Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 183


__ADS_3

"Bagaimana mungkin ini merepotkan? Ini sudah merupakan kewajiban dan juga tanggung jawab Zhen sebagai seorang Pemimpin Negeri Wuxi ini dan juga para Pejabat Negeri ini. Lagi pula Masalah ini juga bukan masalah yang sederhana seperti kelihatannya. Selain itu semuanya terjadi di Wilayah Kekuasaan Kami. Jadi tidak akan baik jika Zhen tidak bertanggung jawab menyelesaikannya dan justru membiarkan pihak keluarga Nona Xi Lilian dari Kekaisaran Wexia yang menyelesaikan kasus ini." kata Sang Kaisar Huo Yu Yuan lebih meyakinkan dengan disertai keringat dingin dan senyum kecut di wajahnya.


Karena Ia baru menyadari bahwa gadis remaja di hadapannya itu, meski tak memiliki bakat Kultivasi namun dia memiliki pemikiran yang begitu luas dan matang. Dan Xi Lilian juga bukanlah sosok sesederhana seperti gadis seusianya pada umumnya.


"Zhen benar-benar tidak bisa meremehkan gadis ini. Zhen juga harus. berusaha agar tidak lagi menyinggungnya dan seluruh keluarga dari pihak Ibundanya. Kalau tidak maka akibatnya akan sangat tak terbayangkan." batin Sang Kaisar Huo Yu Yuan sambil menilai Xi Lilian dengan cermat.


"Jika demikian, maka yang muda ini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Atas kemurahan hati dan juga kebijaksanaan Yang Mulia Kaisar Huo Yu Yuan untuk kami sekeluarga. Dan semoga hasilnya, semua akan sesuai dengan hukum yang ada dan Mendiang Ibunda kami, Putri Xi Yu Nian akan tenang dan tidak terbebani di dunia bawah sana." ucap Xi Lilian sambil sedikit menundukkan kepalanya untuk menghormati dan berterima kasih atas kebijkan Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang telah mendengarkan persetujuan dari Xi Lilian kini merasa sangat lega. Karena Xi Lilian memang tidak berniat untuk mempersulit diri nya lebih lanjut lagi.


Namun ketika Sang Kaisar mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Xi Lilian. Dia merasa mendapatkan peringatan keras dari gadis yang telah menderita selama hidupnya itu, akibat keputusannya yang gegabah dimasa lampau, justru berakibat merenggut nyawa Ibunya, sesaat setelah melahirkan gadis malang itu.


"Oh dewa betapa buruk dan kejamnya diriku ini, yang secara tidak langsung telah menghancurkan kehidupan gadis kecil itu dan juga seluruh keluarganya karena telah egois akibat rasa ketakutan ku yang tidak beralasan itu. Bahkan sampai meragukan sahabat ku sendiri yang telah mendapatkan istri seorang Putri dari Kekaisaran terkuat nomor dua di seluruh Daratan Nanxuang." batin Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang diliputi penyesalan.


"Tentu saja, Zhen akan menjamin jika keadilan akan ditegakkan dengan sebagaimana mestinya. Agar Mendiang Putri Kekaisaran Xi Yu Nian tidak memiliki keluhan dalam kematiannya lagi. Dan bisa tenang di Alam sana," ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan sangat tulus.


Setelah pemutusan pertunangan antara Xi Lilian dengan Pangeran Huo Lin Jin, serta mengenai kompensasi telah di setujui oleh Sang Kaisar Huo Yu Yuan kini saatnya untuk melanjutkan acara Perayaan yang sempat tertunda, akibat tindakan Sang Pangeran Huo Lin Jin yang terlalu impulsif.


Namun justru itulah keinginan dari Xi Lilian. memang tujuan utama bagi dirinya mengikuti acara ini adalah hanya untuk memutuskan pertunangan tersebut.


Begitu suasana kembali kondusif dan semua telah kembali ke posisi duduk masing-masing. Kecuali Xi Lilian dan juga Xia Ning Shui yang masih berada di atas mimbar.


Karena pada saat ini, Acara akan segera dilanjutkan kembali. Dan bahkan Xia Ning Shui yang merupakan perwakilan dari Kekaisaran Li dan juga Xi Lilian yang akan bersikap menampilkan bakat mereka.


Tiba-tiba saja terdengar suara seorang pemuda yang cukup kaku, namun tampak begitu familiar di telinga Xi Lilian.


"Maafkan Benwang harus mengganggu Acara ini untuk beberapa saat," Ucap orang itu yang kini telah berdiri dari tempat duduknya.


Dengan sikapnya yang agak sembrono dan juga terkesan sangat aneh, serta ditambah dengan topeng hitam yang menutupi wajahnya yang tampak sangat menakutkan. Dia segera melangkahkan kaki dengan pasti menuju mimbar dimana Xi Lilian dan Xia Ning Shui berada.


