
Namun karena mempertimbangkan kembali mengenai kehidupan anak-anak dari adik perempuan satu-satunya itu.
Kedua Pangeran Kekaisaran Wexia itu membiarkan semua aset mendiang adiknya dikelola oleh Kediaman Jendral.
Meskipun demikian mereka tetap memantau seluruh jalannya dan perkembangan dari seluruh aset milik adik perempuan mereka itu.
Yang berakhir membuat semua keluarga Kekaisaran Wexia kecewa dengan seluruh penghuni dari Kediaman Jendral Shen.
Terutama mereka sangat kecewa terhadap Sang Jendral sendiri, karena dia yang tidak becus mengendalikan nahkoda dalam rumah tangganya sendiri.
Sehingga membiarkan orang-orang yang tidak memiliki status dan juga hak dalam kediaman itu menjadi seorang penguasa,yang justru menggerogoti dan juga menelantarkan majikan yang sesungguhnya.
Selain itu seluruh anggota Keluarga Kekaisaran Wexia sangat kecewa dan juga marah bahkan membenci Jendral Shen karena dia telah menyakiti Putri semata wayangnya sehingga Putri mereka itu harus kehilangan nyawanya diusia muda.
Bahkan Jendral Shen juga tidak mengendalikan Selir-Selirnya yang rendahan itu untuk tidak menjarah harta putri dan cucu mereka.
Selain itu yang paling tak termaafkan adalah saat mereka semua mengetahui bahwa kehidupan kedua cucu mereka yang sangat terancam bahaya terutama cucu perempuan mereka Xi Lilian yang menjadi bulan-bulanan dari semua orang di Kediaman Jendral.
Dan itu juga atas sepengetahuan Sang Jendral Besar Shen sendiri.
yang selalu tutup mata akan anak-anak dari putri mereka Xi Yu Nian.
Oleh karena itu Kaisar dan Permaisuri Kekaisaran Wexia mengutus putranya Pangeran Mahkota untuk menjemput keponakannya atau cucu-cucu dari Kaisar dan Permaisuri Kekaisaran Wexia.
Disisi lain di Paviliun milik Selir Yun
Saat itu telah terjadi keributan besar karena kemarahan Selir Yun yang tak terkendali.
Ia selalu mengutuk Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin yang dirinya anggap sebagai benalu dalam hidupnya dan anak anaknya.
Bahkan dia tidak bercermin. Bahwa dirinya sendiri yang merupakan seorang parasit yang selalu menyusahkan orang, seperti lintah yang selalu menggerogoti darah.
Namun Selir Yun yang selalu angkuh dan sombong itu kini bagai kehilangan jimatnya. Yang mana itu sangat berharga dan penting baginya, karena selama ini ia hanya selalu mengandalkan pelayan setianya itu yakni ibu pelayan Chui.
Yang mana saat ini pelayannya itu telah dihukum cambuk sampai mati gara-gara Xi Lilian.
Jadi Ia sangat murka. Ia membanting semua yang berada dihadapannya. Sehingga kini kamarnya bagaikan reruntuhan yang tersapu oleh gempa besar.
Bahkan ketiga anaknya yang sedari tadi mencoba untuk menenangkannya, tak sedikit pun Selir Yun hiraukan sama sekali.
__ADS_1
Justru mereka juga tak luput dari sasaran kemarahannya sang ibunda yang telah meluap-luap. Hingga kini Selir Yun bertingkah layaknya orang yang tidak waras.
Karena mereka hanya mengingatkan tentang kondisinya yang tengah hamil. Itu membuatnya semakin frustasi dan kacau karena anak yang Ia kandung saat ini merupakan benih dari Perdana Mentri Han.
Dan semua anak-anaknya tak mengetahui mengenai hal itu.
bahkan mereka semua tidak mengetahui jati dirinya dan juga jati diri sang ibunda yang sesungguhnya hanyalah seorang gundik dari orang lain.
Memikirkan semua kemalangan yang menimpanya dalam sebulan ini membuat Selir Yun menjadi sangat tidak berdaya dan hanya bisa melampiaskan amarahnya dengan benda benda yang berada di sekitarnya itu.
Selain masalah Putri pertamanya yang memiliki skandal besar dengan seorang gigolo. Hingga kini Sang Putri telah dibuang dari Kediaman Jendral dan entah bagaimana keadaannya sekarang di Kediaman Keluarga Yun. Yang dia ketahui dengan jelas bahwa keluarga Yun hanyalah memandang seseorang dari nilai gunanya saja.
Ditambah lagi kehamilannya yang tidak akan bisa dirinya sembunyikan untuk selamanya di hadapan semua anggota keluarga Jendral Besar ini.
Bahkan Ia juga telah berusaha untuk menggugurkan kandungannya ini berulang kali, namun masih tetap saja tidak pernah berhasil.
Bahkan Ia pernah memberitahukannya kepada Perdana Mentri Han. Ia justru mengatakan untuk menjebak Sang Jendral seperti biasanya.
