
"Ohh... ternyata Mei'er tak lama lagi akan ulang tahun, maka Pangeran ini akan mempersiapkan hadiah paling indah untuk Mei'er yang cantik ini. Apakah Mei'er menginginkan sesuatu dari pangeran ini? katakanlah maka Pangeran ini akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Mei'er," ucap Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan nada yang begitu lembut dan akrab.
Namun jika didengarkan dengan seksama maka suaranya terdengar sedikit serak dan tampak sangat, jika Sang Pangeran Huo Lin Jin kini tengah menahan hasratnya pada gadis belia di depannya itu.
Shen Sie Mei yang mendengarkan panggilan Sang Pangeran Huo Lin Jin, pujaan hatinya itu terhadap dirinya berubah menjadi sangat begitu intim membuat hatinya begitu berbunga-bunga.
Dan tanpa sadar dirinya mendongakkan wajahnya yang merah merona hingga tampak sangat jelas sampai pucuk telinganya. hanya untuk menatap Sang Pangeran pujaannya itu untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak salah mendengar panggilan yang Sang Pangeran sematkan untuk dirinya.
Sedangkan Pangeran Huo Lin Jin yang tidak segera mendapatkan jawaban dari Shen Sie Mei, namun dirinya sedikit terkejut ketika tiba-tiba saja kecantikan kecil itu menatapnya dengan binar kebahagiaan dan rasa malu yang tampak sangat jelas di wajahnya.
Itu benar-benar pemandangan yang sangat menakjubkan bagi Sang Pangeran Huo Lin Jin. Dan dalam hatinya seolah berkata, "Aku sangat ingin melihat ekspresi wajah yang begitu tampak memuaskan itu muncul ketika dirinya berhasil merengkuh indahnya surga dunia bersama dengan ku Dan gadis itu akan begitu bertekuk lutut oleh kelembutan dan juga kenikmatan yang akan ku berikan padanya," batin Pangeran Huo Lin Jin.
Namun Sang Pangeran Huo Lin Jin segera mengembalikan kesadarannya dari khayalan dan hasrat yang sedang melanda dirinya. terlebih lagi setelah dirinya melihat tatapan kagum dan seolah ingin mendapatkan kepastian itu membuatnya benar-benar sulit untuk bisa menenangkan dirinya dari keinginannya yang semakin memuncak dan seolah sulit sekali ia kendalikan.
"Ada apa? Apakah ada yang salah Mei'er?" tanya Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan suara yang berat dan setengah berbisik. dan bahkan wajahnya juga tampak sedikit merona .
Yang menandakan bahwa saat ini Sang Pangeran benar-benar butuh sebuah pelepasan.
"Yang....Yang Mulia tti tidak ada," jawab Shen Sie Mei dengan gugup dan menggelengkan kepalanya yang tampak sangat menggemaskan dan mempesona di mata Sang Pangeran Huo Lin Jin yang kini hampir lepas kendali
Karena saat ini tanpa dirinya sadari tangganya telah terulur untuk mengusap pipi dan juga bibir merah, lembut dan kenyal milik Shen Sie Mei.
Bahkan Shen Sie Mei pun sangat terkejut, hingga dirinya membatu dan tak bisa bergerak ataupun mengucapkan sesuatu apapun dari mulut kecilnya itu. Yang hanya mampu membuka dan menutup tanpa ada suara apapun yang keluar dari sana.
Sedangkan disisi lain ada sepasang mata yang tiba-tiba saja menyaksikan perlakuan intim antara Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan Shen Sie Mei di tengah kerumunan banyak orang itu pun merasa sangat marah dalam hatinya. bahkan gadis itu lelah memuntahkan segala kata-kata kotor dalam hati. Dan bahkan saat ini dirinya sangat ingin menyuarakannya dengan keras-keras, kata yang selama ini selalu menjadi pantangan bagi dirinya yang memiliki citra sebagai Nona Muda yang anggun, lemah lembut dan juga welas asih itu.
Dan orang itu tidak lain dan tidak bukan, adalah Shen Sie Lie, kakak kandung dari gadis cantik yang saat ini tengah bermesraan dengan Sang Pangeran Huo Lin Jin pujaan hatinya.
__ADS_1
"Kurang ajar, Sie Mei gadis kecil terkutuk itu, berani-beraninya dirinya menggoda Yang Mulia Pangeran Mahkota didalam Perjamuan Istana ini. Lihat saja aku pasti tidak akan membiarkannya berhasil mendekati Yang Mulia Pangeran Mahkota, ataupun lolos begitu saja dari diriku." batin Shen Sie Lie yang kini telah mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
Namun ketika dirinya menyadari bahwa saat ini Xi Lilian dan Nona Muda Xia Ning Shui ingin segera menampilkan bakatnya.
Akhirnya Shen Sie Lie memanfaatkan keadaan ini untuk ikut menarik adiknya yang tengah asyik merayu Pangeran Mahkota Huo Lin Jin itu, untuk ikut tampil bersama dengan dirinya.
Shen Sie Lie berniat beradu bakat dengan Sang adik untuk menunjukan kepada Pangeran Mahkota, bahwa dirinya jauh lebih unggul dari adiknya yang bar-bar itu.
