
Setelah itu pun Xi Lilian mulai memeriksa nadi dan kondisi tubuh Chen Zhang Wen. Ternyata di dalam tubuhnya tak hanya terdapat sebuah racun yang akan membuat tubuhnya semakin melemah setiap harinya.
Tapi juga seluruh kekuatannya disegel yang mengakibatkan jika Chen Zhang Wen menggunakan kekuatannya itu hanya akan sia-sia saja justru akan semakin memperburuk kondisinya dan juga kekuatannya akan terbakar sedikit demi sedikit dan akan berakhir menjadi seorang sampah kultivasi.
Setelah mengetahui semua kondisi tubuh Chen Zhang Wen, Xi Lilian langsung mengeluarkan sebutir pil penawar segala racun dan sebutir pil stamina.
Kemudian bersiap untuk membuka segel dalam tubuh Chen Zhang Wen.
“Serap lah pil segala racun ini, agar racun yang selalu membuat dirimu lemah segera teratasi setelah seluruh racun yang ada dalam tubuh mu keluar, segeralah kau serep pil stamina ini agar tenaga mu pulih, kemudian setelah itu baru aku akan membuka segel kekuatan yang tertanam pada dantian mu, jika tidak segera dihancurkan maka kekuatanmu akan terbakar begitu saja secara bertahap oleh segel itu. Dan jika itu terjadi maka akibatnya mampu membuat dirimu sebagai sampah kultivasi seumur sisa hidup mu. Karena dantian mu juga akan hancur.” Kata Xi Lilian yang berhasil membuat Chen Zhang Wen begitu terkejut.
“Betapa inginnya mereka melihat ku hancur, tapi lihatlah aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi. Tunggulah pembalasan ku.” Ucap Chen Zhang Wen dengan penuh tekad.
Setelah itu Chen Zhang Wen melakukan seperti apa yang diinstruksikan oleh Xi Lilian. Mulai dari penyembuhan racun, kemudian pemulihan staminanya. Baru setelah itu ia bersiap untuk proses pembukaan segel.
Meskipun pada proses detoksifikasi racun dalam tubuhnya, Chen Zhang Wen harus menahan rasa sakit yang teramat sangat di seluruh tubuh dan juga organ dalamnya terasa panas seperti terbakar. Namun Chen Zhang Wen terus berusaha menahannya, karena dia telah bertekad untuk membalas semua ketidakadilan yang ia derita selama ini.
Dan setelah beberapa lama akhirnya ia tak bisa menahan rasa sakit yang teramat sangat pada dirinya sehingga ia berteriak keras akan hal itu.
Namun untungnya Xi Lilian telah membuat arai pelindung untuk meredamkan suara, sehingga tidak ada orang luar yang bisa mendengarnya.
Hingga Chen Zhang Wen memuntahkan darah hitam yang sangat pekat dari mulut nya hingga beberapa kali sampai akhirnya terlihat darah berwarna merah segar.
Itu juga berarti bahwa seluruh racun yang ada dalam tubuhnya telah dikeluarkan semuanya.
Setelah proses detoksifikasi racun tersebut, tubuh Chen Zhang Wen terasa sangat lemah dan kehilangan seluruh tenaganya. Sehingga
ia langsung menyerap pil stamina yang Xi Lilian berikan tadi.
Setelah tenaga Chen Zhang Wen kembali pulih kini Xi Lilian akan memulai proses membuka segel yang ditanam pada dantian Chen Zhang Wen.
Saat pembukaan segel ini memakan waktu selama 10menit dengan Xi Lilian membuat segel penghancur dan memusatkan pada segel yang tertanam pada dantian Chen Zhang Wen.
Dan itu berakibat pada Chen Zhang Wen yang harus menahan sakit yang teramat sangat dan perasaan seperti ditimpa dengan sesuatu yang sangat besar yang membuatnya menggertakan giginya kuat kuat.
__ADS_1
Setelah terdengar suara retakan dan pecahan pada segel kekuatan pada dantian Chen Zhang Wen, Xi Lilian menyudahi prosesnya.
“Bagaimana apa yang Tuan Chen rasakan saat ini?” Tanya Xi Lilian.
