
Tak berapa lama setelah Xi Lilian dan yang lainnya telah berada di ruangannya, begitu juga dengan Shen Yu Lin yang kini juga telah tiba disana bersamaan dengan Xi Lilian dan dua Feng bersaudara.
"Baiklah kita semua sudah ada disini, jadi bagaimana dengan misi kita hari ini Gege dan juga Jiejie?" tanya Xi Lilian dengan serius.
"Semua berjalan sesuai dengan rencana dan dipastikan akan tepat sasaran Lian'er. Semua laporannya ada dalam catatan dokumen ini. Terlebih lagi dengan bantuan obat yang kau berikan seluruh pasukan tersembunyi milik Putra Mahkota Huo Lin Jin telah diamankan oleh pasukan yang di bawa oleh Pangeran Kedua Huo Juan Zi dan juga Panglima Xuan Yu Ming." jawab Feng An Wei dengan lugas.
"Situasi di kediaman Pangeran Pemangku Kaisar juga aman, Apalagi Aku berhasil mengalihkan perhatian Paman Kekaisaran Huo Sun Yao agar tak terpengaruh dengan hiruk pikuk yang terjadi selama beberapa hari ini. Sehingga Ia juga belum mengetahui situasi yang tengah dialami oleh Putra Mahkota Huo Lin Jin dan juga Sang Permaisuri Xiao. Terlebih lagi keamanan juga saat ini sudah ditangani oleh Sang Jendral Besar Shen." kata Shen Yu Lin mengakhiri laporannya.
"Bagus, dengan begitu kita semua hanya perlu menunggu bagaimana aksi dari Jiejie Nana dan juga para gadis dan juga wanita korban dari lelaki biadap bermarga Yun itu." kata Xi Lilian dengan seringai yang menakutkan dan juga aura yang kelam.
"Terima kasih Lian'er, aku memang telah lama menunggu hari itu tiba. Apalagi mereka semua juga sudah tiba di Ibukota Kekaisaran Wuxi ini. Dan kami semua sudah tidak sabar lagi untuk bisa melenyapkan predator itu," ucap Feng Nana dengan Amarah yang telah lama tertahan.
"Untuk itu bersabarlah sebentar lagi Jiejie, maka hutang lama kalian akan segera lunas beserta bunganya. Lalu bagaimana dengan gadis Shen itu Jiejie? Apakah dia bahagia setelah mengetahui jika semua yang mereka miliki telah hilang?" tanya Xi Lilian dengan ekspresi wajah yang sinis dan juga penasaran.
"Kau tahu Lian'er, gadis itu langsung histeris dan juga pingsan begitu ia mengetahui jika semua harta yang baru saja ia banggakan itu telah menghilang dan tak tahu dimana keberadaannya. Akan tetapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan kediaman itu. Namun aku juga belum tahu secara pasti dengan semuanya Lian'er. Bahkan perasaan ini muncul dan sangat terasa begitu aku tiba di sana ketika aku mengantarkan gadis itu tadi." kata Feng Nana dengan nada yang begitu serius.
"Apakah kau merasakan seperti ada sesuatu yang akan menerobos tingkat Kultivasi Jiejie?" tanya Xi Lilian dengan senyum yang tampak mengerikan.
"Ya ku rasa juga seperti itu tapi juga bukan, karena itu sangat berbeda dari peningkatan pada umumnya. oleh karena itu aku ragu-ragu. Terlebih lagi aku juga belum bisa menemukan keberadaan aura itu dengan pasti. Dan seolah itu berada di suatu tempat yang tersembunyi," kata Feng Nana lagi.
