
Oleh karena itu Sang Kaisar Huo Yu Yuan tidak akan mungkin mengambil keputusan untuk kehidupan putranya secara sembarangan dan juga tergesa-gesa sebelum dirinya menyelidiki mengenai masalah yang masih mengganjal dalam hati dan juga pikirannya saat ini. Terhadap gadis kecil yang tampak begitu murni dan polos di depannya.
Meskipun dirinya tahu bahwa gadis itu merupakan salah satu Putri dari sahabat terbaiknya. Namun ketika dirinya menyadari reaksi yang ditunjukkan oleh Sang sahabat ketika di Aula Perjamuan Istana tadi, dirinya telah menangkap sesuatu hal yang tidak beres.
Jadi Kaisar Huo Yu Yuan memutuskan untuk mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu mengenai putri bungsu Sang Jenderal itu.
"Baiklah, lebih baik kalian segera kembali. Zhen akan memikirkan mengenai hal ini." ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan tegas.
Sehingga membuat Sang Pangeran Huo Lin Jin yang masih ingin memastikan keputusan yang akan diambil oleh ayah Kaisar nya pun teredam dalam hatinya.
"Baik Ayahanda, Putra mohon pamit," ucap Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan hormat.
"Ananda mohon undur diri Ayahanda Kaisar," sahut Sang Pangeran Huo Lin Dan dengan tulus.
"Terima kasih, Yang Mulia Kaisar. Hamba mohon undur diri," ucap Shen Sie Mei hampir berbarengan dengan kedua Pangeran.
Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang mendengarkan merekapun hanya melambaikan tangannya sebagai jawaban.
Dan ketiganya segera pergi meninggalkan ruangan itu dengan tergesa-gesa.
Setelah Sang Kaisar Huo Yu Yuan memastikan jika ketiganya telah pergi, dirinya pun segera memanggil Pengawal pribadi nya yang selama ini menemaninya kemanapun Dirinya pergi, dan selalu mengahalau segara bahaya yang menerjangnya.
"Cheng Li!" panggil Sang Kaisar Huo Yu Yuan pada pengawal pribadinya Xiu Cheng Li.
"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar," ucap Xiu Cheng Li seketika setelah dia menunduk dan berlutut dihadapan sang majikannya itu.
"Haih berdirilah, kau itu sudah tua.Tidakkah lutut tua mu itu akan baik-baik saja ketika kau terus saja berlutut dilantai yang dingin itu?" seloroh Sang Kaisar Huo Yu Yuan ketika dirinya melihat orang setianya itu.
"Hamba tua akan selalu merasa lebih terhormat ketika hamba tua ini bisa bersujud dan menjalankan perintah yang Yang Mulia Kaisar berikan pada Hamba." ucap Sang Pengawal Xiu Cheng Li dengan tegas.
"Baiklah...baiklah, Aku juga tahu kau itu orangnya seperti apa. Aku pun tak kuasa mencegah mu lagi." ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan santai ketika dirinya hanya berada di dalam ruangan bersama orang-orang setianya seperti Sang Pengawal Xiu Cheng Li dan juga Kasim Bao.
"Apakah ada perintah yang harus hamba lakukan Yang Mulia? tanya Sang pengawal untuk menanyakan keperluan Tuannya itu memanggilnya.
"Yah kau selalu peka terhadap diriku, Pergilah selidiki secara menyeluruh mengenai gadis itu," ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan datar.
"Mengenai Nona Muda ketiga dari kediaman Sang Jenderal, sebenarnya hamba tua ini telah mengerahkan orang hamba untuk menyelidikinya dan ini adalah hasil yang mereka dapatkan Yang Mulia," Jawab Sang pengawal Xiu Cheng Li sambil mengerahkan sebuah laporan dari dalam saku dalam bajunya.
