
Ketika Mo Fei Tian menemukan keberadaan Xi Lilian yang kini ia tengah asyik memasak di dapur mansion pribadinya.
Mo Fei Tian sungguh tercengang melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Yang mana saat ini Xi Lilian hanya mengenakan hot pan yang ketat serta tangtop saja. Dan itu memperlihatkan belahan dadanya yang ekstra besar itu dan lekukan tubuhnya yang sangat menggoda karena pinggang Xi Lilian sangatlah ramping tanpa lemak.
Tangan-tangan yang lentik, kaki yang jenjang yang semuanya putih mulus tanpa cacat. Itu sungguh lebih menyiksa Mo Fei Tian dibandingkan dengan semalam.
Ketika itu Xi Lilian tak menyadari keberadaan Mo Fei Tian di dekatnya. Karena ia tengah fokus menata makanan yang telah di masaknya. Dan saat ini ia tengah mencuci semua alat yang ia gunakan untuk memasak tadi.
Namun tiba-tiba ia di kejutkan oleh tangan kekar yang memeluk pinggangnya dengan erat.
Dan ternyata itu adalah Mo Fei Tian yang memasangkan jubah luarnya pada Xi Lilian dan langsung memeluknya dengan erat. Kemudian ia membalikkan tubuh Xi Lilian menghadap kepadanya.
Tanpa memberikan aba-aba apapun Mo Fei Tian langsung mencium bibir merah ceri wanitanya itu dan itu terasa sangat lembut.
Dan saat Xi Lilian belum bisa merespon apa yang tengah terjadi tiba-tiba bibir bawahnya digigit lembut oleh Mo Fei Tian hingga tanpa sadar Xi Lilian membuka mulutnya yang mana itu menjadi kesempatan bagi Mo Fei Tian untuk ******* bibir seksi wanita itu dan mengeksplor seluruhnya yang ada didalamnya.
Hingga tanpa sadar Xi Lilian yang tadinya mematung kini mulai membalas ciuman dadakan itu dan itu semakin membuat mereka semakin memanas dan meminta lebih.
Tepat ketika mereka berdua mulai kehabisan nafas barulah mereka mengakhiri ciuman panas itu.
Dan Mo Fei Tian pun langsung mengangkat tubuh Xi Lilian menuju kamar Xi Lilian dalam mansion pribadinya dan membaringkan tubuh Xi Lilian diatas ranjang empuk berukuran king size itu.
Kemudian ia menindihnya menciumi wajah Xi Lilian dari pipi, kening, mata dan bibir merah merona itu juga tak luput. Namun tak berhenti sampai disitu saja melainkan Mo Fei Tian mengeksplor bagian leher Xi Lilian yang jenjang dan juga putih mulus itu.
Disaat itu Mo Fei Tian bisa merasakan aroma tubuh Xi Lilian yang semerbak bagaikan bunga mawar. Dan itu membuatnya semakin menggila dan keinginannya semakin memuncak.
Namun didalam hatinya, Mo Fei Tian berusaha untuk mengendalikan perasaannya agar tak merusak kesucian dan kehormatan wanita yang ia cintai ini.
Karena ia sempat terjerat oleh aura pemikat yang terpancar dari dalam diri Xi Lilian. Yang dapat berakibat membuat orang-orang yang melihat kecantikan dan kemolekan tubuhnya akan menjadi gila dan tak terkendali.
Sedangkan Xi Lilian yang diperlakukan demikian merasa takut cemas dan tidak nyaman. Ia takut jika Mo Fei Tian tak bisa mengendalikan dirinya.
Sehingga Xi Lilian mencoba untuk menghindar dan memberontak dari Kungkungan Mo Fei Tian.
__ADS_1
Akhirnya Xi Lilian tersadar akan sesuatu.
“Mungkinkah semua ini berkaitan dengan kekuatan itu? Aku harus mencobanya.” Gumam Xi Lilian lirih.
Dan Xi Lilian pun memusatkan kekuatannya pada telapak tangan kanannya, kemudian mengusapkan telapak tangan kanan itu di kening Mo Fei Tian.
