
“Dasar kurang ajar! Apa yang kau katakan hah? Siapa yang anak gundik? Kesini kau akan ku robek mulut busukmu itu,” geram Yun Jin Lie.
“Hei Nyonya, apa yang aku katakan barusan adalah kenyataan, bahkan berita yang beredar dan merebak diluaran sana itu bukan hanya sekedar rumor saja," kata Xi Lilian sengaja menjeda ucapan nya.
"Asal kau tau Nyonya. Semuanya ada buktinya, dan bukti itu saat itu sudah Sang Jendral Besar Shen kirim ke Pengadilan Negeri tadi pagi. Dan mungkin juga saat ini sudah sampai tangan Kaisar Hou Yuan Yu juga. Apa kau tidak tahu itu Nyonya, atau Anda hanya pura-pura saja tidak tau semua berita eksklusif itu, agar kau punya dalih untuk mengelak dari kenyataan itu?” kata Xi Lilian yang berhasil memancing kemarahan, keingintahuan dan juga kebencian dihati Yun Jin Lie.
“Kau sialan, kau itu sebenarnya siapa? Lagipula rumor apa yang kau bicarakan itu. Kau jangan pernah mengada-ada, dan menebar fitnah untuk Ibuku,” teriak Yun Jin Lie menggema didalam ruangan yang sempit itu.
Namun itu tak akan menjadi masalah. Karena sebelumnya Xi Lilian telah memasang arai atau peredam suara.
Jadi orang-orang yang berada diluar ruangan itu tak akan pernah bisa mendengar apapun meski mereka saling berteriak sekencang mungkin.
Dan Xi Lilian yang mendengar teriakan dari Yun Jin Lie itu menjadi lebih senang lagi.
Sehingga saat ini senyumnya semakin berkembang dibibir sensualnya itu.
“Ahh, tenangkan diri Anda Nyonya Yun Jin Lie, apakah Ibu Anda tidak pernah mengajarkan agar seorang wanita hamil itu tidak boleh berteriak sekencang itu?? karena itu akan membuat Anda cepat lelah dan akan berpengaruh pada kandungan Anda yang masih rentan itu. Apakah anda tidak kasihan dengan buah cinta Anda yang dalam kandungan itu?” Kata Xi Lilian kali ini benar-benar membuat Yun Jin Lie merasa frustasi.
Karena Yun Jin Lie benar-benar tidak ingin mempercayai semua kata-kata yang diucapkan oleh orang aneh yang ada di depannya saat ini.
Apalagi orang itu yang mengatakan bahwa dirinya tengah mengandung. Ia sama sekali tidak percaya akan hal itu.
Namun Yun Jin Lie saat ini terdiam dan mengingat-ingat kembali akan sesuatu hal.
Dan setelah beberapa saat ia kemudian membelalakkan matanya lebar-lebar dan juga menganga seakan ada sesuatu hal yang mengejutkannya.
Ya setelah dia ingat kembali, memang benar bahwa Yun Jin Lie belum mengalami datang bulan selama sebulan lebih.
Dan saat ini matanya dan raut wajahnya menunjukan kepanikan dan juga kecemasan.
Karena jujur saja saat ini dia tidak ingin hamil. Apalagi dia tau siapa yang telah menanam benih dirahimnya ini.
Yun Jin Lie sungguh tidak sudi mengandung dan melahirkan anak dari seorang gigolo tua itu.
Apalagi jika itu benar-benar terjadi maka dia tidak akan pernah bisa melupakan kenangan buruk ketika peristiwa memalukan itu terjadi.
Kini Yun Jin Lie merasa bahwa kepalanya terasa sakit karena dihantam oleh sesuatu yang keras. Sehingga membuatnya menjadi lebih pucat lagi dan juga ketakutan.
Melihat ekspresi wajah Yun Jin Lie itu membuat Xi Lilian menjadi semakin bersemangat.
__ADS_1
“Wah aku sampai lupa jika aku harus mengucapkan selamat kepada Anda atas kandunan Anda ini Nyonya.” Kata Xi Lilian yang seolah tulus mengatakannya.
“Aku benar-benar tak menyangka bahwa Anda dan juga Ibu Anda sama-sama sedang mengandung. Sungguh sangat kompak sekali kalian ini, yang satu mengandung bayi dari tuannya , dan satu lagi dari seorang kakek yang perkasa,” ucap Xi Lilian provokatif.
Kata kata Xi Lilian ini membuat Yun Jin Lie menjadi semakin ketakutan dan juga terpuruk. Ia kembali lagi dihantui dengan bayang-bayang kejadian
kala itu.
Yun Jin Lie ingin menyangkalnya tapi Ia memang merasa ada sesuatu yang berbeda dengan tubuhnya. Dan perut bagian bawahnya juga sering terasa sakit karena dia harus selalu dalam keadaan tertelungkup di tempat tidur seperti saat ini, karena luka-luka dipunggungnya masih belum sembuh juga.
Melihat Yun Jin Lie yang masih terdiam akhirnya Xi Lilian mengatakan seluruh berita yang telah menyebar luas hingga ke luar kekaisaran.
Dan itu berhasil memancing amarah dari Yun Jin Lie dan itu juga berakibat seperti apa yang Xi Lilian harapkan padanya.
Karena saat ini Yun Jin Lie merasakan sakit pada perut bagian bawah nya terasa kram dan keras. Dan terjadi kontraksi berlebihan.
