Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 237


__ADS_3

"Huhh.... kenapa kau menjadi begitu egois Yang Mulia Kaisar Dewa Yang Agung? Lalu harus bagaimana cara ku untuk bersikap dan memperlakukan Keluarga ku. Aku memiliki banyak Pria yang ada di dalam hatiku, pikiran ku dan juga dimata ku. Karena dihati, pikiran dan juga mataku tidak hanya ada Anda saja Yang Mulia, karena di dalam sana masih ada Gege, Kakek, ketiga Paman, sepupu Xin Mu Ren, dan jangan lupakan Paman Gong Fu dan juga kedua putra kembarnya itu. Ahh dan yah masih ada para Gege kontraktual ku dan juga masih ada ratusan pria yang tergabung dalan Black Star Mafia, Mereka semua adalah orang-orang yang sangat berarti dalam hidup ku selama ini. Jadi, apakah menurut mu aku juga harus menjauhi mereka semua?" cetus Xi Lilian dengan wajah yang madih ditekuk dan cemberut.


Namun dari seluruh orang yang disebut disana, mereka semua adalah saudara dan juga kerabat dekat dan juga orang-orang yang setia mengikuti Xi Lilian.


Hanya saja ada satu orang pria yang memang sengaja Xi Lilian tidak sebutkan. Dan mungkin dirinya juga tidak akan pernah menyebutkan namanya. Atau justru Xi Lilian telah melupakan nya.


Sang Kaisar Dewa, Mo Fei Tian yang pada awalnya mulai merasa cemburu lagi dengan kata-kata awal Xi Lilian.


Tapi akhirnya dirinya menjadi tidak berdaya sama sekali ketika ingin menjawabnya.


Bukankah yang istri kecilnya sebutkan itu adalah orang-orang penting bagi istrinya itu?


Jadi bagaimana, dirinya akan menjawab pertanyaan tersebut? Tentu saja Mo Fei Tian tidak akan pernah berani melarang istri kecilnya itu untuk selalu memikirkan mereka semua. Dan lagi dirinya sendiri juga merasa cukup senang dengan keberadaan mereka semua. Sehingga dengan adanya mereka, setidaknya Istri kecilbya ini akan menjadi jauh lebih mawas duri dan juga berpikir panjang. Agar tragedi di kehidupan sebelumnya tidak akan pernah terulang lagi.


"Lian'er sayang, Aku mengerti. Jadi sudahi inu semua. Dan maafkan suami mu ini yang tadi tanpa sengaja aku hampir saja melukai dirimu," ucap Mo Fei Tian yang kini memeluk dan juga mengecup hangat pucuk kepala istri kecinya yang sangat imut itu.


"Aiyaa... Akhirnya kau mengerti juga. Jadi apakah kamu masih akan cemburu hanya karena ulah para manusia tak berakhlak itu. Itu benar-benar akan merugikan diri kita sendiri jika masih saja menghiraukannya." terang Xi Lilian yang saat ini juga sudah mulai menenangkan dirinya. Dan juga memberikan pengertian pada suami takdir nya itu.


"Yah, kau benar. Aku tahu itu sekarang, jadi ku mohon maafkan aku sayang. ku mohon....," ucap Sang Kaisar Dewa Mo Fei Tian yang kini justru semakin merasa bersalah pada Xi Lilian.


"Shetttt....cupp..." Xi Lilian menghentikan ucapan Sang Suami de gan sebuah ciuman di bibirnya.


Dan hal itu benar-benar membuat Sang Kaisar Dewa kembali terkejut. Namun durinya juga sangat senang dengan perlakuan istrinya itu.


Yang mana itu menandakan bahwa Xi Lilian telah memaafkannya. Dan tidak ingin melanjutkan pembahasan masalah yang menjengkelkan itu lagi.


