Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 85 Mulai Penyelidikan Terhadap Permaisuri Xiao


__ADS_3

Setelah selesai membacakan Dekrit Resmi yang diturunkan langsung oleh Kaisar, Kasim Bao lalu berkata kepada Permaisuri agar mematuhi semu proses dan prosedur yang akan dilakukan oleh para petugas Penyidik.


“Demikian titah dari Yang Mulia Kaisar, dimohon Yang Mulia Permaisuri dan seluruh pelayan dan pengawal serta semua yang bekerja untuk beliau untuk patuh dan tidak pergi kemanapun demi proses pengadilan ini.Dan jika ada yang ketahuan serta tertangkap basah melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dan mencoba untuk kabur maka Ia dan seluruh keluarganya akan dieksekusi di alun-alun Kota Kekaisaran,” kata Kasim Bao mutlak dan tidak bisa dibantah.


Karena semua itu adalah keputusan dari Yang Mulia Kaisar Hui Yuan Yu sendiri.


Maka siapa saja jika ada yang berani membantah itu tandanya orang itu siap untuk menerima konsekuensinya.


Tidak terkecuali seorang Permaisuri sekalipun. Tetap akan menanggung akibat dari perbuatannya.


Sang Permaisuri yang mendengar akan keseluruhan isi dari Dekrit Kekaisaran yang diturunkan oleh Kaisar merasa sangat tertekan.


Karena dia tau jika saat ini, dia tidak mungkin dapat mengelak lagi.


Dan saat ini Permaisuri Xiao hanya bisa berharap jika Sang Putra, Pangeran Mahkota Huo Lin Jin bisa segera datang dan juga membantunya keluar dari masalah ini dan bebas dari penyelidikan.


Karena saat ini harapan satu-satunya bagi Sang Permaisuri hanyalah Putra semata wayangnya itu.


Permaisuri Xiao tidak berani berharap kepada Pangeran Agung untuk saat ini karena jika hubungannya dengan Sang Adik dari penguasa nomor satu di Kekaisaran Wuxi ini, maka itu tidak akan membantunya sama sekali. Yang mana akan membuatnya mati lebih cepat.


Namun yang tidak diketahui oleh Permaisuri adalah, sejak keluar dari Aula Persidangan pagi tadi, Sang Pangeran Mahkota telah dipanggil oleh Kaisar dan ditugaskan untuk segera menyelesaikan persiapan dan juga semua keperluan dan berkas penuntutan yang akan dibawa menuju ke Kekaisaran Zhong beberapa hari mendatang.


Karena pada awalnya semua urusan dan juga persiapan itu, Kaisar percayakan keoada Sang Pangeran Mahkota dan juga Pangeran Kedua sebagai Pemimpin perwakilan para Mentri Penuntut dan Mentri Hukum untuk pergi ke Kekaisaran Zhong bersama para utusan Kekaisaran tetangga.


Namun saat ini situasi di Kekaisaran Wuxi mereka tengah menglamai kasus yang tak terduga seperti saat ini.


Jadi Sang Kaisar terpaksa harus memutuskan untuk menyerahkan semua tanggung jawab mengenai masalah pengadilan di Kekaisaran Zhong kepada Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.

__ADS_1


Sedangkan Sang Pangeran Kedua, Dia yang akan mengurus semua masalah yang telah menggemparkan seisi Kekaisaran Wuxi mereka.


Karena selain itu memanglah kewajiban dan tugas yang harus Pangeran Kedua emban sebagai Ketua Mentri Hukum di Pengadilan Negeri Wuxi.


Dan kasus ini memanglah tanggung jawab yang tidak bisa dilimpahkan kepada siapa saja secara sembarang. Apalagi Sang Pangeran Huo Juan Zi sendiri yang berinisiatif menawarkan diri untuk menindaklanjuti kasus ini.


Karena dia punya keyakinan tersendiri mengenai kasus yang kali ini muncul setelah sekian tahun lamanya tersimpan dengan rapat.


Maka keputusan terbaik yang diambil oleh Kaisar Huo Yuan Yu adalah mengirim Pangeran Mahkota sebagai perwakilan Keluarga Kekaisaran Wuxi bersama para Menteri terkait yang bertanggung jawab atas masalah yang melibatkan Pangeran Mahkota Gu Mo Han dan juga Perdana Menteri Wu Hou Ran dari Kekaisaran Zhong itu.


Karena hal itulah yang mengakibatkan Sang pangyeran Mahkota tidak bisa datang ke Istana Phoenix milik Sang Ibundanya.


Sehingga Sang Permaisuri belum memiliki persiapan apapun untuk menghadapi situasinya saat ini.


Selain itu awalannya mereka, Sang Permaisuri dan juga Pangeran Mahkota juga merasa tenang dan baik-baik saja.


Karena mereka sangat yakin tidak akan terlibat dalam masalah ini.


Sehingga semua itu telah berhasil untuk memojokkan Sang Permaisuri Kaisar yang selalu bersikap arogan dan juga sombong itu.


