
"Hah... sudahlah Nona, buat apa kau menghabiskan energi mu untuk berteriak-teriak dan membuat keributan disini? Apalagi hari juga sudah larut dan hampir tengah malam, lebih baik jika kau menghemat tenaga mu untuk menikmati hari-hari terakhir mu sebelum aku menentukan cara yang tepat untuk menyiksa diri mu sampai kau mati. Barulah setelah itu kau bisa bebas untuk menghantui kedua saudara mu yang tidak tahu diri itu untuk menuntut balas," kata Xi Lilian sambil membalikan badannya dan hendak pergi lagi.
Mendengar apa yang baru saja Xi Lilian katakan, Shen Sie Mei merasa jika bulu kuduknya semua berdiri, dan dirinya juga merasa sangat takut. Terlebih lagi jika dirinya belum sempat membalas dendam pada kedua kakak kandungnya itu.
Maka kematian nya merupakan kemenangan bagi mereka, terutama bagi sang Jiejie, yang ternyata selama ini tidak benar-benar menyayanginya. Dan justru menganggapnya sebagai salah satu saingan yang menghalangi dirinya.
Berpikir sampai ke sana Shen Sie Mei merasa sangat tidak rela untuk melepaskan sang kakak begitu saja tanpa melakukan apapun untuk bisa membalasnya.
"Tidak, jangan...! Ahh... mm..mmaakk... maksud ku. Aah begini Nona, maafkan saya jika saya lancang, sebenarya Anda itu siapa? dan kapan saya pernah menyinggung mu dan membuat masalah dengan Anda sehingga kau memusuhi diriku dan ingin membunuh ku? Karena saya merasa benar-benar tidak mengenal mu. Terlebih lagi bisa membuat masalah dengan mu. Ehm... baiklah akan tetapi pada intinya begini, maksud ku bisakah kau membebaskan ku untuk saat ini. Karena aku sangat ingin sekali menyelesaikan skor terhadap kedua saudara ku yang kejam itu. Dan setelah itu aku berjanji pada mu bahwa aku akan menerima semua yang akan kau lakukan terhadap diriku ini, meski aku tak tahu apa kesalahan ku terhadap dirimu. Seperti yang kau katakan tadi, dari pada aku hidup dalam kesendirian dan juga kesepian karena telah dibuang oleh keluarga ku sendiri maka lebih baik aku mati dengan tenang... huu..huuuu.. bhohoohoo...hikkss...hiks..." kata Shen Sie Mei sambil terisak-isak dan merasa sangat kecewa, sedih, marah dan juga putus asa.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan Shen Sie Mei itu Xi Lilian hanya menyeringai dengan kejam. Karena sejauh ini apa yang dia harapkan bisa ditangkap dengan baik oleh gadis malang yang ada di dalam sel tahanan itu.
" Hoho... ini bagus sekali. Bahkan kau sendiri tidak ingin mengecewakan ku Shen Sie Mei, Baiklah kalau begitu siapkan diri kalian, karena sebentar lagi permainan akan segera dimulai. Dan jangan harap kalian akan terbebas dan merasa nyaman dalam menjalani hidup kalian. Karena aku akan membuat kalian semua untuk saling menyakiti satu sama lain hingga akhirnya kalian menginginkan kematian kalian sendiri." sinis Xi Lilian dalam benaknya.
Dan saat ini Xi Lilian membalikan badannya dan menatap Shen Sie Mei dengan sangat tajam.
"Pada masanya nanti kau juga pasti akan tahu dengan sendirinya siapa identitas diriku yang sebenarya. Namun selain itu apa alasannya bagi ku, mengapa aku harus repot-repot menuruti permintaan mu itu?! Apalagi itu sama sekali bukanlah urusan ku, dan bahkan tidak ada untungnya sama sekali bagiku jika aku membebaskan mu dari sini," kata Xi Lilian dengan dingin.
