
Karena dirinya tiba-tiba saja membandingkan sesosok yang ada di hadapannya saat ini dengan orang-orang serakah dan tamak yang telah lama ia jumpai.
"Cih, sungguh menjengkelkan ketika aku mengingat orang-orang itu. Bahkan jika teringat dengan bagaimana pandangannya terhadap ku yang begitu rakus dan haus kekuatan dan kekuasaan itu sungguh membuatku jijik." gerutu Serigala Bulan itu dalam hati.
Dirinya benar-benar tak kuasa menahan amarahnya ketika setiap saat mengingat orang-orang yang tamak yang dia jumpai selama ini.
Dan hal itu justru mempengaruhi dirinya yang kini menjadi jauh lebih agresif dari sikap yang dirinya tunjukan sejak awal.
Dan saat ini tampaknya Serigala Bulan itu sudah tidak sabar untuk menyerang dan mencoba niat dari sekawanan orang yang terdiri dari empat orang yang hadir tidak jauh darinya itu.
Sehingga reaksi yang tiba-tiba ditunjukan oleh Serigala Bulan itu tentu saja mengejutkan kelompok dari Xia Ning Shui itu dan ketiga orang lainnya.
Pasalnya sampai saat ini mereka berempat, bahkan belum melakukan tindakan apapun untuk memprovokasi Serigala penjaga Bunga Lili Merah itu.
Bahkan mereka masih saja senantiasa menyembunyikan aura keberadaannya. Jadi bagaimana bisa mereka membuat Sang Serigala Bulan itu begitu terprovokasi. Benar-benar tidak masuk akal, pikir mereka.
"Gawat, ini sungguh sangat berbahaya, Gege dan kedua saudara sepupu, kita semua harus berhati-hati dan juga tetap waspada," pekik Xia Ning Shui yang begitu terkejut akan serangan mendadak yang dilakukan oleh Serigala Bulan itu.
"Shui'er, kau tetaplah untuk berada di sisiku, Jangan nekad, karena setiap tindakan yang dilakukan secara sembrono maka tidak akan membawa hasil yang baik bagi siapapun juga. Dan bersiaplah, kita akan hadapi Serigala Bulan itu dengan sebaik mungkin," ucap Xia Ye Mochen untuk mengingatkan Sang adik Xia Ning Shui yang selama ini sering melakukan sesuatu hal tanpa pernah pikir panjang terlebih dahulu. Sembari dirinya bersiap untuk menghadapi serangan dari Serigala Bulan itu.
"Ya, kita juga tidak boleh lengah sedikit pun, jika tidak maka entah nasib kita akan seperti apa, dibawah serangan Sang Serigala Bulan yang begitu kuat. Maka lebih baik kita gunakan kesempatan ini untuk maju dan menyerang nya secara bersama-sama," timpal Pangeran Mahkota Wang Yun Yi dengan bijaksana.
"Tidak....! Kalian semua jangan gegabah, segeralah menyingkir dari tempat ini dan selalu waspada. Biarkan aku saja yang mencoba untuk menghadapinya," seru Wang Xue Min yang saat ini tengah memandang Serigala Bulan itu dengan serius.
"Apakah kau yakin Min'er? Ini bukan saatnya bagi mu untuk main-main, disini nyawa yang akan menjadi taruhannya Jadi jangan pernah ambil resiko sebesar ini sendirian," tanya Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi untuk memastikan bahwa ucapan sang adik itu tidak sedang mengigau.
Yah, meskipun Wang Yun Yi tau jika adiknya itu sangat suka bercanda. Akan tetapi dirinya juga sangat mengenal bagaimana karakter dan tempramen sang adik. Yang tidak akan pernah bersikap sembrono di saat-saat genting dan berbahaya seperti ini.
"Gege aku sangat serius. Biarkan aku menghadapi dan meyakinkan Calon rekan perjuangan ku di masa depan ini. Aku pasti bisa memenangkan kepercayaan dari nya," ucap Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan penuh tekad dan semangat.
Meskipun Pangeran Wang Xue Min tahu jika dirinya tidak sekuat Sang Gege, akan tetapi dirinya juga tidak akan pernah menyerah untuk mencapai apa yang dirinya inginkan.
Terlebih lagi Pangeran Wang Xue Min telah benar-benar merasa kagum dan juga sangat berharap bisa bersahabat dengan Sang Serigala Bulan itu sedari awal dirinya melihatnya.
Dan perasaan Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min itu murni, bukan hanya sekedar untuk menaklukan Serigala Bulan itu, untuk dijadikan sebagai hewan kontraktual nya ataupun semacamnya.
Melainkan Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min merasa jika dirinya memiliki keterikatan yang tak bisa dirinya jelaskan terhadap Sang Serigala Bulan itu.
Yang jelas saat ini Wang Xue Min akan berupaya sebisa mungkin untuk bisa membujuk dan juga berkomunikasi baik-baik terhadap Sang Serigala Bulan tersebut.
