
“Ku rasa sudah saatnya bagi Gege menyerahkan peninggalan terakhir Bunda, kepada Tuan Jendral Besar Shen yang Terhormat di seluruh Kekaisaran Wuxi ini.” Kata Xi Lilian dengan acuh tak acuh.
Shen Yu Lin yang mengerti dengan apa yang dimaksud oleh adiknya itu, Ia langsung mengeluarkan kotak dari cincin penyimpanan peninggalan Ibundanya Xi Yu Nian.
Dan melemparkan kotak itu begitu saja dihadapan Ayahnya itu.
Kemudian Ia berjalan mengajak Xi Lilian Paman dan Bibinya untuk kembali ke paviliunnya.
Namun sesaat sebelum mereka keluar gerbang dari kediaman Xi Lilian, Shen Yu Lin mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Jendral Besar Shen dan yang lainnya bergetar ketakutan.
“Ku harap Sang Jendral Besar Shen sudi meluangkan waktunya yang berharga untuk sekedar melihat-lihat isi kotak peninggalan Ibunda kami itu. Kalau pun tidak, kami juga tidak peduli. Tapi semenjak saat itu kami bukan lagi Tuan dan Nona Muda Kediaman Jendral Shen ini." Kata Shen Yu Lin dengan dingin.
"Dan ingat ini baik-baik! Bagi kalian semua yang pernah mengusik diriku dan terutama Lian'er ku. Maka aku bersumpah akan menuntut balas sampai tuntas." Ucap Shen Yu Lin dengan aura membunuh yang sangat kental.
"Dan saat ini aku masih ingin ke paviliun bulan milikku dan aku ingin menyaksikan keempat pelayan rendahan itu dihukum cambuk sampai mati dan asing kan seluruh keluarganya.” Kata Shen Yu Lin dengan dingin.
"Satu lagi, aku ingin semua kekayaan maupun harta mahar dan seluruhnya peninggalan dari mendiang Meimei kami segera kalian kembalikan dengan utuh sesuai dengan yang ada didaftar mahar ketika Meimei ku menikah. Sekaligus dengan seluruh penghasilan seluruh toko dan juga perkebunan juga harus sama dengan catatan pembukuan dari orang yang setia pada Nian'er kami. Yang mana semua pembukuan itu telah ada ditangan kami saat ini, yang mana terdapat perbedaan yang sangat besar dari seluruh data yang di berikan karyawan kepercayaan Nian'er ku dengan catatan yang orang Selir Yun buat. Maka aku sarankan agar Selir Yun bisa segera mengembalikan semuanya kepada Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin dalam waktu sepekan." Kata Pangeran Mahkota Xi Mo Han dengan penekanan dan aura yang sama besarnya dengan Shen Yu Lin.
Karena mereka anak kandungnya dan juga hanya mereka yang berhak atas semua kekayaan adikku. Jika ada satu saja yang terlewat dan juga tidak sesuai dengan catatan yang ku miliki maka siap-siap saja untuk menerima akibatnya. Terutama untuk penghasilan toko-toko serta perkebunan dan pertanian milik adikku itu harus kalian benahi dan kembalikan seluruhnya. Karena lebih dari 10tahun ini semua laporan tidak pernah cocok dengan uang yang ada. Jangan pikir kalian misa mengelabui kami. Karena orang orang yang dimiliki adikku Xi Yu Nian itu tak akan bisa kalian manipulasi. Dan sebagai kakaknya aku akan memastikan bahwa semua hak milik kedua keponakanku yang kini telah menjadi anak kami. Dan tenang saja aku yang akan mengurus masalah pencabutan silsilah mereka dari kekaisaran ini.” Kata Xi Mo Han mutlak.
Setelah itu mereka berempat meninggalkan tempat itu. Dengan diikuti oleh pelayan dan pengawal mereka masing-masing. Kecuali Shen Yu Lin yang telah membereskan pelayan dan pengawal pribadinya. Yang hanya menyisakan pelayan kecil di halaman kediamannya.
“Dan untuk janji pernikahan ku dengan putra mahkota Huo Lin Jin, aku juga akan membatalkannya pada saat perayaan di Istana lusa. Jangan kalian kira aku tak tau apa maksud dan tujuanmu memberikanku padanya, Selir Yun. Lagi pula anak sulung mu itu tidak akan bisa lagi memanfaatkan keadaan jika aku menikahi putra mahkota.” Batin Xi Lilian sambil berjalan bersama orang orang yang Ia sayangi itu.
__ADS_1
Setelah kepergian mereka semua kini jendral Shen memerintahkan pada para pengawal kediamannya untuk melakukan hukuman kepada keempat pelayan Selir Yun yang telah menyinggung Putri resminya.