Namun dirinya juga masih tidak bisa tenang sebelum dirinya bisa membalas dendam kepada kedua saudara kandungnya itu yang telah mengkhianati dirinya dan juga Ibundanya. Ia tidak bisa mendiamkan masalah ini sebelum dirinya mati.
__ADS_1
"Nona Aku janji dan aku juga bersedia untuk menjadi budak mu, selama kau bisa memberikan kesempatan kepada ku untuk menuntut skor kepada mereka para penghianat dan anak pembangkang itu. Dan setelah itu, terserah padamu apa yang akan kau lakukan padaku nantinya. Aku sudah benar-benar pasrah, asalkan aku sudah membalaskan semua dendam ku dan Ibundaku pada mereka," ucap Shen Sie Mei penuh tekad untuk lebih meyakinkan orang yang ada di hadapannya itu.
"Nona Muda Shen, aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mu saat ini, lagi pula dengan keadaanmu yang seperti ini bagaimana caranya kau bisa melawan mereka. Bahkan jika saat ini kau kembali. maka kemungkinan besar nyawamu akan langsung dihabisi oleh para pengawal di Kediaman Jenderal. Apakah kau tak berpikir sampai ke sana?" ucap Xi Lilian yang sengaja menuntun pola pikir Shen Sie Mei agar Ia bertindak tepat ketika di acara perayaan Festival Bunga besok.
Mendengar pertanyaan itu Shen Sie Mei kembali terdiam dan merenung. Memikirkan langkah yang akan dia lakukan untuk membalas dendam pada saudarinya Shen Sie Lie dan juga Gege nya Shen Ming An.
Tiba-tiba Shen Sie Mei teringat akan sesuatu hal. Dan segera saja tatapan berbinar-binar muncul dan juga terdapat semacam keyakinan dalam diri Shen Sie Mei.
"Nona kau tenang saja, masalah itu tentu saja aku memiliki cara tersendiri. Dan Aku juga sudah memutuskan waktu yang paling tepat bagiku untuk melakukannya. Karena aku akan melakukannya besok ketika berada di acara Perayaan Festival Bunga yang diadakan di dalam Istana Kekaisaran. Dengan begitu hal itu tidak akan memakan lebih banyak waktu bagimu untuk biasa membebaskanku. Karena aku sangat yakin akan keberhasilan rencana ku ini. Dan aku juga sudah sangat tidak sabar untuk bisa memberikan kejutan yang nyata untuk Jiejie ku tersayang itu, dihadapan seluruh tamu yang hadir di Perayaan itu. Namun sebelum itu Nona, bisakah kau melepaskan ku malam ini juga? Ku mohon Nona bersedia mempercayai diriku dan mau melepaskan ku untuk kali ini saja. Karena aku perlu kembali ke kediaman yang dibeli oleh Ibunda di wilayah utara dekat Alun-alun Kota, agar saya bisa mempersiapkan segalanya dan termasuk kejutan yang akan aku persiapkan untuk wanita keji itu," pinta Shen Sie Mei dengan nada memohon pada Xi Lilian.
__ADS_1
"Haih...Nona Shen kau itu benar-benar tidak mengerti situasi mu sendiri. Bagaimana mungkin aku akan membebaskan kau begitu saja setelah para anggota ku telah bersusah payah menangkap dan membawamu kesini. Apakah kau pikir aku mudah untuk kau bodoh-bodohi begitu saja? Dan apakah kau pikir jika Aku akan menebaskan dirimu tanpa jaminan apapun?" tanya Xi Lilian pura-pura tidak setuju dengan permintaan Shen Sie Mei untuk menghindari kecurigaan nya, jika dirinya bisa begitu saja menyetujui permintaanya yang sebenarnya sangat tidak masuk akal itu.
Shen Sie Mei yang kini telah membulatkan tekad dan juga memiliki keinginan untuk membalas dendam yang sangat kuat terhadap saudarinya sendiri itu tetap gigih, untuk terus mencoba dan berusaha membujuk dan memohon kepada Xi Lilian agar Ia bisa pergi membalaskan dendamnya sebelum menyerahkan dirinya pada Xi Lilian kembali.