
Shen Sie Mei kini sedikit melupakan ketakutannya yang tadi dirinya rasakan, karena saat ini dirinya telah benar-benar marah dan juga sangat takut jika apa yang dikatakan oleh sosok gadis yang tak dikenalnya yang kini berdiri dihadapannya itu memang benar. Maka dirinya tidak akan bisa membayangkan bagaimana kehidupannya di masa depan.
"Ahahaaa...ini sangat menarik, Nona Shen ku kira kau sangat mengenali bagaimana karakter serta sikap Sang Jenderal Shen, tapi ternyata sebagai Anaknya kau memang sangatlah tidak perhatian terhadap ayah mu sendiri. Pantas saja jika kau bisa diusir serta di buang ke Kuil yang begitu jauh dari Ibukota Kekaisaran dan juga begitu terpencil," kata Xi Lilian dengan tertawa yang begitu merdu dan seakan menggoda siapapun yang mendengarnya.
Tapi bagi Shen Sie Mei yang mendengarnya justru membuat dirinya semakin merasa terhina dan juga semakin tidak bisa mengontrol emosinya.
"Tidak, itu tidak mungkin..!! Ayahku tidak akan membuang ku begitu saja, dia hanya marah untuk sesaat saja. Kamu... kamu jangan bicara omong kosong. Aku tidak akan mungkin pernah percaya kepada kata-kata mu." teriak Shen Sie Mei yang kini benar-benar dibuat marah oleh Xi Lilian.
"Yah aku harap apa yang kau katakan itu memang benar. Tapi apakah kau benar-benar tidak pernah berpikir, mengapa ibu dan kedua saudara kandung mu itu tidak pernah sekalipun melihat mu sebelaum kau dikirim ke luar Kediaman Jenderal. Yang bahkan mereka tahu, jika kemungkinan besar kalian tidak akan pernah bisa saling berjumpa dalam waktu yang lama. Emm... kalau ibu mu mungkin saja dia ingin menemui dirimu, akan tetapi dirinya tak berdaya karena kondisinya saat ini bahkan hampir sekarat yang entah bisa melewati masa itu atau tidak. Apalagi tampaknya kedua saudara dan juga saudarimu itu sudah tidak lagi peduli dengan keadaannya terlebih lagi terhadap dirimu. Karena mereka tidaklah bodoh seperti mu. Sehingga mereka memilih mengorbankan sesuatu hal yang sudah dianggapnya tidak penting lagi, agar bisa bertahan dan mendapat dukungan serta kasih sayang dari Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng itu," ucap Xi Lilian dengan nada santai dan seolah menyindir.
Dan hal itu benar-benar membuat Shen Sie Mei kehilangan kesabaran. Dan langsung bergegas menerjang Xi Lilian dan ingin menghajar Xi Lilian dengan kekuatannya.
__ADS_1
"Kau,...! Sebenarnya siapa sebenarnya dirimu ini? Dan apa tujuan mu menangkap diriku? Jika kau hanya ingin memecah belah antara aku dan saudara serta saudari ku, Maka aku pastikan jika kau tak akan pernah bisa. Karena aku sangat mempercayai mereka dan mereka juga sangat menyayangi diriku," teriak Shen Sie Mei dengan lantang dan juga berupaya untuk menyerang Xi Lilian dengan kekuatan elemennya.
Namun sayangnya Shen Sie Mei bahkan tidak bisa mengeluarkan kemampuannya sama sekali, betapa keras pun dia berusaha, tetap saja tidak ada gunanya.
Dan dia hanya mendengarkan suara gelak tawa yang sangat memesona dan membuatnya tertegun sejenak.
"Haahaha... haha.. Haih... Nona Shen dirimu ini benar-benar konyol. Untuk apa aku harus bersusah payah melakukan itu. Karena yang aku tahu, tanpa harus aku melakukan hal tersebut, semua itu telah terjadi dengan sendirinya. Apakah kau tak pernah menyadari sebenarnya apa alasannya Sang Jendral Besar Shen bisa sampai membuang dirimu? Apakah kau pikir hanya sesederhana itu alasannya? Tidak mungkin kan hanya karena ucapan mu kala itu langsung membuat Ayahanda tercinta kalian itu menghukum ibumu dan juga membuang mu tanpa ragu dan juga belas kasihan?" tanya Xi Lilian memancing Shen Sie Mei agar bisa berpikir lebih jauh mengenai apa saja yang telah membuat nya kehilangan rasa simpati dan juga kasih sayang Jenderal Besar Shen Guo Feng.
