
“Aku telah memutuskan, untuk membebaskan Yun Jin Lie dari pengasingan dan akan memberikannya pernikahan dengan seorang pengawal kepercayaan Putra Pertamaku yaitu Mu Jing dan membebaskan nya dari Kediaman Jendral ini. Karna mulai dari sekarang ia bukan lagi Putri Pertama dari kediaman ini. Karena beberapa hari berlalu aku telah mengurus penghapusan silsilah keluarga untuk Yun Jin Lie didepan Kaisar dan itu semua telah disetujui Yang Mulia Kaisar.” Kata Jendral Besar Shen yang membuat pukulan telak bagi ibu dan anak Selir Yun dan juga pengawal Mu Jing, yang mana rencana mereka tidak berjalan sesuai rencana.
Dan semua ini tentunya ada campur tangan Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin. Yang membuat Jendral Besar Shen melihat sendiri bahwa pengawal Mu Jing itu mengunjungi Shen jin Lie yang kini telah menjadi Yun Jin Lie. Secara sembunyi sembunyi ke gudang kayu tempat pengasingan bagi ****** itu.
Dan selain itu juga karena pada saat Shen Yu Lin dan Mu Jing menghadap dan juga memohon pernikahan pada Jendral Shen, secara simbolis Shen Yu Lin menyerahkan beberapa berkas identitas diri dari Mu Jing, agar lebih dipercaya oleh Jendral Shen.
Tapi yang tidak diketahui oleh Mu Jing adalah berkas identitas itu bukanlah identitas yang Ia palsukan untuk mengelabui Shen Yu Lin pada awalnya.
Melainkan berkas identitas asli dari penyelidikan dari para Anggota Black Star yang selama sepekan ini telah terkenal di seluruh Kekaisaran. Karena kemampuan dan juga kredibilitasnya. Dan setiap misi yang mereka ambil semua berhasil dengan bersih.
Sehingga Jendral Besar Shen yang menangkap maksud dari putranya itu bisa membuat keputusan yang tepat. Dengan membuang mata-mata dari pihak Perdana Mentri Han dan juga melepas status keluarga dengan Shen Jin Lie.
Sedangkan Selir Yun yang mendengar pernyataan yang dibuat oleh jendral Shen. Terkejut hingga pingsan, sehingga anak-anaknya pun memohon pada ayahnya agar membatalkan pemutusan silsilah keluarga itu.
Namun tak dihiraukan oleh Jendral Shen. Karena Ia telah mendapatkan putusan resmi dari Kementerian Administrasi dan Pencatatan Sipil Kekaisaran dan pengakuan dari Kaisar Secara langsung.
Tetapi hal itu justru membuat Selir Duan dan anak-anaknya menjadi sangat senang. Dan telah berencana untuk merayakan kabar bahagia bagi mereka itu.
...****************...
Sedangkan disisi Xi Lilian dan Shen Yu Lin mereka tengah menikmati camilan buatan Xi Lilian yang sangat digemari oleh Shen Yu Lin.
“Lian’er kau di usiamu yang masih kecil ini sungguh sangat berbakat di semua hal. Gege sangat senang akan hal itu. Terlebih lagi jika Gege mu ini bisa memakan masakanmu ini setiap hari.” Kata Shen Yu Lin.
“Oh ayolah Gege, jangan kau kira aku tidak tau alasan kau memuji diriku. Ini semua hanya untuk menyenangkan ku dan kau bisa menikmati makanan ku ini. Bukankah begitu Gege ku sayang.” Cibir Xi Lilian
“Hahaha kau tau hal itu Lian’er. Lagi pula siapa yang bisa menolak dengan kelezatan setiap hidangan yang kau buat itu.” Kata Shen Yu Lin dengan riangnya.
Berbeda dengan suasana yang penuh dengan kasih sayang kakak beradik itu, hal sebaliknya yang terjadi di paviliun Selir Yun yang pingsan kini telah di bawa kembali oleh anak-anak.
Mereka semua berkumpul di kediaman Ibundanya tersebut. Begitu pula dengan Yun Jin Lie yang juga di baringkan diranjang sebelah Ibundanya. Karena luka bekas pukulannya masih belum sembuh sepenuhnya.
