Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 141 Terbongkar Sifat Asli Sang Kaisar Wang Junsi


__ADS_3

Ibu Suri Kekaisaran Sheng Qian Yu yang mendengar seluruh pembahasan yang baru saja terjadi, benar-benar marah dan juga sangat malu. Akibat perbuatan dan juga pilihan Sang Putra atau lebih tepatnya Sang Kaisar, yang tidak menyelidiki terlebih dahulu orang-orang yang akan Ia ambil sebagai Selir.


Pantas saja dulu Sang Jendral Muda Xia Wei Yunho dan juga Jendral Besar Xia bersikeras untuk tidak membiarkan Xia Wu Mei memasuki harem Kaisar. Ternya inilah alasan yang sesungguhnya.


Bahkan dirinya dulu juga sempat salah sangka terhadap kedua Jendral itu. Yang Ia kira hanya menyayangi dan memperhatikan Putri resminya saja dan mengabaikan Putri Murba.


Tapi setelah mengetahui kenyataan bahwa Xia Wu Mei bukanlah darah daging Sang Jendral, kini Ibu Suri Kekaisaran Sheng Qian Yu semakin menyesali perbuatannya yang mana dia dan putranya telah melakukan pertentangan dan menjauhkan dukungan Sang Jendral Besar Xia semenjak mereka mengangkat Xia Wu Mei menjadi seorang Selir Kekaisaran yang sangat terhormat.


Namun saat ini nasi telah menjadi bubur, jadi mau bagaimana pun juga dirinya harus segera bertindak untuk menyelamatkan nama baik dan juga reputasi Keluarga Kekaisaran Li ini.


Terlebih lagi dirinya sangat mengenal segala sifat dan karakter Sang Putra, yang sangat tidak peka terhadap situasi dan tidak bisa diandalkan.


Bahkan selama ini yang selalu menjadi pengendali atau kata lain orang yang paling berkuasa adalah Sang Ibu Suri. Sedangkan Sang Kaisar Wang Junsi sendiri hanyalah sebagai boneka yang bergerak sesuai instruksi dan kemauan dari orang yang mampu mengendalikannya.


Apalagi saat ini terdapat begitu banyak para Menteri, pejabat, bangsawan maupun rakyat Kekaisaran juga banyak yang datang di acara yang semula di khususkan untuk mengangkat Permaisuri Kaisar yang baru. Dan juga mencabut gelar dari ketiga keturunan mantan Permaisuri Xia Yun Lie.


Oleh karena itu Sang Ibu Suri harus berusaha yang terbaik untuk mengembalikan situasi menjadi lebih kondusif.

__ADS_1


"Ah besan, Anda juga jangan bersikap bias seperti itu terhadap Putri mu sendiri. Apalagi saat ini dia merupakan seorang Permaisuri Kekaisaran yang Agung, jadi jangan main-main dengan candaan yang berlebihan seperti ini. Atau hal itu akan menimbulkan pertanyaan publik yang akan melukai hati dan reputasi Putri mu itu," kata ibu Suri Sheng Qian Yu yang berusaha memperbaiki keadaan dan menenangkan orang-orang yang telah mulai membuat opini semaunya sendiri.


"Lebih tepatnya Mantan besan Yang Mulia, bukankah Yang Mulia Ibu Suri sendiri yang menurunkan Dekrit pemutusan hubungan suami dan istri. Antara Yang Mulia Kaisar terhadap Putri semata wayang ku, Xia Yun Lie meskipun ia telah tiada. Dan lagi mana mungkin saya berani bercanda masalah sepenting ini di hadapan Anda yang Mulia Ibu Suri Kekaisaran Li. Dan terlebih lagi disini juga ada Yang Mulia Kaisar Wang Junsi yang mana beliau selaku Suami dari Yang Mulia Permaisuri Mao Wu Mei," kata Sang Jendral Besar Xia dengan nada serius dan juga tatapan mata yang tegas yang menyatakan kebenaran dari setiap ucapan yang keluar dari mulutnya.


Semua orang dan termasuk seluruh anggota Keluarga Kekaisaran Li, kembali dibuat semakin tercengang dengan Marga asli yang dimiliki oleh Sang Permaisuri Kaisar yang baru itu.


Karena semua orang tahu bahwa Keluarga yang memiliki Marga Mao merupakan keluarga yang sangat terkenal dengan keluarga yang bebas dan hampir seluruh Tuan serta Tuan Muda keluarga mereka sangat suka dengan hal-hal yang berbau erotisme.


Bahkan sudah tidak dipungkiri lagi jika mereka juga memiliki bisnis keluarga yang terkenal sebagai rumah bordil.


"Bukan...!! Pasti ini semua tidak benar, dan aku tidak benar-benar keturunan orang bermarga Mao yang sangat tercela itu kan? Tidak...! aku bukan..." teriak Sang Permaisuri Xia Wu Mei histeris dan kemudian langsung jatuh pingsan sebelum dirinya bisa menyelesaikan kata-katanya.


"Mei'er..., kau kenapa?" seru Sang Kaisar Wang Junsi yang langsung menangkap tubuh istrinya yang ambruk karena terlalu syok menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.


Dan kemudian Sang Kaisar Wang Junsi mengalihkan tatapannya kepada Sang Jendral Besar Xia. Ia memandangnya dengan kemarahan dan juga kebencian.


