
Saat ini di Istana Sang Permaisuri Kaisar, penghuninya tengah disibukan dengan menyusun rencana licik yang tengah mereka buat ulang karena usahanya akhir-akhir ini banyak mengalami kegagalan semenjak kejadian yang menimpa Yun Jin Lie kala itu dengan pria paruh baya itu.
Dan menjadikan rencana yang telah tersusun rapi untuk menjebak Jendral Besar Shen dan juga Xi Lilian menjadi terancam gagal.
Dan kali ini ditambah lagi dengan beredarnya rumor dan kasus mengenai Selir Yun yang tengah hamil anak Perdana Mentri Han dan terungkapnya identitas Yun Xue Ruo yang merupakan salah satu gundik dari Perdana Mentri Han, itu juga ikut menyeret nama Permaisuri dalam hal ini.
Yang artinya rencana yang telah lama mereka susun dan tinggal selangkah lagi untuk menggulingkan Kaisar itu gagal berantakan.
Sehingga saat ini terpaksa Sang Permaisuri harus memikirkan rencana baru dan juga mencari solusi untuk bisa cuci tangan dari kasus Kediaman Keluarga Jendral Besar Shen itu.
Saat ini permaisuri yang tengah dilanda stress menjadi marah dan uring-uringan dan memarahi para pelayan serta Kasim Shan yang selalu setia menemaninya menyusun segala rencana liciknya itu, juga tak luput dari makian dan umpatan yang Sang Permaisuri layangkan.
“Dasar kalian itu bodoh, cepat pikirkan rencana agar aku bisa lepas dari masalah kali ini, aku tidak mau jika sampai seluruh rencana yang ku susun selama ini harus hancur dan berakhir begitu saja,” teriak Sang Permaisuri Kaisar pada para pelayannya.
“Ayo cepat gunakan otak kalian untuk berpikir. Kalau tidak, aku tidak akan segan menyiksa seluruh keluarga kalian, Apakah kalian mau samapi hal itu terjadi?” bentak Sang Permaisuri lagi.
Sedangkan mereka yang dimarahi hanya bisa diam saja, karena mereka semua juga tidak bisa membantah keinginan majikan mereka apalagi yang berstatus Permaisuri Kaisar ini.
Ketika Sang Permaisuri hendak membanting barang-barangnya lagi tiba-tiba teringat akan sesuatu dan akhirnya Ia berteriak kepada Kasim Shan.
“Shan Jiang, ambilkan aku kertas dan tinta sekarang juga. Dan kalian para pelayan tak berguna pergilah, dan salah satu dari kalian panggilkan aku Putra Mahkota untuk menghadapi saat ini juga," ucap Permaisuri Xiao itu dengan dingin.
Seketika itu para pelayan dan juga Kasim Shan segera bergegas pergi dari ruangan Permaisuri dan melakukan sesuai dengan perintah permaisuri Kaisar yang bermarga Xiao itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Kasim Shan kembali menghadap kepada Permaisuri dan juga meletakan semua barang yang diminta oleh junjungannya itu di atas meja dan segera melapor pada Permaisuri bahwa semua telah disiapkan.
Barulah setelah Sang Permaisuri memerintahkannya untuk pergi, maka Sang Kasim segera undur diri dan keluar kediaman Permaisuri.
Ketika di dalam ruangan itu sudah tidak ada orang lagi. Akhirnya Permaisuri Xiao Mu Wen segera menuliskan pada lembar gulungan surat yang Ia tujukan pada kekasih gelapnya Pangeran Agung Hou Sun Yao, agar segera menutup mulut wanita rendahan itu (Yun Xue Ruo) agar Ia tak bisa bersaksi dan membeberkan kisah masa lalu keluarganya, serta asal usulnya yang sebenarnya, sebelum dirinya menjadi seorang gundik dari Perdana Mentri Han Ling Gou.
Karena menurut nya dengan kematian Selir itu didalam kediaman Sang Jendral, itu setidaknya akan bisa menutup kasus mengenai kebenaran dirinya yang telah merencanakan penjebakan keluaraga Sang Jendral untuk bisa Ia tunduk kan. Untuk mendukung putranya menaiki kursi tahta secepatnya.
Jika saja Sang Perdana Mentri Han tidak membeberkan semuanya.
__ADS_1
Namun permaisuri yakin jika Perdana Mentri Han tidaklah sebodoh itu untuk melakukan bunuh diri, sehingga dia tidak begitu memusingkan Maslah Han Ling Gou itu.
Setelah berpikir demikian Permaisuri juga berpesan. Kepada Pangeran Agung untuk melakukan pelenyapan itu malam ini juga.
Karena menurutnya lebih cepat selir itu mati maka semua akan baik-baik saja.
Akan tetapi Sang Permaisuri Kaisar itu tidak menyadari akan keseriusan kasus ini. Ia tak pernah terpikirkan jika kasus ini tak semata-mata menjurus pada satu sisi menangkap pelaku yang terlibat dengan penganugerahan selir saja.
Melainkan yang menjadi kasus utama yang diajukan oleh Sang Jendral Besar Shen itu adalah kasus pembunuhan terhadap seorang istri sah Kediaman Jendral dan juga seorang Putri dari Kekaisaran tetangga.
yang bahkan hukuman dan tingkat keseriusan untuk kasus itu akan menjadi lebih berat. Dan ditambah lagi dengan adanya persekongkolan itu akan menjadikannya kasus yang lebih besar lagi karena akan bisa menyeret banyak pihak lain.
Dan kemungkinan kasus yang selama ini tidak terpecahkan akan ikut terungkap juga.