"Terima kasih sayang, Aku sangat, sangat dan terlalu mencintaimu Lian'er. Dunia ku seakan runtuh jika ada sesuatu hal pun yang buruk terjadi padamu. Jangan pernah tinggalkan Suami mu ini lagi, ya." pinta Mo Fei Tian dengan segenap ketulusan hatinya. Dengan memeluk Xi Lilian setelah ciuman mereka terhenti


"Emn, aku janji pada mu. Aku juga tak ingin berpisah dari mu lagi A Tian," Xi Lilian juga menerima perlakuan dan juga kasih sayang dari suaminya itu dengan sangat bahagia.


"Baiklah Apakah kita akan kembali keluar sekarang? Atau madih ada hal lain yang ingin kau lakukan di sini sayang?" tanya Mo Fei Tian.


"Tidak aku hanya akan keluar setelah Gege Yu Lin telah menyelesaikan pelatihannya. Dan kita bisa kembali bersama-sama. Jadi lebih baik kita sekarang menemui Yiran kecil terlebih dahulu. Karena aku sudah sangat merindukannya," timpal Xi Lilian yang kini sudah kembali ceria dan semangat seperti sebelumnya.


"Baiklah.... tapi sebelum kita menemui Putri kesayangan mu itu, maka kau harus merapikan penampilan mu terlebih dahulu. Jika tidak maka...." ucapan Sang Kaisar Dewa pun semakin lirih dan bahkan terhenti dengan ekspresi wajah yang tak terbaca. Namun Xi Lilian dapat melihat jika Sang Kaisar Dewa itu saat ini tengah merasa malu hingga telinga dan wajahnya yang sengaja dipalingkan itu tampak begitu merona.


"Hei.. hei... bukankah ini semua ulah yang Anda perbuat Yang Mulia? Apakah saat ini Anda baru menyadari jika hal itu benar-benar mrmalukan?" tanya Xi Lilian yang kini sengaja menggoda Suami nya itu.


"A..Ahh... Maafkan aku Lian'er. Itu...itu..." Mo Fei Tian tak dapat berkata-kata.

__ADS_1


"Baiklah, baiklah. Sekarang penampilan ku sudah jauh lebih baik. Jadi kita bisa menemui Yiran kecil sekarang juga," ucap Xi Lilian yang tidak ingin membuatnya Suami nya itu kembali merasa bersalah.


Dan Mo Fei Tian yang tahu akan setiap perbuatan istri kecilnya itu pun, kini dirinya semakin merasa bersyukur. Karena dirinya bisa memiliki Xi Lilian yang begitu baik sebagai pasangan takdir nya.


"Baiklah, aku kira Ran'er juga sudah sangat merindukan mu. Ibunya yang begitu sempurna baginya," puji Mo Fei Tian pada Xi Lilian yang menurutnya begitu baik juga sempurna bagi dirinya.


Setelah itu pun mereka berdua segera beranjak untuk menemui Putri angkat mereka


Mo Lie Yiran, dan juga yang lainnya yang tinggal di dalam Dimensi Bintang.


Dan bermain serta menghabiskan waktu berharga mereka dengan segala hal yang menyenangkan namun juga tidak melupakan bahwa mereka juga harus mempersiapkan segala hal yang akan dibawa untuk perjalanan yang akan dilakukan oleh Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian ke dimensi lain.


Selain itu para kontraktual dan bahkan si kecil Mo Lie Yiran pun tidak mengendurkan semangat dan ikut berlatih untuk memperkuat setiap serangan dan juga pondasi tubuhnya.


Sedangkan saat ini diluar Dimensi Bintang waktu juga terus berlalu, hingga tanpa terasa dua jam telah terlewati.


Dan saat ini kegiatan panasyang dilakukan kedua daudara sedarah itu pun juga sudah berlangsung secara berulang kali.


Namun tampaknya semua itu masih saja akan terus berlanjut, Dan bahkan belum ada tanda-tanda kelelahan atau bahkan keinginan untuk berhenti dari kedua saudara kandung itu.


