
Di tengah suasana yang begitu mencengangkan itu, kini terdengar suara yang begitu bergairah dan juga penuh kebahagiaan.
"Bagus, bagus, Benwang sangat senang mendengarnya. Jadi mulai saat ini Benwang umumkan bahwa Nona Muda Xi Lilian ini merupakan wanita dan calon pendamping Benwang ini. Dan Benwang pastikan akan segera datang ke Kekaisaran Wexia untuk melamar sekaligus mengantarkan harta mahar untuk Lian'er ku yang cantik." ucap Sang Pangeran Wang Jin Tian dengan ekspresi dan sikap yang terkesan sembrono dan tidak tahu aturan.
Namun hal itu sama sekali bukan masalah bagi Xi Lilian dan juga seluruh keluarga Kekaisaran Wexia. karena pada dasarnya mereka semua mengetahui apa alasan seorang Wang Jin Tian bisa bersikap dengan begitu terbuka dan tanpa ragu-ragu dalam tindakannya.
Hanya saja di sisi Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng, kini merasa ada sesuatu hal yang sangat mengganjal dalam hati dan juga pikirannya.
Dirinya seolah ingin menentang keputusan Sang Putri. Tapi kembali lagi dirinya juga merasa tidak pantas dan tidak memiliki hak sama sekali atas kehidupan Putri kecilnya yang sangat dirinya cintai itu.
Terlebih lagi Putra Sulungnya juga telah memberikan peringatan yang begitu jelas sejak awal. Dan itu yang semakin membuat Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng merasa tertekan dan juga dilema.
Namun kini semua juga sudah terjadi. dan bahkan pihak mertuanya juga tampak menyetujui dan sangat mendukung seluruh keputusan Putrinya Xi Lilian. Jadi dirinya hanya bisa mengurungkan niatnya itu.
Sedangkan Shen Sie Lie yang kini tengah duduk di samping Sang Ayah pun segera menyadari ekspresi ayahandanya yang tampak sangat buruk dan merasa kecewa itu.
Dan Shen Sie Lie pun segera memanfaatkan situasi ini untuk mencoba menghasut dan mengompori suasana hati Ayahanda nya agar kembali membenci Xi Lilian.
"Ayahanda, bukankah Lian'er terlalu gegabah? Dan yah, meski bagaimanapun masih ada Ayahanda disini. Seharusnya Lian'er bisa lebih menghargai dan memandang Ayahanda sebagai Tetua baginya. Tapi apa yang dilakukan oleh Lian'er itu memang benar-benar sedikit tidak pantas dan tidak tahu aturan," ucap Shen Sie Lie dengan nada yang dibuat sangat lembut dan tampak sangat prihatin dengan Sang Ayah yang diperlakukan tidak berarti apa-apa oleh Putri kandungnya sendiri.
Jenderal Besar Shen Guo Feng pun yang mendengar apa yang dikatakan oleh Putri pertamanya itu memang merasa tidak ada yang salah, dan tampak sangat masuk akal.
Namun Jenderal Besar Shen Guo Feng segera menyadari segalanya. Karena selama ini dirinya selalu bertindak bodoh dan juga sangat kejam pada Putra dan Putri sahnya itu juga karena kata-kata yang tampak manis dan juga pengertian seperti ini. Yang justru menggelapkan hatinya sehingga bisa bersikap begitu tidak manusiawi terhadap Lian'er nya.
Ketika jenderal Shen Guo Feng hendak marah, dan menegur Shen Sie Lie dirinya segera menyadari, bahwa saat ini mereka sedang berada di suasana dan tempat yang tidak tepat untuk meluapkan emosinya.
Terlebih lagi di awal acara pun dirinya benar-benar telah dipermalukan oleh kehadiran Putri bungsunya yang bersikap begitu arogan dan dengan pakaian yang tidak senonoh. Dirinya bahkan merasa telah kehilangan muka. dan sama sekali tidak ingin menambah buruk keadaan lagi.
__ADS_1
Dan Akhirnya Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng hanya bisa tetap diam dan berusaha menahan semua rasa yang mengganggunya di dalam hatinya.
Sedangkan Shen Yu Lin yang juga mengetahui apa yang tengah ayahnya itu rasakan, dan bahkan ia juga mendengarkan kata-kata Shen Sie Lie tadi. Dirinya hanya mendengus dan tidak lagi ingin peduli dengan mereka.
