
Dan setelah itu sebuah bola api yang cukup besar sebesar kepala manusia itu terbang melayang dengan sangat cepat menuju Mo Fei Tian dan juga nyala api yang melambai lambai itu seakan siap untuk menyambar dan melahap apa saja yang ada dihadapannya dan akan segera menghanguskan apapun yang bola api itu kenai.
Namun ketika melihat jurus elemen itu Mo Fei Tian hanya tenang saja dan berdiri dengan tegak, sambil mendengus dingin.
Sehingga orang-orang yang melihatnya dan tidak mengetahui akan kemampuannya hanya akan beranggapan bahwa. Pangeran Wang Jin Tian itu memang sangat bodoh, bahkan melihat ada bahaya yang mengancam nyawanya, ia hanya diam saja, dan tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
“Haha, kali ini kau pasti akan mati karena api ku, sehingga kami tidak perlu lagi memberikan racun ini, seperti yang diminta oleh Pangeran ke empat,” teriaknya dengan lantang. Karena mereka belum menyadari bahwa di dalam ruangan itu saat ini telah bertambah tiga orang.
Dan orang itu tidak lain adalah kedua Kakak kembar Wang Jin Tian dan juga Sang Kaisar dari Kekaisaran Li, Kaisar Wang Junsi.
Karena Kedua saudara kembar dari Wang Jin Tian itu sengaja hanya berdiam diri di ambang pintu kamar itu, karena mereka tahu rencana mereka untuk menarik Ayahanda mereka yang kejam itu masuk dalam rencana sang adik ketiga mereka telah berhasil.
Dan yang mana kini Sang Ayah tercinta mereka itu tengah berdiri di belakang mereka dan terhalang oleh tirai pintu dari dalam.
Dan karena mereka juga tidak ingin merusak rencana sang adik yang ingin menunjukan wajah yang sebenarnya dari Sang Permaisuri Xia Wu Mei dan juga Putranya kesayangannya.
Selain itu mereka juga ingin memberikan kesempatan kepada adik ketiganya itu untuk menunjukan kemampuan nya yang sebenarnya, yang selama ini dirinya sembunyikan.
Sehingga itu lah yang membuat Sang Ayahanda Kaisar nya membenci Wang Jin Tian. Karena Ayahnya itu menganggap adiknya Wang Jin Tian itu sebagai anak yang tidak berguna dan pemborosan belaka.
Namun sesaat kemudian bola api yang awalnya melesat dengan kencangnya dan akan menghantam sosok Pangeran Wang Jin Tian, itu tiba-tiba saja justru berhenti dan mendarat di telapak tangan Sang Pangeran yang dikenal sebagai orang bodoh itu.
Bahkan saat ini bola api itu tengah di mainkan oleh Pangeran Wang Jin Tian dengan sangat lincahnya.
“Bukankah kurang menyenangkan jika bola api ini hanya berukuran kecil seperti ini, dan akan menjadi lebih menarik jika bola ini aku buat lebih besar sedikit Gege-gege ku? Bagaimana menurut kalian?” Tanya Wang Jin Tian pada Kakak Sulung dan Kakak Keduanya.
__ADS_1
Dengan senyuman seringai dan juga tatapan yang tajam yang di tunjukan oleh Wang Jin Tian saat itu, membuatnya tampak begitu berkuasa dan juga mengerikan yang membuat keempat pembunuh bayaran itu terkejut bukan main, bahkan saat ini mereka juga merasakan ada bahaya yang sangat besar sedang mengintai mereka.
Dan tak jauh berbeda dengan keterkejutan yang para pembunuh bayaran itu rasakan, hal itu pula yang dirasakan oleh Kaisar Wang Junsi yang baru kali pertama nya Ia menyaksikan keganasan dan juga kemampuan Putra Ketiganya itu. Yang selama ini Ia anggap remeh dan juga benalu dalam hidupnya.
Namun kini Kaisar Wang Junsi baru menyadari jika Putra Ketiganya itu tidaklah sesederhana yang Ia pikirkan saat ini.
Sehingga itu membuatnya secara spontan menengok ke arah Kedua Putra kembarnya yang lain.
Dan itu hanya membuatnya mendapatkan tatapan dan juga senyuman sinis dari kedua Putra Tertuanya itu. Yang Ia tahu dengan jelas arti dari semuanya.
Ternyata kedua Putranya dari Permaisuri nya terdahulu itu juga telah mengetaui semua kebenaran mengenai adik kembarnya yang ke tiga itu.
Dan mereka juga membantunya untuk menyembunyikan hal sebesar itu dari nya dan seluruh dunia.
Yang mana itu membuat dirinya yang merupakan Kaisar dari Kekaisaran termakmur dan juga sebagai Ayahanda mereka, saat ini menjadi sangat tertekan.
"Betapa bodohnya aku selama ini, mengapa aku sama sekali tidak menaruh kecurigaan akan putra ketiga ku itu. Bukankah sudah jelas jika kedua putra tertuaku itu memiliki keistimewaan tersendiri mengapa aku tidak berpikir demikian juga terhadap dirinya. seharusnya aku juga bisa memanfaatkan anak itu sedari dulu. yah anggap saja balas jasa atas kebaikanku yang mau menghidupinya dan juga menganggapnya sebagai salah satu anakku. meski aku tidak tahu sebenarnya mereka itu anak siapa? tapi yang jelas selama mereka masih berguna maka aku masih akan bersedia mengakuinya sebagai Putra Kekaisaran Li milik ku." batin Sang Kaisar Wang Junsi.