“Apa Jiejie sekarang puas telah membuat Ibunda menderita seperti ini? Lihatlah akibat ulah Jiejie, semenjak saat itu Ibunda selalu menderita untuk memohon kebebasan Jiejie.” Kata Shen Jung Si ketus.
__ADS_1
“Si'er percayalah, Jiejie dijebak dan tidak pernah berpikiran untuk melakukan hal seperti itu.” Kata Yun Jin Lie sambil terisak, karena merasa sedih tak ada orang yang mempercayai nya dan juga melihat Ibundanya yang semakin kurus dan pucat.
“Apa Jiejie kira kami ini masih anak kecil yang bodoh. Mana ada jebakan yang terjadi secara berulang kali bahkan Jiejie sendiri yang berinisiatif datang ke tempat itu sendiri dan dalam keadaan sadar dan tanpa adanya undangan dari pihak lain. Sungguh aku tak menyangka Jiejie bisa melakukan hal yang menjijikkan seperti itu.” Geram Shen Jung Si.
Sebelum Yun Jin Lie bisa bersuara tiba-tiba terdengar suara seorang pelayan kecil yang mengatakan. Bahwa Tabib Zhan telah datang.
Sehingga mereka langsung mempersilakan sang tabib memeriksa keadaan Selir Yun dan juga Yun Jin Lie.
Saat Tabib Zhan hendak memeriksa keadaan Selir Yun tiba-tiba Selir Yun membuka matanya dan berkata dengan lemah.
“Tolong Tabib Zhan periksa keadaan putriku terlebih dahulu.” Kata Selir Yun sambil menolehkan kepalanya menghadap putri tertuanya.
Setelah mendengar ucapan Selir Yun, Tabib Zhan pun bergegas ke sisi lain ranjang yang kini di tempati oleh Yun Jin Lie.
Setelah beberapa saat memeriksa luka yang berada dipunggung Yun Jin Lie Tabib Zhan menghela nafas panjang.
Dan mengambil nadi dan memeriksa keadaan Yun Jin Lie. Barulah setelah itu ia mulai menanyakan beberapa hal.
“Nona Jin Lie, apakah beberapa hari ini Anda mengalami demam yang tak kunjung turun? Dan juga terasa gatal pada luka Anda?” tanya Tabib Zhan.
“Apa....apa yang terjadi pada putriku Tabib, dia baik-baik saja kan?” tanya Selir Yun dan terlihat cemas akan keadaan putri sulungnya.
“Begini Nyonya, dari hasil pemeriksaan saya kali ini, kondisi Nona Jin Lie sedikit kurang baik. Karena, pada lukanya telah terjadi infeksi pada sebagian besar lukanya karena selama ini kasa pembalut lukanya tidak pernah diganti dan juga tidak dibersihkan itu yang membuat kondisi tubuh nona Jin Lie juga ikut menurun dan mengalami demam dan radang pada lukanya yang sudah mulai bernanah.” Kata Tabib Zhan menjelaskan keadaannya secara hati-hati.
“Aapaaaa....!!! Tidak mungkin begitu kan, aku telah menyediakan begitu banyak seluruh kebutuhan juga peralatan untuk perawatan luka putriku ini, dan aku juga sudah memerintahkan pelayan untuk merawat Lie’er dengan baik. Kenapa bisa sampai seperti ini?” Kata Selir Yun yang merasa sangat sedih dan prihatin dengan kondisi putrinya.
Selir Yun yang mendengar kondisi anaknya yang tidak baik, menjadikan emosinya kembali memuncak dan membuatnya semakin sesak nafas dan pucat.
Apalagi jika teringat putri sulungnya ini akan segera dikirim ke kediaman Yun dan akan segera menikahi seorang pengawal rendahan.
Yang mana Selir Yun tidak mengetahui bahwa sebenarnya pengawal rendahan yang dia maksud itu, juga merupakan putra dari Perdana Mentri Han dengan salah satu gundik nya yang lain.
“Tenangkan diri bunda, kita akan cari solusi agar Jiejie segera sembuh.” Kata Shen Jia Yun menenangkan ibunya.
