
Qing Yue yang mendapat pertanyaan dari Sang Jenderal Shen, tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa ada persetujuan dari Nona nya.
Sehingga Ia melemparkan pandangannya pada Xi Lilian. Dan setelah ia mendapatkan sebuah anggukan, barulah ia mulai menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.
"Menjawab Tuan Besar Shen, Nubi ini Awalnya bersama dengan Tuan Muda Shen Yu Lin dan juga Nona Muda Xi Lilian, berencana untuk segera berangkat menuju istana, Namun ketika Nubi ini hendak membatu Nona untuk menaiki kereta kuda, Akan tetapi kami dihentikan oleh para pengawal dan juga kusir. Selain itu Tuan Muda Shen Yu Lin juga mengalami hal serupa ketika Tuan Muda hendak menaiki kudanya. Mereka semua menghentikan kami, karena menurut penuturan mereka, kereta kuda dan juga kuda ini disediakan untuk Nona Shen Sie Lie dan juga Tuan Muda Shen Ming An. Namun karena seingat nubi ini, kereta kuda dan kuda terbaik ini merupakan milik Tuan Muda Shen Yu Lin dan juga Nona hamba, Nona Muda Xi Lilian. Yang mana kedua nya merupakan hal-hal yang telah dipersiapkan oleh mendiang Putri kekaisaran kami, Putri Xi Yu Nian yang khusus dikirim dari Kekaisaran Wexia. Pada tahun itu sebelum Nona Muda Xi Lilian lahir. beliau Yang Mulia Putri Xi Yu Nian sengaja mempersiapkan segalanya untuk kedua Tuan dan Nona Muda. Namun naas bahkan segalanya telah dirampas, dan sekarang hanya tersisa kuda dan kereta kuda pun juga ingin dirampas. Ini benar-benar keterlaluan. Mungkin saya masih bisa terima jika saat ini nubi ini yang di rendahkan akan tetapi jika sampai Pangeran dan juga putri dari Kekaisaran Wexia kami kembali ditindas maka nubi ini tidak akan menjadi segan lagi. Bahkan sekalipun itu Adalah Anda Sang Jenderal Besar dari Kekaisaran Wuxi ini. hamba bahkan tidak takut. Selama ini nubi ini dan juga Bibi Hong Mei selalu menahan diri dan tidak pernah membalas atau membuat perhitungan, karena kami masih memandang keputusan Putri Xi Lilian yang selalu peduli dan menghormati, menghargai dan juga sangat menyayangi Anda sebagai seorang Anak perempuan terhadap Ayahnya. Namun sayangnya Anda selalu menutup mata Akan segalanya yang telah dikorbankan oleh junjungan kami. Hingga pada akhirnya junjungan kami tercerahkan, dan bahkan telah menyadari jika semua pengorbanan nya selama ini hanya sia-sia saja dan tidak akan pernah berhasil maka sejak saat itulah Junjungan kami memutuskan untuk tidak ingin lagi mengharapkan suatu apapun lagi dari Anda. Maka pada saat itu juga kami sebagai seorang pelayan yang setia dan terlebih lagi kami juga merupakan pelayan yang dikirim ke Kediaman Jenderal Shen ini bersama dengan mendiang Putri Xi Yu Nian. Tentu saja kami akan selalu mendukung apapun yang junjungan kami putuskan. Walaupun itu harus mengorbankan nyawa kami, kami selalu siap dan bersedia." jabar Qing Yue panjang lebar dengan tegas dan juga tanpa rasa takut sedikitpun.
Karena sejatinya Qing Yue dan juga Bibi Hong memiliki keahlian dalam kultivasi dan itu tidaklah rendah. Bahkan itu bisa dikatakan setara dengan Sang Jenderal Shen Guo Feng sendiri.
Hanya saja selama ini mereka selalu menyembunyikan kekuatan mereka dengan sangat baik.
Selain Keluarga Kekaisaran Wexia, dan terutama Xi Yu Nian dan kedua anaknya yakni Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian tidak pernah ada satu orangpun yang mengetahuinya. Bahkan Sang Jenderal Shen sekalipun.
