Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 200


__ADS_3

"Huuhhh.... Ayah? Apakah Anda pantas untuk mendapatkan sebutan sebagai seorang Ayah?" ucap Xi Lilian dengan sinis dan tatapan mata yang sangat tidak bersahabat terhadap Sang Jenderal Shen Guo Feng.


"Setahu ku Ayah itu adalah seorang pria pertama yang akan mencintai anaknya dengan segenap hati, Orang pertama yang akan memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anaknya. Orang pertama yang akan memperjuangkan keadilan bagi anaknya. Orang pertama yang menderita ketika melihat anaknya terluka meski sekecil apapun. Orang pertama yang memberikan seluruh hidupnya demi kebahagiaan dan keutuhan keluarganya. Dan orang pertama yang akan selalu mengulurkan tangan kokohnya untuk menopang anaknya yang dalam keterpurukan. Tanyakan pada hati nurani mu sendiri Tuan Jenderal. Apakah kau sudah melakukan itu semua atau setidaknya satu hal saja untuk kami?" cecar Xi Lilian yang saat ini telah berdiri dengan tegak sambil menatap sosok yang menyebut dirinya sendiri sebagai Ayahnya dengan tatapan mempertanyakan.


Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng terkesiap mendengar serentetan pertanyaan dari putrinya itu.


Bahkan hatinya kini menjadi semakin sakit seperti tertusuk ribuan pedang dan anak panah. Namun Apa mau dikata, dirinya bahak tidak pernah sekalipun melakukan satupun tanggung jawabnya pada Putri resminya itu.


"Mengapa kau diam? Apakah Anda tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana semacam itu? Ahhh, tentu saja. Bagaimana mungkin Anda yang begitu terhormat ini akan mengurusi hal-hal kecil semacam itu. Bahkan Aku ingat dengan sangat jelas. Bukan hanya Anda adalah orang pertama yang memberikan kebencian terhadap ku seketika setelah aku dilahirkan. Anda juga adalah orang pertama yang menuduh ku, yang notabenenya Putri kandung mu sendiri sebagai seorang pembunuh istrimu, yang juga merupakan Ibu kandung ku sendiri yang telah menyayangiku dan memperjuangkan ku selama sembilan bulan lebih dalam kandungannya. Tidak hanya itu saja, Anda Bahkan orang pertama yang mengasingkan diriku semenjak aku lahir hingga aku dewasa. Anda adalah orang pertama yang menolak memberikan marganya untuk memberikan identitas untuk diriku. Bahkan Anda juga lah orang pertama yang membiarkan tubuh kecilku selalu ditindas dan diperlakukan layaknya pelayan, ah tidak lebih tepatnya seperti binatang yang menjijikkan oleh orang-orang di Kediaman Jenderal hingga para pelayan rendahan juga berani menganiaya ku sejak usia ku belum genap 1 tahun. Lebih dari itu kau juga adalah orang pertama yang memberikan janji manis pada kami Kakak beradik yang bagaikan angin segar bagi kehidupan kami yang katanya kau berjanji akan menyayangiku selayaknya putri-putri mu yang lainnya. Tapi semua itu hanya kebohongan besar yang kau lakukan untuk memisahkan kakak beradik dengan mengirim Gege ku yang selalu menyayangiku sepanjang masa, pergi jauh ke akademi di usianya yang masih sangat dini baginya. Hingga bertahun-tahun lamanya tidak pernah kembali. Sedangkan Anda Tuan Besar Shen Guo Feng, Anda dengan mudahnya mengingkari janji yang anda buat sendiri dan mencampakkan ku yang pada saat itu usia ku baru akan menginjak usia 5 tahun. Kau tetap saja mengabaikan ku akan tetapi kau selalu memanjakan anak Selir mu itu dengan harta kekayaan peninggalan Mendiang Ibuku yang seharusnya menjadi milik kami. Justru kau menghamburkannya untuk menghidupi seorang gundik murahan dari orang lain dan juga Selir yang asal usulnya adalah budak yang dibebaskan oleh Ibu kandung ku sendiri. Sedangkan aku kau siksa dan buat menderita sebagai seorang pelayan kasar sejak kepergian Gege ku, bahkan kau juga tidak pernah memberikan makanan yang layak hanya sekedar sekali dalam sehari. Untuk mendapatkannya aku harus bekerja keras dari pagi sampai larut malam dan yang ku dapatkan hanya nasi basi dan kuah sup sisa kalian. hingga suatu hari gubuk reyot yang ku tempati bersama kedua pelayan setia Ibunda ku yang masih tersisa, telah rubuh terkena badai angin dan hujan. Kau justru mengutus gundik rendahan itu untuk menyampaikan pada ku yang pada saat itu usia ku baru 6 tahun untuk bekerja lebih keras jika masih ingin tinggal di Kediaman Jenderal dengan nyaman. Dan bodohnya diriku Saat itu Aku bahkan masih menganggap mu sebagai dewa yang berbaik hati masih memberikan kesempatan bagi ku untuk bisa tetap dekat dan melihat dirimu, seorang ayah yang teramat aku sayangi, dari kejauhan. Dan setiap aku melihat senyum dan tawa bahagia mu ketika bercengkrama bersama para putra dan putri mu yang lainnya, bahkan aku masih bisa tersenyum senang melihatnya meski sebenarnya seluruh tubuh hati juga pikiranku selalu dalam keadaan yang begitu menyedihkan. Namun meskipun demikian dalam hati kecil ku saat itu masih memiliki sebuah harapan besar, jika suatu hari nanti aku juga merasakan kasih sayang dan belaian hangat dari tanganmu untuk aku putri mu, Tapi nyatanya hal itu tidak pernah terjadi dan hidupku semakin menderita karena selalu disiksa oleh anak-anak gundik dan Selir mu itu. Hingga suatu hari aku dinyatakan sebagai seorang yang tidak berguna dan tubuhku semakin lemah dan terserang penyakit yang mengerikan yang membuat wajah dan seluruh tubuhku menjadi buruk rupa. Dan dengan kejamnya Kau juga mengusirku ke bangunan paling sudut dari kediaman Jenderal mu itu. Meskipun begitu kalian juga tetap saja tak pernah sekalipun bersimpati padaku. Hingga aku sakit keras dan dipaksa melakukan pekerjaan yang berat seperti mencuci seluruh pakaian para pengawal dan pelayan kediaman mu, bahkan setelah itu aku juga dituduh mencuri barang dari Putri gundik kesayangan mu hingga aku dipukul dan dilemparkan ke dalam danau yang membuatku tak sadarkan diri selama lebih dari satu pekan, Tapi kau yang saat ini menyatakan sebagai ayah ku bahkan tak pernah sekalipun tampak datang untuk sekedar melirik ku. Hingga ketika aku sadarkan diri. Akhirnya aku membuka pikiran ku lebaran. Bahwa tidak pernah sedetikpun aku ada dalam hatimu. Dan aku hanya debu yang tak terlihat di mata mu. Sehingga mulai saat itu aku Xi Lilian pun telah memutuskan untuk tidak lagi berharap pada mu. Dan aku juga telah menganggap mu mati bersama kenangan kelam ku. Jadi Bagaimana bisa aku menerima jika kau sekarang mengaku-ngaku sebagai Ayah ku! Anda tidak layak dan tidak akan pernah layak," ucap Xi Lilian meluapkan segala rasa marah, kecewa dan juga sakit yang telah dirinya tahan sendirian selama ini, dengan linangan Air mata yang terus saja mengalir tiada hentinya.


