Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 78 Menyelidiki Paman Keempat Shen Gong Fu


__ADS_3

Selain itu pemeriksaan tidak hanya terjadi di Paviliun Selir Yun saja melainkan juga dilakukan di Paviliun putra dan putrinya yang tak luput dari perhatian para petugas hukum itu.


Selain itu mereka juga akan segera melakukan pengecekan pada mereka putra dan putri dari gundik Perdana Mentri Han itu.


Itu dilakukan guna mengetahui identitas sebenarnya dari status anak-anak tersebut.


Karena itu juga terkait dengan pengajuan Sang Jendral Shen yang ingin menghapus seluruh nama putra dan juga putri dari Yun Xue Ruo dari Silsilah Keluarga Jenderal Besar Shen.


Mengetahui akan hal ini akhirnya Shen Yu Lin segera bergegas ke suatu tempat yang menurutnya adalah tempat yang kemungkinan besar akan dikunjungi oleh seseorang yang tengah Ia cari saat ini.


Tak lama Shen Yu Lin melangkahkan kakinya dari tempat terakhir Ia berdiri.


Kini Shen Yu Lin telah melihat dari kejauhan sosok yang sebenarnya tengah Ia cari sejak tadi.


Akhirnya Shen Yu Lin berhenti sejenak untuk melihat dan memperhatikan apa yang tengah Sang Paman keempat nya lakukan.


Dan dari kejauhan Shen Yu Lin bisa melihat jika Sang Paman keempatnya tampak seolah sedang cemas akan sesuatu hal.


Dan pandangannya dari tadi juga selalu tertuju ke Paviliun Tulip tempat yang selama ini ditinggali oleh Shen Wu Lan.


Kini Shen Yu Lin mulai yakin jika memang Sang Paman adalah Ayah kandung dari Shen Wu Lan.


Dan jika dilihat secara cermat lagi Sang Paman memang tampak sangat menyayangi Gadis itu.


Kini akhirnya Shen Yu Lin memutuskan untuk menggunakan kekuatan keistimewaan dari garis darah klan Xin nya.


Yaitu bisa mendengar dengan jelas meskipun berjarak sangat jauh. Asalkan dirinya bisa melihat orang yang akan menjadi target incarannya.


Maka Shen Yu Lin akan bisa mendengarkan dengan jelas, seolah Ia berhadapan langsung dengan target incarannya.


Dan ternyata benar saja, saat ini Sang Paman memang benar-benar tengah khawatir akan keadaan putrinya Shen Wu Lan.

__ADS_1


Paman nya Shen Gong Fu bingung harus bagaimana menyelamatkan putrinya itu. Sedangkan dia sendiri tidak memiliki cara yang tepat, untuk membantu sang putri yang selama ini hanya bisa Ia pandangi dari kejauhan saja.


Dan bahkan sang putri juga tidak tau akan identitas aslinya. Semua itu merupakan ulah dan kelicikan Selir Yun yang selalu mengancamnya, jika dirinya berani mengungkapkan segala kebenaran mengenai Shen Wu Lan. Dan gara-gara wanita itu yang juga tak ingin jika anaknya itu tau siapa Ayah kandungnya yang sebenarnya.


Kini Shen Gong Fu semakin cemas ketika melihat sang Putri satu-satunya yang Ia miliki itu, meronta dan menangis dengan pilunya meminta untuk dilepaskan dari


proses penyelidikan.


Suara tangisan dan juga jeritan dari Shen Wu Lan begitu menyayat hati, dan juga membuat semua orang yang mendengarnya pasti akan sangat iba.


Begitu juga dengan para petugas Penyidik. akan tetapi mau bagaimana lagi. Itu semua harus dilakukan demi mengetahui semua kebenaran dibalik kasus dari seorang wanita yang bernama Yun Xue Ruo itu yang sebenarnya memiliki Nama Chui Xue Ruo.


"Lepaskan, tolong lepaskan aku, aku mohon tolong lepaskan aku, jangan bawa aku ke penjara! aku..aku tidak salah, aku tidak mau ikut ke penjara!" teriak Shen Wu Lan dengan histeris.


"Diam dan menurut lah dalam proses penyelidikan ini Nona, atau kami harus menggunakan kekerasan untuk menyeret mu ke pengadilan untuk melakukan serangkaian tes dan juga interogasi," tegas salah satu petugas penyelidikan dari Yamen itu.


"Tidak, jangan bawa aku pergi, aku mau disini. aku tidak ingin pergi. Ini semua bukan salahku. Semua itu adakah rencana Ibu dan Jiejie tertua. mereka yang selalu berencana menyingkirkan Xi Lilian itu dan juga Gege Sulung," kata Shen Wu Lan tersendat karena isak tangisnya.


Sedangkan Shen Wu Lan yang mendengar kata-kata dari petugas itu menjadi semakin histeris.


"Aku tidak mau ikut ke penjara, lepaskan aku. Ini semua salah wanita itu! Aku sangat membencinya, bahkan aku jijik mengapa aku harus terlahir dari rahimnya. Hanya untuk menjadi penjahat seperti ini. Kalian tangkap dan hukum mati saja dia, semuanya adalah salahnya. Bahkan Kematian Ibunda Nian juga semua karena dia yang meracuninya, bahkan anak perempuannya juga dia yang meracuninya sehingga Jiejie ketiga berakhir menjadi sampah dan juga buruk rupa seperti itu. Bahkan wanita itu juga sangat ingin membunuh kedua anak sah Jendral itu agar tak ada lagi yang menghalanginya sebagai Nyonya Besar di Kediaman Jendral Besar ini. Dan juga mendapatkan seluruh kekayaan dari peninggalan dan juga mahar milik Bunda Nian," teriak Shen Wu Lan yang terus berusaha untuk melepaskan diri dari para petugas Yamen yang menyeretnya.