Sesaat kemudian Mo Fei Tian bisa mengendalikan akal dan perasaan sehingga ia langsung memeluk Xi Lilian dengan sangat erat sambil menutupi tubuh Xi Lilian dengan jubahnya yang ia kenakan pada Xi Lilian.
“Lian’er berjanjilah padaku, kamu jangan pernah mengenakan pakaian laknat seperti ini dihadapan siapapun. Dan juga kau cobalah kendalikan aura pemikat mu itu, agar tak membahayakan bagimu. Aku tak ingin dan tak akan pernah merelakan ada orang yang memandang mu dengan tatapan penuh hasrat. Dan pastikanlah kau hanya milikku Lian’er.” Kata Mo Fei Tian panjang lebar.
Karena ia takut dan sangat khawatir jika itu bahaya yang berkaitan dengan wanita yang sangat ia cintai.
“A Tian maafkan Aku, awalnya aku tak menyadari jika diriku ini memiliki aura yang begitu berbahaya untuk diriku dan orang lain. Aku akan selalu berlatih mengendalikan kemampuan dan aura yang ada dalam diriku ini.” Kata Xi Lilian merasa bersalah.
Mo Fei Tian yang melihat kekasihnya bersedih ia pun n menjadi tak tega. Dan ia juga merasa sangat bersalah karena tak menyadari semua dari awal sehingga ia terpikat dan tak bisa mengendalikan diri dengan baik.
“Ini semua salahku sayang yang tak bisa menyadari kemampuan pemikat mu, sehingga aku melakukan hal yang keterlaluan kepadamu. Maafkan aku Lian’er. Seharusnya aku juga harus selalu waspada dan tidak mengendur sama sekali agar aku bisa memindai kekuatan Yang bisa mengendalikan diri dan hawa nafsu.” Kata Mo Fei Tian.
“Tapi kamu tetap harus di hukum, karena berani mengenakan pakaian semacam ini, bagaimana jika ada orang lain yang melihatmu selain diriku. Ohh... Atau jangan-jangan kau memang sengaja melakukannya Lian’er.” Lanjut Mo Fei Tian dengan aura kelam dan juga suara yang berat serta serak.
Padahal dulu ketika di dunia modern ia bahkan selalu mengenakan pakaian yang serba mini dan ketat. Kecuali ketika ia berada di kantor, ia selalu mengenakan pakaian formal pada umumnya.
Sedangkan Mo Fei Tian yang telah mendengar penjelasan dari Xi Lilian. Ia pun mengalah dan tak jadi menghukum Xi Lilian.
“Baiklah, kali ini aku melepaskan mu. Dan tidak ada lain kali lagi. Jika tidak jangan harap kau bisa lepas dariku sayang.” Kata Mo Fei Tian.
“Emm kalau begitu ayo kita makan dan aku akan memanggil para Gege dan Jiejie untuk makan bersama kita.” Kata Xi Lilian.
“Tidak! Lebih baik kau ganti baju dulu, aku yang akan memangil mereka.” Kata Mo Fei Tian dengan lembut, kemudian ia mengecup kening dan pucuk kepala Xi Lilian, barulah ia keluar dari kamar meninggalkan Xi Lilian seorang diri.
Setelah Xi Lilian ganti pakaian mengenakan hanfu laki-lakip, Xi Lilian makan bersama Mo Fei Tian dan para hewan kontrak mereka berdua.
Mereka terlihat sangat harmonis. Karena Xi Lilian maupun Mo Fei Tian tak pernah membedakan bawahan mereka, mereka menganggap para bawahan itu adalah Keluarga mereka sendiri.
Oleh sebab itu parah hewan mitologi yang Legendaris itu bersedia untuk setia mendampingi mereka dari titik terkecil hingga kini menjadi penguasa.
__ADS_1
Dan dalam perjalanan hidupnya mereka lalui dengan tidak mudah. Penuh keringat, air mata bahkan darah yang mereka tumpahkan untuk bisa selalu bersama beriringan.
Setelah selesai makan, mereka semua menuju hutan sunyi, dan melihat bahwa semua anggota Black Star Mafia masih dalam kultivasi tertutup mereka.