Jenderal Shen Guo Feng yang mendengarkan segala keluhan putrinya itu hanya mampu membisu dan membeku ditempatnya. dengan tatapan nanar dan penyesalan menatap tubuh Putri nya Xi Lilian.


Dan setelah menyelesaikan pidato panjangnya itu Xi Lilian segera membungkuk sedikit ke arah para Kaisar yang masih berada di sana dan segera pamit undur diri.


Sedangkan Shen Yu Lin yang menyaksikan bahwa adiknya telah mengungkapkan segalanya pada Sang Ayah, kini dirinya juga tidak berniat lagi untuk tetap berada di sana.


Namun sebelum Shen Yu Lin pergi dari sana, Ia juga menyampaikan suatu hal yang mungkin telah dilupakan oleh Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng.


"Heh...Apakah Anda juga masih memiliki wajah untuk menyebut bahwa diri Anda adalah ayah kami? Dan seingat ku beberapa saat setelah kepulangan ku ke kediaman neraka milik Anda itu. Anda juga telah menyatakan bahwa kami bukan lagi salah satu keturunan keluarga Anda. Hanya untuk memihak anak gundik mu itu Kau bahkan tanpa segan mengusir kami. Jadi bukankah Anda telah menjilat ludah ada sendiri ketika kau ingin kami mengakui mu sebagai ayah kami? Tapi kau juga tidak mengembalikan semua hak kami atas seluruh peninggalan ibunda Kami. Benar-benar suatu hal yang sangat mengagumkan," sindir Shen Yu Lin pada Sang Ayah.


Dan setelah itu Shen Yu Lin juga segera melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh adik kecil kesayangannya dan segera pergi meninggalkan ruangan itu dengan langkah tegas dan penuh aura agung dan berwibawa. Yang membuat semua orang terkesan dengan auranya yang alami.

__ADS_1


Namun saat ini Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng yang mendapatkan seluruh ringkasan perbuatan kejamnya pada kedua buah hatinya dengan mendiang Istri tercintanya. Kini dia hanya bisa terdiam dan merenungi semuanya.


Sedangkan Shen Sie Lie dan semua orang yang ada di sana termasuk para Kaisar menjadi iku termenung setelah mendengar cerita memilukan dari kisah hidup Xi Lilian dan saudara laki-lakinya itu.


Hingga Sang Kaisar Huo Yu Yuan pun ikut merasa sangat sedih dan bersalah atas apa yang terjadi pada gadis muda itu. Karena secara tidak langsung, dirinya lah yang membuat ayahnya menikahi wanita berbisa itu.


