
“Itu tidak akan pernah terjadi, pengawal ringkus dan bunuh dia.” Teriak Perdana Mentri Ming Huo Ran lantang.
Setelah itu banyak pengawal bayangan bermunculan dan menyerbu ke arah Xi Lilian yang memang sedari awal telah keluar dari ruangan.
Dan berada dipinggir pembatas depan ruangannya yang berada di lantai dua.
Tempat seperti balkon pada bangunan modern namun menghadap ke dalam agar bisa menyaksikan pelelangan yang berlangsung.
Melihat para pengawal bayangan yang begitu banyak muncul dan menyerang ke arahnya, Xi Lilian malah duduk santai diatas pembatas sambil melihat kuku jari tangannya yang lentik itu.
Setelah semua pengawal bayangan itu mendekat Xi Lilian langsung melempar puluhan jarum beracun.
Dan itu tepat mengenai semua pengawal bayangan tersebut dan melumpuhkannya selama seharian.
Setelah orang-orang yang masih sadarkan diri dari aura Xi Lilian tadi menyaksikan ini seluruhnya dibuat melongo dengan banyaknya pengawal bayangan yang begitu terlatih semua jatuh terkapar dilantai pelelangan.
Mereka berpikir jika mereka tidak akan pernah berani mengusik pemuda ini. Karena mereka tidak akan tau bagaimana mereka berakhir jika menggangunya.
Sedangkan Perdana Mentri Wu Huo Ran dan Putra Mahkota Gu yang juga menyaksikan para pengawal tingkat tinggi mereka berhasil dilumpuhkan dengan begitu mudahnya, mereka menjadi merasa lebih tertekan dan mulai berkeringat dingin di punggung nya.
“Baiklah kurasa ini saatnya aku menunjukan maksud terselubung kalian terhadap seluruh kekaisaran di Benua Nanxuang ini. Akan ku lakukan dengan sangat cepet karena hari juga sudah begitu larut dan aku juga butuh tidur manis agar itu tidak mengganggu pertumbuhan ku dimasa depan.” Kata Xi Lilian santai dan diselingi dengan candaan khas dari Emilia dimasa modern.
Masa dimana jiwa Xi Lilian masih berada dalam tubuh Emilia Febi Amarta, ketika Ia menghadapi musuhnya yang sudah tak bisa berkutik.
Semua orang yang mendengar perkataan Xi Lilian menjadi semakin tercengang hingga mulut mereka terasa berkedut sebagai reaksi alami yang mereka tunjukkan.
Bahkan orang yang baru saja sadarkan diri dibuat pingsan lagi akibat terkejut oleh reaksi dari Xi Lilian.
Bahkan Perdana Mentri Wu Huo Ran semakin dibuat jengkel dengan sikap yang ditunjukan oleh Xi Lilian kepadanya yang seolah dia tidak ada harga dirinya dimata pemuda ingusan dihadapannya itu.
Sedangkan Pangeran Mahkota Gu Mo Han sampai dibuat jatuh terduduk akibat sikap Xi Lilian yang terkesan seperti anak rumahan yang sangat manja dan juga kurang dewasa.
Ditengah keterkejutan semua orang, Xi Lilian mengambil Lencana Mutiara Siluman dari tangan Perdana Mentri Wu Huo Ran.
Perdana Mentri Wu Huo Ran yang menyadari Lencana Pengendali Ilusi miliknya terbang dengan sendirinya melayang kearah Xi Lilian, dirinya berusaha keras untuk terbang dan meraihnya kembali lencana itu.
Namun naas tangan yang berhasil menyentuh lencana itu terpental dengan bunyi ledakan yang sangat keras sehingga lengan tangan nya terlepas dan meledak hingga hancur begitu saja akibat ledakan yang terjadi itu.
Yang mana hal ini mengakibatkan darah menyembur dengan derasnya dari bahunya yang buntung sebelah itu.
Xi Lilian yang melihanya tertawa terbahak-bahak hingga dia sendiri hampir saja jatuh dari duduknya di dinding pembatas yang setinggi pinggangnya.
Namun dia berhasil menyeimbangkan dirinya lagi dan kini Xi Lilian malah melayang dengan posisi tiduran menyamping dengan satu tangan menopang kepalanya. Dan tangan satunya meraih Lencana Mutiara Siluman itu.
“Sudah ku katakan dari awal padamu Pak Tua, jika aku sudah bertindak, maka kamu pun tak akan bisa apa-apa. Dan sesuai perkataan ku, kini kau telah merasakan akibatnya.” Kata Xi Lilian sambil diselingi tawa.
