
Mereka bahkan sampai mengabaikan segalanya, dan tidak lagi memiliki untuk saling bertikai memperebutkan harta hasil buruan.
Karena demi mempertahankan keselamatan diri sendiri, sehingga mereka semua justru saling bahu membahu dan berupaya untuk bisa saling melindungi satu sama lain agar mereka semua memiliki jauh lebih besar kesempatan hidup jika menemukan suatu hambatan atau kejadian buruk yang tidak mereka inginkan.
Begitu juga dengan kelompok dari Keluarga Besar Shen, kini mereka kembali melakukan perjalanan bersama-sama. Dan tanpa ada lagi perselisihan lagi di antara mereka.
Tidak, sepertinya tidak sepenuhnya seperti itu. Karena tampaknya dua saudara kembar yang kini mengklaim marga barunya sebagai Keturunan keluarga Rong itu.
Mereka benar-benar tidak bisa lagi bersikap seperti sebelumnya. Hanya saja mereka berdua masih memiliki sedikit emosi positif pada keluarga besar Shen ketika mereka berdua teringat akan keberadaan Ayahandanya Shen Gong Fu.
Yang mungkin akan selamanya akan memiliki ikatan kuat dengan Keluarga Besar Shen.
Jadi mereka bersedia berkompromi dengan keadaan. Sehingga mereka berdua kembali bersedia untuk melanjutkan perjalanan kali ini agar mereka semua dapat kembali ke tempat tujuan terakhir mereka dengan aman.
Tapi jauh didalam hati kedua pemuda kembar itu, mereka sama sekali sangat tidak ingin bersikap baik ataupun ramah terhadap para generasi muda dari Keluarga Besar Shen itu.
Apalagi jika nantinya mereka juga bertemu dengan Shen Ming An dan juga Shen Sie Lie. mereka berdua bahkan tidak berkeinginan untuk berada dekat-dekat dengan mereka berdua yang berasal dari keluarga cabang pertama keluarga Shen.
Namun mereka tidak tahu jika pada saat ini kedua orang yang mereka maksud itu sama sekali tidak mungkin mengindahkan masalah lain seperti suara Guntur ataupun tanah yang berguncang. Karena mungkin saja saat ini mereka berdua masih saja terlena dalam keindahan yang mereka alami secara bersama-sama satu sama lain.
Sedangkan di sisi Xi Lilian yang kini tengah berada di Inti Hutan Sunyi dengan ditemani oleh dua pemuda tampan.
Kini Gadis remaja yang sangat rupawan itu kini tengah terfokus dengan kegiatannya yang kini dalam meditasi dan juga berusaha untuk membebaskan harta yang memang miliknya itu dari belenggu segel yang selama ratusan tahun ini telah menjaga dan juga mengamankannya dari tangan para kultivator berhati hitam yang serakah dan selalu mengincar harta itu.
Bahkan saat ini aura kebangkitan yang juga disertai dengan aura penindasan secara bertahap kini semakin terasa sangat kuat.
__ADS_1
"Yang Mulia mungkinkah harta itu benar-benar terjaga dengan begitu kuat sehingga butuh waktu yang cukup lama bagi Lian'er untuk menaklukkan dan mendapatkannya kembali?" tanya Xi Yu Lin yang kini benar-benar menyaksikan bagaimana besarnya usaha yang dilakukan oleh adiknya yang mana dirinya anggap sudah sangat kuat itu.
"Memang tidak salah jika Dewi Cahaya melakukan perlindungan berlapis untuk bisa mempertahankan keamanan barang-barang milik sahabatnya baiknya. Guna memastikan harta itu tersimpan dengan baik dan auranya tidak merembes keluar dan agar tidak dapat diketahui pihak mana pun, Sudah pasti Dewi Cahaya akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankannya. Namun Anda tenang saja, meski seberapa kuatnya pertahanan dari penyegelan yang dilakukan oleh Sang Dewi Cahaya, Lian'er sudah pasti bisa untuk mengatasinya. Apalagi saat ini Aku juga merasakan bahwa aura dari harta itu kini telah menyatu dengan aura spiritualitas Lian'er untuk melawan segel tersebut. Mungkin sebentar lagi akan segera berakhir," jelas Sang Kaisar Dewa itu dengan tenang.
Meski saat ini Mo Fei Tian juga dapat menyaksikan betapa gigihnya istri kecilnya itu untuk dapat mengambil kembali harta berharga miliknya.
"Semoga saja memang demikian. Aku hanya khawatir jika semakin lama Lian'er dalam keadaan seperti ini. Maka akan menimbulkan kecemasan dan juga kekacauan dari pihak Kekaisaran, yang mungkin nantinya mereka akan melakukan tindakan dan justru akan menghambat proses yang dilakukan oleh Lian'er saat ini," ucap Xi Yu Lin dengan tatapan mata yang kini masih terpaku pada Sang adik.