Sang Kaisar Huo Yu Yuan mengernyitkan dahinya. Dirinya benar-benar puas dengan kinerja pengawalnya ini. Yang entah sejak kapan dia memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya. sehingga bisa menebak apa yang ingin dirinya lakukan.
Sungguh sangat efisien dan juga menguntungkan memiliki seorang pengawal yang selalu sigap dan juga peka seperti Xiu Cheng Li yang selalu menemaninya sejak kecil bersama Kasim Bao Yang juga tumbuh besar bersama. dan bahkan sudah banyak hal yang mereka lalui bersama selama hampir setengah abad ini.
__ADS_1
"Kau memang selalu menjadi yang terbaik, Aku tidak akan pernah meragukan mu Cheng Li. Bahkan kau dan Bao Tua itu adalah selayaknya duplikat diriku. Kalian selalu saja bisa mengerti dan memahami pemikiran ku selama ini," puji Sang Kaisar Huo Yu Yuan pada kinerja Sang Pengawal Xiu Cheng Li dan juga Kasim Bao yang selama ini melayaninya.
Kemudian setelah itu Sang Kaisar Huo Yu Yuan segera mengalihkan fokusnya pada laporan yang baru saja diberikan oleh pengawal pribadinya itu.
"Bahkan Guo Feng pun telah menyerah pada gadis kecil itu. Tapi bagaimana mungkin hanya dalam semalam gadis kecil itu bisa kembali dari pegunungan yang terpencil itu. Dan bagaimana dengan penampilannya? bukankah dia tampak tidak seperti seorang yang telah di aniaya dan dicukur habis rambutnya? Rahasia besar apa yang gadis kecil itu miliki di belakangnya? Tapi apapun itu pasti bukanlah sesuatu yang baik jika gadis itu menjadi anggota keluarga Kekaisaran Wuxi miliknya." gumam Sang Kaisar Huo Yu Yuan.
Yang saat ini pikiran Sang Kaisar Huo Yu Yuan, dipenuhi oleh pertanyaan yang bahkan tidak bisa dia tebak jawabannya.
"Bagaimana menurut kalian mengenai gadis kecil itu? tanya Sang Kaisar Huo Yu Yuan pada Pengawal Xiu Cheng Li dan juga Kasim Bao yang memang sedari tadi berada disana.
Sambil menyerahkan laporan itu pada sang Kasim setianya itu. Sang Kaisar juga memandang mereka satu parsatu.
"Menjawab Yang Mulia, Hamba kira gadis ini tidaklah sesederhana kelihatannya. Bahkan dari penampilannya saja sudah tampak sangat tidak masuk akal sama sekali. Namun sayangnya, dari hasil pengamatan Hamba, hal itu benar-benar asli tubuhnya. Namun tidak akan mungkin jika diusianya yang begitu muda gadis itu memiliki penampilan yang sedemikian dewasa. Jika gadis itu tidak menggunakan sihir, akan sangat sulit bagi seseorang akan memiliki kecantikan tanpa cacat sedikitpun seperti itu," ucap Sang Pengawal Xiu Cheng Li yang memang memiliki dugaan jika gadis itu bisa sihir atau setidaknya memiliki benda-benda sihir yang bisa dia manfaatkan.
"Hamba kira Apa yang dikatakan pengawal Li memang ada benarnya Yang Mulia, Karena sedari awal hamba mengawasi gerak-gerik gadis Shen ini menunjukan bahwa dirinya menyembunyikan sesuatu. sehingga tangannya selalu mengepal erat seolah menggenggam sebuah benda yang membuat hamba tua ini merasa sangat curiga." sambung Sang Kasim Bao yang juga berpengalaman menghadapi sihir.
Karena bagaimanapun dulu dirinya juga sering mengikuti Sang Kaisar Huo Yu Yuan sebelum di nobatkan sebagai seorang Kaisar untuk melakukan perjalanan misi ke daerah Bai Jiang yang berbatasan langsung dengan kawasan terlarang kota Nanjiang yang terkenal dihuni oleh para penyihir dan seluruh keturunannya.
