Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 207


__ADS_3

"Hahaha...heehhh... kematian terlalu murah bagi orang yang layaknya binatang iblis seperti dirimu itu. Tidakkah kau ingat dengan apa yang telah kau lakukan dengan adik perempuan ku? Dan juga mereka semua yang berada disini? Serta orang-orang dan juga anak yang merupakan darah daging mu sendiri yang telah kau lenyap kan begitu saja tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dan dengan entengnya kau berikan pada binatang buas itu? Jadi hal ini barulah awal dari pemanasan bagi kami, dan kita belum mencapai permainan yang sebenarnya. Jadi kau harus sabar dan juga menikmati semua layanan yang akan ku berikan padamu. Bukankah selama ini kau juga suka bersenang-senang dengan gadis-gadis cantik itu?" cibir Feng Nana dengan nada sarkastik.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Feng Nana barusan, Yun Meng Shao merasa sangat menyesal karena dirinya tidak tahu gadis mana yang merupakan adik dari gadis kejam yang ada di hadapannya saat ini.


Jika saja dirinya tahu sedari awal gadis yang merupakan saudari dari gadis kejam ini. tentu saja dia tidak akan pernah menyentuh nya dan menyinggung perasaan orang yang memiliki kekuatan seperti gadis yang menghajarnya saat ini.


Namun bagaimanapun dirinya tidak pernah menyesali telah menikmati seluruh tubuh dan keperawanan dari gadis-gadis cantik yang lainnya karena selama ini dalam keadaan di dalam tahanan pun dirinya masih sering melakukan hal tersebut pada sepupunya yang merupakan mantan Nona Muda Shen yakni Jin Lie dan juga Jia Yun yang kini tidak memiliki nama belakang atau marga sama sekali, karena baik keluarga Yun maupun keluarga Perdana Menteri Han sangat menolak mereka berdua dan juga Kakak laki-laki mereka, setelah mereka dibuang oleh Jenderal Shen yang selama ini membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang.


Yun Meng Shao setiap hari selalu menghabiskan hari dengan menikmati tubuh kedua wanita itu, bahkan hampir tidak pernah berhenti menggilir mereka berdua. Hingga keduanya benar-benar tidak mampu bangun lagi karena selalu dirinya paksa untuk terus melayani nafsu birahinya. Apalagi dengan keadaan Jin Lie yang masih mengalami cidera setelah mendapat hukuman cambuk dari Jenderal Shen saat Ia ketahuan berhubungan dengan seorang Gigolo Tua saat itu, yang tak kunjung sembuh juga. Dan justru semakin parah, hingga punggung hampir membusuk, dan kini semakin diperparah sampai sekarat akibat tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh Yun Meng Shao yang sangat brutal setiap harinya hingga tanpa hentinya.


Namun Anehnya hal itu tetap saja tidak berhasil membuatnya keguguran, dan dia masih tetap harus mengandung benih dari Gigolo Tua Bangka itu.


Selain itu meski Yun Meng Shao merasa jika tubuhnya begitu lelah dan tak bertenaga namun semenjak dirinya sembuh secara mendadak dari sakit kerasnya sejak saat itu bahkan alat kejantanannya bahkan tidak pernah merasa terpuaskan dan selalu saja dalam keadaan siap menjelajahi mahkota setiap wanita. Namun itu juga membuatnya sangat tersiksa oleh hawa nafsunya sendiri.


Dan semua itu tidaklah terjadi begitu saja. Karena semuanya merupakan ulah Xi Lilian yang telah memperhitungkan semuanya untuk membalas perbuatannya dengan hal yang selama ini Yun Meng Shao sukai, yang justru akan menjadi siksaan tersendiri baginya.


Selain itu Xi Lilian juga telah memperkirakan ini semua akan terjadi sehingga Xi Lilian juga telah memberikan obat pada Jin Lie agar apapun yang terjadi padanya, Namun kandungannya sama sekali tidak akan goyah atau keguguran sama sekali disaat terakhir kali ia menemuinya di Kediaman Keluarga Yun. Dan hal tersebut juga terjadi pada ibunya Yun Xue Ruo yang juga menjadi budak pelampiasan nafsu mantan Perdana Menteri Han. Yang entah mengapa tiba-tiba saja sesaat mereka di jebloskan dalam penjara Sang Mantan Perdana Menteri Han itu juga mulai menggila dengan nafas birahinya.