"Aku thu itu Jiejie. Itu adalah aura dari binatang iblis yang akan di kontrak oleh salah satu anak Selir Duan Yu Yan. Sebelumnya ketika aku mengambil kembali seluruh harta dan kekayaan milik Ibunda ku, aku menemukan sebuah telur dari demonik spirit itu dan aku menyegelnya di ruang rahasia kediaman itu, agar ketika makhluk mistis itu terlahir, maka ia tidak akan bisa keluar dan membahayakan bagi lingkungan sekitar kediaman tersebut." kata Xi Lilian yang menjelaskan apa sebenarnya kejanggalan yang telah dirasakan oleh Feng Nana.
__ADS_1
"Benar-benar keterlaluan, begitu beraninya mereka melihara hewan mistis yang masih liar seperti itu di kediaman. Apakah mereka itu bodoh atau memang tidak punya otak? Bahkan memelihara binatang buas biasa saja sudah sangat meresahkan! apalagi ini? dengan binatang mistis yang masih liar? Apakah mereka akan membuat seluruh kota menjadi kacau?" Geram Feng Nana yang sedikit mengerti mengenai bahayanya binatang mistis itu.
"Bahkan jika mereka berencana untuk melakukan kontraktual aku bahkan tidak yakin mereka mampu menjinakkan demonik spirit itu tanpa menimbulkan kerusakan dan juga cidera. Sungguh orang yang sangat naif dan konyol," timpal Feng An Wei yang kini ikut dibuat geram.
"Dan Untung saja Lian'er kita sudah menanganinya terlebih dahulu. Andai kata tidak, pasti saat ini telah terjadi kegemparan di seluruh Ibukota Kekaisaran." tambah Shen Yu Lin yang kini telah membelai rambut sang adik dengan penuh kasih sayang.
"Namun apakah kau akan membiarkan hal ini begitu saja Lian'er? Apakah aku perlu membereskannya sekarang? tanya Feng An Wei dengan perhatian.
"Kalian semua tenanglah semua, aku bisa mengatasi ini sendiri. Selain itu aku masih membutuhkan demonik yang baru lahir ini untuk mengelabui selir dan juga anak-anak nya yang tamak dan tak tahu diri itu." kata Xi Lilian menenangkan.
"Baiklah Lian'er, kalau begitu lebih baik kau dan juga Lin'er istirahatlah terlebih dahulu. sebelum kalian bersiap untuk perjamuan di Istana Kekaisaran nantinya. karena waktu juga hampir fajar. Kami akan segera kembali," kata Feng An Wei lagi sambil memberikan kode pada Feng Nana agar segera meninggalkan kedua majikan mereka itu.
Kemudian setelah kepergian kedua orang itu pergi kini Xi Lilian akhirnya bermanja-manja dengan Gege nya yang penuh kasih sayang itu.
Sedangkan Shen Yu Lin yang merasakan perubahan sikap dari adik kecilnya itu saat hanya berdua dengannya, Ia menjadi sangat bahagia dan sangat memanjakan adik kesayangannya itu.
"Semua sesuai keinginan mu Lian'er, Gege akan selalu mengikuti keputusan yang kau ambil," balas Shen Yu Lin sambil merangkul dan membelai rambut Xi Lilian.
"Sebenarnya aku benar-benar tidak ingin kembali ke tempat itu, akan tetapi demi permintaan Ibunda, aku harus mempertimbangkan untuk kembali dan menemui pria tua itu," gumam Xi Lilian sambil menunduk. Karena Xi Lilian berusaha sekuat mungkin untuk menahan rasa amarah dan juga tekanan batin yang menimpa dirinya.
Karena walau bagaimanapun Xi Lilian juga bukan tipe orang yang keras hati, terlebih lagi itu sudah menyangkut dengan keluarga. maka Xi Lilian masih sangat menghargai ikatan darah.
__ADS_1
Shen Yu Lin yang menyaksikan bagaimana reaksi sang adik yang tampak enggan dan juga tak berdaya. Ia juga ikut tertekan dan juga sedih ketika mengingat kembali permintaan terakhir mendiang sang Ibu.