Sehingga ketika proses penyelidikan dimulai dan seluruh pelayan pribadi dan juga kasim kepercayaan Permaisuri, Sang Kasim Shan ditangkap dan langsung di seret menuju Pengadilan Negeri Wuxi dan hanya menyisakan Sang Permaisuri dan juga para pelayan kecilnya saja kini proses interogasi dimulai.


Alasan mengapa interogasi permaisuri dilakukan di kediamannya itu karena sesuai dengan perintah dari Sang Kaisar.


Bukannya Kaisar Huo Yuan Yu memberikan hak istimewa terhadap Sang Permaisuri, melainkan Ia tidak mau ada kegemparan di Istana Kekaisaran di saat-saat menjelang perayaan besar yang dihadiri oleh seluruh Kekaisaran tetangga.


“Baiklah silakan kerjakan apa yang telah menjadi tugas kalian, Aku ingin melihat bagaimana cara kerja kalian semua untuk Negeri Wuxi ini,” kata Permaisuri Xiao tenang untuk menutupi kegugupannya.

__ADS_1


Karena sesungguhnya Ia telah takut dan juga berkeringat dingin di sekujur tubuhnya.


Namun untung saja hari ini Sang Permaisuri mengenakan riasan waja yang tebal sehingga bisa menutupi bahwa dirinya saat ini telah benar-benar pucat karena saking takut dan gelisah nya.


Sedangkan para petugas yang telah mendengarkan pernyataan dari Sang Permaisuri Kaisar akhirnya mereka semua memulai tugasnya masing-masing.


Banyak dari mereka yang tersisa dari petugas yang berasal dari Kementerian Yamen. Karena sebagian besar dari pihak Pengadilan Negeri telah pergi membawa seluruh bawahan setia Permaisuri Kaisar untuk diinterogasi dan ditahan di Pengadilan Negeri Wuxi.


Saat ini Pangeran Kedua Hou Juan Zi juga masih ada disana untuk ikut mengawasi jalannya seluruh penyelidikan dan pencarian bukti-bukti yang kemungkinan besar masih ada dikediaman Sang Permaisuri Kaisar ini.


Sedangkan untuk Kepala Kementerian Yamen kini tengah berupaya menangkap permaisuri Kaisar untuk ditahan di dalam tahanan bawah tanah Kekaisaran, sesuai dengan perintah Kaisar.


Namun hal itu memiliki kendala, dikarenakan Sang Permaisuri Xiao menolak untuk mengikuti perintah.


“Apa yang akan kalian lakukan pada Permaisuri ini. Sungguh lancang?” Teriak Sang Permaisuri karena diseret menuju ke tempat tahanan.


“Anda tidak perlu berpura-pura lagi Yang Mulia Permaisuri, berdasarkan seluruh bukti yang kami dapatkan mengenai kejahatan Anda seharusnya itu sudah cukup untuk Yang Mulia Kaisar mencabut gelar Anda dan mengeksekusi Anda dihadapan seluruh rakyat Wuxi ini. Alangkah lebih baiknya jika Anda bisa bekerja sama dan menurut saat ini.” Kata Kepala Birokrasi Penyelidikan dari kementerian Yamen dengan dingin.


“Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan dengan bukti? Aku tak pernah melakukan kesalahan apapun, jadi kalian jangan pernah memfitnahku. Lagi pula aku juga tidak tahu status wanita itu sebelumnya. Sehingga aku menyarankan dia Kepada Yang Mulia Kaisar agar bisa mempertimbangkannya sebagai anugerah atas kemenangan Sang Jendral Shen kala itu. Jadi itu semua bukanlah kesengajaan,” teriak Sang Permaisuri Xiao tetap tidak mau mengakui perbuatan jahatnya.


Bahkan Sang Permaisuri masih tetap bersikeras untuk tidak mau mengikuti jalannya proses penyidikan dan itu merupakan suatu pelanggaran dalam proses pengadilan.


Saat masih terjadi keributan dan juga pertentangan antara Kepala Birokrasi Yamen dan juga Permaisuri Xiao, tiba-tiba saja ada sebuah sebuah anak panah melesat melewati sisi wajah dari Permaisuri Kaisar itu.


Dan mengakibatkan suasana menjadi hening seketika itu juga. Begitu juga Sang Permaisuri Kaisar yang sedari tadi terus berteriak karena berusaha menghindari para petugas dari Yamen.


“Siapa yang berani menyerang ketika ada kami disini? Cepat selidiki dan cari tahu pelakunya!” tegas Kepala Birokrasi Yamen Panglima Xuan Yu Ming.

__ADS_1


Namun ketika beberapa orang petugas hendak bergegas keluar dari dalam kediaman Permaisuri Kaisar untuk menjalankan tugasnya. Tiba-tiba saja Pangeran Kedua Hou Juan Zi menghentikannya


“Aku rasa itu tidak perlu, lihat anak panah ini memiliki ciri khas yang dapat langsung dapat kita kenali siapa pemiliknya. Karena tidak akan ada orang lain yang bisa menggunakan senjata seperti ini kecuali mereka,” kata Pangeran Kedua Hou Juan Zi sambil mencabut anak panah itu yang menancap tepat di pilar belakang Permaisuri Xiao.


__ADS_2