__ADS_1
Karena dirinya yakin dengan kemampuan yang dia miliki sebagai penjinak binatang spiritual dan juga memiliki kemampuan untuk berbicara pada binatang. Itu setidaknya akan mempermudah usahanya.
"Baiklah, tapi kau juga jangan terlalu memaksakan dirimu sendiri. Dan berhati-hatilah," tegas Pangeran Mahkota Wang Yun Yi.
"Benar, kami juga berada disini untuk mendukung mu Min'er," seru Xia Ye Mochen.
Begitu mendengar persetujuan dari saudara-saudaranya, kini akhirnya Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min pun segera bersiap untuk menghalau dan menahan serangan dari Sang Serigala Bulan yang kebetulan telah melancarkan serangan pertamanya pada Pangeran Wang Xue Min.
Dengan begitu perkelahian pun segera terjadi, dan tidak bisa di elak kan lagi. Apalagi saat ini Sang Serigala Bulan tampak begitu agresif dan juga menunjukkan rasa tidak suka dan mengancam pada Sang Pangeran Wang Xue Min.
Karena suasana hatinya yang begitu buruk ketika mengingat setiap ambisi dan juga pandangan lapar yang ditunjukan oleh bangsa manusia terhadap dirinya di masa lalu. Itu benar-benar membuat Sang Serigala Bulan tidak bisa mengontrol emosi dan kekuatannya dengan baik.
Setelah ketiga orang itu mundur dan menyaksikan dari kejauhan. seketika itu juga Wang Xue Min juga segera maju dan menangkis serangan cakaran Sang Serigala Bulan yang hampir saja mengenai tubuhnya, dengan menggunakan sebatang ranting pohon yang Wang Xue Min temukan di sana.
Wang Xue Min dengan sengaja hanya menggunakan ranting tersebut dan bukan menggunakan senjatanya, bukan karena meremehkan kekuatan Sang Serigala Bulan, namun dirinya hanya tidak ingin melukai sang Serigala Bulan itu tanpa dirinya sengaja.
Namun meskipun begitu, saat ini Wang Xue Min masih bisa untuk mengimbangi dan juga menahan beberapa serangan dari Sang Serigala Bulan itu.
Sayangnya, semakin lama pertarungan antara Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan Serigala Bulan itu semakin sengit. Bahkan Serigala Bulan itu menjadi semakin ganas dan tak terkendali.
Dan beberapa kali juga Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min mengalami tebasan dari cakar Serigala Bulan itu yang sangat tajam. Yang mana semua itu cukup membuat Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min merasa sedikit kewalahan ketika harus menghadapi serangan Sang Serigala Bulan.
Dan itu cukup membuat Sang Serigala Bulan itu menjadi semakin tertantang dan semakin menunjukan taringnya dalam menghadapi Pangeran Wang Xue Min.
"Dasar bocah kemarin sore, beraninya kalian datang ke wilayah ku, Dan juga meremehkan kekuatan ku. Karena kau merasa begitu kuat dan tidak mau mengeluarkan senjata mu untuk melawan ku. Maka akan ku tunjukan kekuatan ku yang sesungguhnya. Maka terimalah ini," geram Serigala Bulan itu sambil melancarkan serangan spiritual nya tepat mengarah pada titik vital Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min.
Melihat Sang Serigala Bulan, yang kini mulai menggunakan kekuatan spiritual nya itu membuat Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min sedikit tertegun.
Namun sedetik kemudian dirinya segera mengerahkan kemampuannya untuk membuat perisai dari qi spiritual nya untuk menahan serangan yang diluncurkan oleh Serigala Bulan itu.
Akan tetapi kekuatan serangan Sang Serigala Bulan yang sangat kuat itu mampu membuat Pangeran Kedua Wang Xue Min terpental beberapa langkah kebelakang.
Namun sebelum dirinya terkena serangan itu dan hampir menghantam pohon besar dibelakangnya. Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min segera menggunakan elemen anginnya untuk membelokan arah serangan Sang Serigala Bulan, dan dirinya segera melayang dan mendarat di belakang Sang Serigala Bulan.
Sehingga serangan itu menyasar dan mengenai beberapa pohon yang sangat besar yang berjarak hingga ratusan meter patah dan roboh begitu saja. Bagaikan seikat benang yang di tebas dengan pedang yang sangat tajam.
Bahkan beberapa pohon diantaranya juga terdapat tiga batang pohon besar yang ditempati oleh ketiga saudara yang menyaksikan pertempuran Pangeran Wang Xue Min dengan Serigala Bulan itu.
Dan kejadian itu sungguh mengejutkan bagi mereka bertiga. Namun untungnya mereka memiliki reflek yang bagus untuk mengelak dan segera terbang menggunakan kemampuan qinggong nya untuk mencapai dahan pohon yang lain yang tidak terkena dampak serangan dari Sang Serigala Bulan.
__ADS_1
"Uhuk... uhuukk... uhhh, Syukur aku masih bisa menghindar dengan selamat," gumam Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min setelah ter batuk dan memuntahkan beberapa teguk darah segar, akibat terkena dampak dari kekuatan Sang Serigala Bulan itu yang berhasil melemparnya kebelakang hingga puluhan langkah.