Bahkan sedari awal Yun Meng Shao berada di halaman hukuman pengadilan ini dirinya benar-benar telah tersiksa karena harus menahan hasratnya bercintanya. Dan itu benar-benar membuatnya tidak berkutik.


Feng Nana yang kini melihat bahwa targetnya hanya terdiam dan seolah berpikir dan juga menahan sesuatu. Ia pun tak pikir lebih lama lagi langsung menyiksanya dengan cambuknya.


Dan setiap cambukan yang mengenai kulit Pria bajingan itu selalu berhasil merobek kulitnya bagai ingin mencincangnya. bahkan kini sekujur tubuhnya telah dipenuhi oleh luka cambukan yang sangat dalam hingga ke tulang dan darah telah membasahi tanah di sekitar nya.

__ADS_1


Feng Nana yang kini benar-benar telah melampiaskan amarahnya kembali melilitkan cambuknya pada tubuh Yun Meng Shao yang telah berlumuran darah itu dan mencelupkannya kedalam larutan cuka dan garam yang telah dia siapkan dalam sebuah tong besar yang dirinya keluarkan dari cincin spasial pemberian Xi Lilian.


Setelah beberapa saat akhirnya Feng Nana kembali mengangkat tubuh yang penuh luka itu dari larutan cuka dan garam itu. Dan sesaat kemudian ia masukan lagi. dan hal itu terjadi selama beberapa waktu. Hingga Yun Meng Shao itu pingsan dan terbangun berkali-kali karena rasa sakit yang dia derita di seluruh tubuhnya.


Menyaksikan cara penyiksaan yang begitu tak terkira itu benar-benar membuat semua orang bergidik ngeri.


Terlebih ketika melihat tubuh tuan muda yang congkak itu telah menyerupai pasta daging, dan merendamnya dalam tong cuka dan garam itu benar-benar membuat semua yang menyaksikannya bergidik ngeri ketika menyaksikannya.


Dan Mereka semua tidak bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Yun Meng Shao saat ini. Seharusnya pria malang itu sangat menyesal karena telah menyinggung gadis yang kejam seperti itu.


Namun terlepas dari itu semua, seluruh orang yang ada di sana terkecuali para tahanan yang menjadi objek sasaran, mereka berpendapat bahwa hal itu layak mereka dapatkan setelah apa yang telah mereka perbuat selama ini.


Bahkan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang sedari awal tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok Feng Nana, Ia juga merasa sangat ngeri. Namun juga terkesan pada gadis cantik yang diam-diam telah menarik hatinya itu.


"Gadis kecil ini, ah... sungguh mengesankan. siapakah sebenarnya dirimu? Aku tak percaya jika identitas mu hanya biasa-biasa saja, namun kau bisa memiliki kemampuan seperti ini. Benar-benar penuh misteri. Namun siapapun dirimu. Kau harus bertanggung jawab karena telah berani mencuri hatiku ini. Jadi jangan harap kau akan bisa lepas dari genggaman ku," batin Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang kini telah terpaku oleh pesona Feng Nana.


Sambil dirinya mendengarkan banyak seruan serta jeritan menyayat hati dari para pria predator itu, yang Feng Nana anggap sebagai nyanyian pemujaan yang terdengar begitu indah dan menyenangkan di telinganya.


Dan setelah semuanya telah kembali mereka semua telah menyelesaikan dan melampiaskan semua dendamnya pada para manusia bejat itu dan berkumpul kembali. Kini Feng Nana juga segera berpamitan untuk segera meninggalkan tempat ini. Karena apa yang menjadi tujuannya telah terpenuhi dan Ia tidak ingin berlama-lama lagi berada di sini.


"Yang Mulia Pangeran Kedua, karena apa yang telah menjadi tujuan kami telah terpenuhi dengan baik, maka hamba semua mohon undur diri. Dan kami semua juga sangat berterima kasih kepada Yang Mulia Pangeran Kedua yang telah berkenan mendampingi kami mengenai masalah ini." Ucap Feng Nana yang segera berbalik badan untuk segera meninggalkan tempat itu diiringi dengan para wanita lainnya.


