
"Baik Nona," kata pelayan itu, yang kemudian Ia kembali meminta sang kusir untuk segera melajukan kereta kuda mereka dan mengikuti rombongan Keluarga Jenderal Besar Shen.
barulah setelah itu sang pelayan menjawab pertanyaan Shen Sie Mei tadi.
"Maafkan nubi Nona, karena selain membeli beberapa camilan ini, saya juga pergi membelikan jubah brokat ini untuk Nona. Karena kemungkinan besar perayaan akan. diselenggarakan hingga malam hari, jadi nubi berinisiatif mempersiapkan jubah ini untuk Nona kenakan, karena jika semakin larut maka udara pasti akan menjadi jauh lebih dingin." kata pelayan itu menjelaskan.
Namun, meski begitu Shen Sie Mei, bahakan tampak tidak begitu peduli sama sekali dengan apa yang diucapkan oleh pelayan kepercayaan sang ibu itu.
Ia justru tengah sibuk dengan makanannya sendiri. Tanpa peduli dengan sang pelayan sama sekali.
...****************...
Namun disisi lain, saat ini Shen Sie Lie yang juga sedang berada didalam kereta yang ditemani oleh Shen Ming An, justru merasa sedikit merenung.
Karena ia merasa, bahwa ia diperhatikan oleh seseorang yang baru saja ia lihat di jalan secara tidak sengaja.
"Sebenarnya siapa gadis itu? Perasaan dia tampak sangat familiar, namun juga terlihat sangat asing. Apakah aku pernah bertemu dengannya di suatu tempat? Akan tetapi dimana?" gumam Shen Sie Lie sambil berpikir keras hingga mengerutkan keningnya.
Dan perubahannya yang menjadi pendiam itu setelah merutuki dan juga mengutuk dengan sumpah serapah yang mengerikan kepada Xi Lilian yang berani mempersulit dan mempermalukan dirinya di hadapan semua orang di Kediaman.
"Ada apa dengan mu Lie'er? Mengapa tiba-tiba saja kau melamun seperti itu??" tanya Shen Ming An, yang menjadi bingung ketika melihat adiknya itu tampak begitu murung dan banyak pikiran yang bahkan membuatnya sampai mengerutkan kening begitu dalam.
"Ahh...tidak apa-apa Gege. Hanya saja tadi aku sempat melihat seseorang yang sangat familier namun juga terasa asing, Namun aku tidak bisa mengenalinya. Ataupun pernah bertemu dimana? tetapi aku benar-benar tidak bisa mengingatnya sama sekali," balas Shen Sie Mei.
"Sudah jangan pikirkan masalah itu lagi, yang terpenting saat ini adalah bagaimana cara kita untuk mempermalukan mereka yang sampah itu di acara perayaan di Istana Kekaisaran nantinya. Dan membuat gadis jelek itu kehilangan janji pertunangannya dengan Yang Mulia Pangeran Mahkota." kata Shen Ming An mengingatkan.
"Ya, Apa yang Gege katakan benar. kita harus segera membalaskan semua yang telah mereka perbuat pada kita pada hari ini. Dan aku juga tidak sabar melihat ekspresi menyedihkan dari gadis sampah buruk rupa itu, setelah dicampakan oleh Pangeran Mahkota. serta ketika dia tahu bahwa Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin lebih memilih diriku. Dengan begitu, mereka semua akan selalu bersujud dibawah kaki ku untuk selamanya." ucap Shen Sie Lie terlampau percaya diri.
"Ya, setelah itu jangan lupakan Gege mu ini, kau harus membantu menempatkan Gege pada posisi dan jabatan yang tinggi, di pemerintahan. Sehingga kita akan bisa saling mendukung satu sama lain di masa depan." timpal Shen Ming An.
"Aku merasa, itu baik. Maka kita harus bisa memastikan jika gadis bodoh dan juga saudaranya itu tidak mengacaukan segalanya," ucap Shen Sie Lie dengan nada tegas.
Di saat kedua anak Selir Sang Jenderal Shen itu tengah merencanakan sesuatu yang buruk untuk menjatuhkan Xi Lilian.
Disisi Xi Lilian, saat ini ia bahkan tampak sangat sangat santai. Terlampau santainya ia bahkan telah tertidur pulas di dalam kereta kuda yang dirancang dengan sangat nyaman dan juga fleksibel dan memberikan ruang gerak yang cukup leluasa, sehingga itu memudahkan bagi Xi Lilian untuk berbaring di dudukan yang lembut, empuk, selain itu juga lebih lebar dari pada yang ada dalam kereta kuda pada umumnya.
Selain itu masih ada cukup ruang bagi Qing Yue duduk tenang dengan bersandar pada bantalan kursi yang juga disediakan di dalam kereta itu.
Namun yang diketahui oleh Qing Yue adalah, sebenarya Xi Lilian tidaklah benar-benar tertidur.
Melainkan jiwanya kini tengah memasuki dimensi bintang. Yah dia memasuki dimensi bintang karena ia sudah merindukan Putri kecilnya yang cantik.