Yang mana orang-orang dari kota Nanjiang ini sangat sulit ditemukan di kawasan lainnya. Hanya saja tidak sedikit juga bagi para penduduk Nanjiang berkeliaran di sekitar Bai Jiang hanya sekedar untuk melakukan bisnis perdagangan kebutuhan pokok dan juga memasok kain ke wilayah Nanjiang mereka.
Dan sering kali mereka menyaksikan para penduduk Nanjiang memamerkan kemampuan yang mereka miliki ketika mereka merasa tersinggung atau dirugikan oleh pihak lain.
Karena bagi para penyihir Nanjiang, mereka tidak harus bersentuhan secara langsung agar bisa mencelakai orang lain. Hanya menggunakan sihir yang mereka kuasai itu sudah cukup bagi seorang asli dari Nanjiang untuk mengguncang seluruh kota untuk hidup dalam ketakutan dan kepanikan.
"Yah, Apa yang kalian katakan, masuk akal. Aku sendiri juga berpikir hal yang sama. Tapi jika itu adalah kebenaran, bagaimana gadis kecil seperti nya memiliki hal semacam itu, dari mana dan siapa targetnya kita semua harus waspada mengenai hal ini. Aku akan bicara dengan Guo Feng untuk membahas hal ini." kata Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang juga tidak menyangkal pendapat dari dua orang yang setia padanya selama ini.
"Dan lebih baik kita juga segera menyusul ke Aula makan, dan memulai untuk acara makan siang bersama.
...****************...
Beralih dari sisi Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang a tengah membahas masalah serius dengan para bawahannya.
Saat ini di sebuah ruangan yang Tempak sangat mengerikan dan juga lembab terdapat seorang wanita yang tengah meraung-raung semenjak dirinya tersadar dari pingsannya.
"Lepaskan Aku, Lepaskan Aku dari sini!! Cepat buka pintunya dan dan biarkan aku bertemu Putra ku, Apa kalian semua tuli? Beraninya kalian tidak mengindahkan ucapan Permaisuri Kaisar ini. Kalian ingin mati ya?! "teriak Sang Mantan Permaisuri Xiao Mu Wen histeris. Sambil terus berharap jika putranya dan juga kekasihnya Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao untuk datang dan membebaskannya.
Selain itu wanita paruh baya itu yang selalu mengaku sebagai seorang Permaisuri Kaisar itu juga masih tetap bertindak sangat buruk di dalam penjara.
Xiao Mu Wen bahkan tidak segan untuk melukai penjaga maupun pelayan yang mengirimkan makanan untuknya.
Bahkan dia semakin histeris ketika dirinya kembali mengingat bahwa seluruh kultivasinya telah dihancurkan oleh orang.
__ADS_1
Karena seingatnya ketika dirinya terbangun di dalam penjara yang gelap gulita semalam dirinya menyadari bahwa seluruh kultivasinya selama ini telah hilang begitu saja. dan bahakan dirinya dapat merasakan bahwa dantiannya saat ini mengalami cidera yang sangat serius.
Dan sejak saat itu juga dirinya merasa sangat terkejut dan ketakutan dengan kenyataan yang dirinya alami saat ini.
Jadi sedari dirinya sadar hingga pagi hari dirinya benar-benar mengamuk seperti orang gila.
Namun dirinya juga mengalami keanehan pada dirinya sendiri, karena tiba-tiba saja sikapnya segera berubah selayaknya seorang Permaisuri Kaisar yang sangat tenang dan juga berkuasa.
Seolah-olah tidak ada hal buruk yang terjadi menimpa dirinya.
Dirinya bahkan sangat bersemangat ketika memasuki Aula Perjamuan Istana untuk acara pembukaan Perayaan Festival Bunga.
