Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 145


__ADS_3

Namun meskipun demikian tetap saja tidak ada yang menyahuti kata-katanya yang provokatif itu, atau seorang pun yang maju untuk menyanggupi tantangan dari Sang penguasa Kekaisaran Li itu.


Karena mereka semua juga tidak ada yang tahu bahwa sesungguhnya orang yang telah menggagalkan rencana serta perintah dari Sang Kaisar Wang Junsi untuk memenggal kepala ketiga buah hatinya itu, tidak lain adalah ketiga putra kembar nya sendiri.


"Haaahhh.... Dasar pecundang! Cepat keluar dan tunjukan dirimu dihadapan Kaisar yang Agung ini!! Beraninya kau tak menghiraukan kata-kata ku! Benar-benar tidak layak disebut sebagai kesatria sama sekali jika hanya berani menyerang dari tempat persembunyian mu saja. Maka baiklah kalau begitu, kau sendiri yang meminta diriku untuk mengakhiri anak-anak sialan itu dengan tangan ku sendiri. Dan Aku sangat yakin jika kali ini kau juga tidak akan berani melakukan serangan pada diriku yang Agung ini bukan?" ucapan Sang Kaisar Wang Junsi yang benar-benar terlihat bodoh dimata Sang utusan Kaisar Dewa yang telah menyaksikan kejadian dimana kekuatan dari ketiga bayi kembar itu benar-benar meledak tanpa diketahui oleh orang-orang yang berada di sana.


Bahkan pada saat ini Sang Kaisar Wang Junsi kini telah berjalan mendekati tempat dimana ketiga buah hatinya itu.


Tidak hanya itu saja, saat ini digenggaman kedua tangan Sang Kaisar Wang Junsi juga terdapat sepasang pedang yang begitu tajam dan juga terlihat sangat kuat dengan di selubungi dengan aura pedang yang cukup mengerikan.


Karena sepasang pedang yang kini tengah digunakan oleh Sang Kaisar merupakan pedang pusaka andalannya yang berhasil dirinya rampas dari mendiang Ayahanda Sang Kaisar terdahulu Wang Zhuo Jue.


Semakin mendekat dengan ketiga Putra kembarnya itu, Sang Kaisar Wang Junsi merasakan ada semacam aura sangat murni yang begitu terasa familiar dan juga menggetarkan jiwa nya. Akan tetapi dirinya tidak tahu dari mana aura yang begitu menarik itu berasal.


Dan tepat ketika Sang Kaisar Wang Junsi telah sampai di samping ketiga Putra kembarnya dibaringkan, dirinya benar-benar merasa ada rasa yang membuatnya sedih dan juga tidak rela ketika melihat ketiga bocah yang selama ini sangat dekat dengannya itu. Harus segera berakhir di tangannya sendiri.


Namun tiba-tiba saja Ia mendengar suara yang lembut dan juga merdu, akan tetapi tersirat kesedihan dalam setiap kata-kata yang Ia dengar itu.


"Yang Mulia... bisakah hamba kembali ke Istana Phoeniex hamba terlebih dahulu? Saat ini hamba benar-benar butuh menenangkan diri dan juga hamba juga sangat merindukan putra kita Mo'er. Karena hamba merasa sudah terlalu lama meninggalkan nya di kediaman hanya bersama Bibi pengasuh dan juga para pengawal dan pelayan. Hamba ingin bisa memeluk Putra kita di saat-saat seperti ini." kata Sang permaisuri Xia Wu Mei yang kini berusaha untuk memancing emosional Sang Kaisar dengan memanfaatkan nama Putranya.

__ADS_1


Untuk memancing reaksi dan juga kemarahan Sang Kaisar Wang Junsi ketika Ia mengingat kembali mengenai tragedi perselingkuhan mendiang Permaisuri Xia terdahulu. Yang sebenarnya hanyalah jebakan yang telah lama dirinya rencanakan.


Karena Ia tau dengan pasti jika saat ini Putranya telah berada di urutan pertama dalam hati Sang Kaisar Wang Junsi setelah dirinya merasa dikhianati oleh Sang Istri tercintanya dan berpikir jika ketiga buah hatinya itu juga merupakan hasil hubungan gelap Sang istrinya dengan Sang Pengawal Yang menjadi selingkuhan nya itu.


Setelah mendengar kata-kata yang penuh kesedihan tersebut, kini Sang Kaisar Wang Junsi yang semula hampir berubah pikiran setelah memandang ketiga buah hatinya itu. Kini kembali mengeraskan hatinya dan membulatkan tekadnya kembali untuk segera menghabisi nyawa ketiga putra kembarnya sendiri.


"Tunggulah sebentar lagi Mei'er, ini semua akan segera berakhir. Karena aku sendiri yang akan memastikan jika anak-anak haram ini akan segera mati dan menyusul ibunya yang ****** itu. Dan kita berdua akan segera kembali dan mengunjungi Mo'er kita bersama-sama," kata Sang Kaisar Wang Junsi penuh dengan kelembutan dan belas kasih terhadap Sang Permaisuri barunya.