Akan tetapi hal yang tidak pernah Ia sangka adalah ketika dirinya memasuki pintu mansion miliknya, Ia telah disambut oleh kedua orang yang sangat Ia rindukan.
__ADS_1
Tidak hanya ada Mo Lie Yiran saja melainkan ada sesosok Pria yang begitu menawan yang telah merebut hatinya selama dua kehidupannya.
Ya, saat ini Mo Fei Tian bersama Mo Lie Yiran yang berada dalam gendongannya tengah menyambut kedatangan Xi Lilian.
"Selamat pagi istriku, Apakah kau merindukan kami?" tanya Mo Fei Tian sambil menggoda Xi Lilian.
"A Tian, Bahkan kau telah berada disini? Ah benar aku merasa sangat merindukan Kalian berdua, Makanya Aku kesini disaat seperti ini." balas Xi Lilian yang memang benar-benar merindukan Putri kecilnya itu. terlebih lagi dengan suaminya yang sangat baik dan juga pengertian.
"Ah, ya. Apakah kalian berdua sudah sarapan? Dan dimana mereka, Paman dan juga Bibi mu Ran'er kecil? tanya Xi Lilian lagi.
"Mereka semua sedang sibuk memasak di dapur sayang, Entah ada angin apa, semenjak aku tiba disini mereka bahkan sudah berada di dalam dapur semuanya. Bahkan tadi Ran'er mereka tinggalkan diatas meja makan bersama mainannya." kata Mo Fei Tian.
"Aneh, tidak biasa-biasa nya mereka bersikap sepeti ini, Apakah mereka semua kesurupan? Sehingga mereka berebut membuat keributan di dapur?" gumam Xi Lilian yang masih merasa bingung, dan belum memiliki jawaban atas pertanyaan nya itu.
"Heii, apa yang kau katakan gadis? Lagipula mana mungkin ada makhluk yang bisa mengganggu hewan mitologis yang legendaris seperti kami ini?!" ucap Rou Xie yang tiba-tiba saja muncul dan menimpali apa yang baru saja Xi Lilian gumamkan.
Dan dibelakangnya diikuti oleh empat kawan lainnya. Dengan membawa begitu banyak hidangan yang sangat menggugah selera.
"Jadi hal apa yang membuat kalian semua begitu antusias...."
Sebelum ucapannya selesai Xi Lilian kembali dikejutkan dengan kemunculan kelima makhluk kontraktual milik Mo Fei Tian. Yang tiba-tiba saja hadir di tengah-tengah mereka dengan membawa berbagai barang ditangan mereka.
Tak berhenti disama, mereka semua bahkan segera menyebar dengan kecepatan kilat dan memasang barang-barang yang mereka bawa sebagai dekorasi ruangan.
"Hai, sebenarya ada acara apa ini, kenapa kalian semua begitu sibuk? apakah diantara kalian ada yang berulang tahun?" tanya Xi Lilian yang masih kebingungan.
Sedangkan Mo Fei Tian yang kini telah menyerahkan Yiran kecil ke gendongan Wu Juan pun segera paham dengan pikiran para hewan kontraktual mereka itu.
Bahkan Mo Fei Tian sendiri sempat terkejut ketika Ia menyadarinya.
Betapa tidak? Memang beberapa waktu sebelumnya dirinya sempat terpikir untuk mengajak Xi Lilian ke suatu tempat yang menurutnya sangat bersejarah bagi mereka berdua. Dan memberikan kado yang indah yang selama ini telah Ia persiapkan untuk istri kecilnya itu.
Namun tanpa diduga, ternyata bahkan mereka semua yang merupakan makhluk kontraktual mereka juga mengingat mengenai hal ini, dan memberikan mereka berdua kejutan yang sangat berarti ini bagi dirinya.
Dan saat ini akhirnya Mo Fei Tian pun segera berlutut dan mengulurkan tangan kepada Xi Lilian yang kini masih bingung.
"Lian'er, Bersediakah dirimu untuk selalu menemani ku di kehidupan ini hingga sisa hidupku nanti?" tanya Mo Fei Tian dengan sangat romantis.
Ketika mendengar kata-kata Mo Fei Tian yang begitu berarti dan juga sangat familiar itu. Kini Akhirnya Xi Lilian menyadari bahwa di hari ini merupakan hari yang sangat berarti baginya.
Karena tepat di hari ini merupakan peringatan hari pernikahannya yang ke 1000 tahun bersama Mo Fei Tian, dan juga merupakan hari dimana dia mati di kehidupannya yang lalu.
Dan setelah ratusan tahun jiwanya berkelana untuk menemukan tubuh reinkarnasi baru bagi jiwanya hingga akhirnya dirinya bisa menjadi seperti saat ini, yang tumbuh dari tubuh bayi dalam kandungan ibunya hingga menginjak usia remaja seperti saat ini.
__ADS_1
Xi Lilian sangat bersyukur karena dirinya masih memiliki kesempatan untuk dipertemukan dengan sosok suaminya kembali, bahkan terikat dengan takdir satu sama lain.
