Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 96 Pengorbanan Mo Fei Tian


__ADS_3

“A...aah bb baiklah kalau begitu Yang Mul... Ehh menantu maksud ku. Aku hanya ingin mengucapkan selamat kepada kalian karena telah dipersatukan kembali dan juga terima kasih karena berkat dari menantu, aku jadi bisa merasakan menjadi seorang ibu dari gadis canti ku ini yang memiliki identitas dan juga kedudukan yang sangat luar biasa. Jagalah selalu putri kecil Bunda ini dengan baik. Bunda berharap agar kehidupan kalian akan dipenuhi dengan kebahagiaan," kata Xi Yu Nian dengan sedikit canggung dan juga grogi.


Karena Ia tidak pernah menyangka akan ada momen seperti ini dalam kehidupannya ketika ia telah menjadi sesosok roh tanpa jasad yang nyata.


Bahkan jika Xi Yu Nian telah mengetahui takdir dari Sang Putri kecilnya itu sedari awal, Ia juga tidak pernah berpikir ataupun bermimpi sebelumnya untuk bisa memanggil Sang Kaisar Dewa Yang Agung hanya dengan sebutan menantu atau bahkan namanya saja.


"Itu pasti, tanpa bunda minta sekalipun, aku akan selalu menjaga istriku yang cantik ini dengan baik. Karena aku tak ingin dia pergi lagi meninggalkan diriku ini untuk yang kedua kalinya. Aku juga mengucapkan terima kasih karena bunda telah melindungi Lian'er kecilku ini dengan sangat baik. Diriku sebagai menantu mu benar-benar berhutang budi pada mu." kata Mo Fei Tian pada Xi Yu Nian yang merupakan pahlawan baginya.


"Apa? apa yang kau katakan itu Nak, Aku ini seorang ibu yang juga telah mengandung dan juga melahirkannya. Bahkan rasa sayang seorang ibu kepada anak-anaknya akan jauh lebih besar jika di bandingkan dengan untuk diri sendiri. Jadi bagaimana mungkin bisa aku mendapat kata-kata itu dari mu Nak. karena itu semua adalah tugas dan juga yang seharusnya aku lakukan jadi tidak perlu berterima kasih." balas Xi Yu Nian dengan tulus.


"Baiklah, aku mengerti. Sungguh beruntung Lian'er bisa menjadi Putri mu ibu mertua. Eehmmm.... namun sepertinya waktu bunda hanya tinggal sebentar lagi. Apakah ibu mertua mau jika aku membantu untuk ibunda kembali bereinkarnasi?” tanya Mo Fei Tian dengan sangat perhatian kepada ibu mertuanya itu.


“Itu tidak perlu nak, karena aku sudah bahagia bisa seperti ini dan bisa selalu mengingat kalian semua keluarga ku yang aku sayangi. Jika aku bereinkarnasi maka aku akan kehilangan kalian dan tak pernah bisa mengingat kalian semua. Aku tak ingin itu terjadi. Begini saja sudah cukup, aku sudah sangat bahagia.” Kata jiwa Xi Yu Nian sambil menyunggingkan senyum termanisnya.


Namun setelah itu ia kembali berkata dengan serak seakan menahan tangisnya agar tidak pecah dihadapan seluruh orang-orang yang sangat Ia cintai itu.


"Sepertinya ini sudah saatnya bagiku kembali, kalian hiduplah dengan bahagia, dan jangan pernah pikirkan mengenai diriku lagi. Karena itu hanya akan membuat kalian sedih karena harus mengingat kebodohanku yang memilih hidup dengan orang salah. Tapi kini aku tidak menyesalinya lagi. Karena dengan begitu aku bisa memiliki seorang Putra dan juga Putri yang sangat berbakti dan juga baik. Dan sebelum aku pergi untuk terakhir kalinya aku ingin mengucapkan terima kasih banyak pada keponakan bibi yang rupawan ini, karena telah bersedia untuk selalu menjaga dan juga melindungi Putri kecil Bibi ketika di dimensi lain. Sampaikan terima kasihku juga pada Kakek Buyut mu dan salam rinduku pada Ayah dan Ibunda mu Nak. Katakan jika Bibi Nian mu ini sangat merindukan meteka semua.” Kata jiwa Xi Yu Nian sambil mendekat pada keponakannya Xin Mu Ren dan mengulurkan tangannya seakan-akan ingin mengusap-usap kepala anak dari kakak kembarnya dan juga sahabat kecilnya dulu.


“Ren'er pasti akan menyampaikan amanat dari Bibi Nian. Ren'er juga senang bisa berkesempatan untuk berjumpa dengan Bibi dan mengenal Bibi Nian meski untuk yang terakhir kalinya. Ternyata Bibi Nian memang sangatlah cantik dan juga baik hati seperti apa yang dikatakan oleh Ibunda. Ren'er juga bangga memiliki seorang Bibi yang baik dan juga pemberani.” Balas Xi Mu Ren dengan disertai gurauan agar suasana tidak menjadi sedih lagi.


Karena dia ingin melihat semuanya bisa tersenyum saat harus melepaskan kepergian Bibinya itu.


Sedangkan Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian yang mengerti jika Ibunya akan segera pergi maka mereka mengucapkan sumpah secara bersamaan dihadapan roh sang ibu.

__ADS_1


“Bunda kami berdua berjanji akan memberikan balasan yang setimpal dan bahkan lebih pedih dari apa yang Ibunda rasakan ketika tinggal di Kediaman Jendral. Kami akan membuat mereka semua yang berlaku jahat pada bunda juga akan segera menyusul bunda dengan keadaan yang lebih tragis lagi.”ucap keduanya dengan sungguh-sungguh.