Sehingga Kediaman Jendral Shen pasti akan memperkuat dan memperketat penjagaan terhadap Selir Yun Xue Ruo dan seluruh anaknya.
Agar sesuatu yang tidak diinginkan oleh Sang Jendral tidak pernah terjadi. Seperti halnya kabur, ataupun pelenyapan bukti dan juga saksi maupun tersangka.
Setelah selesai menulis surat tersebut Permaisuri memanggil seorang pengawal bayangannya untuk segera mengantarkan surat itu pada kekasih gelapnya itu.
Dan tepat saat itu juga Pangeran Mahkota juga telah datang. Dan ia segera memberi hormat kepada Sang Ibunda.
“Hormat Ananda kepada Ibunda Permaisuri” ucapan salam Pangeran Hou Lin Jin kepada sang ibu.
“Bangunlah putraku, dan segera duduklah,” kata Permaisuri pada putranya itu.
“Ada perlu apa Ibunda memanggil Ananda malam-malam seperti ini?" tanya Sang Pangeran Mahkota kepada Sang Ibu.
“Jin’er apakah kau telah mendengar rumor itu dan kasus yang Jendral Shen ajukan ke pengadilan hari ini?” Tanya Permaisuri pada putra semata wayangnya itu.
“Ya, Ananda telah mendengar semua hal itu bunda, memangnya kenapa, ada apa? Dan apa pentingnya buat kita? Itu tidak ada urusan dan sangkut pautnya dengan kita, Ibunda tenang saja,” kata Pangeran Mahkota pada Permaisuri.
Sedangkan Permaisuri yang mendengar penuturan Sang Putra menjadi tercengang dan tidak habis pikir, bagaimana bisa putranya berpikir seperti itu.
__ADS_1
Sedangkan pernikahannya dengan Putri sah Jendral Besar Shen terancam gagal. Dan lebih parahnya lagi mereka akan terseret dalam masalah jika semua terungkap oleh Selir persembahan itu.
Dan kini muka Permaisuri menjadi semakin pucat, karena Ia tidak habis pikir dengan Sang Putra yang tak paham dengan situasinya saat ini.
Bahkan saat ini Putra Mahkota masih sempat menanyakan.
“Apakah ada masalah dengan itu Ibunda?” tanya Pangeran Mahkota pada Permaisuri.
Namun setelah Ia kembali melihat muka Ibundanya Yang tampak pucat, akhirnya Ia menyadari bahwa ada masalah yang sangat serius yang akan mereka hadapi.
Dan akhirnya Ia kembali bertanya pada Ibunda Permaisurinya.
“Apa yang harus Ananda lakukan saat ini Ibunda?” tanya Pangeran Mahkota Hou Lin Jin
“Jin’er mulai sekarang cobalah untuk lebih dekat dengan tunangan mu Xi Lilian itu. Agar Ia luluh dengan pesona dan kelembutannu, agar ia bersedia segera menikah dengan mu, sebelum Jendral Shen meminta pembatalan pertunangan kalian. Kau harus bisa merayu dan menakhukan hati Xi Lilian itu nak,” kata Permaisuri Xiao dengan lembut.
“Apa... Mengapa harus seperti itu Bunda? Jin’er benar-benar tak ingin mempunyai istri sejelek dan sampah seperti dia Ibunda,” rengek putra mahkota merasa tak terima akan keputusan bundanya.
“Tapi Jin'er gadis itu memiliki kekuasaan yang bisa membuatmu menjadi seorang Kaisar nak.” Bujuk Permaisuri pada Putra Mahkota.
“Bunda lebih baik kita mencari sosok Xiaolian itu saja. Dengan keberadaan nya akan membuat kita menjadi lebih kuat dan segera menggulingkan tahta dari Kaisar itu Bunda.” Kata Pangeran Hou Lin Jin membujuk Sang Ibu.
“Jin’er kau harus mendengarkan kat....ucapan sang permaisuri kini dipotong oleh anaknya Hou Lin Jin.
“Bunda, jika Jinn’er menikahi gadis sampah itu yang ada jika dia mati maka, bukan hanya Keluarga Jendral Besar Shen saja yang akan menuntut balas pada kita, melainkan Keluarga Kekaisaran Timur atau Kekaisaran Wexia itu juga tidak akan melepaskan kita begitu saja jika sampai semua dendam gadis buruk rupa itu tuntas.” Kata Pangeran Mahkota Hou Lin Jin yang kali ini berhasil menggoyahkan pemikiran Permaisuri.
“Tapi Jin’er apa kau yakin bocah sakti itu akan kita temukan dengan segera?” tanya Sang Permaisuri Kaisar. Yang mana didalam hatinya yang merasa tidak mendapatkan jaminan atau kepastian akan hal yang dikatakan oleh Putranya itu.
“Selama kita terus mencarinya pasti kita akan segera menemukannya Ibunda, Apalagi ayahanda juga sangat setuju dengan hal ini. Jadi putramu yang tampan ini tidak harus mengorbankan perasaan malu untuk menikahi gadis tidak berguna itu,” kata Pangeran Mahkota dengan sangat percaya diri.
Mereka tak pernah berpikir jika mereka itu tidak akan pernah tercapai. Karena selain mereka tidak akan menemukan sosok Xiaolian lagi, mereka juga tak akan pernah mendapatkan apapun yang mereka inginkan.
Karena saat ini bahkan Sang Kaisar Hou Yuan Yu pun telah merasa curiga dengan Permaisurinya, dengan sedikit aksi gebrakan yang akan anggota Black Star Mafia tunjukan maka semua akan segera terungkap.
__ADS_1