
"Akan tetapi mengapa saya bisa merasakan aura yang sangat familier yang sebelumnya tidak ada didalam dimensi bintang milik Lian'er ini? dan ini lebih cenderung dengan aura yang terdapat di dalam dimensi ruang Abadi milik Tuan." ucap Wu Jin lagi.
"Ya, karena sekarang dimensi kita saling terkait, sehingga aturan yang semula jika aku tidak berada di dalam dimensi bintang Lian'er, maka kalian tidak akan pernah bisa memasuki dimensi ini begitu saja. Akan tetapi, saat ini kalian bebas keluar masuk ke dimensi bintang ini meskipun aku tidak berada disini. Begitu juga sebaliknya. Lian'er dan juga kalian berlima juga bisa memasuki dimensi ruang Abadi milik ku." Namun semua hal ini hanya berlaku bagi orang-orang yang memiliki kontrak langsung dengan kami." jelas Mo Fei Tian lagi. sambil menunjuk kelima kontraktual milik istri kecilnya.
"Ini benar-benar luar biasa, sehingga kita bisa saling melindungi satu sama lain dan lebih memudahkan kita dalam berbagi informasi kedepannya." seru Wu Jin lagi.
"Hei sudahlah, Paman dan Bibi nanti saja kalian tanya-tanya lagi. Akan lebih baik kita semua segera kembali ke mansion dan kembali merayakan hari baik ini dengan makan makanan yang telah kalian siapkan tadi, karena aku sudah sangat lapar dan juga penasaran ingin mencoba setiap makanan yang selau kalian masak yang aromanya sangat menggoda hidungku selama ini." seru sesosok gadis cilik yang kini telah menempel pad kali Xi Lilian dengan tingkah yang sangat menggemaskan.
Mendengar suara anak kecil yang sangat imut itu akhirnya mengalihkan perhatian mereka semua, dan mereka baru menyadari bahwa gadis kecil yang tadi keluar dari cahaya ungu tadi adalah Yiran kecil mereka.
"Ahh.... Ya Lord...! Maafkan kami Ran'er sayang, kami melupakan mu. Baiklah mari bunda gendong kamu untuk kembali ke mansion kita dan rayakan hari hari ini," kata Xi Lilian yang sudah merentangkan tangannya siap untuk menggendong gadis kecil kesayangannya itu.
"Mana bisa seperti itu bunda, Lihatlah saat ini Ran'er sudah tidak kecil lagi, Aku sudah tumbuh menjadi besar, tentu saja aku bisa berjalan sendiri. Akan sangat memalukan bagi ku jika selalu merepotkan Ayahanda dan juga Bunda, lagipula menggendong diriku ini akan sangat melelahkan bagi tubuh Ibunda. Aku lebih baik digendong oleh paman Bai Lang saja. Jadi Bunda dan Ayahanda bisa bergantian menggendong adik ku yang masih bayi nantinya. Seperti yang dikatakan oleh Paman Long sebelumnya," kata Mo Lie Yiran dengan polos dan ekspresi wajah yang tampak sangat serius.
Mendengar ucapan gadis kecil yabg polos itu benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi para makhluk kontraktual itu.
Sedangkan untuk Xi Lilian, kini ia bahkan tidak bisa menahan perasaan malu dan bercampur harapan yang ia rasakan. bahkan saat ini seluruh wajah dan telinganya terasa memanas hingga tampak begitu merah yang tak bisa Ia sembunyikan.
Namun berbeda dengan Xi Lilian, yang merasa sangat kikuk dan tak bis berkata-kata. Mo Fei Tian justru tersenyum memanjakan pada gadis kecil itu.
"Apakah Yiran kecil Ayah, menginginkan seorang adik?" tanya Mo Fei Tian pada putri kecilnya itu.
"Tentu saja Ayah, Ayah dan bunda harus memberikan Ran'er banyak adik kecil nanti," seru Mo Lie Yiran lagi dengan sangat antusias, yang justru semakin membuat Xi Lilian ingin menyembunyikan wajahnya kedalam lubang yang gelap.
