Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 135 Kisah Masa Lalu


__ADS_3

“Bagaimana? Apakah kau sudah memiliki tenaga yang cukup untuk memulai menceritakan semuanya kepada kami? Oh tidak, lebih tepatnya terutama pada Yang Mulia Kaisar Wang Junsi yang sangat Agung dan dipuja seluruh rakyat di Benua Nanxuang ini,” tanya Mo Fei Tian pada Yan Bao dan diakhiri kata sindiran untuk Sang Kaisar dari Kekaisaran Li tersebut


Yang kini masih tidak dapat berbicara satu kata pun dari mulutnya. Dan bahkan dirinya bahkan tidak bisa membuka mulutnya sedikitpun.


“Ah, ya ada satu lagi, percuma saja kau berupaya untuk bunuh diri saat ini. Karena aku tidak akan pernah membiarkan kau mati, sebelum semua tuduhan keji terhadap Ibunda kami belum dibersihkan. Dan juga seluruh topeng kebohongan yang selama ini digunakan oleh bibi kami tercinta itu benar-benar terkupas dan ter sobek habis, hingga memunculkan wajah aslinya. Maka kau jangan pernah coba-coba untuk melakukan hal itu. Jika tidak kau akan menerima dan juga dapat merasakan, rasa yang lebih pedih dibandingkan bermain dengan api kecil tadi. Namun dirimu hanya bisa menanggung itu tanpa bisa mati sebelum aku mengizinkannya.” Kata Mo Fei Tian yang memperingati Ketua Pembunuh Yan Bao itu.


Karena Mo Fei Tian tahu bahwa sebenarnya Yan Bao telah berusaha untuk melakukan bunuh diri dengan racun yang ia tanam dibalik lidahnya.


Namun karena Mo Fei Tian yang selalu mempersiapkan segalanya dengan matang dan menukar racun itu dengan pil pemulih stamina pada awalnya.


Jadi semua upaya yang akan dilakukan oleh para pembunuh bayaran itu untuk mengakhiri hidupnya akan selalu sia-sia saja.


"Ahh... tidak Pangeran, tolong. Hamba mohon ampunilah hamba, jangan lakukan hal yang sangat menyiksa itu lagi, hamba akan segera mengatakan nya. semuanya akan hamba ceritakan untuk Yang Mulia mengenai seluruh kejadian yang sesungguhnya," kata Pembunuh Yan Bao dengan gemetaran karena ia benar-benar takut jika garus kembali penderitaan yang tiada bandingnya seperti tadi.


"Baiklah mulailah kau untuk menceritakan semuanya. dan jangan sampai ada yang terlewat barang sedikitpun. Atau kalau tidak maka kau dan ketiga rekanmu itu akan selamanya hidup dalam kesakitan yang teramat sangat. selain itu kalian tidak akan mati sebelum sampai waktunya ajal menjemput kalian dengan sendirinya," kata Mo Fei Tian dengan dingin untuk menggertak sang Ketua Pembunuh Yan Bao itu.


Meskipun saat ini Mo Fei Tian tidak lagi membutuhkan ketiga pembunuh yang lainnya, tapi tetap saja Ia akan menyelamatkannya untuk bisa mendapatkan hukuman yang layak.


Selain itu Mo Fei Tian juga berencana untuk menggunakan para pembunuh bayaran itu menjalankan rencananya untuk menjebak Sang Permaisuri Xia Wu Mei dan juga putranya, Pangeran Keempat Wang Xie Mo.


Karena dengan menggunakan para pembunuh itu akan mudah baginya untuk mengungkapkan seberapa dekatnya hubungan mereka terhadap Organisasi Merak Hitam itu.

__ADS_1


Mo Fei Tian masih harus melakukan hal itu karena Ia sangat mengerti mengenai pemikiran Kaisar yang bodoh yang berstatus sebagai Ayah nya saat ini.


Sampai saat ini pun Ia masih saja masih berniat untuk melindungi dan juga membantu istrinya itu. Padahal dia jelas-jelas telah mengetahui kebusukan istrinya itu.


"Tidak... tolong jangan lakukan itu Pangeran, hamba akan berusaha mengingat dan menceritakan semuanya kepada Anda Yang Mulia. Tapi tolong jangan lakukan hal itu lagi. kami benar-benar sudah tidak sanggup menahannya." kata Sang Ketua pembunuh Yan Bao yang kini menjadi semakin gemetaran dibuat oleh Mo Fei Tian.


Namun sesaat kemudian ia kembali membuka kata lagi yang mana ia bersedia untuk menceritakan semuanya.


“Ba baik Pangeran Ketiga, hamba siap dan juga bersedia untuk memberi tahukan semuanya mengenai apa saja yang di perintahkan oleh Tuan Pemimpin Organisasi Merak Hitam pada kami para anggotanya atas permintaan Yang Mulia Permaisuri Xia Wu Mei.


“Ya, lanjutkan. Ceritakan semuanya yang kamu tahu mengenai mereka secara rincidan menyeluruh.” Kata Mo Fei Tian lagi.