“Ini..ini...ini sungguh luar biasa, saya bisa merasakan keberadaan energi qi kembali, dan tubuh ku terasa kembali seperti sediakala. Terima kasih Tuan, karena Tuan telah bersedia mengembalikan kekuatan saya seperti dulu. Dan mulai saat ini saya Chen Zhang Wen bersumpah akan menjadi budak Tuan Xiaolian hingga akhir hidup saya.” Ucap Chen Zhang Wen Sambil bersujud dihadapan Xi Lilian.
Namun sebelum Chen Zhang Wen bisa bersujud di hadapan Xi Lilian. Kedua bahunya sudah di tangkap oleh Xi Lilian. Dan Xi Lilian membantu nya menegakkan badannya kembali.
“Jika kau tak melakukan kesalahan jangan pernah kau berlutut apalagi bersujud. Kau hanya boleh berbuat seperti itu kepada orang tua, guru dan orang-orang yang memang pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti itu.” Kata Xi Lilian memperingati Chen Zhang Wen.
“Tapi Anda adalah orang yang berjasa dalam hidupku hamba, dan Anda pantas mendapatkan perlakuan tersebut dari saya Tuan Muda.” Balas Chen Zhang Wen kepada Xi Lilian.
“Kau lebih tua dariku, jadi aku tak bisa menerima sembah sujud mu Gege. Lagi pula aku tidak menganggap mu sebagai budak rendahan.” Balas Xi Lilian dengan acuh tak acuh dan itu sukses membuat Chen Zhang Wen terbengong.
“Hei... Apa yang aku dengar barusan? Apakah ini mimpi? Sepertinya aku sangat berharap bisa membalikan keadaanku seperti sedia kala hingga terbawa mimpi. Ini pertama kalinya setelah aku dibuang ada seseorang memanggil diriku dengan sebutan Gege. Biasanya yang ada hanaya panggilan orang tak berguna atau bahkan kata kasar lainnya.” Batin Chen Zhang Wen merasa tak percaya dengan pendengarannya.
“Heeiiii.... Gege kenapa kau malah bengong begitu. Apa ada yang salah dengan perkataan ku.” Kata Xi Lilian sambil menjentikkan jari di depan wajah Chen Zhang Wen.
Setelah mendengar ucapan Xi Lilian, kesadaran Chen Zhang Wen segera kembali, tetapi ia masih tidak percaya dengan panggilan sang penyelamat yang disematkan untuknya.
“Di antara kita tidak ada yang namanya tuan atau hamba, yang ada adalah Gege dan Meimei apa kau mengerti Gege Zhang Wen? Tanya Xi Lilian yang sekali lagi membuatnya terheran dan bengong untuk mencerna nya.
Chen Zhang Wen merasa Bingung, mengapa Xiaolian yang ada di depannya ini malah ingin disebut Meimei bukanya diedie, bukankah dia seorang pria?
Sebelum Chen Zhang Wen sempat mengatakan apapun, dan menanyakan perihal kebingungannya tersebut ia sudah mendengar suara Xi Lilian kembali.
“Aku tau Gege bingung mengapa aku ingin di panggil Meimei. Baiklah sebelum kita bekerja sama aku tak ingin ada kebohongan yang akan merusak kepercayaan di kemudian hari. Dan aku juga berharap Tuan Zhang Wen juga demikian.” Kata Xi Lilian.
“Baiklah, tapi kau sudah tahu semua tentang diriku, dan tak ada lagi hal yang aku sembunyikan kepadamu. Kecuali beberapa hal yang memang itu sulit bagi Ku untuk mengatakannya, tapi semua informasi mengenai identitas dan segala sesuatu yang perlu kau tau sudah kau ketahui semuanya.” Balas Chen Zhang Wen.
“Eeemm aku mengerti, oleh sebab itu akan ku tunjukan identitas ku yang sesungguhnya kepada mu, dan aku ingin merahasiakan ini setelah kau mengetahuinya. Jika tidak, kau tau sendiri apa yang bisa ku lakukan padamu.” Kata Xi Lilian.
Setelah itu Xi Lilian mengubah penampilannya dari seorang pria muda bertopeng setengah wajah menjadi seorang gadis cantik yang sangat menggoda meski mengenakan cadar, untuk menutupi sebagian wajah memikatnya. Tapi itu tetap percuma karena ke kecantikan nya mampu menembus semuanya.
__ADS_1
Sedangkan Chen Zhang Wen benar benar tercengang melihat perubahannya itu. Hingga ia jatuh terduduk dengan ekspresi wajah yang bodoh. Setelah itu ia mendengarkan Xi Lilian berbicara.