Karena sejujurnya Xi Yu Lin juga merasa sangat takut akan terjadi hal buruk menimpa adik perempuan kesayangannya itu.
"Aku yakin, itu tidak akan lama lagi," tegas Mo Fei Tian yang saat ini sudah bisa merasakan bahwa aura keduanya antara Xi Lilian dengan harta itu telah stabil.
Yang mana itu tanya baik bahwa segel itu telah berhasil di taklukkan dengan baik.
Dan benar saja seketika Sang Kaisar Dewa selesai mengucapkan kata-katanya.
Bahkan dengan secepat kilat, cahaya terang itu kini telah berada di sisi Xi Lilian, dan bahkan cahaya itu berputar dengan sangat cepat mengelilingi gadis itu yang masih dalam meditasi.
Sehingga sesaat kemudian cahaya itu segera berpendar dan menyusup melalui setiap pori-pori kulit gadis itu dan kini mulai menyatu dengan sosok gadis yang tampak begitu tegar itu.
Dan setelah beberapa saat berlalu, akhirnya menyisakan setitik cahaya putih yang masih cukup terang, meski tidak seterang dan menyilaukan seperti pada awalnya.
Dan cahaya itu segera mendekat ke bagian kening diantara kedua alis Xi Lilian yang begitu putih. Setelah itu, seketika cahaya itu melebar hingga mencapai ujung kedua matanya. Yang kemudian berangsur-angsur terserap di tiga bagian itu.
Sehingga tidak butuh waktu yang lama, kini terlihat dengan begitu jelas terdapat simbol sebuah trisula cantik di antara alis gadis itu.
__ADS_1
Selain itu juga ada tampak seperti lukisan dari ujung tertajam dari trisula yang berwarna biru terang pada kedua ekor mata Xi Lilian.
Yang menandakan bahwa harta berharga itu kini telah kembali menyatu dengan sempurna pada diri dan juga Jiwa Xi Lilian.
Dan simbol yang kini muncul pada diri gadis itu juga merupakan sebuah perwujudan dari harta itu sendiri.
Yang memang sebuah Senjata pamungkas yang berada di kelas tertinggi yakni Senjata kelas Ilahi yang juga merupakan senjata Sang Dewi Alam Semesta di kehidupannya terdahulu.
Sehingga tidak akan ada seorangpun yang akan mampu mengendalikan senjata itu dengan sepenuhnya kecuali Sang pemiliknya sendiri.
Jadi selama ini, meskipun Sang Kaisar Dewa dan juga Dewi Cahaya juga mengetahui fakta itu. Namun mereka juga tidak bisa menghentikan sifat rakus dan juga keserakahan yang dimiliki oleh banyak orang.
Sehingga Sang Dewi Cahaya dengan sengaja menyembunyikan dan juga menyegel senjata yang akan menarik minat sejuta umat itu, agar tidak menimbulkan kerusuhan dan juga kerusakan yang lebih parah lagi.
Dan mengapa Sang Dewi Cahaya memilih menyegel harta kelas ilahi itu di Dunia Fana ini. Tentu saja karena sebelumnya Sang sahabat Dewi Cahaya telah mencari tahu jalan takdir reinkarnasi dari sahabat baiknya itu. Yang telah digariskan untuk terlahir di tempat yang rendah seperti di Dunia Fana ini.
Oleh sebab itulah, akhirnya Sang Dewi Cahaya, berupaya sangat keras untuk dapat melakukan semua ini demi membatu sahabatnya Sang Dewi Alam Semesta.
Setelah Xi Lilian merasa bahwa senjata roh nya telah kembali dan berhasil menyatu sempurna dengan dirinya kembali.
Kini secara perlahan Xi Lilian mulai membuka matanya yang terpejam. Dan dari sorot matanya itu kini dapat terpancar dengan sangat jelas, Suatu jejak dingin nan tajam yang melambangkan ketajaman dari Senjata roh miliknya Yang memiliki nama sebagai Trisula Naga Azure,
Karena pada dasarnya tongkat atau gagang dari trisula tersebut memanglah ditempa dari tulang naga yang berusia jutaan tahun dan memiliki warna putih bening yang sedikit kebiruan. Yang tampak seperti seperti dilapisi oleh kristal jika dilihat dari kejauhan.
Namun akan jauh lebih mengagumkan lagi jika itu dilihat dari jarak dekat. Maka tidak akan ada satu orang pun yang tidak menginginkan Trisula berharga itu untuk diri mereka sendiri. Hanya saja sangat disayangkan jika Trisula tersebut hanya akan memilih dan juga mengakui reinkarnasi Sang Dewi Alam Semesta saja.
__ADS_1
Sehingga tidak akan pernah ada seorangpun yang mampu menggunakan Trisula Naga Azure itu selain sang pemilik aslinya.