Karena bagi dirinya sangat berat untuk bisa kembali dan memaafkan perbuatan dan juga penghianatan yang telah dilakukan oleh Sang Ayah terhadap mereka dan terutama terhadap ibundanya dan juga kesayangannya Lian'er kecilnya.
Tapi dirinya juga sadar jika mereka harus kuat dan juga semangat, demi seluruh upaya dan tujuan mereka untuk menuntut keadilan bagi ibunda dan juga Lian'er nya yang sangat berharga dalam hidup Shen Yu Lin.
"Tidak perlu dipikirkan lebih jauh lagi Lian'er. kita hanya perlu yakin dan fokus dengan segala tujuan kita saja. Mengenai Sang Jenderal Besar itu kita bisa pikirkan nanti dan kita lihat saja bagaimana sikapnya dan juga perbuatannya kedepannya. Lagi pula kita sudah memberinya kesempatan berulang kali, akan tetapi Ia bahkan tak pernah menghargai. Jadi kita tak perlu menghiraukan dan juga merasa bersalah pada apapun yang kita putuskan kedepannya," kata Shen Yu Lin yang berusaha untuk menenangkan sang adik.
"Ya Gege benar, maafkan Lian'er yang terlalu emosional mengenai masalah ini," balas Xi Lilian dengan pandangan yang lembut pada Gege nya itu.
"Baiklah kalau begitu, sekarang Gege mu ini ingin melihat senyum ceria dari meimei ku yang cantik ini," kata Shen Yu Lin sambil mencubit pipi Xi Lilian dengan melemparkan kedipan mata untuk menggodanya.
Xi Lilian yang melihat tingkah Gege nya itu tak bisa tidak tertawa terbahak-bahak.
Betapa tidak, Xi Lilian yang mengetahui temperamen dan juga sifat asli dari Gege nya Shen Yu Lin yang dingin dan pendiam itu, dan saat ini bisa menggodanya seperti itu. Benar-benar mencengangkan baginya.
Namun jauh didalam lubuk hati, Xi Lilian sangat bahagia dan juga bersyukur karena ia memiliki seorang kakak yang pengertian dan juga menyayanginya.
Itu membuatnya merasa nyaman dan juga beruntung.
Namun setelah itu Xi Lilian mengingat akan sesuatu hal yang harus ia sampaikan pada Gege nya itu.
__ADS_1
"Oh ya Gege, tadi Ren Ge menemui ku untuk berpamitan yan meminta ku untuk menyampaikan pesan pada kalian semua jika saat ini ia harus kembali ke dunia atas. karena keadaan Kakek Buyut kita saat ini semakin menurun. Dan setelah selesai acara Festival Bunga ini kita semua sebisa mungkin untuk kembali ke Dunia Atas juga. Aku mohon Gege juga harus mempersiapkan diri dan juga aku akan membuat satu elixir lagi untuk membantu Gege menembus puncak kultivasi tertinggi. Karena Lian'er merasa jika kembalinya kita ke Dunia Atas, maka akan membuat seluruh Klan akan kembali merasakan kehadiran Klan Xin kita. Jadi aku berharap Gege akan bisa bertahan dan juga membatu seluruh keluarga kita agar tetap bersama-sama sampai aku bisa kembali menemui kalian semua disana," kata Xi Lilian dengan serius sambil menyerahkan sebuah gulungan pada genggaman tangan Shen Yu Lin.
"Apa? Jadi Kakek buyut... ah tidak bagaimana dengan keadaannya kakek buyut saat ini? Eh tunggu sebentar, Apa katamu tadi? Sampai kamu kembali ke sana? Apa maksudmu dengan itu Lian'er? Apakah kau tidak ikut versama kami untuk kembali ke Dunia Atas? Apa yang akan kau lakukan? Tidak aku akan bersama dengan mu. Aku tidak akan membiarkan kau melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri. Apalagi...." ucapan Shen Yu Lin terpotong oleh Xi Lilian.