__ADS_1
Itulah sebabnya mereka berdua selama ini bisa bertahan dan juga bisa menjaga tubuh Xi Lilian hingga waktunya tiba. atas perintah mendiang junjungan mereka Putri Xi Nian. Meski mereka tidak tahu apapun mengenai keadaan dan juga keberadaan jiwa Xi Lilian yang sesungguhnya.
Sang Jenderal Shen Guo Feng yang telah mendengarka seluruh penjelasan dari Qing Yue akhirnya Ia memahami masalah ini dengan baik.
Selain itu dirinya juga dihantam dwngan kenyataan bahwa pelayan disamping putrinya itu yang merupakan peninggalan mendiang istrinya kini sudah tidak menganggap ia sebagai salah satu Tuan tuannya.
Itu menandakan bahwa mereka semua termasuk Kedua putra dan putrinya itu benar-benar telah menyerah dan juga kecewa bahkan mungkin saat ini mereka berdua sangat membenci dirinya dan tidak ingin lagi menganggapnya sebagai Ayah mereka karena kebencian mereka yang hingga ke tulang.
Memikirkan semua hal itu membuat emosi Sang Jenderal Shen Guo Feng menjadi memuncak. Bahkan saat ini kebencian dihatinya untuk Selir dan juga anak-anak nya sudah tidak bisa ia bendung lagi.
"Apakah benar demikian?!" tanya Sang Jendral Besar Shen pada kusir dan pengawal yang menyiapkan kereta serta kuda tunggangan, dengan aura yang mencekam bagi para pengawal dan kusir itu.
__ADS_1
"Ampuni kami Tuan Besar, kami hanya menjalankan sesuai yang diperintahkan oleh Nona Shen Sie Lie dan juga Tuan Muda Shen Ming An," ucap sang pengawal sambil berlutut dan bersujud dihadapan Sang Jenderal Shen Guo Feng.
Shen Sie Lie dan Shen Ming An semakin panik ketika mereka mendengar pengakuan pengawal itu. Terlebih lagi mereka lebih tidak menyangka jika kereta kuda dan kuda yang mereka pilih itu merupakan peninggalan mendiang Nyonya Kediaman Jenderal ini yang di khususkan untuk Shen Yu Lin dan Xi Lilian.
"Tidak...! Tidak, itu tidak benar. Ayahanda kami tidak pernah melakukan hal itu, pasti pelayan itu berbohong, dan ingin menjebak kami berdua.
"Nona Sie Lie bukankah Anda juga sudah mendengar pengakuan pengawal itu. Dia mengatakan bahwa Anda yang memerintahkan mereka untuk menggunakan kereta milik Nona Muda kami, dan bahkan kuda milik Tuan Muda di kami juga saudara laki-laki Anda inginkan. Benar-benar Anak Selir yang tidak tahu diri dan tak kenal malu. Sama menjijikkan nya dengan ibu Kalian, yang suka merebut kepunyaan orang lain. ternyata benar kata pepatah lama Buah jatuh tidaklah jauh dari pohonnya." cibir Qing Yue dengan penuh ejekan di sorot matanya.
"Kau pelayan kurang ajar, Apakah kau tak pernah dididik oleh majikan mu, berani-beraninya kau mengatai ku seperti itu. Akan ku habisi kau sekarang juga." teriak Shen Sie Lie yang marah dan hampir kehilangan kendali.
"Hentikan..!! Jika kau masih berani bersuara dan tak mau perbuatan mu maka jangan salahkan Aku jika aku akan menjatuhi mu hukuman keluarga," murka Sang Jenderal Shen Guo Feng pada Shen Sie Lie.
__ADS_1
"Ayah ini bukan salah kami, Ini pasti ulah mereka semua yang ingin menjebak kami. Agar Ayah menghukum kami berdua," ucap Shen Ming An yang berusaha untuk membantu Sang Adik.
"Apa yang dikatakan oleh Gege benar Ayah, mereka pasti ingin menjebak kami," tambah Shen Sie Lie.