Di saat Kasim Bao mengumumkan untuk melanjutkan Acara yang sempat tertunda karena masalah tadi. Tiba-tiba saja Shen Sie Lie menginterupsinya sebelum Sang Kasim Bao sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Baiklah para tamu terhormat semuanya yang hadir pada Acara Perayaan Festival Bunga kali ini kami akan segera melanjutkan Acara yang..." ucapan sang Kasim Bao terhenti ketika tiba-tiba saja terdengar suara lain menyelanya.
"Maafkan hamba Yang Mulia Kaisar dan semuanya, Hamba telah berbuat lancang. Namun sebenarnya saya memiliki sebuah usulan mengenai acara pertunjukan pembuka ini," ucap Shen Sie Lie dengan nada yang sangat sopan dan gestur tubuh yang tampak sangat lembut namun juga tampak elegan.
"Ya, katakan," ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang tidak ingin memperpanjang masalah lagi. dan terlebih lagi dirinya juga masih sangat sungkan dengan Sang Jenderal Besar Shen.
Shen Sie Mei yang merasa namanya tiba-tiba disebutkan merasa gelagapan karena tidak siap sama sekali, sehingga ekspresi terkejut diwajahnya tidak bisa di sembunyikan. yang membuatnya merasa canggung.
Bahkan Sang Pangeran Huo Lin Jin pun merasa sangat geram dan tidak puas akan tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh Shen Sie Lie.
Namun Shen Sie Lie justru seolah tidak peduli, karena dirinya meyakini bahwa dirinya mampu meluluhkan hati Pangeran Mahkota Huo Lin Jin dengan pertunjukan bakatnya yang sangat menakjubkan menurutnya. karena Ia telah berlatih keras dan juga dalam waktu yang sangat lama untuk acara ini.
Sedangkan orang-orang yang hadir disana kini telah menyoroti tempat dimana Keluarga Jenderal Besar Shen Guo Feng duduk untuk mencari sosok yang namanya telah di sebutkan oleh Shen Sie Lie tadi, namun anehnya mereka tidak bisa menemukan dimana keberadaan gadis itu.
Dan ketika terdengar suara lembut dari seorang gadis Muda yang arahnya berasal dari tempat duduk Pangeran Mahkota Kekaisaran Wuxi itupun sedikit agak merasa terkejut.
"Hamba bersedia Yang Mulia, Hamba merasa usulan dari kakak hamba memang sedikit berbeda dari acara dari tahun-tahun sebelumnya." ungkap Shen Sie Mei yang telah menenangkan dirinya dari kegugupan.
__ADS_1
Dan dirinya juga tidak ragu lagi untuk bersaing dengan saudarinya itu. Karena dirinya menyadari bahwa khasiat pil yang diberikan oleh gadis misterius itu juga membuat tubuhnya terasa lebih ringan dan lentur dan memudahkan baginya ketika dirinya menunjukan bakatnya dalam menari.
Terlebih lagi dirinya juga ingin membuktikan bahwa dirinya jauh lebih unggul dibandingkan dengan Shen Sie Lie, kakak perempuannya yang sangat munafik itu.
Ketika mendengar suara gadis yang menyejukkan pendengaran itu semua orang kembali mengedarkan pandangan mereka menuju arah suara lembut nan merdu itu datang.
Dan ketika mereka semua melihat sosok dengan wajah yang cukup familiar bagi mereka pagi ini dan penampilannya yang mengenakan pakaian seorang gadis pelayan.
kini mereka kembali mengingat keributan yang telah gadis cantik itu buat di depan gerbang Aula Perjamuan Istana.
Dan ketika mereka semua menyadari bahwa saat ini gadis yang memiliki kecantikan menghancurkan negara itu, kini tengah berada di tempat duduk Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.
Mereka semua kembali berspekulasi dengan liar, mengenai gadis yang bermarga Shen itu dengan Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.
Kini mereka semua berpikir bahwa patut saja gadis Shen itu memiliki kepercayaan diri dan keangkuhan seperti tadi pagi. Karena ternyata gadis itu memiliki hubungan dan merupakan orang dari Sang Pangeran Mahkota. Pikir mereka semua yang kini justru semakin liar dan melibatkan Sang Pangeran Huo Lin Jin didalamnya.
Shen Sie Lie yang kembali mendengar orang-orang kembali berbisik mengenai tingkah minus yang dilakukan oleh adik pemberontakannya itu pun merasa sangat senang dan juga puas. Karena dirinya merasa telah kembali bisa menekan Sang adik bungsu nya itu dan akan membuatnya kembali menjilat dirinya sebagai kakak yang pengertian.
Namun sayangnya kepercayaan diri Shen Sie Lie itu tidak sama sekali benar adanya. dan semuanya hanya ada dalam angan-angan indah dalam benaknya.
Karena saat ini Shen Sie Mei justru tampak sangat tenang dan seolah tidak peduli dengan perkataan dan pemikiran orang lain.
Dan fokus utama Shen Sie Mei adalah hanya untuk membalas dendam pada kakaknya yang menjengkelkan itu.
Tidak hanya menjatuhkan namanya saja, tapi juga untuk benar-benar menghancurkan kehidupan Sang Jiejie hingga ke tulang dan darahnya.
Karena sumber penderitaannya selama ini adalah hasil dari perbuatan Jiejie nya yang seorang Lotus Putih itu
__ADS_1