Yang seolah-olah Xi Lilian melihat sesuatu pertunjukan yang sangat lucu, sehingga membuatnya tertawa sampai perutnya terasa sakit.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Xi Lilian, orang-orang yang melihat kejadian dimana lengan sang Perdana Mentri Wu Huo Ran itu meledak menjadi serpihan kecil dan kabut darah, itu membuat mereka semua melotot dan sulit untuk menelan ludah.
Mereka seakan bisa merasakan bahwa yang meledak itu adalah lengan mereka sendiri, dan itu berhasil membuat semua orang bergidik ngeri.
Sehingga mereka semua berpikir, entah apa yang dilakukan oleh pemuda itu sehingga bisa membuat sebuah lengan meledak begitu saja tanpa tau apa penyebabnya.
“Paman...!!!” teriak Pangeran Mahkota Gu Mo Han dengan sangat histeris.
Karena saat ini Ia telah merasa putus asa akibat Paman yang selalu Ia agung-agungkan karena bakat dan kekuatannya yang tinggi, namun saat ini ia bahkan telah dikalahkan oleh seorang anak remaja laki-laki itu.
Dan saat ini Sang Pangeran Mahkota Gu Mo Han itu juga merasa telah kelilangan seluruh sandarannya.
Karena sejujurnya semua yang berhubungan dengan Klan Siluman itu adalah Paman serta Ibunya, sedangkan Ia sendiri tak tau menahu apapun soal itu.
Yang Pangeran Mahkota Gu Mo Han itu ketahui hanya mengandalkan kemampuan Pamannya yang Ia anggap sangat tinggi itu untuk bisa berkuasa di seluruh Benua Nanxuang ini.
“Han'er Paman tidak apa-apa, Paman akan memanggil junjungan kita kesini untuk melawannya.” Kata Wu Huo Ran.
Disaat Sang Perdana Mentri selesai berbicara untuk menenangkan keponakannya itu.
Kini kembali terdengar suara seseorang yang terdengar lembut dan seakan juga menenangkan.
Namun hal yang dikatakannya justru sebaliknya. Yang semakin membuat Sang Pangeran Mahkota Gu Mo Han menjadi tertekan.
“Anda lebih baik tenang dulu Pangeran, karena ini juga baru permulaan, dan Anda masih bisa menyaksikan bagaimana Paman kesayangan mu ini berakhir dengan tragis.” Kata Xi Lilian dengan lembut seolah sedang menghibur dengan senyum yang sangat menawan menghiasi bibirnya.
Ini merupakan pemandangan baru bagi Shen Yu Lin dan juga orang-orang yang berada disana termasuk juga sang Jendral Perang Shen Guo Feng.
Mungkinkah ini merupakan diefinisi dari kata monster tirani yang sesungguhnya? bahkan Ia masih bisa tertawa ketika melihat sesuatu yang mengerikan seolah melihat lelucon
pikir Sang Jendral Besar Shen dan yang lainnya.
Dan disaat itulah Wu Huo Ran mengambil sebuah lembaran jimat dari balik hanfunya, kemudian Ia meneteskan darahnya pada lembaran jimat itu. Sambil menggumamkan suatu mantra yang tidak diketahui oleh orang-orang disana kecuali Xi Lilian.
Xi Lilian yang mengetahui hal tersebut akhirnya membuat formasi arai pelindung tingkat tinggi untuk melindungi orang-orang disekitar mereka, agar tidak terkena dampak dari para siluman yang akan datang.
Selain itu Xi Lilian juga menghilangkan aura dari Mustika Bintang Paras yang asli dan Aura Garis Darah Murni dari Klan Xin dari dalam dirinya.
Meskipun sebenarnya mereka para siluman tak akan mampu mendeteksi tubuhnya atau aura apapun dari Xi Lilian.
Namun Xi Lilian tetap melakukan antisipasi karena telah terbiasa, di dunia modern Ia selalu prepare semuanya sebelum menjalankan misi-misinya dulu.
Tak lama kemudian munculah asap tebal seperti kabut dan kemudian menghilang dan terlihatlah sosok separuh bertubuh laba-laba perak dengan kepala manusia yang terlihat sangat jelek dan menakutkan.
“Ada apa kau memanggil ku datang” tanya Siluman Laba-laba Perak itu pada Wu Huo Ran.
Namun sebelum mendapat jawaban atas pertanyaannya dan keterkejutannya karena melihat salah satu abdi ras iblis ini sedang terluka, terdengar suara merdu seorang pemuda menyapa pendengarannya.
__ADS_1
“Oohhh ya dewa, ternyata Sang Jendral Siluman Laba-laba Perak tingkat 11 telah berkenan hadir kesini. Aku pernah mendengar cerita tentang dirimu dari Guruku. Katanya kau yang terkenal kuat ini justru pernah tersegel oleh pasukan mu sendiri karena saat kaum siluman berjaya dan kamu yang saat itu telah mencapai puncak kekuatanmu dulu sebelum pertempuran besar itu kau sedang menggunakan ilmu alih wujudmu dan dikira sebagai ras iblis dan langsung di segel oleh pasukan mu sendiri. Apakah benar begitu???" Tanya Xi Lilian sambil memiringkan kepalanya bak anak kecil yang imut.