Disama dirinya juga tidak tahu mengapa jika seluruh tindakannya, ekspresi dan juga setiap tutur katanya telah dikendalikan oleh orang lain yang sama sekali tidak dirinya ketahui.
Sampai dirinya pingsan di ruangan perjamuan itu dan kembali tersadar sudah di dalam penjara yang sama dengan tempat untuk mengurung dirinya semula.
Dan lebih menyedihkan lagi bahwa putranya dan juga orang yang dirinya cintai selama ini, tidak ada satupun dari mereka yang mendatangi dirinya kedalam penjara ini.
Hal itu membuat wanita itu menjadi semakin kecewa dan sangat sedih. Sehingga pemikiran pemikiran buruk menghantuinya.
"Kurang Ajar, sialan kalian semua. Cepat keluarkan Aku dari sini. Atau akan aku bunuh kalian semua," teriak Xiao Mu Wen mantan Permaisuri Kaisar Huo Yu Yuan dengan sangat keras.
Dirinya bahkan telah melempari para penjaga penjara dengan Piring, gelas dan apapun yang diantarkan oleh pelayan untuknya.
"Hei berhentilah, Nyonya. Simpan tenaga mu baik-baik, sebelum dirimu di eksekusi dihadapan seluruh rakyat Wuxi." ucap salah seorang pengawal yang terkena lempar gelas dari wanita yang tengah menggila itu.
"Apa yang kau katakan? Aku tidak akan pernah mati, apalagi sebentar lagi aku dan juga putra ku akan segera menguasai seluruh Negeri ini. Dan jika saat itu tiba maka kamulah yang akan menjadi yang pertama aku eksekusi bersama seluruh keluarga mu bahkan anakmu juga tidak akan ku lepaskan..!! hahaha," teriak Sang Mantan Permaisuri sambil tertawa terbahak-bahak namun tidak diketahui bahwa itu merupakan tertawa karena bahagia atau merasa putus asa.
"Jangan pernah bermimpi di siang bolong seperti ini nyonya. Itu tidak baik..!!" timpal seorang penjaga lainnya.
"Diam..!!! tutup mulut kalian dan ingat aku ini Permaisuri Kekaisaran Wuxi ini, dan bukan nyonya kalian. Sungguh kalian adalah para budak rendahan. Awas lihat saja nanti, akan ku pastikan jika Yang Mulia Kaisar pasti akan menghukum kalian dengan berat.
"Haihh... ada apa dengan kalian ini, tugas kalian hanya menjaga sel ini saja dan tidak perlu menanggapi orang seperti dia. sebentar lagi juga akan segera mati jadi biarkan saja dirinya berkhayal sesuka hatinya." tukas seorang pria paruh baya yang badannya tinggi dan juga tegap, selain itu dengan perawakannya yang begitu bugar serta pakaian yang lebih berkelas dibandingkan dengan kedua penjaga sel tahanan sang mantan Permaisuri Kekaisaran itu.
Dan orang itu merupakan seorang pengawal senior yang bertugas sebagai kepala sipir dari penjara bawah tanah Kekaisaran Wuxi ini.
"Ahh Tuan, maafkan keributan yang telah kami perbuat. Tapi ada apa kenapa Tuan Chu Hong datang ke tempat ini secara pribadi? tanya salah seorang pengawal yang menjaga sel tahanan.
"Aku hanya memastikan saja jika tahanan ini tidak berusaha kabur ataupun bunuh diri. Karena dirinya belum menebus segala perbuatan jahatnya selama ini terhadap rakyat, jadi aku tidak akan mungkin mengecewakan Yang Mulia apalagi sampai lalai tidak menjaganya dengan baik." sahut seorang yang dipanggil sebagai Tuan Chu Hong itu.
"Tuan tidak perlu khawatir, Kami berdua akan selalu menjalankan tugas kami dengan baik, dan tidak akan membiarkan wanita kejam itu lolos dari pantauan kami.
__ADS_1