Karena menurutnya masih ada waktu lain untuk membalas perbuatan mereka semua. Terlebih lagi dirinya akan menyerahkan semuanya pada Lian'er nya. karena selama ini yang paling dirugikan oleh mereka adalah adik kecilnya itu.
Beralih dari mereka keluarga Jenderal Besar Shen yang memiliki pemikiran mereka sendiri-sendiri.
Namun disisi lain Shen Sie Mei yang dihukum sebagai seorang pelayan karena telah membuat keonaran di dalam Istana Kekaisaran. Dan sedari awal Ia bahkan selalu berusaha untuk bisa mendekati dan juga merayu Huo Lin Jin, Sang mantan tunangan dari Xi Lilian.
Dan berkat kegigihannya dalam merayu orang yang selalu menjadi pujaan hatinya itu, akhirnya Shen Sie Mei pun berhasil mendapatkan perhatian dari Pangeran Mahkota Huo Lin Jin nya itu.
Dan itu semua juga berkat kecantikan wajahnya dan juga penampilan tubuhnya yang benar-benar menggoda dan tampak sangat memikat pandangan dari para pria yang memandangnya.
Meskipun saat ini Shen Sie Mei tengah mengenakan pakaian layaknya pelayan istana lainnya. Namun semua itu tidak menutupi bahwa kecantikan dan tubuhnya itu dari tatapan liar dari pandangan setiap lelaki.
Sehingga dari tadi dirinya benar-benar tidak fokus dengan apa yang tengah terjadi di dalam Aula Perjamuan Istana.
Pangeran Huo Lin Jin merasa bahwa tidak ada hal lainnya yang lebih penting dari kecantikan yang berada di sisinya saat ini.
Bahkan dirinya melupakan segala perseteruan antara dirinya dan juga Xi Lilian. dan bahkan ia juga tidak ikut dalam memperburuk suasana yang telah terjadi antara Xi Lilian dengan Permaisuri Kaisar dari Kekaisaran Li itu.
Dan juga tidak ada seorangpun yang memperhatikan gerak-gerik yang Pangeran Huo Lin Jin dan juga Shen Sie Mei lakukan.
Namun bagaimana mungkin hal itu bisa terlepas dari pandangan Xi Lilian. Yang bahkan kini Xi Lilian telah mengangkat senyum sinis di ujung bibirnya yang terhalang oleh cadar itu.
"Permainan dimulai, dan benar saja gadis kecil itu sungguh tidak membuang waktu sama sekali. Saat ini bahkan aku sangat yakin jika Huo Lin Jin itu telah terpikat dengan pesona mematikan dari adik bungsu ku tersayang itu. Namun sayangnya mereka tidak tahu, jika hal indah itu adalah awal dari kehancuran dan penderita mereka, tanpa dirinya sadari. Oh apakah aku begitu kejam dengan kisah asmara mereka? Hah...bukankah itu yang selayaknya mereka terima, setelah semua yang telah mereka perbuat selama ini kepada diriku," batin Xi Lilian yang kini sedikit memperhatikan kedua sejoli yang tengah bercengkrama dengan senangnya ditengah kegemparan yang telah dirinya dan suaminya perbuat ditengah acara pada kali ini.
__ADS_1
Karena seluruh perhatian semua orang di dalam Aula Perjamuan Istana itu hanya tertuju pada Xi Lilian dan yang lainnya.
Dan Entah mengapa Pangeran Huo Lin Jin justru merasa bahwa dirinya sangat ingin memperhatikan dan juga merasakan manisnya dan hangatnya dari gadis yang tengah melayaninya dengan penuh perhatian dan juga tampak begitu elegan, layaknya seorang Putri bangsawan yang bermartabat.
"Apakah kau pelayan baru di istana ini? kenapa rasanya aku baru pertama kalinya melihatmu?" tanya Sang Pangeran Huo Lin Jin pada Shen Sie Mei sambil mengulurkan tangannya untuk membelai pipi gadis itu.
Shen Sie Mei yang mendapatkan perlakuan yang begitu lembut dari Sang Pangeran pujaan hatinya, dirinya pun merasa sangat senang dan jantungnya berdegup begitu kencangnya. bahkan kini wajahnya tampak memerah, yang bahkan mampu meningkatkan gairah dalam hati Pangeran Huo Lin Jin.