Yang sangat kontras dengan kemarahan yang Ia tunjukan tadi. bahkan banyak para Menteri, Pejabat dan yang lainnya merasa sangat jijik dengan perusahaan sikap Sang Kaisar Wang Junsi tersebut.


Karena saat ini, mereka semua bisa menilai situasi yang sebenarnya dari seluruh rangkaian peristiwa yang telah terjadi tadi. Namun mereka semua tidak ada yang berani berkomentar apapun mengenai itu.


Selain itu mereka semua masih menyayangi nyawa mereka sendiri.


Namun meskipun demikian Sang Kaisar Wang Junsi mengerti apa kemauan Sang Istri nya itu.


"Lihatlah dan bersabarlah sebentar lagi Mei'er, kau akan selesaikan ini dulu." kata Sang Kaisar Wang Junsi menanggapi ucapan istrinya dengan yakin.


Dan setelah itu Sang Kaisar Wang Junsi kembali mengeratkan pegangannya pada kedua pedang yang ada di tangannya sedari tadi. Dan segera Ia kerahkan seluruh kekuatannya untuk menebas kepala Putra kembarnya itu.

__ADS_1


Dan tepat saat kedua Pedang Pusaka milik Kaisar Wang Junsi yang kini telah berhasil menyentuh pangkal kepala kedua putranya itu terdengar ledakan suara kemarahan dari kedua Jendral Xia yang kini hampiri kehabisan tenaga, karena harus menghadapi ratusan Pengawal Khusus Kekaisaran Li yang mana keadaan mereka sendiri sebenarnya kurang prima sedari awal.


Yang mana keduanya tidak bisa istirahat dengan baik setelah meninggalnya Sang mendiang Permaisuri Xia Yun Lie. Terlebih lagi Sang Jendral Muda Xia juga baru saja kembali dari perbatasan yang sangat jauh dan menghabiskan lebih dari satu pekan perjalanan.


Dan tanpa istirahat bahkan dirinya langsung menuju istana Kekaisaran dengan harapan bisa melindungi para keponakan mungil nya.


Akan tetapi apalah daya mereka, bahkan saat ini telah kehabisan tenaga mereka untuk bisa bertarung kembali.


Namun mereka juga tidak bisa membiarkan tindakan keji Sang Kaisar Wang Junsi yang benar-benar tidak manusiawi itu terhadap ketiga Putra kandungnya sendiri.


"Tidak....!! Tolong jangan bunuh cucu/keponakan ku Yang Mulia, yakinlah jika mereka sesungguhnya adalah putra kandung Anda. Karena hamba sangat yakin jika Lie'er kami tidak pernah mengkhianati cinta dan kepercayaan Anda, terlebih lagi Lie'er kami juga tidak akan pernah berbuat hal rendahan macam itu." teriak ayah dan anak dari Keluarga Jendral Xia itu dengan serempak dan juga sangat meyakinkan.


Namun tidak perduli dengan apapun Sang Kaisar Wang Junsi tetap tidak mau menghiraukannya. Karena saat ini didalam hati dan pikirannya hanya terisi oleh Sang Permaisurinya yang baru dan juga Putranya yang sebenarnya justru keturunan orang luar.


Disisi Sang Kaisar Wang Junsi saat ini yang mana dalam percobaan pertamanya untuk memenggal kepala ketiga putranya itu gagal oleh kekuatan misterius yang tiba-tiba muncul. Dan kini dirinya masih tidak putus asa akan kegagalan yang dirinya alami, sehingga masih terus mencoba untuk melakukan serangan-serangan yang kuat agar Ia bisa segera menyelesaikan tujuannya.


Namun betapa keras pun Sang Kaisar Wang Junsi mencoba untuk melukai ketiga Putra kembarnya itu, bahkan tetap saja tidak berhasil. Justru dirinya yang selalu terpental berulang kali. Sebanyak dirinya mencoba menyerang dan melukai ketiga balita itu, maka sebanyak itu juga dirinya di lemparkan kembali oleh kekuatan yang entah dari mana asalnya.


Bahkan tidak jarang Sang Kaisar Wang Junsi harus terjungkal akibat suatu daya dorongan yang menghantam dirinya ketika senjatanya mengenai kulit ketiga pangeran kembar tersebut.

__ADS_1


Dan yang lebih mengejutkan lagi ialah ketika semua orang-orang menyadari bahwa tidak terdapat luka gores sedikitpun pada ketiga Putra mungil yang teraniaya oleh Ayah kandungnya sendiri.


Bahkan kejadian itu pun benar-benar membuat semua orang yang ada di sana bingung juga tercengang dengan situasi yang tengah terjadi di hadapan mereka.


__ADS_2