Yang membuatnya semakin gila, karena disaat seperti ini bagaimana bisa Ia merayu Jendral dingin itu.
Bahkan dia telah diacuhkan selama sebulan ini akibat putri sulungnya yang bermasalah.
Ini semua tak pernah terduga dan tak pernah Selir Yun berpikir dan membayangkan semua hal sampai separah ini.
Semua hal itu telah menguras pikirannya dan kemarahannya tadi juga telah menguras seluruh tenaganya hingga kini Selir Yun mulai tenang karena merasa lelah.
Setelah itu barulah ketiga anaknya mendekati Selir Yun dan mencoba untuk membantunya beristirahat.
Dan menyuruh semua pelayan yang berada di sana untuk membereskan semua kekacauan yang dibuat oleh ibunya itu.
Namun sesaat kemudian sebelum Selir Yun mencapai ranjangnya dirinya merasakan kontraksi yang sangat menyakitkan dibagian perut bagian bawahnya.
Dan itu membuat Selir Yun kembali mengerang dan meraung keras karena kesakitan yang dirinya rasakan di perutnya.
Hingga terjadi pendarahan di bagian bawahnya.
Sehingga para pelayan dan ketiga anaknya yang melihat itu merasa panik dan ketakutan sehingga mereka bergegas muntuk memanggil tabib dan juga memanggil Ayahnya Jendral Shen.
Sedangkan Shen Wu Lan dan juga Shen Jia Yun yang tengah menemani Sang Ibu di dalam kamarnya mereka juga menangis tersedu-sedu, sambil menunggu Kakak mereka Shen Jung Si kembali bersama Ayah mereka.
__ADS_1
...****************...
Di saat yang bersamaan dengan kejadian itu saat ini di ruang kerja Sang Jendral telah terjadi hal yang sebaliknya.
Disana menjadi hening, dan suasana yang sunyi ini diakibatkan Jang Jendral Shen sedang mengurung diri.
Tidak, lebih tepatnya ia sedang merenungkan segala kesalahannya yang begitu besar yang telah Ia perbuat kepada mendiang Istrinya dan juga kedua anaknya.
Selain itu Dia juga tengah mempersiapkan semua untuk memberikan balasan yang setimpal untuk Sang Selir Pertama.
Dan juga segera menyuruh pengawal setianya untuk mengajukan pencabutan silsilah keluarga untuk kedua anak wanita rendahan Yun Xue Ruo itu bersama perdana Mentri Han.
“Yian pergilah dan bawa semua berkas dan barang bukti ini, kepada kementerian pencatatan sipil, setelah itu ajukanlah pada pengadilan negeri Wuxi karena aku harus menebus pembayaran dari mereka semua yang telah membuat keluarga ku menjadi kacau dan berantakan seperti ini.” Kata Jendral Shen Guo Feng.
Yang kemudian diangguki oleh Yi'an Sang pengawal setia Jendral Shen yang langsung pergi menjalankan perintah tuannya itu.
“Selain itu juga mereka telah membuat aku harus kehilangan Kedua Putra dan Putriku. Dan juga harus menanggung kebencian mereka yang begitu besar, karena kesalahanku terhadap mereka dan mendiang Ibunya.” Lirih Jendral Shen Guo Feng yang hampir tak dapat terdengar.
Saat sedang menenangkan pikirannya dan memikirkan rencana untuk meminta maaf kepada kedua Putra dan Putrinya. Berusaha memperbaiki hubungan mereka sebagai ayah dan anak.
Tiba-tiba saja terjadi keributan di koridor depan ruang kerjanya. Dan itu membuatnya sangat terganggu. Dan merasa marah oleh karena kegaduhan itu.
Namun Sang Jendral tetap mencoba untuk mendiamkan saja kejadian itu. Dan berusaha untuk menenangkan diri.
Akan tetapi bukanya berhenti keributan itu semakin keras saja dan membuat emosinya langsung melonjak tinggi.
Hingga akhirnya Jendral Shen memutuskan untuk keluar ruangan untuk melihat apa sebenarnya yang tengah terjadi. Sehingga membuat keributan sebesar itu di depan ruang kerjanya.
Saat Sang Jendral telah membuka pintu untuk keluar Ia pun berteriak keras, yang menandakan dirinya sedang marah.
“Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa kalian membuat keributan dihalaman ku?!!” teriakan Jendral Shen Guo Feng dengan lantangnya.
Semua orang yang mendengar teriakan tuannya itu. Mereka tau bahwa tuanya saat ini tengah marah besar.
Karena terganggu oleh keributan yang terjadi di halaman ruang kerjanya.
Sehingga salah satu pengawal kediaman segera menjawab pertanyaan sang jendral sambil berlutut satu kaki dihadapannya.
“Maafkan kami Tuanku, sesuai perintah Tuan tidak ada satupun orang yang boleh memasuki halaman ini tanpa seizin Tuan. Akan tetapi Tuan Muda Ketiga Shen ...”
__ADS_1
Belum selesai pengawal itu memberi laporan telah diserobot oleh Shen Jung Si.