Semua orang merasa heran dan juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh salah satu Pangeran dari Kekaisaran terkuat di daratan Nanxuang ini begitu juga Xia Ning Shui yang sangat mengenal sosok yang terkenal penyendiri, sembrono dan juga ceroboh itu. Namun sayangnya meskipun Pria bertopeng itu berstatus sebagai seorang Pangeran. Namun kehidupannya bahkan tidak lebih baik dari seorang dari rakyat biasa.


Yah, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li, Pangeran Wang Jin Tian. Yang selama ini juga terkenal dengan rumor buruknya, yang mana dia dikenal sebagai Pangeran yang bodoh, ceroboh, dan buruk rupa, selain itu juga dirinya sering di kenal sebagai pecundang, karena sampai saat ini yang usianya sudah bisa dikatakan dewasa namun tingkat Kultivasi hanya mencapai ranah pemula level 2 Setelah belasan tahun dirinya memulai kultivasi.

__ADS_1


"Apa yang mau kau lakukan Pangeran? Kembalilah ke kursi mu dan janggan menganggu atau mengacaukan acara ini!" ucap Sang Kaisar Wang Junsi yang merupakan Kaisar dari Kekaisaran Li dengan nada meninggi dan memerintah.


Karena dirinya merasa sangat binggung dengan kelakuan putranya yang idiot itu yang sangat sulit ditebak. Terlebih lagi sedari Awal Sang Kaisar Li memang sudah merasa kurang baik suasana hatinya karena tiba-tiba saja dirinya seolah melupakan sesuatu yang sangat penting, Namun setiap dirinya mencoba untuk mengingatnya ia selalu gagal untuk mengetahui apa yang sebenarnya dirinya lupakan. Dan yang lebih anehnya lagi saat dirinya melihat Permaisurinya Xia Wu Mei, dan juga putra kesayangannya tiba-tiba saja dirinya merasa sangat kesal dan marah. Namun dirinya benar-benar tidak bisa menjelaskan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Hal itu sungguh membuatnya sakit kepala.


Yang sebenarnya itu adalah ulah Wang Jin Tian alias Mo Fei Tian yang sengaja membuat Sang Kaisar Wang Junsi melupakan kejadian pada tadi malam, untuk beberapa waktu ini. Agar Sang Kaisar tidak memvuat keributan di acara perayaan ini, karena apa yang sudah ia rencanakan tidak gagal.


Dan sekarang ditambah lagi dengan tindakan yang dilakukan oleh Pangeran Wang Jin Tian secara mengejutkan ini, membuat Sang Kaisar Wang Junsi semakin frustasi dan juga marah.


"Ayah Kaisar, aku hanya sebentar saja tidak akan lama. Setelah urusan ku selesai Pangeran ini juga akan kembali duduk," jawab Sang Pangeran Wang Jin Tian yang terkesan sangat santai dan tidak memiliki etika Keluarga Bangsawan sama sekali.


"Kau...Apa yang sebenarnya..." belum selesai berbicara Sang Kaisar Wang Junsi telah di sela oleh Pangeran Ketiga.


"Ayah Kaisar, kalau kau masih terus mengajak ku bicara, maka urusan ku juga akan semakin lama selesai." balas Sang Pangeran Wang Jin Tian dengan acuh tak acuh.


"..." Sang Kaisar Wang Junsi tak hisa berkata-kata menghadapi anak ketiga nya yang sangat tidak bermoral itu.


"Tenangkab diri Anda Yang Mulia, Pangeran Ketiga pasti tidak akan membuat masalah disini, Karena dia tau jika kita sedang tidak berada di Kekaisaran Li kita. Sehingga Permaisuri ini yakin jika Pangeran Ketiga tidak akan berani berbuat keonaran seperti biasanya," kata Sang Permaisuri Xia Wu Mei yang pura-pura menenangkan Sang Kaisar Wang Junsi.


Dan benar saja, kini Sang Kaisar semakin tak tahan untuk tidak bertindak dan menghentikan anak barandalan yang bodoh itu.


"Panger..." belum jadi mengucaokan kata pertama nya, Sang Kaisar Wang Junsi telah di dahului oleh Wang Xue Min Sang Pangeran Kedua.


"Mohon Yang Mulia Ayahanda Kaisar memberikan kesempatan kepada Tian'er, untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan." ucap Sang Pangeran Kedua untuk membela adik kembarnya itu.


Karena Sang Pangeran Mahkota dan Kedua dari Kekaisaran Li itu juga sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan pleh saudara kembarnya itu. Namun mereka berdua tahu bahwa Sang Adik Ketiga nya itu tidak akan melakukan hal-hal yang tidak penting.


"Huh... kalian berdua juga sama saja. Apakah kalian tahu jika kalian memanjakan bocah tua itu hanya akan membuatnya menjadi lelucon bagi keluarga Kekaisaran Li miliki kita," ucap Sang Kaisar Wang Junsi. Namun tidak lagi mendapatkan respon dari Kedua anak tertuanya itu.


Sedangkan Sang Permaisuri Xia Wu Mei, dalam hatinya sangat senang dan bersorak gembira melihat semua ini. Karena dirinya berpikir jika Pangeran Ketiga yang bodoh itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri dan akan membuat Sang Kaisar Wang Junsi semakin tersulut emosi dan juga menghukumnya.