Mereka masih asyik dalam aktivitas penyatuan dan penuh gelora itu. Meskipun awalnya Shen Sie Lie tampak begitu menolak keinginan dari Gege nya.


Dan itu menjadikan Shen Ming An semakin bersemangat, dan juga bahagia karena mendapatkan perlakuan balasan dari wanita cantik yang merupakan adik kandungnya sendiri.


Bahkan pada saat ini pun posisi Shen Sie Lie pun masih saja mendominasi permainan tersebut. Dan tampak juga jika mereka brgitu lupa diri. Mereka benar-benar tidak pedulu dengan apa yang terjadi di daerah sekitar mereka.


Terlebih lagi mereka juga sudah melupakan dimana tempat mereka berdua berada saat ini. Mereka juga melupakan apa tujuan utama mereka datang dan memasuki kawasan Hutan Sunyi ini.


Hal itu terjadi, karena pada saat ini yang ada dalam benak serta pikiran mereka hanyalah upaya untuk menikmati dan mencapai kepuasan baik lahiriah maupun batin mereka, dengan aktivitas mereka yang semakin lama semakin intens dan bahkan keadaan di tempat itu tampak begitu acak-acakan, akibat mereka berdua melakukan berbagai eksplorasi gaya dalam bercinta.


Tapi yang tidak mereka sadari adalah, segala hal yang membuat mereka lupa diri itu juga merupakan ulah Xi Lilian yang sangat membenci mereka berdua.


Yah, sebelum Xi Lilian dibawa pergi oleh Sang Kaisar Dewa memasuki, Ruang Dimensi Bintang. Xi Lilian semoat mengeluarkan serbuk afrodisiak yang dirinya senpurnakan dan mengirimkannya pada kedua saudara yang sedang bercumbu ria itu melalui elemen anginnya.


Jadi sabgat wajar bagi kedua manusia menjijikan itu sampai bertahan hingga berjam-jam. Bahkan jika sesuai perkiraan Xi Lilian.


Mereka berdua akan berhenti setelah enam atau tujuh jam. Dan setidaknya masih dibutuhkan waktu kurang lebih lima jam hingga keduannya mengakhiri sesi pergulatan panas mereka berdua.


Dan setidaknya pada waktu-waktu tersebut akan ada seseorang atau mungkin kelompok yang akan kembali ke arah dimana mereka berdua berada saat ini.

__ADS_1


Karena posisi mereka berdua saat ini tepat berada di sekitar pintu portal penghubung Hutan Sunyi ini dengan halaman samping Kekaisaran Wuxi.


Jadi dengan demikian rencana Xi Lilian untuk mempermalukan mereka berdua yang merupakan keturunan dari Jenderal Shen Guo Feng pun akan terlaksana dengan sangat sempurna jika ada seseorang atau bahkan sekelompok orang yang melihat tindakan bejat dan tak senonoh yang kedua kakak beradik itu lakukan.


Selama waktu terus berlalu. Dan hari kini telah beranjak siang bahkan tengah hari telah berselang.


Sehingga saat ini banyak orang maupun kelompok yang pada akhirnya memutuskan untuk menyudahi perburuan mereka. Dan para peserta perburuan pun sudah berjalan kearah portal untuk kembali ke halaman Istana Kekaisaran Wuxi dengan membawa berbagai macam buruan dan juga harta karn langka, yang berhasil mereka dapatkan. Tak terkecuali kelompok Shen Ming Rui dan yang lainnya.


Bahkan pada saat ini kelompok Shen Ming Rui yang terdiri dari enam orang itu, tiba-tiba saja dalam perjalaman pulang mereka mampu mendapatkan beberapa hewan buas sebagai buruan mereka.


Yang mana hal itu cukup mengejutkan bagi keenam orang itu, karena ternyata begitu mudah bagi mereka untuk mendapatkan hasil buruan itu tanpa harus mengeluarakn begitu banyak upaya. Tidak seperti sehari sebelumnya yang mana mereka harus betjuang mati-matian demi mendoatkan dua buah Persik Dewa.