Dan itu benar-benar membuat hati Mo Fei Tian menjadi bermekaran, karena dengan kata-kata putrinya dan juga reaksi istrinya yang malu-malu namun juga memiliki harapan yang sama itu membuat dirinya sungguh sangat nyaman dan senang.
Sedangkan yang lainnya yang berada di sana, tidak bisa menahan gelak tawa, akibat kata-kata Mo Lie Yiran itu.
"Baiklah Ran'er, lebih baik kita tidak membahas hal ini lagi, atau kalau tidak entah apa yang akan dilakukan ibunda mu itu kala tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, sela Rou Xie dengan nada candaan.
__ADS_1
"Ya, bukankah tadi Ran'er bilang sudah lapar, jadi sebaiknya kita sekarang bergegas dan sebelum seluruh makanan akan tidak enak lagi jika dibiarkan terlalu lama." sambung Hua Jia Mei yang ingin membatu Xi Lilian agar bisa terlepas dari rasa malunya.
"Em,,, Bibi memang benar, Ran'er sudah sangat lapar saat ini, jadi bisakah Paman Bai Lang membawa Ran'er makan sekarang? tanya Yiran kecil dengan ekspresi yang sangat menggemaskan.
"Tentu saja, Paman mu ini sangat kuat untuk membawa mu kembali ke mansion dengan sangat cepat." ucap Bai Lang, yang kemudian langsung melakukan teleportasi ke ruang makan salam mansion milik Xi Lilian.
Yang kemudian di ikuti oleh semua nya. Begitu juga dengan Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian yang juga segera menyusul sambil bergandengan tangan.
Setelah itu mereka semua telah berkumpul kembali ke ruang makan, dan segera makan bersama setelah mereka menghangatkan kembali makanan yang telah mereka masak sebelumnya.
Selesai makan, akhirnya Xi Lilian pamit untuk menuju laboratorium nya terlebih dahulu, karena dirinya ingin mengambil sesuatu hal yang ia yakin akan sangat berguna saat ia berada dalam perayaan di dalam Istana Kekaisaran Wuxi nanti.
Dan setelah Xi Lilian mendapatkan apa yang baru saja ia cari, akhirnya ia segera kembali dan menemui semua keluarga nya yang tengah bercengkrama didalam ruang keluarga dan pamit, karena ia harus segera kembali keluar dari dimensi bintang. Dan kembali dalam kesadarannya di dalam kereta kuda.
Begitu juga Mo Fei Tian ia juga bergegas untuk keluar, karena ia yakin jika kedua saudara kembarnya telah menunggunya.
"Jiejie apakah kita masih belum sampai? Aku bahkan sampai tertidur," kata Xi Lilian.
"Ku rasa sebentar lagi sampai Lian'er, lagipula kamu juga hanya tertidur sebentar. seharusnya kau bisa istirahat lebih lama. Apalagi semalam kamu dan pangeran Yu Lin juga pulang saat fajar, dan bahkan tidak sempat tidur sama sekali. Harusnya kalian juga menjaga kesehatan tubuh kalian, meskipun aku tahu ranah kultivasi kalian saat ini sudah meningkat dan sangat tinggi. tapi setidaknya tubuh kalian juga butuh istirahat dengan baik. Dan aku yakin Gege dan juga Jiejie mu di markas Black Star Mafia bisa mengatasi tugas mereka dengan cukup baik, jadi kalian tidak perlu begitu khawatir." kata Qing Yue menasehati sang majikan yang sudah Ia anggap sebagai adiknya sendiri.
"Aku tahu itu Jiejie, hanya saja aku masih belum bisa tenang sebelum semua hutang ini terbayarkan dengan tuntas pada orang-orang yang menjijikan itu." ucap Xi Lilian.