"Tidak mungkin, Kau pasti berbohong..!! Dasar kau Orang tua sialan!! Apakah mulut mu itu minta disumpal dengan kotoran babi ya?! Berani-beraninya kau mencemarkan Nama baik Permaisuri ku yang begitu baik dan juga lemah lembut ini. Asal kau tahu saja, dia itu tidak seperti Putri mu yang ****** itu! Baiklah karena Kau tidak mau mengakui Mei'er ku sebagai Putri mu dan juga telah mempermalukan dirinya dihadapan umum seperti ini. Maka jangan pernah berharap lagi, Kau bisa melihat ketiga cucu mu itu dalam keadaan hidup-hidup. Karena aku tidak hanya akan mencabut status nya dari seorang Pangeran, akan tetapi aku juga akan memenggal kepala ketiga bayi yang dilahirkan oleh wanita sialan itu," teriak Sang Kaisar Wang Junsi yang saat ini sangat marah dan juga lepas kendali.

__ADS_1


Sehingga Sang Kaisar yang selama ini terlihat dan juga dikenal sebagai sosok yang tenang dan berpendidikan didepan seluruh Menteri dan juga rakyatnya itu, kini benar-benar telah dibuat menunjukan tabiat aslinya akibat amarah dan juga rasa malunya yang tidak dapat lagi Ia tahan.


"Yang Mulia Anda jangan keterlaluan, Ayahanda saya tidak pernah berbohong sedikit pun. Jika Anda masih tidak percaya, maka Anda bisa menyelidikinya sendiri mengenai kebenarannya. Apalagi setelah Anda menikahi wanita yang Anda jadikan Seorang Permaisuri itu. Kami telah menahan dan juga mengintrogasi Ibunya, mengenai kebenaran dan juga identitas nya. Dan jauh sebelum itu kami juga telah melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai semua hal mengenai identitas Ibu dari Permaisuri Anda saat ini dan siapa saja yang telah berhubungan badan dengannya. Terlebih lagi kami menyelidiki identitas dari Permaisuri Anda itu dengan cermat selama bertahun-tahun ini. Dan semua hasilnya telah terangkum dalam dokumen yang ada di tangan Permaisuri yang sangat Anda sayangi dan banggakan itu. Bahkan sekalipun Anda melenyapkan bukti tersebut, itu tidak masalah karena itu hanyalah salinannya. Dan dokumen aslinya masih ada pada kami. Karena kami sengaja membuat banyak salinan mengenai dokumen tersebut. karena kami yakin jika ada pihak-pihak yang ingin memusnahkan bukti yang ada." ucap Jenderal Muda Xia Wei Yunho yang semakin geram dengan sikap kaisar yang selalu saja ingin mengakhiri sebuah masalah dengan caranya sendiri tanpa mau mencari tahu kebenaran dari masalah yang ada.


Bahkan saat ini banyak para menteri dan juga Pejabat yang mengerti akan sifat asli Sang Kaisar Wang Junsi. Dan banyak dari mereka bisa menebak mengenai masalah yang menimpa mendiang Permaisuri Xia Yun Lie.


Akan tetapi mereka hanya diam saja karena tidak ingin memperkeruh keadaan yang sudah sangat tegang saat ini.


"Yang Mulia, maaf jika kami lancang. Tetapi menurut kami, dari apa yang Anda katakan tadi. Itu bukanlah solusi dan penyelesaian masalah yang baik dan bijak. Karena Sebagai Kaisar di negeri ini seharusnya Anda lebih bisa berpikir terbuka dan bersikap lebih bijaksana terhadap setiap masalah. Karena jika tidak maka hal itu justru akan memperburuk nilai dan citra Kekaisaran kita di masa mendatang. Dan itu akan sangat berpengaruh terhadap segala aspek. Yang kemungkinan besar akan dimanfaatkan oleh pihak lain yang ingin menjatuhkan Kekaisaran Li kita ini," ucap seorang Penasihat Tinggi Kekaisaran yang ikut menanggapi perkataan sang Kaisar Wang Junsi yang sangat tidak berperikemanusiaan.


"Dan hamba juga mohon ampun Yang Mulia Kaisar, jika hamba juga harus menyampaikan pendapat saya dan juga rekan-rekan Menteri yang lainnya. Jika Yang Mulia benar-benar melakukan apa yang Yang Mulia katakan tadi, Maka itu situasinya juga tidak akan membaik. Bahkan justru akan memecah belah Kekaisaran Li ini menjadi dua bagian. Apalagi saat ini kekuatan Kekaisaran telah terbelah menjadi dua dan selain itu status kediaman Jendral Besar Xia juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Jika Anda melakukan pemenggalan kepala terhadap keturunan mendiang Permaisuri terdahulu maka..." ucapan mentri itu terhenti oleh teriakan kasar dari sang penguasa Kekaisaran Li tersebut.


"Maka apa yang akan terjadi hah..? Apapun yang akan terjadi aku tidak pernah takut sama sekali, pengawal bawa ketiga bayi dari wanita terkutuk itu kemari dan laksanakan pemenggalan saat ini juga," teriak Sang Kaisar Wang Junsi dengan lantangnya.


Dan tepat pada saat itu juga, Sang Permaisuri Kaisar telah sadarkan diri dan bergelayut manja di lengan Sang Kaisar Wang Junsi.


Meskipun dirinya tahu ada sesosok yang akan merasa marah serta cemburu ketika dirinya bersikap demikian terhadap Sang Kaisar di sudut tersembunyi halaman Kekaisaran tempat diadakannya pengangkatan dirinya Sebagai seorang Permaisuri Yang Terhormat.

__ADS_1


__ADS_2