Ini benar-benar sesuatu yang sangat membuatnya bahagia. Hingga tanpa terasa Ia telah meneteskan air mata kebahagiaan dan juga senyum manis terus mengembang di bibir kecil cheryy itu.
"Aku bersumpah untuk selalu bersama mu menjalani hari-hari hingga ujung waktu kita tiba A Tian," ucap Xi Lilian yang dengan yakinnya Ia meraih tangan suaminya itu dan membantunya untuk berdiri.
Bahkan dirinya langsung masuk dalam pelukan hangat Sang Suami yang selama ini selalu Ia rindukan.
Mendapatkan reaksi yang sedemikian rupa dari Sang Permaisurinya kini Sang Kaisar Dewa itu akhirnya menjadi sangat bahagia dan membalas pelukan Sang Istri kecilnya itu dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
"Terima kasih Permaisuri ku, aku akan selalu menjaga dan mencintaimu dengan segenap hati dan jiwaku," ucap Mo Fei Tian, yang kemudian Ia mencium kening dan pucuk kepala Xi Lilian cukup lama.
Barulah setelah itu Mo Fei Tian memberikan hadiah yang telah Ia siapkan untuk Sang Istri kecilnya.
Mo Fei Tian segera memasangkan sebuah cincin yang terbuat dari kristal keabadian yang sangat langka yang berbentuk bintang pada kalung liontin yang dikenakan Xi Lilian.
Dan liontin itu tidak lain dan tidak bukan adalah dimensi bintang yang mereka huni saat ini.
Melihat apa yang diberikan oleh suaminya itu Xi Lilian sangatlah terkejut, hingga Ia menjadi linglung untuk sementara waktu.
Bahkan seluruh kontraktual mereka yang juga menyaksikan saat ini bener-bener tidak menyangka dapat melihat Artefak langka dari dunia Dewa yang dikatakan dapat ditemukan hanya dalam 1juta tahun sekali itu, dan itu pun hanya berukuran kecil, dan paling besar hanya akan sebesar biji buah persik.
Sedangkan yang mereka lihat saat ini adalah sebuah kristal keabadian yang telah dimurnikan dan ukurannya bahkan bisa dibilang bahwa itu lebih besar dari yang mereka ketahui.
"A Tian Ini....??" ucapan Xi Lilian terhenti.
"Sssttt.... tunggulah sayang, akan ku pasang ini terlebih dahulu. Ini ku lakukan agar aku bisa jauh lebih tenang ketika aku tak berada disisi mu. Karena saat ini keadaan dunia yang semakin kacau, dan juga sebentar lagi kita juga akan memasuki dimensi lain, jadi aku sengaja memberikan ini. Agar keberadaan dunia kecil milikmu ini tidak diketahui oleh orang lain. Karena dengan ini maka orang-orang di dunia luar tidak akan pernah bisa merasakan apapun akan aura maupun kebocoran energi ketika terjadi fluktuasi energi spiritual qi yang sering terjadi dari dalam sini. Selain itu dengan kristal artefak abadi yang ku murnikan ini, akan semakin memperluas dunia dimensi ruang ini menjadi lebih dari 10 kali lipat, dan energi spiritual di sini juga akan semakin baik dan juga meningkat." kata Mo Fei Tian dengan serius pada Sang Istri.
"Terima kasih sayang, kau selalu memperhatikan diriku dan juga menjagaku. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana akau harus membalas kebaikan mu ini A Tian." kata Xi Lilian dengan sesengukan.
"Hei, apa yang kau pikirkan di dalam kepala kecilmu ini ha? Aku melakukan ini karena aku tidak mau lagi kehilangan dirimu sayang. Ini merupakan upaya ku untuk selalu menjaga dan juga melindungi dirimu. Bagaimana mungkin aku berpikir untuk balasan atau yang lainnya," ucap Mo Fei Tian yang memanjakan.
Namun Xi Lilian tahu jika itu merupakan kebenaran yang telah diucapkan oleh sang suami.
Saat Mo Lie Yiran menyaksikan bahwa apa yang diberikan Ayahnya pada Sang Ibu. Jiwanya yang seakan menemukan suatu ikatan yang aneh dengan Artefak Kristal Keabadian itu. Yang membuatnya sedikit tidak tenang. Dan Ia bahkan ingin segera melihatnya dari dekat.
"Hu..nana hawa unda nana," celoteh Mo Lie Yiran yang selalu menunjuk ke arah Mo Fei Tian dan juga Xi Lilian berada.
Hingga Akhirnya Wu Juan yang menggendongnya menyadari perhatian Yiran kecil pada kedua ayah dan ibunya itu.
Sehingga Ia mau tak mau harus mengganggu keintiman kedua sejoli itu.
"Aahh maaf Tuan, Lian'er sepertinya Yiran kecil ingin ikut kalian berdua," ucap Wu Juan dengan sungkan dan tidak enak hati karena telah mengganggu kedua majikannya itu.
__ADS_1
Sedangkan Mo Lie Yiran semakin antusias dan terus mengoceh dengan tingkah yang sangat lucu.