"Oh, betapa mengerikannya itu jika serangan itu berhasil mendarat di tubuhku. Bukankah jika itu benar terjadi aku akan menjadi seonggok pasta daging saja. Benar-benar mengagumkan, sungguh pantas kekuatan seperti itu dimiliki oleh seekor Serigala Bulan yang perkasa. Meskipun dia belum mencapai ranah hewan mitos legendaris, namun kekuatan ini juga bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Bahkan di daratan Nanxuang ini saja masih belum ada seseorang kultivator fana pun yang mampu menyamai kekuatan yang dimiliki oleh Serigala Bulan itu. Bahkan kakak tertua pun ku kira juga belum sampai pada tahap ini. Sungguh mengerikan sekali. Tapi itu justru semakin membuatku lebih tertarik lagi pada Serigala Bulan itu. Aku harus berhasil untuk membujuknya agar kami bisa saling mengenal. Karena entah mengapa aku merasa sangat ingin dekat dengan Serigala Bulan itu," batin Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min.
Yang mana Pangeran Kedua Wang Xue Min juga sangat bingung dengan perasaannya terhadap Sang Serigala Bulan itu yang sepertinya sudah mengenalnya sangat lama.
Di saat Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min masih dalam mode mengagumi, tiba-tiba saja Sang Serigala Bulan tersebut segera berbalik menghadap ke arah Pangeran Kedua Wang Xue Min dan bersiap melancarkan serangan spiritual lagi.
Namun sebelum itu terjadi lagi, Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min segera membujuk Sang Serigala Bulan untuk menenangkan diri. Dan menjelaskan maksud dan tujuannya terhadap Sang Serigala Bulan yang sangat perkasa itu.
"Tunggu dulu Tuan Serigala Bulan, kedatangan ku bukanlah untuk mengincar ataupun melukaimu. Melainkan aku sangat mengagumi mu, maukah.... maukah... kau," belum selesai ucapan sang Pangeran Kedua Wang Xue Min, Namun sudah di bantah oleh Sang Serigala Bulan.
"Kau, Kau....!! Kau mengerti bahasa kami?" seru Sang Serigala Bulan seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar.
Sang Serigala Bulan terkejut akan kemampuan dari anak manusia di hadapannya saat ini yang bisa berkomunikasi menggunakan bahasa yang hanya akan dipahami oleh para binatang spiritual saja.
Dan hanya binatang mitologis saja lah yang mampu memahami dan berbicara selayaknya manusia pada umumnya. Sedangkan dirinya bahkan untuk mencapai tingkatan itu akan masih sangat jauh.
Dan selain itu, satu-satunya cara agar setiap orang dapat berkomunikasi langsung dengan mereka hanyalah seseorang yang telah menjalin hubungan kontraktual saja. Namun ini tidak begitu. Anak manusia itu bisa berbicara dengan bangsanya.
"Tapi mengapa anak manusia ini bisa berkomunikasi dengan ku. Apakah ini hanya kebetulan saja? Ataukah aku salah mendengarkan barusan?" gumam Sang Serigala Bulan yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Namun masih terdengar oleh Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min.
"Tuan Serigala Bulan, Anda tidak salah mendengar, Saya memang bisa berkomunikasi dengan Anda," ucap Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan sangat ramah.
"Jadi kau, memang benar-benar bisa berbicara dengan bangsa kami? Sungguh tidak pernah ku sangka, jika kau memiliki keahlian yang sangat istimewa," ucap Sang Serigala Bulan dengan datar.
Belum sempat Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min menjawab pertanyaan dari Sang Serigala Bulan, namun sudah didahului oleh Serigala Bulan itu lagi.
"Jadi apa maksud mu dengan ini? Meskipun kau seorang penjinak binatang spiritual sekalipun, Jangan harap untuk bisa menaklukan ku, Dan terimalah serangan ku ini," ucap Sang Serigala Bulan dengan sangat dingin dan segera melancarkan sebuah serangan baru.
Dan dengan kekuatan yang lebih besar daripada yang sebelumnya yang berhasil dibelokkan oleh Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min.
Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min kembali dikejutkan dengan serangan cahaya yang begitu cepat dan hampir menewaskannya kembali.
Bahkan tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan tujuannya terlebih dahulu. Ini benar-benar membuat Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min merasa tertekan.
Namun untungnya saja Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min segera mengeluarkan kartu As nya sebagai upaya terakhirnya untuk bisa mengahadapi serangan mematikan dari Sang Serigala Bulan itu.
Hingga saat ini Serangan kuat yang dikerahkan oleh Sang Serigala Bulan tersebut menghilang begitu saja, tanpa meninggalkan dampak dan kerusakan apapun.
__ADS_1
Dan itu semua dapat terjadi karena sebuah artefak ilahi kuno yang dengan segera dikeluarkan oleh Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan sangat tepat waktu.