
“Ya Lian’er, tapi sebelum itu aku telah menyegel seluruh pintu dimensi kecuali dimensi yang menghubungkan dunia ini dengan dunia yang kau tempati dulu. Karena jika tidak begitu maka bisa jadi kau akan berada di dimensi lain yang tak aku ketahui lokasi dan keadaannya secara pasti.” Balas Mo Fei Tian.
“Jadi begitu, hah.... Lebih baik kita segera melihat sebenarnya apa yang berada dalam teratai tersebut. Karena aku merasakan aura yang kuat dari dalam sana sama seperti ketika aku kembali Kesini dan melewati lorong ruang dan waktu saat itu.” Kata Xi Lilian.
Setelah itu mereka pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Xi Lilian. Dan Xi Lilian pun berjalan mendekat menuju bunga teratai yang ada di tengah danau itu.
Ketika Xi Lilian telah tiba di sisi teratai tersebut, ia pun mulai menyalurkan energi spiritual nya pada teratai itu sehingga secara perlahan setiap kelopak dan mahkota dari teratai itu mekar dan memunculkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan.
Ketika teratai kesucian itu telah mekar sempurna kemudian cahaya yang sangat menyilaukan itu menyusut menjadi sebuah bola cahaya emas yang terang dan langsung melayang menuju Xi Lilian dan langsung menembus area bawah dantian Xi Lilian.
Dan akhirnya cahaya tersebut bersemayam dan menyatu dengan Xi Lilian begitu saja.
Dan seiring dengan proses penyatuan itu Xi Lilian harus menanggung rasa sakit yang teramat sangat dalam rahimnya dan juga seluruh organ yang terkait dengan reproduksinya terasa begitu sakit hingga Xi Lilian jatuh terduduk karena tak bisa menahan rasa sakit yang luar bisa itu.
Ketika melihat situasi tersebut Mo Fei Tian langsung meluncur dengan kekuatan tercepatnya untuk menolong Xi Lilian.
Namun alangkah terkejutnya Mo Fei Tian ketika ia mengetahui bahwa istri kecilnya itu tengah menjalani siksa surgawi dari Segel Abadi Kesucian.
Ia merasa sangat cemas melihatnya menderita kesakitan akan tetapi ia juga bahagia Karena jika istrinya akan menjadi seorang yang sempurna seumur hidupnya.
Meski ia telah melakukan penyatuan dengannya kelak dan meskipun ia mengandung sekalipun ia akan tetep dalam keadaan seperti semula, tetep suci dan tersegel.
Dan bagi siapapun orang yang akan melakukan tindakan untuk melecehkan Xi Lilian kecilnya kecuali ia pasangan takdirnya, mereka akan mati ataupun mengalami kutukan abadi yang tak akan pernah bisa di patahkan atau disembuhkan seumur hidup nya dan jika ia bereinkarnasi pun mereka akan tetap mengalami kutukan tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian Xi Lilian mulai merasakan kenyamanan yang luar biasa dalam tubuh bagian bawahnya. Ia kemudian membalikan tubuhnya menghadap Mo Fei Tian yang merengkuh dan menopang tubuhnya dari belakang.
Setelah itu Xi Lilian langsung memeluk erat Mo Fei Tian.
“A Tian,,, a aa aku... Aku akan menjadi wanita yang sempurna untuk mu selamanya.” Kata Xi Lilian sambil menyembunyikan wajahnya yang tengah merona merah karena malu didalam pelukan Mo Fei Tian.
__ADS_1
“Kau memang istri kecilku satu satunya yang paling istimewa di dalam hidupku ini. Aku akan selalu menjagamu sayang.” Kata Mo Fei Tian sambil terkekeh kecil karena tingkah istrinya yang sangat menggemaskan baginya.
Sedangkan para hewan kontrak Xi Lilian yang menyaksikan adegan mereka berdua menjadi merona dan langsung berbalik badan Karena malu, dan tak ingin menyaksikan kemesraan kedua junjungan mereka.
Setelah beberapa saat Xi Lilian mengingat apa tujuan nya saat ini. Kemudian ia mulai melepaskan pelukannya pada Mo Fei Tian, dan segera berbalik badan untuk melihat apa yang ada di dalam mahkota bunga teratai itu.
Dan betapa terkejutnya dirinya ketika mengetahui apa sebenarnya yang berada di atas kelopak dan mahkota teratai itu adalah sesosok bayi yang masih tampak merah.
Kemudian Xi Lilian dan Mo Fei Tian melangkah menuju bunga itu kembali dan mendapati bahwa bayi itu adalah bayi perempuan yang cantik dan menggemaskan yang sedang tertidur pulas.
Dan ketika Xi Lilian melihat di sisi kanan bayi perempuan tersebut, ia melihat sebuah kotak kecil dari kayu Cendana.
Dia mengambil kotak tersebut dan membukanya. Didalamnya terlihat ada sebuah batu transmisi suara dan juga sebuah giok pelindung kecil dengan ukiran nama Dong Li Yiran.
Setelah itu Xi Lilian mengambil batu transmisi suara yang ada dalam kotak itu. Kemudian ia menyalurkan sedikit energi spiritual nya untuk membuka suara batu tersebut. Dan setelah itu terdengarlah suara seseorang wanita dengan sangat pilu.