Setelah mendengar keputusan dari Jendral Shen keempat pelayan itu kini menggigil ketakutan dan mencoba mengelak dari hukuman yang akan dijatuhkan pada mereka dan keluarga mereka semua. Sehingga mereka berempat bergegas memohon pada Selir Yun.
Sedangkan Selir Yun yang telah sadar dari pingsannya akibat tekanan yang dikeluarkan oleh Pangeran Mahkota Xi Mo Han tadi. Dan mendengarkan perintah yang Jendral Shen berikan kepada pengawalnya. Ia merasa sangat terpukul karena selama ini ibu pelayan Chui adalah satu-satunya orang yang selalu bisa Ia andalkan selama ini.
Jadi Selir Yun mencoba untuk membujuk Jendral Shen agar tidak menghukum pelayan setianya itu.
“Tuan, hanya untuk masalah kesalahan pahaman seperti ini mengapa Tuan harus menghukum berat mereka. Jikapun harus menghukum maka hukumlah ketiga pelayan rendah itu saja dan bebaskan ibu pelayan Chui. Karena dia telah banyak berjasa untukku.” Tangis Selir Yun memohon pada suaminya itu.
“Jika kau begitu membelanya dan memohon untuk nya lagi maka aku juga akan menghukum mu bersama mereka, karena kelakuanmu itu telah membuat masalah sebesar ini.” Ketus Jendral Shen sambil berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih mematung disana.
Di sini lain di kediaman Shen Yu Lin kini, terlihat pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Seolah lukisan yang menggambarkan sebuah keluarga kecil yang bahagia. Sepasang suami istri yang sedang bercengkrama dengan kedua Putra dan Putrinya. Sungguh pemandangan yang menyentuh hati.
Kepedihan setelah kepergian istrinya untuk selamanya. Kembali melekat di dalam jiwanya.
Setelah itu akhirnya Jendral Besar Shen memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya dan masuk kedalam ruang pribadinya untuk mengenang mendiang Istri tercintanya.
Yang selama ini Ia masih sering terbayang-bayang akan sang istri yang Ia nikahi dengan segenap cintanya.
“Andaikan saja saat itu aku tak mengkhianati dirimu, mungkin kah kau masih bersama ku disini Nian’er.” Kata Jendral Shen sambil mengelus pelan lukisan wajah istrinya.
Yang sengaja Sang Jendral lukis sendiri, dan juga Ia simpan serta Ia jaga dengan sepenuh hati.
__ADS_1
Kemudian Sang Jendral teringat akan sesuatu, dan akhirnya Ia meraih cincin penyimpanan nya. Dan memandangnya sejenak.
Setelah itu barulah ia mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang pemberian dari putra sulungnya tadi dengan kemarahan yang tidak Ia tutupi untuknya.
“Mungkinkah disini aku bisa melihat sesuatu tentang mu yang tak pernah ku ketahui Nian’er. Apakah aku telah tanpa sengaja menyakiti mu Nian'er. Ataukah kau hanya ingin menunjukan sesuatu kepadaku?” Tanya Jendral Shen sambil menatap kotak kayu dihadapannya itu dengan sangat gelisah.
Kemudian Jendral Shen mengambil dan meraba permukaan kotak itu. Ia sangat mengenal betul kotak itu. Karena dulu istrinya selalu bersama kotak kayu Cendana dengan ukiran bunga Peony dengan indah dan halus ini.
Dan entah apa yang telah Istrinya simpan didalamnya. Ia pun tak pernah menanyakannya. Karena menurutnya itu hanyalah perhiasan kesayangan istrinya Xi Yu Nian.
Namun saat ini Ia bisa melihat lagi kotak ini setelah kepergian istrinya selama bertahun tahun lamanya.
Terdapat rasa nostalgia dengan kenangan manis mereka berdua yang mereka lewati bersama-sama.
Namun, Ia merasa ada yang berbeda dari istri tercintanya itu setelah dirinya mengambil kedua selirnya itu.
Dan dia juga merasa tak pernah lagi menghabiskan waktu bersama untuk setiap harinya.
Dan entah apa yang membuatnya melakukan itu, Sang Jendral sendiri juga merasa sangat bersalah padahal Ia sangat mencintainya, Xi Yu Nian nya yang Ia dapatkan cintanya dengan segala pengorbanan dan ketulusan hatinya.
Tapi entah mengapa Ia merasa tak memiliki waktu dan kenangan manis yang tertinggal bersama dengan orang terkasihnya itu.
“Apakah aku sesibuk itu dulu, sampai-sampai saat ini aku baru tersadar jika selama ini tak banyak kenangan manis yang kami lalui bersama. Dan bahkan tertoreh luka dan duka yang selalu menghiasi kehidupanku ini karena kepergiannya untuk selamanya.” Gumam Jendral Shen dengan menitikkan air mata kesedihan.
__ADS_1