__ADS_1
“Apakah ada obat yang bisa memulihkan kondisi Jiejie ku Tabib Zhan?” Tanya Shen Wu Lan pada Tabib Zhan.
“Saya akan meresepkan ramuan untuk menurunkan demam pada Nona dan juga lebih baik segera bersihkan luka Nona Jin Lie dan oleskan salep ini untuk mengatasi radang dan infeksinya. Agar tidak menjadi semakin parah.” Kata Tabib Zhan sambil menyerahkan resep ramuan dan juga salep kepada pelayan Shen Wu Lan.
Setelah itu Tabib Zhan beralih hendak memeriksa kondisi Selir Yun. Namun ketika ia mengambil nadinya. Ia merasa agak ragu. Sehingga mencobanya lagi beberapa kali.
Hingga akhirnya Ia yakin dengan kondisi yang dialami oleh selir Yun.
Namun mereka para anak dari selir Yun yang menyaksikan tabib memeriksa ibunya secara berulang-ulang, justru menjadi tegang dan khawatir akan keadaan ibunda mereka.
Karena mereka takut jika kondisi tubuh Ibunda mereka juga akan memburuk. Dan saat mereka telah melihat tabib selesai memeriksa Ibunda mereka, akhirnya mereka menanyakan kondisi Ibundanya dengan kompak.
“Bagaimana keadaan ibunda kami Tabib?” Tanya mereka.
“Tuan dan Nona Muda tidak perlu terlalu khawatir. Ibunda kalian tidak kenapa-kenapa. Justru saya seharusnya mengucapkan selamat kepada Anda semua, karena kalian akan memiliki tambahan anggota keluarga baru. Selir Yun kini tengah mengandung, dan usianya saya perkirakan baru beranjak 2 pekan.” Kata Tabib Zhan dengan senyuman yang tulus.
"Dan saya sarankan agar Selir Yun lebih banyak istirahat dan juga menjaga kondisi tubuh nya agar Ia dan janin yang di kandung selalu sehat." kata Tabib Zhan menambahkan.
Setelah itu Tabib Zhan langsung pamit undur diri, karena merasa tidak ingin menggangu kebahagiaan mereka ibu dan anak.
Anak-anak selir Yun yang mendengar kabar mengenai kehamilan ibundanya merasa bahagia karena mereka pikir ayah mereka Jendral Besar Shen masih sangat menyayangi ibunda mereka.
Tapi berbeda halnya dengan Selir Yun sendiri. Ia justru menjadi tertekan dan gelisah karena Ia tak menyangka bahwa Ia tengah hamil, dan bisa di pastikan bahwa anak yang Ia kandung adalah anak dari Perdana Mentri Han.
Karena selama dua tahun lebih jendral Shen tak pernah sekalipun menyentuhnya. Karena harus menetap di perbatasan dan baru kembali dua bulan lalu. Dan selama itu juga Sang Jendral tak pernah mengunjungi paviliunnya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.
Di tambah dengan keadaan kediaman Jendral saat ini yang sedang kacau. Maka tidak akan mudah untuk dirinya merayu dan menjebak Jendral Besar Shen diranjangnya seperti yang sebelum sebelumnya.
Sehingga saat ini Selir Yun sangat frustasi. Apalagi masalah putri pertamanya masih belum selesai. Hingga akhirnya Ia menyuruh semua anaknya untuk menyembunyikan mengenai kehamilannya.
Dengan dalih, tidak ingin ada yang berusaha mencelakai kandungannya dan juga ia ingin memberi kejutan pada Jendral Shen di hari ulang tahun sang jendral yang akan dilaksanakan dua setengah bulan lagi.
Padahal pada benaknya ia sangat ingin melenyapkan janin itu sebelum diketahui banyak orang. Terutama Jendral Shen, agar dia tidak curiga mengenai dirinya yang tengah berselingkuh.
__ADS_1
Setelah memastikan semua tidak terjadi masalah apapun pada Ibunya akhirnya para Nona dan Tuan Muda anak Selir Yun pergi kembali ke paviliunnya masing-masing.