Namun tak hanya itu saja, wanita itu yang merupakan ibunda dari bayi Dong Li Yiran itu juga berpesan bagi siapa saja yang menemukan putri kecil kesayangannya itu agar menjaga dan merawat putrinya dengan baik. Dan ia juga mengatakan bahwa pada putrinya itu ia menyematkan sebuah kalung dengan liontin giok putih yang mana itu merupakan peninggalan nya yang hanya bisa dibuka oleh putrinya kelak ketika ia berusia 14 tahun.
Setelah Xi Lilian, Mo Fei Tian dan yang lainnya mendengarkan pesan tersebut, mereka saling berpandangan.
Mereka merasa tebakan awal mereka memanglah benar adanya. Sehingga Mo Fei Tian segera melakukan telepati pada bawahannya untuk mengumpulkan seratus pasukan bayangan teratas yang kekuatannya setara dengan 10.000 pasukan tempur untuk segera menuju istana langit dan menghentikan penyerangan dari ras iblis dan yang lainnya yang mengincar keberadaan Dong Li Yiran.
Dan membantu pihak istana untuk mengusir para penyerang itu dari istana langit tanpa harus membeberkan identitas mereka terhadap pihak manapun.
Setelah itu Mo Fei Tian memutuskan untuk menjadikan Dong Li Yiran menjadi putri angkatnya dan Xi Lilian.
Dan Xi Lilian pun setuju, karena ia juga sangat menyukai Dong Li Yiran yang sangat cantik dan menggemaskan baginya.
Ketika Xi Lilian menyentuh dan ingin menggendong Dong Li Yiran, ternyata bayi kecil yang imut itu terbangun, dan tersenyum indah ketika melihat Xi Lilian yang menggendongnya, bahkan ia meraih tangan Xi Lilian yang tengah membelai pipi bayi kecil itu.
__ADS_1
Mo Fei Tian yang melihat interaksi antara Xi Lilian dengan putri angkatnya itu ia juga merasa bahagia.
Dan ia juga mengusulkan nama baru untuk bayi itu agar tak ada pihak lain yang curiga bahwa itu adalah bayi yang menjadi bahan perebutan setiap ras.
“Sayang bagaimana kalau kita menamainya dengan “ Mo Lie Yiran” agar tak ada yang mencurigai identitas aslinya.” Kata Xi Lilian.
“Baiklah, aku setuju denganmu A Tian. Aku juga khawatir jika sampai ada yang mengetahui identitas aslinya. Itu akan berbahaya bagi putri kecil kita ini.” Kata Xi Lilian yang bagaikan seorang ibu sungguhan.
Mo Fei Tian pun tersenyum dan melangkah menuju Xi Lilian dan Mo Lie Yiran kemudian ia memeluk mereka dan mengecup kening Xi Lilian lama.
Semenjak saat itu mereka merawat dan menjaga pertumbuhan Yiran kecil bersama dengan para hewan kontrak mereka berdua secara bergantian.
Dan semua kebutuhannya dari susu, makanan bayi dan perlengkapan pakaian, sepatu dan lainnya Xi Lilian dapatkan dari mall nya yang ia masukan dalam dimensi bintang dan setiap barang yang ia ambil akan diperbarui secara otomatis sehingga tak akan pernah habis walau diambil secara terus menerus.
Bahkan semua hewan kontraknya dan Mo Fei Tian pun kini sering mengenakan pakaian dari zaman modern yang simpel menurut mereka dan nyaman digunakan.
Tak terasa waktu telah berjalan 2 bulan di ruang dimensi. Dan akhirnya Xi Lilian dan Mo Fei Tian memutuskan untuk keluar dari dimensi bintang dan kembali ke kediaman yang telah di beli oleh Xi Lilian.
Sesampainya di kediaman Xi Lilian. Mo Fei Tian pun enggan untuk kembali ke kekaisaran Li. Karena ia merasa tak ingin berpisah dan jauh dengan istri kecilnya itu. Ya walaupun di dunia ini statusnya belum mempunyai ikatan apapun tapi sejatinya mereka adalah pasangan suami istri yang terikat oleh takdir.
“Kamu harus segera kembali A Tian, agar tak ada yang mencurigai mu yang telah menghilang selama sehari lebih. Dan aku juga akan menyelesaikan urusanku disini.” Kata Xi Lilian menasehati Mo Fei Tian.
“Lian’er aku tak ingin berada jauh darimu sayang.” Kata Mo Fei Tian sambil memeluk Xi Lilian dari belakang.
“Kita akan segera bertemu suamiku. Apalagi ada anak kita yang menantikan kehadiran kita. Kata Xi Lilian lagi dengan menenangkan Mo Fei Tian.
Mendengar apa yang dikatakan Xi Lilian, Mo Fei Tian pun tersenyum dan membalikan tubuh Xi Lilian. Kemudian ia mencium pucuk kepala Xi Lilian dengan lembut dan lama.
Setelah itu ia berpamitan dan segera pergi, kembali ke Kekaisaran Li.
__ADS_1