Akhirnya Xi Lilian memutuskan untuk keluar dari dimensi bintang begitu juga dengan Mo Fei Tian. Dan sebelum mereka keluar para hewan kontrak Mo Fei Tian langsung kembali ke dimensi abadi milik Mo Fei Tian.
Saat Xi Lilian dan Mo Fei Tian keluar dari dimensi bintang mereka masih berada di dalam hutan kematian terdalam.
Disana Xi Lilian merasakan ada suatu aura yang menarik perhatiannya.
Tak tunggu lama Xi Lilian mulai berjalan menuju arah aura itu berada.
Namun ketika sampai di suatu danau yang cukup indah Xi Lilian melihat kuncup teratai yang sangat besar dan teratai tersebutlah yang mengeluarkan aura yang Xi Lilian rasakan.
Ketika ia hendak menghampiri teratai itu di tengah danau, Tiba-tiba ia mendengar Mo Fei Tian berbicara.
“Lian’er lebih baik kau pindahkan terlebih dahulu teratai itu dalam danau dimensi bintang agar keadaan nya tetap terawat karena aku merasa teratai ini merupakan teratai langit milik kaisar langit yang selama ini menjadi perebutan itu”. Kata Mo Fei Tian.
“A Tian apa maksudmu itu merupakan teratai kesucian? Apakah itu artinya ada sesuatu yang dilindungi yang berada dalam teratai tersebut?” balas Xi Lilian.
“Mungkin memang seperti itu sayang, tapi aku juga merasakan suatu kehidupan dalam teratai itu.” Balas Mo Fei Tian lagi.
Setelah mendengarkan apa yang di katakan oleh suaminya itu Xi Lilian akhirnya memindahkan teratai itu dalam danau dalam dimensi bintang. Dan mereka berdua pun kembali ke dalam dimensi bintang.
Ketika mereka sampai didalam dimensi dan menuju danau, ternyata disana telah ada kelima hewan kontrak Xi Lilian yakni Wu Juan si Phoeniex es, Yuan long si naga putih, Rou Xie si rubah putih, Bai Lang si harimau putih dan Hua jian Mei si pegasus putih.
“Gege, Jiejie kalian juga disini?” tanya Xi Lilian.
“Ya Lian’er, dari mana kau dapatkan teratai kesucian ini? Kenapa bisa? Sedangkan benda ini merupakan pusaka dari Permaisuri kerajaan langit yang sangat ia jaga selama ini.” Tanya Wu Juan.
“Kami tak sengaja menemukannya di danau hutan kematian Gege. Karena aura yang dipancarkan oleh nya.” Balas Xi Lilian.
“Pasti telah terjadi sesuatu di kekaisaran langit saat ini. Karena kami tahu, meskipun permaisuri dari istana langit itu tak dapat menyempurnakan dan menyerap kekuatan dari teratai kesucian ini, karena hanya seseorang yang memiliki takdir dengan teratai itulah yang bisa menyempurnakan inti dari teratai tersebut. Namun meskipun begitu permaisuri kaisar langit itu selalu menjaga dan menyimpan teratai ini dengan baik, dan tak akan pernah sembarangan menggunakannya dan meletakkannya.” Kata Rou Xie dengan yakin.
“Apa yang kau katakan benar, karena beberapa tahun terakhir ini istana langit menjadi sasaran dari klan iblis dan juga klan peri karena ada legenda mengatakan bahwa jika akan ada kelahiran sang penjaga dimensi yang mana kelahirannya di tandai dengan munculnya sebuah fenomena yang tak biasa di setiap dimensi yang ada dan tepat pada hari yang lalu fenomena langit berwarna biru tanpa adanya awan dan muncul cahaya yang semakin lama kian membentang menyelimuti seluruh jagad raya ini. Dan tepat saat itu pula Xi Lilian kembali ke dimensi ini dan juga bertepatan dengan kelahiran dari putri kaisar langit.” Kata Mo Fei Tian panjang lebar.
__ADS_1
“Jadi maksudmu adalah kembalinya diriku ini, disebabkan oleh kelahiran penerus penjaga dimensi, dan oleh karenanya seluruh pintu dimensi pada saat itu akan terbuka untuk menyambut kelahirannya?” tanya Xi Lilian.