"Mohon izin menjawab Yang Mulia Pangeran Mahkota, Hamba sebenarnya adalah salah satu Nona Muda dari kediaman Jenderal Besar Shen. Namun tanpa sengaja hamba telah membuat kesalahpahaman kecil ketika memasuki istana, dan hamba pun mendapatkan hukuman menjadi seorang gadis pelayan selama perjamuan Festival Bunga ini berlangsung." ucap Shen Sie Mei dengan sedih bahkan sampai biasa menumpahkan Air matanya, guna menarik lebih besar simpati dari Sang Pangeran Huo Lin Jin.
Dan benar saja. Apa yang diinginkan oleh Shen Sie Mei pun segera terjadi. Kini bahkan Sang Pangeran Huo Lin Jin tengah mengernyitkan alisnya dalam-dalam.
Dia sangat tidak menyangka akan ada hal seperti itu terjadi di saat seperti ini. Namun dalam hati Sang Pangeran Huo Lin Jin kini justru suatu kesempatan baginya untuk memberikan Budi baik bagi gadis cantik di depannya ini yang tidak dirinya sangka bahwa itu adalah salah satu Nona Muda dari kediaman Jenderal Besar Shen.
Namun dia juga sedikit merasa binggung, karena sepengetahuan dirinya akan keluarga Sang Jenderal Besar tidak ada sosok gadis yang sangat cantik dan menggoda serta memiliki tubuh yang begitu menggiurkan seperti gadis si depannya.
"Ohh...Jadi Nona ini merupakan salah satu Putri Kediaman Keluarga Jenderal Besar. Kalau boleh tahu Nona ini Putri dari keluarga Shen dari keluarga kedua atau keluarga ketiga?" tanya Sang Pangeran Huo Lin Jin memastikan dari keluarga Tuan Shen yang mana? karena setahu Sang Pangeran bahwa didalam Kediaman Keluarga Jenderal Besar Shen terdapat empat keluarga didalamnya.
"Menjawab Yang Mulia Pangeran Mahkota, Hamba ini terlahir dari keluarga pertama milik ayah hamba Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng, dan nama hamba adalah "Sie Mei" Putri bungsu dari Tuan Jenderal Shen," jawab Shen Sie Mei sambil menundukkan kepalanya malu-malu, menyembunyikan wajahnya yaang merona.
Sedangkan Sang Pangeran Huo Lin Jin yang telah mendengar nama gadis cantik di depannya itu. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa gadis yang selama ini tidak pernah masuk dalam penglihatan nya itu sebenarnya begitu cantik, bahkan melebihi kecantikan dari gadis tercantik di seluruh Kekaisaran.
Dan kini pemikiran dan juga rencana jahatnya untuk kembali menundukkan Kediaman Keluarga Jenderal Besar Shen kembali terajut dan tampaknya dirinya bahkan seolah mendapatkan keberuntungan karena selain tujuannya untuk mendapatkan dukungan Sang Jenderal Besar Shen dan menguasai seluruh pasukan Sang Jenderal dan ditambah dengan kecantikan gadis muda yang masih sangat ranum dengan kecantikan dan tubuh yang sangat dirinya minati.
"Namu Shen Sie Mei? harapan usia mu saat ini?" tanya Sang Pangeran Huo Lin Jin, dengan maksud untuk mencoba mengenal dan mengakrabkan diri dengan calon selir idamannya ini.
"Hamba, baru berusia 10 tahun dan akan segera 11 tahu dalam waktu satu pekan lagi Yang Mulia?" jawab Shen Sie Mei dengan jujur.
__ADS_1
"Ahh....dia bahkan masih begitu muda namun Arrghh... dirinya bahkan begitu menggoda. Dan bahkan Aku sudah tidak tahan untuk menerkamnya sekarang dibawah kungkungan ku, dan tidak akan aku lewatkan sejengkal pun tubuhnya itu untuk ku nikmati. Apalagi bibirnya yang merah, mungil dan tampak begitu kenyal dan lembut itu benar-benar, Aahhh," batin Sang Pangeran Huo Lin Jin sambil menelan Saliva ketika memperhatikan tepat pada bibir Shen Sie Mei yang begitu sensual.