Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 34 Menjelaskan Kepada Shen Yu Lin


__ADS_3

Sedangkan di dalam ruangan pribadinya Jendral Shen sedang menanyakan pada pengawal bayangan nya yang Ia perintahkan menyelidiki keseharian Selir Yun serta anak-anaknya.


“Bagaimana, apa kau menemukan sesuatu yang mencurigakan Yi’an?” tanya Jendral Besar Shen.


“Hamba menemukan beberapa hal tuan. Semua sudah terangkum dalam laporan ini Tuan.” Balas Yi'an singkat.


Yang pertama adalah kedua selir Anda terutama Selir Yun dan ketiga putrinya sering menyiksa dan juga memperlakukan nona besar bagaikan binatang.


Bahkan mereka sering menyiksa fisik nya dan jarang memberinya makan bahkan sering memberikan nasi sisa kemarin pada Nona Besar.


Yang kedua seluruh toko milik mendiang Nyonya hampir bangkrut akibat ulah Selir Yun yang sering mengambil barang begitu saja tanpa membayar untuk kepentingan pribadi dan Keluarga Besar Yun.


Yang ketiga seluruh ladang perkebunan yang merupakan salah satu mas kawin milik mendiang nyonya telah digadaikan oleh selir Yun untuk membangun keluarga Yun selama ini. Dan lebih parah lagi sang Selir juga memalsukan surat akta kepemilikan perkebunan itu menjadi atas namanya sendiri.


Sedangkan para Nona mereka sering mencuri-curi waktu untuk keluar kediaman tanpa Izin.


Setelah membaca beberapa poin penting dalam laporan tersebut, namun tetep saja ekspresi sang Jendral tidak berubah sedikitpun.


Sebenarnya Yi'an juga merasa kasihan dengan nasib Nona Besar yang tak tau apa-apa tapi malah disalahkan dan dibuang ke tepat kumuh itu. Tapi ia juga tak berani berkata apapun.


“Baiklah lanjutkan tugasmu, dan jangan sampai mereka curiga.” Ucap Jendral Shen datar.


"Sebenarnya saya masih ada satu hal lagi tuan." Kata Yi'an ragu-ragu sambil menundukkan kepalanya.


"Apa itu, cepat langsung katakan intinya." tegas jendral Shen tak ingin basa basi.


"Ssaa...Saya menemukan ini di Paviliun Selir Yun." kata Yi'an terbata sambil mengeluarkan sebuah patahan plakat perak dengan Ukiran nama Yun Xue Ruo.


Dalam sebuah keluarga bangsawan memiliki aturan yang mana jika itu seorang istri memiliki sebuah plakat yang wajib dikenakan. Dimana mereka berada harus mengenakannya di pinggangnya yang merupakan tanda sekaligus identitas mereka sebagai seorang wanita yang telah menikah.


Plakat itu terbagi dalam tiga jenis yaitu yang pertama plakat giok istimewa (transparan) berlapis emas dan diukir nama dengan tinta emas yang mana ukiran itu harus si wanita disisi kiri dan nama suami di sisi kanan. giok ini khusus istri sah/resmi dan tercatat dalam silsilah keluarga beserta anak keturunannya.


Yang kedua plakat giok biasa berlapis perak. dan diukir dengan tinta perak dengan nama wanita di kiri dan suami di sebelah kanan.


giok ini di khususkan untuk para selir. Yang mana, nama mereka tidak tercatat dalam silsilah keluarga namun anak keturunan mereka akan tercatat.


Dan jenis plakat yang ketiga adalah terbuat dari perak yang dihias dan diukir pahat,dengan nama wanita di sebelah kiri dan nama tuan di sebelah kanan. Plakat ini dikhususkan untuk gundik. Yang mana, baik nama mereka maupun anak keturunan mereka tak akan pernah masuk dalam silsilah keluarga namun tetap diakui didalam keluarga.


Setelah menyerahkan setengah plakat itu Yi'an langsung pamit pergi dan menjalankan tugasnya kembali.


Sedangkan Jendral Shen kini tengah menatap potongan plakat perak itu dengan dingin.

__ADS_1


Dan tanpa mengatakan apapun ia mengepalkan tangannya dan kini tinjunya itu telah dipenuhi dengan urat nadi yang menonjol yang menandakan kemarahan.


Baru setelahnya ia ingat dan terpikirkan dengan kata-kata putra sulungnya Shen Yu Lin, bahwa semua anak-anaknya dari selir Yun itu tidak memiliki karakteristik yang menyamai dirinya, baik dari fisik maupun sikap dan sifat mereka, sangat berbeda jauh dengan dirinya.