"Apa maksud mu mengatakan semua itu? tidak mungkin kan Ayahanda marah padaku atas apa yang telah aku lakukan pada ****** kecil itu. Bahkan selama ini Ayah kami tahu bahwa kami semua selalu menindasnya tapi, Ayahanda hanya diam saja dan tidak menghukum kami sekalipun.Akan tetapi belakangan ini Ayahanda memang selalu lebih perhatian dan bahkan selalu mencari keberadaan sampah tak berguna itu." kata Shen Sie Mei yang semakin lama semakin lirih seolah ia sedang memikirkan suatu kemungkinan yang membuat dirinya berakhir seperti saat ini.
"Khem.... Apakah kau tak sadar jika selama ini diantara kalian anak-anak dari Selir Duan Yu Yan, hanya kamu sendirilah dan juga para pelayan setia mu saja yang selalu menindas dan juga melakukan kekerasan fisik terhadap Kakak mu yang malang itu. Dan bahkan ketika Jiejie mu tersayang itu sedikit memberikan provokasi kau dengan suka rela melakukan apapun untuk melampiaskan kekesalannya kepada Xi Lilian yang tak berdaya dan tak pernah menyinggung orang itu." kata Xi Lilian dengan santai namun tatapan matanya begitu suram ketika ditanya menunduk.
__ADS_1
Apalagi ketika Xi Lilian kembali mengingat kenangan dari tubuhnya maka dirinya benar-benar ingin segera menghabisi semua orang yang telah menindas dirinya dan juga ibundanya.
Akan tetapi Xi Lilian tidak ingin mereka semua mati begitu saja dengan mudah. Xi Lilian ingin melihat semua orang yang selalu menindasnya menderita dan putus asa. sehingga mereka memiliki keinginan untuk mati dengan sendirinya. Kemudian barulah Xi Lilian akan merasa puas.
Karena Xi Lilian selalu memiliki prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna mendalam. Yakni dirinya akan selalu membalas semua hal lebih dari apa yang dirinya dapatkan dan juga tidak ada kata ampun untuk para pelaku kejahatan. Yang telah berulangkali kali melakukan suatu kejahatan yang sama. karena semua itu sudah menjadi kebiasaan dan pastinya sudah mendarah daging.
Oleh karenanya Xi Lilian tidak akan pernah bersikap lunak pada setiap musuhnya.
"Semua yang dia katakan tidaklah benar, Jiejie memang memiliki tubuh yang lemah, apalagi sifatnya yang begitu lembut jadi dirinya tidak akan mungkin menyakiti orang lain, dan dia juga sangat perhatian dan menyayangi ku sejak kecil. jadi tidak mungkin jika dia melakukan siasat terhadap diriku," gumam Shen Sie Mei yang sedang merenung dan mengingat ingat kembali kejadian dimasa lalunya.
"Ohhh... Apakah benar-benar seperti itu? Tidakkah kau curiga, mengapa dia selalu mengeluhkan masalahnya terhadap dirimu, jika dia menyayangi mu? Seharusnya dirinya sebagai seorang Kakak yang baik dan menyayangi mu, baik selemah apapun keadaan tubuhnya itu, tentunya dia akan selalu berusaha untuk melindungi mu, bukannya malah menjerumuskan dirimu dan membuat dirimu menjadi seorang gadis yang tampak sembrono, keras kepala serta suka menindas orang lain demi melindungi dirinya sendiri. Kau sungguh naif jika Nona Shen, jika dirimu mengartikan semua hah itu adalah suatu yang lumrah. Apakah kau tidak merasa jika semua provokasinya selama ini membuat dirimu bereaksi dengan begitu saja melampiaskan apa yang sebut Jiejie itu rasakan agar sirinya mendapatkan keuntungan ganda dari tindakan yang kamu lakukan itu. Karena dengan begitu, Jiejie mu tersayang itu akan mencapai tujuannya tanpa harus turun tangan dan mengotori tangannya sendiri. Sedangkan dirimu.....," Xi Lilian sengaja menggantung kata-katanya.
__ADS_1
Namun meskipun demikian Shen Sie Mei mengerti apa apa yang dimaksud oleh Xi Lilian.