“Ah tapi tak apa itu sudah masa lalu, saat ini kau tampak lebih gagah, aku sangat tersanjung kau bisa hadir disini, oh sungguh merasa terhormatnya diriku bisa disambut seorang diri oleh Jendral Siluman Laba-laba Perak tingkat 11 ini." Kata Xi Lilian lagi dengan gaya tak tahu malunya.
Bahkan saat ini seseorang yang tengah menyaksikan gadis kecilnya beraksi, Ia dibuat sungguh tak bisa berkata-kata.
Semua itu disebabkan oleh adanya perbedaan sikap dan sifat istri kecilnya itu, sifatnya di masa lalu cenderung lebih tenang dan serius, berbeda dengan sifatnya yang kini menjadi lebih ceria dan menyenangkan.
Namun untuk situasi saat ini sikap istri kecilnya itu sungguh melawak dan membuatnya ingin selalu tertawa dibuatnya.
Namun meskipun begitu ia sangat mencintai istri kecilnya itu dan lebih menyukai sikapnya yang seperti ini.
Sangat ceria dan juga lebih cerdik menangani situasi yang rumit dan tidak terburu-buru melakukan tindakan tanpa berpikir panjang, apakan akan berdampak pada dirinya dan keselamatannya atau tidak.
Seperti saat terakhir kalinya Ia harus merasakan pedih dan sakitnya kehilangan sosok istri kecilnya itu.
Sedangkan Sang Jendral Siluman Laba-laba Perak tingkat 11 kini tengah tercengang mendengar penuturan seorang pemuda yang belum dewasa itu menurutnya.
“Entah pemuda itu memujinya atau justru membuatnya sebagai lelucon Ia sungguh tak paham." Pikir Jendral Laba-laba Perak tingkat 11 itu.
Sedangkan orang-orang yang ada di sana yang awalnya dibuat tercengang dan ketakutan karena kemunculan ras siluman yang sangat kuat dan brutal dihadapan mereka secara langsung.
Tapi saat ini mereka justru dibuat menahan tawa oleh Xi Lilian akibat pertanyaan dan juga pernyataan yang diungkapkan Xi Lilian tadi.
Yang mana terkesan menyanjunya sekaligus menjatuhkan martabat dari Jendral Siluman Laba-laba Perak itu.
Sedangkan Shen Yu Lin yang saat ini juga masih menyaksikan hal itu dengan seksama, merasa lucu juga cemas terdadap keselamatan sang adik yang berhadapan langsung dengan siluman jelek itu.
Siluman Laba-laba yang kini telah sadar jika dia sedang ditertawakan oleh para manusia di sekelilingnya pun menjadi marah dan tidak sabar.
“ Ada perlu apa kau memanggilku Huo Ran dan ada apa dengan dirimu?” tanya Jendral Laba-laba Perak itu lagi pada Wu Huo Ran.
“Maafkan hamba Tuanku, hamba terpaksa harus memanggil Anda kemari.” Kata Wu Huo Ran dengan ketakutan.
Setelah itu Wu Huo Ran menjelaskan semua dari awal hingga akhirnya seperti ini yang Ia alami. Kepada Jendral Siluman Laba-laba Perak itu.
Sedangkan Jendral Siluman Laba-laba Perak tingkat 11 itu yang kini telah mengerti akan situasinya menjadi sangat marah.
“Dasar bodoh, manusia tidak berguna, apa saja kerajaanmu hanya begitu saja tidak becus. Apalagi hanya melawan anak ingusan seperti dia saja kamu tidak mampu. Benar-benar tidak layak. Sekarang dimana Lencana Mutiara Pengendali dari Batu Ilusi inti Siluman itu?” tanya nya dengan murka.
“Apakah benda ini yang kau maksud Tuan Jendral Siluman Laba-laba Perak Yang Agung?” Tanya Xi Lilian dengan ekspresi seperti anak-anak yang ingin tau dan penuh binar harapan.
Sedangkan Siluman Laba-laba Perak itu kini beralih menatap Xi Lilian dengan murka dan memerintahkannya untuk mengembalikan Lencana itu.
“Bangsat, kembalikan lencana itu padaku, atau kau akan merasakan akibatnya yang akan membuatmu mati mengenaskan.” Teriak Siluman Laba-laba Perak itu.
Namun Xi Lilian masih tak bergeming dengan ancaman yang ditunjukan oleh siluman itu.
__ADS_1
Ia justru meraba dan juga memainkan Lencana itu, seolah itu hanya mainan anak anak biasa.