Bahkan mereka semua pun hampir saja kehilagan nyawa akibat cidera yang sangat serius dan juga penghianatan yang dilakukan oleh Shen Sie Lie dan juga Shen Ming An yang ingin menguasai harta yang mereka dapatkan untuk mereka berdua.


"Gege, apakah menurut mu tidak terlalu aneh bagi kita yang tiba-tiba saja mendapatkan hasil buruan yang begitu banyak tapi tanpa kita harus berusaha keras?" tanya Shen Zu Yan pada Gege nya Shen Yuan Li.


"Aku juga tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi begitu saja. Tapi tampaknya ada seseorang yang sengaja ingin membantu kita untuk mendapatkan buruan ini. Hanya saja aku tidak tahu siapa orang itu. Dan apa tujuannya membantu kita semua." balas Shen Yuan Li dengan l mikiran yang sangat cermat.


Dan yang lainnya masih saja terdiam. namun mereka semua jyga segera menganggukkan kepalanya. karena setuju dengan apa yang dikatakan oleh Shen Yuan Li tadi.


Hanya saja tidak bagi kedua saudara kembar Shen Ming Rui dan juga Shen Hu Wang yang mana merwka sudah dapat menebak dengan sangat yakin dan pasti.


Bahwa orang yang telah membantu mereka adalah si gadis yang telah menyelamatkan kehidupan mereka semua ketika hampir mati ditangan Shen Sie Lie.


Dan tebakan Mereka berdua memang benar adanya. Karena Xi Lilian memang sengaja meninggalkan seberkas auranya pada kedua cincin spasial yang kini melingkari jari kedua saudara kembar itu.


Dan saat ini dengan sifatnya yang periang dan juga sangat pandai berbicara Shen Hu Wang pun mengungkapkan kebenaran itu pada mereka semua.


"Apakah Kalian masih harus mempertanyakan lagi alasan datangnya hewan buruan yang tiba-tiba saja menyerahkan diri mereka sendiri pada kita semua? Apakah lalian menyadari atau hanya pura-pura tidak mengerti? lirih Shen Hu Wang yang sarat akan nada sindiran.


"Apa maksud mu Wang'er?" Shen Fei Fei merasa tak dapat langsung memahimya.


"Tentu saja semua ini berkat Lian'er ku. Dia bukan hanya menyelamatkan nyawa kita semua tapi dia juga mempertahankan harta yang susah payah kita dapatkan dengan utuh," ucap Shen Hu Wang yang terjeda beberapa saat.


"Lalu apa hubungannya dengan ini semu terhafap bantuan yang diberikan oleh Xi Lilian itu?" tanya Shen Zu Yan dengan nada menegaskan bahwa tidak ada hubungannya antara Xi Lilian dengan hewan buruan yang mereka dapatkan saat itu.


Karena menurutnya Xi Lilian telah lama pergi dan meninggalkan mereka semua berda di dalam gua. Jadi bagaimana bisa gadis tanpa kekuatan seperti Xi Lilian itu bisa melakukan hal-hal seajaib ini.


"Apakah kalian sungguh tak bisa merasakanya? Dan menganggap bahwa ini bukan berkat bantuan Lian'er? Apakah kalian masih sama seperti dulu, dengan memandang adik peremouan ku sebagai seorang sampah tanpa kultivasi? Amdakan dia benar-benar tidak memiliki kemampuan kultivasi, tapi setidaknya kalian tidak buta dan juga tida lupa ingatan dengan apa yang terjadi tadi pagi di dalam gua," seru Shen Hu Wang yang kini tampak kesal pada orang-orang yang selama ini mereka anggap saudara, tapi nyatanya mereka hanyalah orang-orang picik dan tidak pabdai melihat situasi.

__ADS_1


__ADS_2