Namun sebelum Feng Nana benar-benar meninggalkan tempat tersebut, tanpa diketahui oleh siapapun bahkan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi sekalipun, diam-diam Feng Nana melemparkan dua buah jarum yang sangat tipis dan tak terlihat secara kasat mata, segera menusuk dan memasuki pembuluh darah Yun Meng Shao.

__ADS_1


Karena melihat keadaan Yun Meng Shao yang sedemikian rupa, Feng Nana merasa bahwa waktunya akan segera habis setelah seluruh darahnya habis terkuras.


Dan itu tidak akan memuaskan bagi Feng Nana jika dirinya tahu bahwa pria yang telah membunuh dan merusak adik perempuannya itu mati begitu cepat tanpa merasakan penderitaan sama sekali.


Sehingga dirinya terpaksa harus menggunakan jarum yang sengaja Xi Lilian buatkan dengan bantuan Feng Wu Ji yang mengerti ilmu sihir untuk mengatasi masalah kritis seperti ini.


Namun tanpa Feng Nana ketahui, Xi Lilian sengaja meminta Feng Wu Ji untuk membuatkan jarum-jarum tersebut adalah untuk mengantisipasi hal ini.


Karena Xi Lilian tahu bahwa Feng Nana pasti akan melakukan semua hal yang bisa memuaskan keluhannya selama ini hingga tidak akan pernah peduli mengenai keadaan mangsanya itu.


Jadi, Xi Lilian yang telah mengenal bagaimana sifat dan karakter Feng Nana, Ia pun berusaha sebisa mungkin untuk mendukung dan juga mempersiapkan apa yang dibutuhkan oleh Feng Nana dan para anggota Black Star Mafia yang lainnya dalam keadaan apapun. Xi Lilian akan berusaha yang terbaik untuk keselamatan dan juga kebaikan seluruh anggota mafianya yang telah dirinya anggap sebagai saudaranya sendiri.


Di saat semua orang terutama para tahanan yang telah menjadi korban keganasan dari para wanita itu hingga benar-benar tahu apa yang dinamakan kesengsaraan yang nyata. Mereka segera merasa lega. Karena menurutnya penyiksaan ini telah berakhir, setidaknya sebelum mereka mengetahui nasib mereka kedepannya yang berada di tangan para aparat penegak hukum atas kasus yang melibatkan mereka semua.


Namun yang tidak Yun Meng Shao sadari adalah, bahwa dirinya akan benar-benar menjalani hidup yang sangat tragis dan memilukan setelah ini. Tidak hanya siksaan karena hasratnya yang tak bisa dia tahan, namun juga rasa sakit yang luar biasa


yang akan menggerogoti setiap inci tubuhnya. Bahkan dengan luka yang tidak akan pernah bisa sembuh atau bahkan untuk sekedar mengering pun tidak akan pernah. Namun dirinya juga tidak akan bisa mati meski dirinya berusaha keras untuk bunuh diri pun itu tidak akan ada gunanya.


Yang bisa Ia lakukan hanyalah menanggung seluruh rasa sakit dan penderitaan itu hingga waktunya tiba. Di saat itulah, maka ia akan menanggung kesakitan yang sangat luar biasa sebelum akhirnya dirinya akan meledak dan menjadi serpihan daging cincang busuk.


Feng Nana mulai melangkah untuk pergi, dan segera kembali menjalankan tugasnya. Namun seketika dirinya mendengar suara yang cukup familiar di telinganya.


"Tunggu sebentar Nona Lin Mei Li," seru Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang entah mengapa tampak begitu antusias.

__ADS_1


Sedangkan Feng Nana yang sudah sangat lama tidak lagi mendengar nama aslinya itu disebut menjadi agak kaku dan juga tertegun di tempat. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika akan ada seseorang yang mengenali dirinya. Dan orang itu tak lain adalah Yang Mulia Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang dirinya yakini bahwa sebelumnya mereka berdua belum pernah bertemu secara langsung.


Lalu, bagaimana bisa Yang Mulia Pangeran Kedua itu bisa mengetahui identitas aslinya? itu pertanyaan besar dalam benak Feng Nana saat ini.


__ADS_2