Dan sebagian lagi melakukan pencarian dan menggeledah semua isi serta setiap sudut Paviliun Tulip itu dengan saksama. dan tidak ada satu bagian pun yang terlewat dari menyelidikan itu.


Sedangkan disisi Shen Gong Fu yang melihat dan mendengar suara anaknya yang ketakutan, menjadi semakin risau. Dan membuatnya tidak menentu harus melakukan apa untuk membantu Shen Wu Lan putrinya itu.


Ia mencoba memikirkan cara untuk memuat Putrinya itu bisa bebas dari hukuman.


“Kamu tenang saja nak, meskipun setelah ini akan terjadi perubahan dalam status mu, Ayah akan berusaha sekuat mungkin untuk memperjuangkan Dirimu, sekuat tenaga yang Ayah bisa. Ayah akan terus berusaha melindungi mu.”gumam Shen Gong Fu yang cemas akan anaknya.


Bahkan jauh didalam lubuk hatinya Shen Gong Fu yang melihat sang putri mengalami hal seperti yang tengah terjadi saat ini. Shen Gong Fu sangat ingin berlari dan memeluknya putrinya itu dan melindunginya dalam pelukannya.

__ADS_1


Shen Gong Fu tidak ingin melihat penderitaan seperti itu lagi menimpa darah dagingnya itu.


Meskipun Shen Gong Fu sangat membenci Yun Xue Ruo yang telah menjebaknya kala itu akibat dirinya tengah mabuk dan wanita murahan itu juga merasa haus akan belaian.


Maka dengan mudahnya gundik Perdana Mentri Han yang murahan dan menjijikkan itu berhasil menggoda nya.


“Andai saja...andai saja waktu itu aku lebih berani dan tak menuruti wanita itu. Aku pasti sudah bisa memeluk dan memberikan perhatian serta kasih sayang kepada putriku satu-satunya itu. Dan hal seperti ini tidak akan pernah terjadi dan menimpa putriku,”


kata Shen Gong Fu menyesali akan sikapnya yang pengecut itu.


“Andaikan waktu itu aku tidak mabuk dan tidak tergoda dengan wanita murahan itu, dan andai saja saat itu aku langsung mengakui semua perbuatan khilaf yang ku lakukan pada wanita sialan itu kepada Kakak pertama pasti akan lain ceritanya, dan tidak akan menyulitkan Putriku seperti saat ini. terlebih lagi Putri ku juga akan bisa tumbuh dan berkembang menjadi gadis yang lebih baik jika bisa bergaul dengan putra-putraku yang lainnya,”rutuk Shen Gong Fu dan menyalahkan dirinya sendiri atas hal buruk yang menimpa Shen Wu Lan.


“Sebenarnya aku lebih rela meski harus dibuang dari Kediaman ini demi dirimu nak, Ayah mu ini rela menerimanya. Tapi gara-gara ****** itu mengancam akan membunuh mu Lan’er. Jadi mau tak mau Ayah mu ini harus menurutinya agar kau hidup dengan aman, maka Ayah mu ini terpaksa harus mengalah," ucap Shen Gong Fu sebagai seorang Ayah yang merasa tak berdaya membayangkan nyawa anaknya dalam bahaya.


“Tapi semua malah berakhir seperti ini yang menyebabkan hacur nya masa depan mu Lan’er ku. Dan yang lebih membuat ku tak menyangka lagi adalah kenyataan yang sesungguhnya wanita itu hanyalah seorang gundik murahan dari Perdana Mentri yang tamak itu dan bersekongkol untuk menjatuhkan keluarga ku terutama Kakak Sulungnya yang selama ini sangat baik terhadap mereka,”cibir Shen Gong Fu pada dirinya sendiri yang tidak tegas dan lemah menghadapi semua kenyataan sehingga membahayakan seluruh keluarga besarnya.


Kali ini Shen Gong Fu ingin menjadi lebih tegar lagi. Demi putrinya itu yang kini kehidupan telah benar-benar hancur akibat ulah dari ibunya sendiri.


“Jika saja aku tahu hal ini lebih awal maka aku tak akan pernah melepaskan wanita itu hidup-hidup. Karena hidupnya itu hanya pembawa petaka bagi orang lain,”


Kata Shen Gong Fu bermonolog sendiri sedari tadi.


Bahkan Tuan keempat dari Keluarga Jendral itu juga tidak menyadari jika ada orang yang tengah memperhatikannya sedari tadi.


Karena Ia sangat frustasi dengan melihat putinya mengalami tekanan yang berat seperti ini.


Bahkan Shen Wu Lan tak berhentinya menangis dan meronta sedari tadi.


Dan akhirnya Shen Gong Fu terpikir akan satu hal.


“Ya, benar. Aku harus segera menemui Kakak Sulung, aku harus menjelaskan semua padanya dan juga menjelaskan semuanya kepadanya. Yah... Yah benar, aku harus segera mencarinya. Tak peduli Kakak Sulung akan berkata apapun dan melakukan apapun. Aku tak peduli, aku akan melakukan apapun meski harus menyembah pada Kakak bahkan yang terburuk sekalipun aku akan menerimanya asalkan Kakak Sulung mau mengampuni dan melepaskan putriku dari proses penyelidikan ini.” Ucapan penuh tekad dari Shen Gong Fu demi sang Putri sambil terburu-buru pergi.

__ADS_1


__ADS_2