"Bagus akan lebih baik lagi jika bisa menyingkirkan orang bodoh itu dan kedua saudara kembarnya sekalian." gumam lirih permaisuri Xia Wu Mei dengan senyum smrik di balik wajah anggun dan elegan.


Tak lama kemudian setelah Sang Pangeran yang terlihat tampak sembrono dan juga bodoh itu sampai di atas mimbar dihadapan Xi Lilian dan juga Xia Ning Shui.

__ADS_1


"Salam kepada Kakak Sepupu," ucap Xia Ning Shui.


"Salam kepada Yang Mulia Pangeran,"ucap Xi Lilian sambil sedikit menundukkan kepala.


"Hei, hei kalian tidak perlu bersikap seperti itu kepada Benwang ini. Lagi pula selama ini juga tidak ada yang bersikap begitu sopan terhadap diriku." ucap Wang Jin Tian dengan acuh tak acuh.


"Lalu kalau begitu mengapa kakak sepupu kemari? Jika ingin bicara dengan Shui'er lebih baik nanti..." ucap Xia Ning Shui terhenti.


Dan bahkan kini dirinya menjadi jauh lebih bingung dan penasaran, dengan apa yang akan dilakukan oleh Kakak sepupu ketiganya itu.


"Shui'e, tolong diam sebentar ya, Kakak sepupu mu ini kesini ingin berbicara dengan gadis di sebelah mu ini." ucap Pangeran Wang Jin Tian dengan nada yang lebih lembut dari pada sikapnya pada Sang Ayah Kaisar nya tadi.


"Ap..apa?...." kata-kata Xia Ning Shui kembali terhenti.


"Shui'er sebentar, Benwang ini ingin berbicara penting dengan Nona dari yang ada di samping mu itu." ucap Pangeran Wang Jin Tian memotong ucapan Xia Ning Shui lagi.


Mendengar ucapan Pangeran Wang Jin Tian itu tiba-tiba saja Xia Ning Shui merasa sedikit cemas, karena dirinya sendiri mengetahui sikap dan juga perangai sepupu ketiganya itu miliki.


Dirinya mungkin yakin jika sepupunya itu tidak memiliki niat yang buruk, tetapi terkadang, dengan kata-katanya yang terlalu lugas dan frontal itu justru membuat semua orang tersinggung dan salah menanggapi maksud dari saudara sepupunya itu.


Xia Ning Shui benar- benar cemas, jika Kakak Sepupu nya itu tanpa sengaja akan menyinggung Xi Lilian. Karena sebenarnya dirinya sangat ingin mengenal ddan juga berteman dengan Xi Lilian.


Karena sedari awal dirinya memperhatikan sikap Xi Lilian yang berbeda dari kebanyakan gadis-gadis bangsawan yang suka pamer dan juga menjilat itu. Dirinya sangat penasaran hingga memberanikan diri untuk mengajak gadis yang tampak begitu tenang dan juga elegan itu untuk berkola borasi.


Yang justru membuatnya menghadapi masalah yang tidak sama sekali terduga itu. Namun setelah Xia Ning Shui melihat dan memperhatikan sikap dan juga karakter Xi Lilian yang begitu luar biasa tenang dan juga terlihat sangat anggun dan elegan dan bahkan dia tampak tidak mudah untuk ditundukkan oleh orang lain, meski memiliki posisi atau jabatan yang lebih tinggi sekalipun.


Melihat itu semua justu membuat Xia Ning Shui menjadi semakin tertarik dan sangat berharap bisa menjadi teman yang baik dengannya di kemudian hari. Xia Ning Shui benar-benar mengagumi Xi Lilian, yang memiliki sifat dan sikap yang sangat baik yang lebih menonjol jika dibandingkan dengan gadis-gadis seusianya.


Oleh Karenanya Xia Ning Shui menjadi sangat gugup ketika dirinya mengetahui niat saudara sepupu ketiganya yang tidak terduga itu. Xia Ning Shui hanya takut jika akan terjadi kesalahpahaman antara mereka dan dia akan gagal untuk bisa mendapatkan teman yang karakternya sesuai dengan dirinya.


"Aahh.. Kakak sepupu, bagaimana kalau kakak sepupu katakan padaku apa yang ingin Kakak sepupu ketiga sampaikan kepada Nona Muda Xi Lilian, biar nanti Shui'er yang akan membatu menjelaskannya pada Nona Xi Lilian," bujuk Xia Ning Shui dengan lembut dan juga sangat tulus tanpa ada niat lain.


"Shui'er mengapa kau terlihat begitu gugup. Hei aku ini hanya ingin bicara dengannya sebentar saja dan tidak akan memakannya. Apa yang kau takutkan? Ahh... mungkinkah Shui'er berpikir jika aku ini adalah bajingan, begitu? Sehingga kau tidak memberi ku kesempatan untuk berbicara dengan Nona Muda itu? Begitukah Shui'er?" tanya Wang Jin Tian dengan sembrono.

__ADS_1


__ADS_2