Padahal dirinya sendiri sudah tahu, bahwa Sang Jenderal Shen saat itu telah memiliki janji pada mendiang istrinya dan juga keluarga Kekaisaran Wexia bahwa dirinya Sang Jenderal Shen Guo Feng tidak akan pernah mempersunting wanita lain dalam hidupnya. Dan akan setia pada istrinya Xi Yu Nian.


Namun karena keputusannya yang sebagai seorang Kaisar tidak mungkin dibantah oleh sahabatnya itu. Dan terpaksa harus menerima dekrit pernikahan dengan seorang wanita sebagai Selir.


Yang tidak tahu ya hal itu merupakan sumber bencana bagi kehidupan kehidupan Sang sahabat dan juga kehidupannya sendiri. Bahkan tidak hanya itu saja seluruh Kekaisaran Wuxi ini mengalami imbas yang sangat besar.


Ketika memikirkannya dirinya benar-benar marah dan juga menyesal, sehingga Sang Kaisar Huo Yu Yuan juga segera pergi meninggalkan ruangan makan setelah sedikit basa-basi pada semua yang masih berada disana.


"Cheng Li," panggil Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar," ucap Sang Pengawal Xiu Cheng Li seketika berlutut dan memberi hormat


Tanpa basa-basi lagi Sang Kaisar Huo Yu Yuan segera memerintahkan Sang pengawalnya itu untuk melaksanakan misi darinya.


"Pergilah bersama para anggota bayangan dan selesaikan seluruh keluarga Xiao Mu Wen baik inti maupun cabang. Dan gantung Kepala dari Patriark Klan Keluarga Xiao di alun-alun kota dengan peringatan sebagai pemberontak." ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan tegas.

__ADS_1


Kini dirinya tidak perduli lagi dan segera melakukan tugasnya sebagai seorang Kaisar. tidak peduli dengan bagaimana citra dan nama baiknya di hadapan Kekaisaran lain. Sang Kaisar Huo Yu Yuan melakukan ini juga merupakan bentuk antisipasi, agar Xiao Mu Wen tidak lagi memiliki pemikiran mengerikan dengan mengandalkan Klan Keluarga Xiao nya. untuk memulihkan keadaannya.


Dan segera memberikan teguran keras bagi Huo Lin Jin yang selama ini telah berani membohonginya dengan sangat baik. dengan peran sebagai Anak yang berbakti.


Namun saat Xiu Cheng Li mendengar perintah Sang Kaisar Huo Yu Yuan merasa sedikit terkejut. Namun segera kembali dalam keterangan.


"Maaf Yang Mulia Kaisar, lalu bagaimana jika pihak Pangeran Agung Huo Sun Yao mengetahui masalah ini dan membuat keributan nantinya? Tidakkah lebih baik kita menghabisi mereka semua tanpa harus menunjukan peringatan pada semua orang bahwa Keluarga Xiao telah memberontak?" tanya Xiu Cheng Li yang merasa sedikit ragu.


Karena meskipun saat ini mereka telah berhasil mengendalikan seluruh pasukan yang telah dikelola oleh keluarga Xiao selama belasan tahun ditambah pasukan khusus milik Pangeran Huo Lin Jin juga sudah dimusnahkan sepenuhnya. Akan tetapi pasukan yang dimiliki oleh Pangeran Agung masih dapat dioperasikan. Karena pada dasarnya selama ini, pihak mereka hanya mengawasi dan juga memantau seluruh aktivitas dari para pasukan yang berada di dalam Kediaman Pangeran Huo Sun Yao.


Bahkan meskipun jumlah pasukan yang mereka miliki saat ini jauh lebih besar jumlahnya. Akan tetapi jika terjadi pertumpahan darah di kawasan kota Kekaisaran. Ini justru akan membuat masalah yang tidak seharusnya. Dan akan memakan kerugian yang sangat besar. Terlebih lagi para rakyat juga akan terkena imbasnya. dan mengalami penderitaan yang tidak semestinya.


Sang Kaisar Huo Yu Yuan yang kini sudah merasa jauh lebih tenang, dan mendengar saran dari bawahannya itu. Dirinya juga merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Pengawal pribadinya itu memang masuk akal. Sehingga Sang Kaisar Huo Yu Yuan pun segera menyetujuinya.


"Baik lakukanlah seperti apa yang kau katakan pada malam ini juga, Dan aku akan menunggu hasilnya besok padi." ucap Sang Kaisar Huo Yu Yuan tanpa bantahan.


"Laksanakan Yang Mulia, hamba undur diri," pamit pengawal Xiu Cheng Li dengan tegas. dan setelah itu ia segera menghilang layaknya tak pernah ada di dalam ruangan itu.


Sang Kaisar Huo Yu Yuan pun yang merasa bahwa dirinya sangat bersalah pada sahabatnya pun segera meminta Sang Kasim Bao untuk memanggil Sang Jenderal Besar Shen untuk menemuinya.


"Bao tua, bantu aku untuk mengundang Guo Feng kemari," perintah Sang Kaisar pada sang Kasim setianya itu.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia," jawab Sang Kasim Bao. Yang kemudian Ia juga langsung meninggalkan ruang kerja Sang Kaisar Huo Yu Yuan.


__ADS_2