FLASHBACK ON


Pada saat itu sedang terjadi acara besar di Istana Kekaisaran untuk merayakan ulang tahun Sang Kaisar Wang Zhuo Jue yakni Kaisar terdahulu Ayahanda Sang kaisar saat ini Kaisar Wang Junsi.


Pada saat itu berkat bakat yang ditampilkan oleh Nona Muda Resmi dari Kediaman Jendral Besar Xia yakni Nona Xia Yun Lie, Ia berhasil mendapatkan sebuah hadiah besar berupa sebuah desa yang makmur akan hasil buminya yang melimpah di daerah yang sangat subur seperti daerah yang berbatasan langsung dengan Ibukota Kekaisaran yakni Desa Moran.


Selain itu bahkan Putra Mahkota Wang Junsi bahkan langsung melamar Sang Nona Muda Resmi dari Kediaman Jendral Besar Xia itu dan juga memohon langsung kepada Ayahanda Kaisar nya untuk diberikan Dekrit Pernikahan untuk dirinya dan Xia Yun Lie Sang Nona Muda Resmi.


"Mohon kepada Yang Mulia Ayahanda Kaisar, hamba sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Li ini ingin melamar Nona Muda Xia Yun Lie dari Kediaman Jendral Besar Xia sebagai Putri Mahkota hamba di masa depan. Dan mohon Yang Mulia Ayahanda Kaisar bersedia memberi restu dan juga menurunkan Dekrit Pernikahan kepada kami berdua," ucap Sang Pangeran Mahkota Wang Junsi kala itu dengan sangat lantang dihadapan Kaisar Wang Zhuo Jue dan juga seluruh para tamu undangan yang hadir.

__ADS_1


"Apakah kau sudah yakin akan keputusanmu itu Si'er? Apakah kau tidak akan menyesali keputusan yang kau ambil saat ini?" tanya Sang Kaisar Wang Zhuo Jue pada Putra keduanya itu.


Sang Pangeran Wang Junsi yang mendapat pertanyaan dari Ayahanda kemudian langsung menjawabnya dengan sangat tegas.


"Hamba sangat yakin dengan apa yang saya katakan kali ini Ayah. Karena Ananda benar-benar mencintai Nona Muda Xia Yun Lie," kata Sang Pangeran Mahkota Wang Junsi meyakinkan Ayahanda Kaisar nya.


Apalagi dirinya juga selalu mengingat mengenai apa yang dikatakan oleh ibunda Permaisuri nya, agar dirinya mendapatkan dukungan dari Keluarga Jendral Besar Xia yang memiliki kekuatan dan juga kedudukan yang berada langsung dibawah Sang Kaisar.


Hal itu bertujuan agar posisinya yang sebagai Pangeran Mahkota semakin kuat dan sulit untuk digulingkan meski kemungkinan pewaris tahta yang sesungguhnya telah kembali.


Tapi pada dasarnya dirinya sudah sangat yakin jika apa yang ditakutkan oleh Ibundanya itu tidak akan pernah terjadi.


"Baiklah kalau Kau mengambil keputusan yang sesuai kata hatimu. Karena aku tidak ingin ada sesuatu hal yang akan terjadi di masa depan karena keputusan yang kau ambil kali ini. Dan bagaimana menurut mu Nona Muda Xia Yun Lie?" tanya Sang Kaisar Wang Zhuo Jue kepada Xia Yun Lie atas keputusan yang akan dirinya ambil.


Karena sebagai seorang Kaisar dirinya tidak boleh mengambil keputusan apapun yang akan merugikan pihak lain, dan memaksakan sesuatu yang mungkin akan berakibat buruk di kemudian hari.


Sedangkan Xia Yun Lie yang mendengar pertanyaan dari Sang Kaisar Wang Zhuo Jue dirinya seketika langsung berlutut dan juga menunduk hormat dengan sangat sopan menjawab.


"Menjawab Yang Mulia Kaisar, hamba Xia Yun Lie tidak berani membantah, akan tetapi mohon maaf kepada Yang Mulia Pangeran Mahkota karena sampai saat ini hamba masih belum cukup untuk usia pernikahan, jadi hamba mohon petunjuk dan juga kebijaksanaan kepada Yang Mulia Kaisar Wang Zhuo Jue memberikan keputusan terbaik untuk hamba." jawab Xia Yun Lie dengan tenang dan juga yakin meski terdengar begitu sopan dan juga lemah lembut.


"Baiklah jika memang begitu, aku akan menanyakan kepada tetua sekaligus ayah kandung bagi mu Sang Jendral Besar Kekaisaran Li Xia Zu Ren. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? atau kau memiliki pemikiran lain atau kandidat lain untuk Putri mu yang jelita ini Tuan Li?" tanya Kaisar Wang Zhuo Jue pada rekan belajar semasa kecilnya.

__ADS_1


Sebenarnya Sang Kaisar Wang Zhuo Jue begitu mempertanyakan masalah pernikahan ini, itu karena pada awalnya ia ingin menjodohkan Putra Sulung nya yang menghilang lima tahun lalu dan hingga kini masih juga belum bisa ditemukan keberadaannya bahkan kabar beritanya sekalipun.


__ADS_2