Jendral Shen berdiam diri sambil menutup matanya cukup lama. Tidak tau ia tengah memikirkan sesuatu ataupun atau sedang menenangkan dirinya.


Setelah itu Jendral Besar Shen keluar dari Paviliun nya dan berjalan menuju kereta kuda yang telah disiapkan oleh kusir. Dan segera melaju, berangkat ke Istana Kekaisaran untuk menghadiri persidangan pagi.


Ia berjalan begitu saja tanpa memperhatikan Selir Yun sedikitpun yang sejak pagi berteriak memohon hingga dihadang oleh perajurit kediaman karena telah membuat onar.


...****************...


Berbeda dengan paviliun utama milik Jendral Shen yang ribut, pada saat yang sama di Kediaman Xi Lilian di pondok terpencil di bagian belakang kediaman disana terasa sangat tenang dan damai.


Setelah selesai sarapan pagi bersama kedua pelayan setianya Xi Lilian menenangkan diri di bangku dibawah pohon persik yang tumbuh subur didepan pondok kecil itu.


Xi Lilian duduk disana sendirian karena ia sedang menunggu seseorang. Karena ia yakin bahwa Gege nya hari ini akan menemuinya.


Entah itu perkara kotak yang ia berikan pada Gege nya atau alasan lain Xi Lilian tetap yakin bahwa Shen Yu Lin pasti akan segera datang.


Dan benar saja, saat ini Xi Lilian telah melihat Gege nya Shen Yu Lin tengah berjalan ke arahnya dengan tergesa-gesa.


“Gege Yu Lin kau sudah datang, aku senang kau mengunjungi ku hari ini.” Kata Xi Lilian menyambut kedatangan Gege nya itu dengan sangat riang gembira layaknya seorang anak kecil.


“Eemmm, apa kau tau Gege, selama ini aku kesepian, tapi saat ini Gege akan berada lama dikediaman. Jadi aku sangat senang dan selalu menunggu Gege mengunjungi ku. Karna aku tak bisa kemanapun dengan bebas didalam kediaman ini.” Kata Xi Lilian yang semula penuh semangat dan keceriaan tapi tiba-tiba menjadi lembut dan sedih hingga kepalanya tertunduk.


Shen Yu Lin yang melihat perubahan suasana hati adiknya, tak kuasa untuk menahan diri. Ia segera menghampiri adiknya itu dan memeluknya serta mengusap-usap kepalanya dengan lembut.


“Kau tenang saja Lian’er, selama ada Gege, Tak akan ada orang yang akan bisa menindas mu lagi. Dan juga Gege akan mencari keadilan untuk dirimu juga mendiang bunda kita.” Kata Shen Yu Lin menenangkan Xi Lilian.


“Aku percaya padamu Gege.” Jawab Xi Lilian dengan yakin.


“Aku tak menyangka bahwa selama ini Ibunda tak pernah hidup tenang selama tinggal di kediaman Jendral ini, dan semua ini gara-gara mereka semua. Terutama yang membuatku sangat kecewa adalah perbuatan Tuan Besar yang brengsek itu. Aku salah karena selama ini selalu menghormati nya.” Kata Shen Yu Lin yang sangat geram terhadap ayahnya Jendral Besar Shen.


“Gege sudah membaca semuanya?” tanya Xi Lilian tak menyangka jika Gege itu telah mengetahui semuanya.


Padahal Xi Lilian kira Ia hanya akan datang karena ingin menanyakan dari mana Xi Lilian mendapatkan semua benda itu.


Tidak tahunya hanya dengan semalam Ia bahkan telah membaca seluruh tulisan Ibundanya di buku catatan yang tebal itu.


“Ya, dan saat ini Gege menyesal telah meninggalkan dirimu lama untuk belajar di Akademi. Seharusnya Gege dari dulu membawamu pergi kembali ke tempat Kakek dan Nenek di Kekaisaran Wexia. Aku yakin jika kau di sana maka tak akan pernah menderita dan disiksa seperti disini. Awalnya Gege kira setelah Gege menjadi kuat itu akan bisa melindungi mu tapi nyatanya selama ini justru kepergian Gege malah menjadikan kesempatan bagi mereka untuk menyiksamu Meimei. Maafkan Gege mu ini yang sangat egois Lian’er.” Kata Shen Yu Lin penuh dengan penyesalan karena tak bisa menjaga adiknya.