Xi Lilian yang melihat Yun Jin Lie mengerang kesakitan Ia bergegas kearahnya dan segera memberikan obat penguat kandungan dari zaman modern dan juga menyuntikan bius pada Yun Jin Lie agar Ia segera tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.
Xi Lilian bukannya bermaksud baik terhadap Yun Jin Lie. Melainkan Ia hanya tidak ingin anak yang berada di dalam kandungan Yun Jin Lie saat ini tidak mengalami keguguran.
Karena dengan mengetahui bahwa dirinya hamil itu sudah membuat Yun Jin Lie sangat menderita.
Setelah Yun Jin Lie tertidur kini Xi Lilian mengerahkan sebuah kekuatan untuk memperkuat kandungannya agar janin itu bisa tumbuh dalam kandungan.
Selain itu Xi Lilian tidak melupakan untuk membuat Yun Jin Lie menebus semuanya yang pernah menyiksa tubuhnya ini yang lemah tanpa kultivasi sama sekali.
Dan Xi Lilian kini juga akan melakukan hal yang saman kepada wanita hamil yang berada di hadapannya.
Saat Xi Lilian telah selesai menangani masalah pada kandungan Yun Jin Lie. akhirnya Xi Lilian menghancurkan dantiannya dan juga membuat seluruhnya meridian nya rusak parah dan terbakar oleh energi qi yang Xi Lilian keluarkan untuk menghancurkan dantian Yun Jin Lie.
Dan barulah Xi Lilian mengeluarkan sebuah pil yang berwarna hitam pekat. Pil itu adalah pil racun masih tergolong ringan.
Karena hanya akan berefek pada lukanya Yun Jin Lie saja yang tidak akan pernah sembuh dan justru akan semakin melebar hingga ke seluruh tubuhnya dan Yun Jin Lie juga akan mengalami rasa yang begitu perih yang menyiksa dari lukanya itu
Setelah itu Xi Lilian memasukan pil tersebut kedalam mulut Yun Jin Lie dan menotok titik akupuntur nya agar Yun jin Lie bisa menelan pil tersebut.
Kemudian setelah selesai Xi Lilian tak lupa menghapus sebagian memori ingatan dari Yun Jin Lie yang mana Xi Lilian menghilangkan ingatan mengenai keberadaannya di ruangan ini.
Namun dengan apa yang Xi Liliankatakan akan selalu ada dalam ingatan Yun Jin Lie.
__ADS_1
Barulah setelah itu Xi Lilian membuka Arai kedap suaranya yang Ia pasang.
Setelah itu Xi Lilian langsung keluar dari Kediaman Keluarga Yun itu.
Namun saat ini Xi Lilian yang ingin kembali ke Kediaman Jendral itu tiba-tiba saja merasa aura kekuatan yan cukup membuat Xi Lilian terkejut.
Karena setau dia tidak ada manusia dialam fana ini memiliki kultivasi di ranah misteri tingkat puncak selain keluarga nya dari kekaisaran Wexia yang merupakan sosok klan tersembunyi dari dunia atas.
Namun kali ini Aura dari sosok yang mengikutinya itu sedikit berbeda tapi juga ada kemiripan. Bahkan hampir sama.
Karena Xi Lilian merasa penasaran dengan sosok yang mengikutinya sejak tadi.
Akhirnya Xi Lilian mempercepat gerakan meringankan tubuhnya menuju suatu tempat yang sepi di hutan belantara yang lokasinya tidak terlalu jauh dai kekaisaran Wuxi.
Sesampainya di tengah hutan akhirnya Xi Lilian mendarat dan bersembunyi dengan menyamarkan auranya.
Dan ternyata benar saja ada sesosok yang Xi Lilian yakini jika itu seorang pria. Karena terlihat jelas dari postur tubuh nya yang tinggi dan juga tegap.
Kini sosok itu juga telah mendarat di atas sebuah cabang pohon dan terlihat juga bahwa dia sedang mencari Xi Lilian.
Karena tiba-tiba saja ia kehilangan aura yang sejak tadi ia ikuti.
Xi Lilian yang sangat penasaran dengan sosok itu akhirnya muncul dan segera menyerang sosok itu dari arah samping.
Dan ternyata orang itu juga memiliki refleks yang sangat bagus sehingga bisa menagkis serangan dari Xi Lilian.
Dan akhirnya Xi Lilian terus memberikan gerakan untuk menyerangnya.
Namun orang itu masih saja bisa menangkisnya. Dan tidak menghindar sama sekali.
Kini akhirnya Xi Lilian memutuskan untuk menyerangnya dengan ilmu bela diri dari zaman modern dan tidak menggunakan Kultivasinya.
Karena selain Ia ingin mencoba menyerang orang itu dengan teknik yang Ia kuasai juga sekalian berlatih dan meregangkan otot seperti ketika Xi Lilian masih menempati tubuh Emilia di dunia modern dulu.
Namun saat ini yang lebih membuatnya terkejut lagi, karena sesungguhnya orang itu juga bisa mengimbangi nya dan juga menggunakan tekhnik serangan yang sama seperti yang Xi Lilian lakukan.
“Tidak... Ini tidak mungkin.... Karena hanya orang-orang yang hidup di zaman modern yang bisa dan mengetahui teknik beladiri seperti ini,” gumam Xi Lilian.
Meskipun demikian Xi Lilian tak pernah mengendurkan kewaspadaan nya.
__ADS_1
Dan terus saja menyerang dan menangkis gerakan lawan nya karena saat ini masih terjadi adu jurus yang cukup sengit antara Xi Lilian dengan orang itu.