Berbeda dengan yang dirasakan oleh Sang Kaisar Wang Junsi, saat ini Wang Jin Tian tengah menikmati suasana dan juga keterkejutan orang-orang dengan pandangan yang kejam tertuju pada para pembunuh bayaran itu.
Meskipun dirinya tahu jika Ayahnya yang bodoh itu tidak pernah tulus menganggapnya dan juga kedua saudara kembarnya itu.
"Mungkin saat ini kau masih tidak mengakui bahwa kami merupakan putra kandung mu.
Namun lihatlah nantinya begitu kau mengetaui semua kebenaran yang ada. apakah kau akan menyesalinya atau tidak. PopTapi yang jelas ketika kau sadar maka belum tentu sikap kedua Kakak ku itu mau menganggap dan mengakui mu lagi sebagai ayah atau tidak. Akan tetapi yang jelas kau telah kehilangan Wang Jin Tian yang asli, yang harus mati karena menerima ketidakadilan yang kau perbuat. yang membuatnya harus terenggut nyawanya. dan hanya menyisakan kebencian abadi dan juga dendam yabg begitu besar dari jiwa Putra ketiga mu itu," kata Mo Fei Tian dalam benaknya sambil melihat sang Kaisar Wang Junsi melalui sudut matanya.
__ADS_1
Dan tiba-tiba terdengar suara balasan yang Wang Jin Tian tunggu dari kedua saudara kembarnya itu.
“Aku setuju dengan mu diedie, ku rasa itu itu bukanlah ide yang buruk,” balas Wang Xue Min dengan sangat antusias.
“Tambahkan 10 kali lipat, ku rasa mereka berempat masih sanggup untuk menanggungnya,” ucap Wang Yun Ji dengan dingin dan juga menatap para pembunuh itu dengan ganasnya.
Mendengarkan percakapan Kakak beradik kembar tiga itu membuat mereka para pembunuh bayaran yang dikirim oleh Pangeran Keempat Wang Xie Mo itu menjadi tercengang dan juga tertegun untuk sesaat.
Namun sesaat kemudian Sang Ketua pembunuh bayaran itu kembali pada kesadarannya, dan mengomentari mengenai apa yang mereka bicarakan itu.
“Hahaha... Mana mungkin seorang pemborosan seperti Pangeran Wang Jin Tian itu bisa mengertak kami. Kalian hanya omong besar saja. Bahkan kami tidak akan mungkin percaya jika itu terjadi. Karena kami tidaklah naif dan sama bodohnya seperti Ibunda kalian yang telah mati dan membusuk dineraka itu. Sehingga dengan mudahnya Ia termakan jebakan dari Permaisuri Xia Wu Mei, dan kemudian mati di kediamannya sendiri hanya dengan setetes racun mematikan yang sengaja telah disiapkan untuknya, bahkan setelah Ia mati pun jasadnya masih harus bersanding dengan jasad seorang pengawal pribadinya. Yang mana itu telah berhasil membuat Sang Kaisar, atau Ayahanda kalian itu membencinya, bahkan termasuk membenci kalian. karena Ia beranggapan bahwa istrinya itu telah berselingkuh dengan seorang pengawal dibelakangnya. Yang mana sebenarnya semua itu hanyalah siasat cerdik dari Permaisuri Xia Wu Mei.” Teriak Sang ketua pembunuh bayaran itu dengan penuh ejekan.
Ia bisa merasa percaya diri dan juga berani mengungkapkan itu semua karena dirinya memiliki sebuah item tersembunyi yang bisa ia gunakan untuk meningkatkan kemampuannya dengan drastis yang dirinya taksir bisa untuk mengalahkan ketiga keturunan Kaisar Wang dengan mendiang permaisuri terdahulu.
"Bagus... ternyata kau sangat bisa diandalkan. Hanya dengan sekali pancingan umpan kecil saja, kau bahkan memberikan ikan yang begitu besar bagi kami. Pantas saja mereka selalu mengandalkan mu. Karena hanya memberikan sedikit iming-iming bayaran saja kalian mau bekerja dan menyerahkan nyawamu secara cuma-cuma untuk mereka. Betapa murah hatinya dirimu itu." gumam Mo Fei Tian sambil melihat ketua pembunuh itu dengan pandangan yang penuh arti.
Namun Mo Fei Tian yang kini sebagai sosok Wang Jin Tian, telah mengetahui yang menjadi pemikiran sang ketua pembunuh itu. Sehingga dirinya mengambil benda yang dimaksud oleh ketua pembunuh tersebu. Dan ternyata benda itu merupakan sebuah pil terlarang yang disebut pil pertempuran dewa.
Karena dengan hanya menyerap pil tersebut, maka orang itu akan mengalami peningkatan kekuatan secara signifikan dan akan menjadi lawan yang tangguh.
Akan tetapi karena pil itu merupakan pil terlarang, maka sudah dipastikan jika pil itu memiliki dampak yang buruk bagi para penggunanya.
Dan semua itu memang benar, karena setelah semua kekuatan yabg ia dapatkan itu akan berbalik menyerang dirinya sendiri.
Masih beruntung jika itu hanya meledak dan menghancurkan seluruh kekuatan dan dantiannya yang telah susah payah mereka kembangkan selama ini.
__ADS_1
Namun yang lebih parahnya lagi bahkan bisa ikut meledakkan diri mereka sendiri menjadi sepihan kabut darah. Betapa mengerikannya itu.