__ADS_1


“Sudahlah Gege, itu semua bukan salah Gege. Yang terpenting sekarang adalah kita harus mendapatkan keadilan yang seharusnya ibunda dapatkan. Kita mulai dari mengambil alih mas kawin yang Ibu bawa serta seluruh aset yang selama ini mereka ambil dari kita.” Kata Xi Lilian penuh ambisi dan aura membunuh.


Shen Yu Lin yang sejak kemarin terkejut dengan perubahan sikap adik perempuan kesayangan nya ini. Kini semakin dibuat ternganga dengan apa yang baru saja Ia saksikan.


Ia tak menyangka adiknya yang selama ini pendiam dan pemalu kini menjadi sosok pemberani dan aura yang Ia miliki bahkan melebihi aura penindasan dari ayahnya sekalipun.


“Lian’er kau?” kata Shen Yu Lin sambil melihat adiknya lekat-lekat.


Sedangkan Xi Lilian yang mengerti apa yang di maksud oleh Gege nya hanya menganggukkan kepala untuk mengkonfirmasi kebenaran.


“Ya Gege, aku sudah bisa mengolah qi. Tapi aku harap Gege bisa merahasiakan ini dari semua orang itu. Karena belum saatnya mereka tau. Selain itu, aku juga tidak ingin membuat mereka menjadi lebih waspada terhadap diriku.” Kata Xi Lilian meyakinkan Shen Yu Lin.


“Baiklah Gege mengerti. Dan ada hal yang ingin Gege tanyakan denganmu. Darimana kamu menemukan kotak peninggalan Ibunda ini? Kata Xi Yu Lin sambil menunjukan kotak yang diberikan Xi Lilian kepadanya kemarin malam.


“Gege apa kau percaya padaku?” tanya Xi Lilian sebelum menjawab pertanyaan dari Shen Yu Lin.


“ Aku akan menceritakan semua, tapi tidak bisa disini karena disini terlalu banyak mata dan telinga.” Kata Xi Lilian yang kemudian Ia menarik lengan Gegenya untuk masuk kedalam paviliun nya dan menguncinya.


Setelah itu Xi Lilian membawa Shen Yu Lin berteleportasi ke dalam paviliunnya di Kediaman pribadinya yang telah Ia beli.


Sesampainya di sana bahkan Shen Yu Lin hanya terbengong untuk mencerna apa yang telah terjadi. Ketika tersadar bahwa saat ini Ia dan adik perempuan kesayangan nya sudah tidak berada didalam Kediaman Jendral Shen Yu Lin pun mulai bertanya pada adiknya itu.


“Lian’er saat ini kita berada di mana?” tanya Shen Yu Lin.


“Kita berada di kediaman kita sendiri Gege.” Jawab Xi Lilian sambil membuka cadar yang menutupi wajahnya.


“Li Li Lian’er, wajahmu sudah sembuh? Kau begitu cantik mirip dengan ibunda, tidak bahkan kau jauh lebih cantik Lian’er.” Kata Shen Yu Lin saking terkejutnya melihat ternyata adiknya telah sembuh.


“Ya Gege, untuk itu aku membawamu kemari agar aku bisa menceritakan semua sewaktu Gege tak berada di kediaman.” Kata Xi Lilian.


Akhirnya Xi Lilian memulai ceritanya, dengan menyamarkan beberapa hal agar gegenya tak curiga.


Dulu sewaktu Gege berangkat ke akademi 5 tahun lalu, Lian’er juga langsung di pindahkan ke pondok belakang kediaman keluarga jendral.


Dimana tempat tinggal Xi Lilian selama ini. Dengan alasan bahwa Xi Lilian mengidap penyakit yang menular.


Sedangkan sebenarnya penyakit yang Xi Lilian derita selama ini adalah karena Xi Lilian telah di racuni oleh Selir Yun dan anak-anak nya.


Setelah Xi Lilian dipindahkan Xi Lilian juga diperlakukan layaknya seorang pelayan yang harus bekerja keras jika ingin mendapatkan jatah makan.


Bahkan makanan yang di berikan pun sungguh tak layak.

__ADS_1


Oleh sebab itu Xi Lilian dan Bibi Hong Mei serta Qingyu sering mencari kayu bakar dihutan serta buah-buahan dan juga sayuran liar yang tumbuh dihutan untuk dijadikan persediaan makanan mereka bertiga dikala tak mendapat jatah makanan.


__ADS_2