"Tenangkan dirimu Lian'er. Dan ingat bahwa kamu tidaklah sendirian. Ada kami semua keluarga mu yang akan selalu mendukung mu. Aku yakin, cepat atau lambat merek semua akan dapat merasakan hal yang setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat pada mu, Lin'er dan juga mendiang Ibunda mu Putri Xi Yu Nian. Dan aku juga tidak akan mungkin tinggal diam setelah semuanya, aku pasti akan membantu mu untuk menuntut balas." kata Qing Yue menenangkan Xi Lilian.
"Terima kasih Jiejie kau memang yang terbaik, dan selalu ada untuk ku setiap saat," ucap Xi Lilian sambil merangkul dan memeluk Qing Yue dari samping.
Di saat Qing Yue akan membalas ucapan Xi Lilian, pada saat itu juga terdengar suara dari luar kereta kuda.
"Nona kami telah sampai, Anda dan Tuan Muda telah di tunggu oleh Yang Mulia Pangeran Kedua dari Kekaisaran Wexia," kata Sang kusir yang merupakan Tong Sun Yi. Sambil menempatkan sebuah papan tangga untuk membatu menuruni kereta.
__ADS_1
Mendengar hal itu akhirnya Qing Yue bergegas turun dari kereta kuda dan membantu Xi Lilian yang juga hendak menuruni kereta kuda.
Saat Xi Lilian telah turun dari kereta kuda, tiba-tiba seorang pengawal yang mengenakan seragam dari Kekaisaran Wexia datang menghadap.
"Salam hamba pada Putri Xi Lilian, Hamba ini diperintahkan oleh Pangeran Kedua Xi You Ming, untuk menjemput Putri dan juga Pangeran Yu Lin datang menyapa Beliau," ucap Sang pengawal tersebut dengan sangat sopan.
"Baiklah tunggu Gege ku sebentar,kami akan ikut dengan mu ketempat Paman Kekaisaran Kedua." balas Xi Lilian dengan ramah.
Dan tak lama kemudian Shen Yu Lin telah datang bersama kedua bawahannya yang tadi memarkirkan kereta kuda dan menempatkan kuda pada tempat penitipan kuda.
"Baiklah, karena Gege sudah datang. Tolong kamu tunjukan jalan untuk kami," kata Xi Lilian pada pengawal tadi.
Sedangkan Shen Yu Lin yang juga sudah mengetahui identitas pengawal itu pun segera mengikuti di samping Xi Lilian sambil membenarkan jubah luar yang dikenakan oleh Xi Lilian.
"Di musim semi seperti ini mengapa kau masih menggunakan jubah yang begitu tebal Lian'er? Apakah kau sedang tidak enak badan?" tanya Shen Yu Lin yang sedikit heran dengan kelakuan adiknya ini yang tidak seperti biasanya.
"Gege aku melakukan ini karena aku memiliki tujuanku sendiri. Dan Gege cukup menyaksikan saja pertunjukan yang akan terjadi nantinya." ucap Xi Lilian dengan senyum liciknya.
"Haahhh.... baiklah, asalkan itu tidak berbahaya bagi diri mu, maka aku hanya akan duduk dan menyaksikan pementasan yang akan kau tunjukan." ucap Shen Yu Lin sambil mengusap pucuk kepala Xi Lilian dengan penuh kasih sayang.
"Aku tidak akan pernah main-main dengan nyawaku sendiri, jadi Gege bisa tenang." ucap Xi Lilian dengan sembrono.
"Kau...!! Huuhhh dasar gadis tengik...!" dengus Shen Yu Lin ketika ia melihat adik kesayangannya itu memulai aksi konyolnya.
"Haha haha.... sikap mu yang seperti ini benar-benar persis seperti Abang sedeng itu, sungguh menjengkelkan," ucap Xi Lilian sambil cemberut dibalik cadarnya.
Para bawahan Shen Yu Lin dan juga Qing Yue yang sedari tadi menyimak dan memperhatikan interaksi dan juga tingkah kedua majikannya itu, benar-benar merasakan sebuah harmoni yang menyejukkan hati, dan menentramkan jiwa.
Mereka bertiga sungguh sangat bahagia ketika melihat kedua junjungan mereka itu saling menyayangi satu sama lain.
__ADS_1