“Anak-anaku sungguh berbakti, tapi Bunda berharap agar kalian juga bisa melepaskan dan memberikan kesempatan kepada Ayahanda Kalian, karena Bunda tidak ingin hati kalian dikuasai oleh dendam kesumat pada Ayahanda kalian. Walau bagaimanapun dia tetaplah Ayah kalian, orang tua kalian yang tersisa didunia ini. Jangan pernah melakukan sesuatu yang akan membuat kalian menyesal nantinya.” Kata jiwa Xi Yu Nian menasehati kedua buah hatinya.


Namun ia tak segera mendapatkan jawaban atau respon apapun dari kedua anaknya itu.


Hingga akhirnya jiwanya semakin memudar dan juga menghilang.


Sesaat sebelum Jiwanya benar-benar menghilang barulah Ia mendapatkan jawaban dari kedua anaknya yang membuatnya menyunggingkan senyumnya.


“Baik akan kami pertimbangkan lagi,” jawab Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin kompak.


“Bunda tahu kalian memanglah anak-anak yang baik.” Kata Xi Yu Nian dengan senyum mengembang.


Setelah itu jiwa dari Xi Yu Nian benar-benar telah menghilang untuk selamanya. Yang membuat semua orang yang ada disana kembali termenung dan sedih.


“Demi istriku yang paling ku cintai ini, Aku sebagai Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma menganugerahkan jiwa dari ibu mertuaku “Xi Yu Nian” untuk bisa bereinkarnasi kembali untuk menggantikan jiwa seseorang yang telah tiada dan menempati raga seseorang yang memiliki kecocokan dengan konstitusi tubuhnya yang dulu dengan syarat jika jiwanya mengingginkan akan hal itu. Dan Ia juga akan diberkahi akan ingatan mengenai jati dirinya saat ini,” Ikrar yang Mo Fei Tian untuk memberikan anugerah kehidupan kedua bagi Xi Yu Nian.


Dan setelah Mo Fei Tian selesai memberikan ikrar Anugerah itu segera langit menjadi lebih gelap dan juga berkilat kilat petir menyambar.


Yang membuat kegemparan di seluruh dunia. Dan tak terkecuali di dunia Atas. Yang ditempati oleh Klan dan ras yang istimewa dan kuat.


Disisi lain dimana jiwa Xi Yu Nian saat ini berada, dirinya merasakan suatu arus energi yang sangat fluktuatif menyelimuti jiwanya. dirinya merasakan ada sebuah dorongan maupun tarikan yang mengakibatkan dirinya merasa tidak stabil.

__ADS_1


Sebelumnya jiwa Xi Yu Nian pernah mengalami hal semacam ini ketika seluruh bagian dari jiwanya menyatu ketika sebelum kembalinya jiwa Putri kecilnya Xi Lilian dalam tubuh aslinya.


Ini hampir sama ketika Ia akan melewati tahapan untuk menuju gerbang reinkarnasi. Namum sebelumnya jiwa Xi Yu Nian selalu berusaha menahannya.


Karena jiwa Xi Yu Nian masih memiliki harapan agar masih bisa melihat dan juga berharap datang suatu masa dimana dia dapat menemui putra dan juga putri kecilnya.


Jadi ketika jiwanya telah berhasil bertahan untuk tetap tinggal dan melewati masa pembukaan gerbang reinkarnasi khusus bagi jiwa yang baru mencapai alam roh ini maka akan hilang kesempatan baginya untuk bisa bereinkarnasi.


Akan tetapi apa yang jiwa Xi Yu Nian saat ini rasakan adalah hal yang berbeda. Karena dia seolah merasakan ada keterikatan pada energi ini, Seolah-olah ia bisa menentukan kapanpun jika dirinya ingin melakukan perjalanan reinkarnasi.


Beralih kembali ke tempat Xi Lilian dan yang lainnya berada saat ini.


Mereka semua yang merupakan klan Xin legendaris bisa merasakan jika hawa intimidasi dari petir yang berkilat dan menyambar itu adalah sesuatu yang sangat mengintimidasi.


Dan itu menandakan jika hal ini sangat langka dan tak dapat dilakukan dengan begitu saja.


Ketika Xi Lilian menyadari itu semua kini dirinya juga menyadari jika Sang Suami telah melakukan pengorbanan yang begitu besar untuk memberikan anugerah kehidupan kedua bagi ibundanya.


Xi Lilian tahu jika hal ini memerlukan pertukaran yang tidak kecil yang harus suaminya itu tanggung, hanya untuk kebahagiaanya, Mo Fei Tian bersedia mengorbankan dirinya sendiri.


Xi Lilian tidak tahu apakah itu akan mempengaruhi kehidupan suaminya di masa depan atau mungkin Mo Fei Tian akan mengalami kendala dalam menjalankan tugasnya sebagai pengendali takdir dan karma atau tidak.


Karena akibat dari penganugerahan reinkarnasi yang tidak semestinya dan juga melanggar takdir kehidupan, ini benar-benar menjadi pemikiran yang sangat serius bagi Xi Lilian.

__ADS_1


Karena Xi Lilian juga merasa bersalah karena telah membuat Sang suami harus menentang aturan takdir dan reinkarnasi.


Maka suaminya sendiri tentu harus menanggung seluruh konsekuensinya yang harus dia bayarkan sebagai karma atau hukuman dalam hidupnya.


__ADS_2