai hal itu terjadi, Maka mereka semua justru akan menjadi pihak yang akan menanggung hukuman dan siksaan dari Petir Surgawi.


Dan pada saat para hewan spiritual itu masih dalam mode diam, pada saat itulah sebuah kesempatan bagi Shen Ming An untuk segera membawa Shen Sie Lie gadis yang ada dalam dekapannya itu pergi dan menghilang dari sana.


"Lie'er sayangku, berpegangan lah erat-erat pada ku, karena kita akan segera melakukan teleportasi dari sini, Jadi jangan sampai kau tertinggal karena tidak berpegangan pada ku." ucap Shen Ming An yang saat ini suaranya juga sudah sangat serak dan juga berat, akibat terbawa nafsunya.

__ADS_1


Dan ditambah dengan reaksi yang ditunjukan oleh Shen Sie Lie yang begitu kooperatif mengikuti arahannya membuatnya dapat merasakan hawa panas dan juga aroma tubuh gadis itu yang membuat Shen Ming An semakin terpikat dan hampir saja lepas kendali di sana.


"Gege tolong jangan tinggalkan aku. Aku benar -benar tidak mau mati dan menjadi santapan dari mereka," lirih Shen Sie Lie yang kini sambil mengeratkan pelukannya pada Sang Gege. Dan hal itu membuatnya semakin menempel dan juga menekankan kedua bukit kembarnya yang begitu ranum pada tubuh Gege nya itu.


Yang membuat gejolak yang ada dalam diri Shen Ming An semakin tak terkendali. Sehingga sebelum dirinya lepas kontrol di sana, Shen Ming An pun segera mengeluarkan sebuah plakat teleportasi dari dalam kantong penyimpanan nya, dan segera memecahkan plakat tersebut.


Agar mereka dapat segera bebas dari incaran para makhluk spiritual penghuni Hutan Sunyi ini.


Dan saat ini mereka berdua telah berhasil kabur dari para makhluk spiritual penghuni Hutan Sunyi itu dengan menggunakan plakat teleportasi yang memang di bagikan pada setiap kelompok peserta yang mengikuti perburuan kali ini.


Yang kebetulan plakat itu sedari awal memang Shen Ming An yang memegangnya. Sehingga dirinya dapat segera lolos ketika menghadapi bahaya yang mengancam nyawa kelompok.


Hanya saja plakat teleportasi itu hanya dapat digunakan sekali saja, jadi tentu saja tujuan yang dituju oleh plakat teleportasi itu adalah tempat dimana Portal untuk keluar dari Hutan Sunyi itu berada.


Yang tentunya itu berada di lapisan terluar dari Hutan Sunyi itu. Yang juga merupakan kawasan yang paling aman dari seluruh lapisan Hutan Sunyi ini.


Dan berhubung saat ini hari masih begitu pagi, dan bahkan Sang mentari seolah masih malu untuk menampakan sinarnya. Sehingga di kawasan tersebut saat ini bisa dipastikan masih sangat sepi, karena para peserta yang lainnya masih belum kembali dari perburuan.


Jadi hal ini juga merupakan sebuah kesempatan besar yang didapatkan oleh Shen Ming An yang kini juga, benar-benar sudah tidak mampu menahan hasrat seksual nya lebih lama lagi jadi dirinya ingin segera mencicipi aroma bunga dan meneguk kenikmatan yang membuat seseorang mabuk kepayang.


"Lie'er," gumam Shen Ming An dengan suaranya yang terdengar sangat berat dan parau.


Yang menandakan jika dirinya telah begitu dikuasai oleh hawa nafsunya.


"Gege, apakah saat ini kita benar -benar telah selamat?" tanya Shen Sie Lie yang ingin memastikan jika keadaan disekitarnya sudah aman.


Karena sedari tadi dirinya Bahakan tak berani membuka matanya karena merasa takut pada binatang spiritual yang sangat mengerikan itu tadi.


Dan paru saat ini dirinya baru mulai berani membuka matanya dan meregangkan jaraknya dengan Sang Gege untuk memastikan keadaan disekitarnya dengan mata kepalanya sendiri.


"Yah, kita sudah aman sekarang. Jadi Lie'er, bisakah kau membantu ku sayang? Ahh.." jawab Shen Ming An yang kini juga sudah mulai mengerang karena sudah tidak tahan untuk mendapatkan pelampiasan dan juga penetrasi.


"Gege, ada apa? Apa yang terjadi padamu? Apakah kau masih terluka?" tanya Shen Sie Lie yang terlihat sangat cemas dengan keadaan Shen Ming An saat ini.


"Aarhhh....aku, aku tidak. Lie'er aku membutuhkan mu sayang,"ucap Shen Ming An yang kini langsung meraih pinggang ramping Shen Sie Lie dan menahannya.


Shen Ming An bahkan langsung mencium dan ******* bibir Adik perempuannya itu penuh dengan nafsu.


Shen Sie Lie pun tersentak dengan apa yang tengah dilakukan oleh Gege kandungnya itu sendiri saat ini.

__ADS_1


Shen Sie Lie bahkan juga tidak menyangka jika Gege nya itu tiba-tiba bisa berbuat tak senonoh terhadap dirinya, yang merupakan adik kandungnya sendiri.


__ADS_2