“Aku Xi Lilian, seorang sampah kultivasi dan pecundang penakut yang buruk rupa dari kediaman Jendral Besar Shen, yang selama ini hanya bisa mengurung diri di dalam kediaman sehingga tak banyak orang yang tau.” Kata Xi Lilian.
Setelah mengatakan hal tersebut Xi Lilian mengubah kembali penampilannya seperti semula sebagai seorang tuan muda bertopeng setengah wajah.
“Aku sungguh tak menyangka bahwa penyelamatku adalah seseorang yang selama ini dirumorkan sebagai seorang sampah, dan dibenci oleh keluarganya sendiri. Memang benar seharusnya orang-orang tak perlu mendengarkan rumor buruk tentang seseorang. Kalau begitu aku Chen Zhang Wen bersumpah akan selalu setia dan tak akan pernah berkhianat pada Nona Xi Lilian, jika itu terjadi aku akan tewas secara mengenaskan.” Kata Chen Zhang Wen panjang lebar.
“Baiklah kalau begitu, lebih baik sekarang kita pergi ke toko baju setelah itu kita pergi ke pasar budak. Apa Gege bisa menemaniku?” tanya Xi Lilian.
“Tentu saja, aku akan selalu mematuhi mu Nona Xi Lilian.” Balas Chen Zhang Wen.
“Apakah kau lupa dengan penggilan yang seharusnya Gege. Tapi aku mohon jika kita berada di luar Gege bisa memanggilku Xiaolian.” Kata Xi Lilian.
“Baiklah Meimei ku yang paling cantik dan hebat.” Balas Chen Zhang Wen sambil menggoda.
Setelah itu mereka pun pergi dari kedai itu menuju toko kain terbesar di kekaisaran Wuxi ini.
Setelah Chen Zhang Wen selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang layaknya seorang bangsawan kaya, dan memilih pakaian yang disarankan oleh Xi Lilian. Merekapun langsung membayar semuanya.
Sebelum mereka pergi Xi Lilian memberikan sebuah cincin penyimpanan tingkat tinggi kepada Chen Zhang Wen.
“Pakailah Gege, dan jangan membantah. Aku tau kau membutuhkannya. Lagi pula aku juga tak mau kau hanya akan kelelahan jika harus membawa semua barang barang mu itu dengan kedua tanganmu. Itu sanggat tidak efisien.” Kata Xi Lilian acuh tak acuh.
Meski begitu Chen Zhang Wen tau bahwa sebenarnya Xi Lilian sangat peduli dengannya. Dan mulai saat itu juga Chen Zhang Wen sekali lagi menyadari bahwa ia telah berhutang budi sangat besar kepada Xi Lilian.
“Lian’er, mulai saat ini, aku berjanji akan menjadi Gege yang terbaik untuk mu, dan aku akan selalu melindungi mu sekuat yang ku bisa, meski aku harus kehilangan nyawa ku sakali pun, dan mulai saat ini aku akan berjuang lebih keras lagi agar bisa menjadi lebih kuat. Agar Gege bisa menjagamu dan melindungi Mu lebih baik lagi. Apalagi Gege juga kenal baik dengan Gege kandungmu. Aku juga sangat simpati dengannya. Gege janji akan berusaha yang terbaik agar Gege bisa melindungi kalian.” Batin Chen Zhang Wen.
Sambil melihat Xi Lilian yang dengan ikhlas memberinya cincin penyimpanan yang begitu mahal harganya meski itu tingkat rendah namun kali ini yang ada di hadapannya adalah tingkat tinggi, yang setara dengan milik kaisar dan anggota kerajaan yang sangat berpengaruh. Bahkan pangeran mahkota saja hanya memiliki cincin penyimpanan tingkat menengah.
Setelah memikirkannya Chen Zhang Wen akhirnya mau mengambil cincin pemberian Xi Lilian itu.
“Baiklah Lian’er, terima kasih banyak, Gege pasti akan menggunakannya dengan baik.” Kata Xi Lilian.
__ADS_1
“Emm.... Kalau begitu mari lanjutkan perjalanan.” balas Xi Lilian singkat. Meski sebenarnya dia sangat terharu dengan apa yang ia dengar dari kata hati Chen Zhang Wen tapi ia tak mau menunjukkannya.